
Adam langsung mencari Eski di kos Lisa.Adam memang telah tahu alamatnya saat Dia mengantar Eski dulu.
Sepi
Adam mengetuk pintu kos Lisa,dan tak lama Lisa keluar tanpa kaca matanya itu,membuat gadis itu lebih cantik terlihat dengan baju tanpa lengan senada dengan celana sebatas lutut yg warna pink.
"Tuan?." Lisa yg menatap Adam sedikit terkejut dan gugup bagaimana pun wajah Adam yg tampang membuat jantung gadis itu bak habis lari marathon.
"Boleh Aku masuk?" Tanya Adam.
"Silakan Tuan" Lisa lalu masuk dan di ikuti Adam.
Adam duduk di sebuah kursi panjang yg agak kusut dan warnanya yg telah pudar,dan Lisa pun duduk di sampingnya Krn kursi di ruangan itu cuma itu saja untuk duduk 3 org.
" Aku ingin menemui Nona muda" Kata Adam sebelum Lisa bertanya.
"Ta-tapi Eski sejak pagi tak perna pulang,saat kami berpisah di sekolah." Jawab Lisa gugup dan juga cemas akan keadaan Eski.
"Eski tadi ingin menemui Tuan Sandi karna Dia telah di keluarin dari yayasan,biaya siswa pun di cabut dan Papanya di penjara serta rumahnya di beri garis polisi."Langjut Lisa lagi dengan air mata yg tak bisa di bendung lagi.
"Ini semua krn ide gila Aku..,Aku menyesal hiks..hiks." Tangisan Lisa makin lama makin menjadi Krn penyesalannya, membuat Adam merasa kasihan lalu Dia merai kepala Lisa utk di bawa ke dadanya.
Lisa menumpahkan semua air mata,bahkan air hidungnya di jas Adam,dengan lembut Adam mengusap rambut Lisa.
"Kenapa Aku rasanya nyaman Dia seperti ini "Batin Adam yg memang play boy cap kodok.
Lisa baru sadar ,langsung melepaskan pelukan Adam.
"Maaf,Aku telah membuat jas Tuan kotor" Kata Lisa sambil mengambil tissu di atas meja,mencoba membersihkan jas Adam.
"Wah bisa membangunkan sang junior yg lagi lelap tidur..." Fikiran kotor Adam.
"Biar Aku saja yg membersihkan." Kata Adam lalu mengambil tissu di tangan Lisa.
Setelah membersihkan,Adam membuang tissu di tempat sampah.Walau kos milik Lisa tak ada yg mewah namun kelihatan bersih.
"Kita cari Eski..." Kata Lisa akhirnya.
"Baik,tapi kemana?" Tanya Adam.
"Tunggulah ,Aku tahu Dia biasa kesana bila ingin menenangkan hatinya." Kata Lisa lalu berdiri masuk mengambil tas dan memakai kaca mata.
Mata Adam terbelalak.
"Astaga kenapa Dia jelek sekali dengan penampilan seperti itu..,padahal tadi Dia begitu cantik tanpa make up dan kacamata di wajahnya.."
__ADS_1
Ya Lisa memang terlihat norak dengan penampilan seperti ini dan seperti seorang gadis cupu.Hanya Lisa dan Eski yg tahu alasan selalu tampil seperti itu saat akan di depan umum.
"Yuk kita pergi."Ajak Lisa lalu menutup kamar kosnya ketika Adam telah keluar utk menunggunya di mobil.
Dalam perjalan tak ada kata-kata yg terucap dari keduanya Lisa yg fokus dengan ponselnya yg memanggil nomor Eski tak perna di angkat.
Sementara di tepi pantai yg pengunjung mulai ramai utk menikmati makanan dan minuman yg di sediakan para pedagang kaki lima itu.
Eski yg merasakan lapar dari tadi memang seakan tak memperdulikan suasana di sekelilingnya.
Setelah bakso pesanan di bawa oleh abang bakso itu langsung di lahapnya sampai habis dan meminum air mineral dari tadi ponselnya berbunyi namun sengaja di abaikannya .
"Pesek?"
Ketika Dia melihat nama panggilan yg terjawab beberapa kali di ponselnya itu.Eski sengaja tak menerima ataupun menelpon ulang karna Dia tak ingin lagi membuat temannya itu ikut merasakan apa yg Dia rasakan .
Lisa selama ini telah membantu dan menampung di kosnya,itu sudah cukup bagi Eski.
"Eskiii... !!"
Suara tak asing lagi buat Eski langsung balik dan melihat Lisa bersama Adam menghampirinya dan duduk di kursi depan Eski.
"Kenapa tak angkat telponku?" Tanya Lisa.
"Apakah Kau sudah ketemu lelaki dispenser itu?" Tanya Lisa.
