
Eski langsung masuk dengan rasa takut dan bersembunyi di balik tirai jendela dan mengitip siapa yg datang dengan mobil mewah tersebut.
Tak lama sang sopir dengan tubuh atletis dan wajah tampang turun,sambil berjalan membuka pintu di kursi penumpang .
Deg
Wajah Eski terlihat pucat,walau Dia sudah berusaha menenangkan hatinya namun tetap saja rasa takutnya lebih besar.Dia terus melihat lelaki yg turun itu dengan sikap dinginnya namun wajahnya terlihat menahan amarah yg sangat besar.
Eski terus melihat ke belakang mobil itu,karna Dia yakin pasti Sandi akan membawanya ke kantor polisi. Tapi tak terlihat juga membuat dirinya sedikit lega.
"Tuan Sandi"
Suara Anton terdengar menyebut nama lelaki itu,membuat Eski makin memeluk tas kerja papanya yg tadi di bawanya.
Terlihat Anton segera menyalami tangan Sandi dan mempersilakan tamunya itu masuk,Sandi dan Adam lalu duduk di sofa.Posisi Eski yg berada di balik tirai di belakang Sandi membuat Eski makin tegang tapi untung tirai itu dari kain yg bahan tebal hingga tak menampakan tubuhnya.
Sandi yg melihat ruangan tamu yg menurutnya lebih besar kamar mandinya dengan pandangan meremehkan menatap sekelilingnya.
"Sebelumnya Saya tak percaya kalau Tuan Sandi punya hubungan khusus dengan putriku..." Kata Anton kemudian ,sambil senyum bagai habis menang lotre.
"Oya? jadi kapan Pak Anton mengetahuinya?" Tanya Adam.
"Hehe...semalam ketika seseorang melamar putri Saya ..dan putri Saya akhirnya terus terang kalau ternyata Dia telah punya kekasih dan Saya minta maaf karna hampir saja Saya menikah kan putriku dengan lelaki lain." Kata Anton sambil menatap ke arah Sandi.
"Putri Pak Anton menolak lamaran lelaki itu?"
"Iya..awalnya Saya memaksa,tapi ketika Dia berterus terang ...akhirnya lamaran itu Saya batalkan..." Anton masih dengan senyum melebar.
"Oh jadi Wanita sial*an itu menolak di nikah lalu Dia mengarang cerita bohong ini.." Batin Sandi,dengan senyum sulit di artikan sambil melirik Adam.
"Apa boleh Kami bertemu dengan putri Pak Anton?" Tanya Adam.
"Oh iya ..tentu saja..," Anton berdiri naik ke atas utk memanggil Eski,karna Dia tahu kalau Bik Ina tak ada di rumah tadi pamit ke luar utk membeli keperluan dapur.
Eski yg masih berdiri di belakang Sandi,makin ketakutan apa yg akan di lakukan Sandi padanya.
__ADS_1
Sandi yg masih tetap posisi duduk di sofa balik ke arah tirai yg mengeluarkan harum yg sangat membuat perasaannya nyaman,harum itu begitu lembut dan kemarahan yg tadi merasa tiba-tiba hilang.
"Wangiii sekali aroma tirai ini..."Sambil menarik tirai itu untuk di bawa ke arah hidungnya.Adam yg melihat tingka Tuannya itu jadi bingung baru kali ini bertingkah seperti itu.
Sandi mencium tirai itu dan seakan menikmatinya dengan memejamkan matanya.Lalu Dia kemudian menarik tirai itu utk mengarahkan ke hidung Adam,Adam yg seperti bocah akan di beri permen lolip langsung berusaha mendekat.
"Auww..." Suara Eski dari balik tirai yg rambutnya di tarik ke arah Adam bersama tirai tak bisa lagi menahan sakit, kepala Eski ikut dan membentur dahi Sandi.
Sandi terkejut lalu melepaskan tirai yg sudah di cium oleh Adam.
"Astagaaa ternyata wangi itu dari rambut wanita sial*an" Batin Sandi,sambil berusaha untuk menghapus bekas yg di hidungnya dengan sapu tangan yg di ambil di sakunya.
Adam menahan tawa,krn tatapan tajam Sandi.
