
Eski terkejut akan perkataan Papanya yg ingin Dia menerima lamaran Bos papanya itu.
"Tidak Pa...Eski masih ingin sekolah " sambil menangis tersedu-sedu
"Tapi kenapa Kau menolaknya ...Dia lelaki yg kaya dan kelak akan Kau berlimpahan harta setelah menikah dengannya!"Dengan bentakan membuat Eski ketakutan .
"Kau harus menerima lamarannya ...siap kan dirimu minggu." Lanjut Anton Prama ,Papa Eski.
Brakkkk
Suara pintu di tutup dengan keras lalu keluar dari kamar Eski.
Eski hanya memeluk guling sambil menangis sejadi-jadinya.
Andika Wilda adalah atasan papa Eski,seorang lelaki yg telah berumur jauh dari Eski namun Dia terkenal dengan lelaki yg sukses dan kaya raya.Dia seorang duda yg di tinggal mati sang istri yg di cintainya ,selama ini Eski sering melihatnya dan sering menyapa Eski saat bertemu.
Namun Eski tak tau kalau lelaki itu menaruh hati padanya dan akan melamarnya,padahal usia mereka sangat jauh.
Eski gadis yg masih usia 18 tahun masih duduk di bangku sekolah SMA yg akan tamat tahun depan ada rencena akan mengejar cita-citanya dulu,jadi utk pacaran saja Dia belum perna karna Dia tak ingin menganggu belajarnya,hingga Dia dpt sekolah di suatu yayasan yg terbaik dan termewah di negaranya dengan biaya siswa.
______
Pagi di sekolah
"Lis tolong Aku..."Kata Eski sambil meraih tangan Lisa ,teman karibnya itu utk masuk ke dlm kelas yg kebetulan belum mulai pelajaran.
"Ada apa sih...,dari tadi Kamu kayak ayam mengeram kehilangan telurnya ." Canda Lisa,sambil mencoba memperbaiki kacamatanya yg akan jatuh.
"Lis...Aku punya masalah bener serius.." Eski akhirnya menceritakan masalahnya.
"Lamaran?Kamu terima aja...kan setelah nikah kamu ajak Dia jalan-jalan ke pantai terus Kamu dorong deeh... Kamu langsung jadi janda kaya...waah Aku yakin pasti banyak brondong yg ngejar cintamu..."Kata Lisa.
Eski yg mendengar celoteh yg tak masuk akal Lisa,langsung memukul kepala Lisa dengan buku yg dari tadi memang di pegangnya
"Auh sakiiit..."Jerit Lisa sambil mengelus kepalanya.
"Kamu itu bukannya kasih pendapat ..tapi malah menyuruhku melakukan pembunuhan berencana"Kesal Eski.
"Yaaa....Kamu sih,tiba-tiba minta pendapat yg serba dadakan ...''Sambil memperbaiki kacamatanya lagi yg merosot turun.
"Makanya beli hidung dulu, baru beli kacamata..."Sindir Eski saat melihat kacamata Lisa sebentar turun lagi.
"Sial ..Kamu ledek Aku bilang hidungku pesek.."Lisa langsung mencubit lengan Eski ,membuat Eski tertawa,sambil berusaha menjauh.
Tiba -tiba suara bel tanda mata pelajaran akan segera di mulai,dan para siswa masuk dlm kelas.
"Habis pulang sekolah nanti,Aku akan pikir bagaimana cara utk menolak lamaran itu ...''Bisik Lisa,dan mendapat anggukan dari Eski.
__ADS_1
Kantor Andika Wilda
Tok..Tok..
"Masuk"
"Selamat Pagi Tuan..."ucap Anton,ketika telah berada dlm ruangan bosnya itu.
"Pagi..silahkan duduk .."
Andika langsung berdiri meninggalkan kursi kebesarannya setelah melihat siapa yg masuk.
"Bagaimana apakah sudah memberi tahu kepada Eski?"
Sambil menghampiri Anton yg tertunduk hormat pada lelaki yg di depannya ini yg hampir seusia dengannya yg akan melamar putrinya.
"I-iya"
"Bagus..apakah Dia setuju"
"Aku pastikan kalau lamaran Pak Andika akan di terima..''Kata Anton dengan percaya diri.
"Syukurlah..." Andika menepuk-nepuk pundak Anton ,karyawan sekaligus calon mertuanya kelak dengan senyum bahagia.
Padahal byk wanita yg di luar sana yg mengejarnya namun Andika tak perna membuka hatinya.