Adam menatap Lisa.
"Iya dispenser itu kan panas dan dingin.."Seakan tahu kalau Adam ingin bertanya.
Adam ketawa ,mendengar julukan Lisa yg di berikan pada Tuannya.Lalu Dia langsung tutup mulut tak ingin Tuannya itu mengertahuainya bisa matilah Dia.
"Kenapa diam?." Tanya Lisa lagi ketika Eski tak menjawab.
"Aku hanya punya satu-satu cara keluar dari kehancuran ini dan kembali seperti dulu lagi...'' Lirih Eski.
"Dengan cara apa?katakan..biar Aku bantu bagaimanapun ini adalah ide gilaku.." Tatap Lisa penuh selidik.
"Maksudnya?" Tiba -tiba Adam yg tak mengerti angkat bicara.
"Aku yg mengatakan pada mereka para pengunjung restoran kalau kekasih rahasia Sandi Aldama adalah Eski,Krn waktu itu Eski belum mau menikah dan mencari cara bagaimana bisa menolak lamaran Andika Wilda." Jelas Lisa panjang.
"Andika Wilda CEO dari A'wil Group?" Adam menatap Lisa seakan tak percaya.
"Iya..,Apa Kau mengenalnya?"
__ADS_1
"Tentu saja Dia rekan bisnis Tuan Sandi dan juga sahabatnya,tapi beberapa hari ini Tuan Andika keluar negeri buat mengurus bisnisnya di sana." Jelas Adam.
"Pantas saja setelah kejadian itu Kita tak perna bertemu lagi.." Lirih Eski.
"Ah Andai Aku tahu kejadiannya akan seperti ini mungkin saat itu Aku lebih baik menerima lamaran Tuan Andika..,"Lirih Eski sambil menarik nafas seakan punya beban yg sangat berat sedang di pikulnya.
"Iya betul,Andaikan waktu dapat di putar Aku pasti tak ambil ide gila dengan menikah dengan lelaki dispenser itu.."Lisa ikut menarik nafas panjang.
"Bantulah Aku utk menemukan Nona Vania,kekasih Tuan Sandi dengan itu. Aku bisa bebas dari semuanya." Eski meraih tangan Lisa.
"Itu pasti,Aku akan berusaha mencarinya ..."Lisa kemudian memeluk Eski seakan memberi kekuatan.
"Oh ,jadi Aku gaji hanya utk duduk sini!!" Bentak suara itu. Membuat mereka terkejut termasuk Adam yg sudah di tatap oleh Sandi.
"Tu-tuan...Ak.."
"Cepat bawa Dia masuk mobil!" Bentak Sandi membuat Adam tak jadi meneruskan ucapannya.
"Nona muda ..Ayo kita masuk mobil" Adam melihat ke arah Eski seakan memohon pengertian Eski agar Dia ikut dengannya.
"Tidak!,Aku tak akan ikut dengan lelaki kejam seperti Dia.." Tolak Eski ,dan hal itu membuat mata Sandi makin melotot ke arah Eski.
"Baik! kalau Kau tak ikut denganku ..jangan salahkan Aku kalau tak lagi bisa melihat Papamu.."Sambil senyum sinis.
"Dasar lelaki kejam,Aku tahu Kau yg membuat Papaku masuk penjara.." Tatap Eski tajam,dengan penuh kebencian.
"Hussss...diam!Atau Kau ingin semua org tahu kalau Papamu seorang kriminal..,jadi masuk ke mobil sekarang!!" Bentak Sandi lagi seakan tak perduli dengan tatapan Eski.
Pandangan Sandi yg seakan ingin memakan hidup-hidup. Eski lalu melangkah dengan lemas masuk ke arah mobil Sandi yg memang di parkirnya tak jauh darinya.
Sandi yg membawa mobil sendiri langsung marah ketika Eski akan masuk di kursi belakang .
" Aku bukan sopirmu!" Lagi-lagi bentakan Sandi.
Akhirnya Eski sedikit gugup naik ke kursi depan samping Sandi.
"Cepat pasang sabuk pengamannya." Ketika melihat Eski tak memasangnya sedangkan mesin mobil sudah di hidupkan oleh Sandi.
Eski mencoba merai tali sabuk pengamannya,karna gugup maka tak bisa dilakukan dengan cepat.Tanpa di sangka oleh Eski ,tali itu langsung di raih oleh Sandi dan di pasangnya membuat jantung Eski berdebar dengan sangat kencang saat hembusan nafas Sandi seakan menyapu wajahnya.
"Apakah Dia akan menciumiku.." Fikir Eski sambil menutup mata.
...----------------...
Apakah kalian tak suka ceritanya ya...kalau memang suka komen biar Aku cuma ingin pendapat kalian ..ππ
__ADS_1