"Oh ternyata Kamu di sini Nak..." Suara Anton kemudian mengalikan suasana ,ketika melihat Eski akan melangkah keluar dari balik tirai.
"Duduk sini Nak ..." Panggil Anton menunjuk sofa di sampingnya yg berhadapan dengan Sandi hanya di pisahkan jarak meja kecil.
Eski yg saat ini mengenakan baju rumahan yg sederhana tampah lengan sebatas pinggul dan celana levis hitam sebatas lutut,membuat kulitnya yg putih bersih makin terpancar serta tubuhnya yg padat berisi membuat siapapun yg memandang akan terpesona.
Eski hanya menundukkan wajahnya sambil meremas ujung bajunya.
"Aku datang kesini ingin melamar putri Anda!" Kata Sandi seketika membuat semua yg ada di dlm ruangan itu terkejut,termasuk Adam sang Asistem.
"Apa??!ta-tapi Aku masih ingin sekolah Tuan.." Wajah terkejut Eski dan matanya melotot menatap Sandi.
"Kau hancurkan masa depanku dengan Vania,maka masa depanmu pun akan lebih Aku hancurkan."Batin Sandi sambil tersenyum ke arah Eski.
"Nak,Kamu bisa sekolah lagi walau Kamu sudah menikah krn yayasan itukan milik Nak Sandi juga..." Kata Anton membuat Eski terdiam karna tak ada lagi alasan utk menolak.
"Pak Anton sendiri sudah merestui ...," Membuat Sandi senyum kemenangan .
"Kapan Nak Sandi akan menikah dgn putriku ?"
"Besok,lebih cepat lebih baik ..krn org tua masih di luar negeri jadi pernikahanku ini hanya di lakukan di KUA dan Pak Anton sebagai wali ikut hadir ." Kata Sandi menjelaskan.
__ADS_1
"Untuk perlengkapan pernikahan besok Pak Anton dan Adam silakan menyiapkannya."
"Boleh Aku bicara dengan putria Pak Anton?"
"Tentu saja..." Kata Anton lalu mengajak Adam naik ke lantai 2 tempat ruangan kerjanya.
Eski yg yg di tinggal berdua dengan Sandi hanya diam sambil menunduk. Sandi melangkah ke arah Eski dan duduk di samping Eski.
Eski mencoba mengeserkan duduknya menjauh namun Sandi justru makin menghimpitnya sehingga tiada lagi jarak di antara mereka.Eski mengalikan pandangannya ke arah lain.
"Heeeh...kenapa tak mau menatap kekasihmu ini ..." Sambil menarik rambut panjang Eski.
"Lihat Aku ..!!," Bentak Sandi lalu mengcekram dagu Eski agar mau melihat ke arahnya. Namun Eski makin mengarahkan bola matanya melirik ke arah lain.
Karna merasa tak di perdulika membuat Sandi makin geram dan makin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Eski,hingga nafas mereka pun saling menyapu wajah mereka.
"Tatap Aku atau kedua matamu Aku cungkil keluar!"Bisik Sandi di telinga.
Dengan ketakutan Eski lalu menatap mata Sandi,keduanya saling menatap
"Tu-tuan Aku mohon maafkan Aku...Aku tak ingin menikah dengan Tuan....Aku mohon batalkan pernikahan ini..."Lirih Eski dan terlihat di sudut mata mulai berair.
"Jangan harap ! setelah apa yg Kau buat padaku..''
"Tuan bisa penjarakan Aku ..tapi Aku mohon batalkan pernikahan ini..." Eski menyatukan kedua tangannya memohon. Namun Sandi makin tersenyum menyeramkan dan makin kuat mengcekram dagu Eski dan menariknya tanpa sadar kini ternyata wajah mereka saling menempel dan jelas bibir keduanya saling bersentuhan.
Deg
Eski yg tak perna dekat dengan lelaki tentu saja jantungnya tak karuan
"Khemmm..."
Suara deheman Adam membuat Sandi mendorong wajah Eski menjauh darinya.
Adam menghampiri sofa di ikuti oleh Pak Anton sambil senyum melihat tingka Sandi yg tak sabar lagi utk menikahi putri kesayangannya.
__ADS_1
Like dan komen bila suka๐๐