Eski yg mempunyai bentuk tubuh yg padat berisi.
Kulit yg putih bersih dan lesu pipi di kedua pipinya di tambah lagi rambut hitam tebal dan alis tebal dan bibir merah delima dan senyum manis setiap kali bertemu dengan orang.
Andika mau melakukan apapun asalkan Dia bisa menikah dengan Eski,sampai harus merelakan kelak salah satu usahanya menjadi milik Anton papanya Eski asalkan Anton setuju dan membuat Andika menjadi menantunya
Seminggu kemudian.
"Sebentar lagi kita akan makan malam dengan Pak Andika,jadi siap-siaplah...''
"Tapi bolehkah Aku panggil Lisa menemaniku...'' Ucap Eski sambil menatap Papanya itu dengan penuh harap.
"Baik,tapi katakan pada temanmu yg super bawel itu utk tidak mengacaukan makan malam ini dengan Tuan Andika ."
"Baik,Aku akan mengatakannya .."
Anton meninggalkan putrinya itu.
__ADS_1
Eski sudah bingung dan putus asa,dan mungkin akan menerima lamaran lelaki yg seusia papanya itu.
Lisa yg diharapkan memberikan saran dan jalan keluar masih juga belum dapat ide utk membatalkan pernikahan itu.
"Biasanya Lisa akan punya ide...tapi ini sudah seminggu namun tak ada juga .." Gumam Eski.
Eski berjalan naik ke lantai atas dan masuk kamarnya.
Setelah Mamanya meninggal,tak ada lagi tempat Dia mengandu atau pun tuk berbagi kesedihan seperti saat ini,tak mungkin juga Eski utk melawan papanya menolak lamaran atasannya itu.
Eski menelpon Lisa agar menemaninya sebentar malam ,setelah memberikan alamat restoran mewah tersebut,Eski lalu menutup telponnya,dan masih berharap di saat yg tepat Lisa segera dapat ide utk membatalkan lamaran itu.
Eski sendiri otaknya terasa"otak udang" karna Dia tak mampu lagi cari cara keluar dari masalahnya ini.
Bagi Eski,Andika Wilda adalah lelaki yg cukup baik dan sopan padanya,punya penampilan yg masih gagah dan tubuh yg membuat para wanita menginginkan lelaki itu.
Akhirnya Eski telah mempersiapkannya kan diri utk makan malam tersebut.
Restoran
Eski turun dari mobil yg di stir oleh papanya,sambil melangkah bak seorang putri sambil melirik kemanan kekiri mencari Lisa yg sudah janji akan datang dan menunggu di pintu masuk restoran.
"Waaah!!!!Kamu cantik bangeeeeett!!! ..." Suara Lisa yg membuat semua org di sekitar restoran jadi kaget,bagaimana tidak suaranya mengalahkan suara petasan pada malam tahun baru.
Eski yg di tatap semua org jadi memerah wajahnya karna malu,sambil menarik tangan Lisa masuk ke dalam restoran sambil menunduk.
"Untung saja Papa masih memarkirkan mobilnya dulu dan tak mendengarkan teriakanmu.. ...''Bisik Eski kemudian menarik nafas lega,karna pasti Anton sudah mengusir Lisa.
Eski mencari no meja yg sudah di boking oleh Andika.
"Syukurlah mereka belum datang..."Sambil menarik tangan Lisa menghampiri meja tersebut yg sudah di kirim lewat hpnya.
Pengunjung restoran tampak ramai,sambil menunggu dan menikmati pesanan mereka banyak yg tampak menonton ke arah TV yg layarnya cukup lebar yg melekat pada dinding restoran .
Malam ini akan ada Siarang langsung wawacara seorang pengusaha no satu di dunia.
Meraka semua penasaran akan hidup pribadi serta kekasih yg selama ini menjadi rahasia bagi Sandi dan rahasia sukses oleh pengusaha tersebut akan di bahas malam ini,itu kata pembawa acara dan ketika di layar TV terlihat iklan maka semua pandangan penonton terhenti termasuk Lisa dan Eski.
Sandi Aldama pemilik SA group yg kebetulan sekarang berada di Indonesia,dan Siarang langsung itu akan berlangsung sebentar lagi .
"Maaf ,Aku terlambat..." Suara itu membuat Eski dan Lisa memandang pemiliknya
Andika yg di ekorin oleh Anton yg memang sengaja menunggu Bosnya itu di depan restoran,kemudian duduk di samping Eski.
Yuk kasih komen ya...
__ADS_1
biar Aku makin semangat langjutin🙏