Pelampiasan

Pelampiasan
Ancaman Vania


__ADS_3

Krn di usir keluar akhirnya dengan terpaksa Sandi keluar dari rumah Anton,terlihat tetes air mata masih terlihat di matanya ...ya Sandi kini jadi lelaki lebay yg selama ini tak perna menangis utk Vania saja waktu pergi meninggalkannya tapi dengan istrinya ini,Dia menangis dan berlutut di kaki mertuanya ..hal mustahil bukan bagi Sandi Aldama menangis dan berlutut hanya karna seorang wanita.


"Tunggu!segera ceraikan Eski!"


Kata Anton saat Sandi melangkah keluar,mendengar hal itu Sandi menghentikan langkahnya.


"Walau nyawaku taruhannya,Aku tak akan perna menceraikan istriku..." Kata Sandi lalu meninggal kan Anton.


Sandi melangkah menaiki mobilnya dan menebus kegelapan malam,Dia tak tau kemana harus mencari istrinya itu.


Jam menunjukkan pukul 02.00 .Sandi terus saja mengendarai mobilnya tak tentu arah,hanya utk mencari istrinya itu yg bagaikan di telan bumi.


Karna sudah lelah akhirnya Sandi memutuskan utk kembali ke rumah yg selama ini mereka tinggal bersama selama Eski.


"Ternyata Aku mencintaimu tapi Aku...egois tak perna mengatakannya padamu...Aku mencintaimu...ku mohon kembalilah ... di mana Kau istriku...."Sandi terus merancau seorang diri.


Akhirnya mobil yg di kendarainya telah sampai di depan rumahnya krn seingatnya tadi belum menyalahkan lampunya krn mereka berangkat masih sore,melihat lampu dlm rumah menyala tiba-tiba Sandi berlari naik ke kamar Eski ,kamar di mana mereka tidur selama ini sambil terus tersenyum bahagia Sandi teriak .


"Sayang!!...sayang akhirnya Kau ada disini.." Sambil berlari.


"Iya, Aku di sini sayang..." Sebuah suara wanita yg keluar dari kamar utama,wanita itu melangkah ke Sandi dan langsung memeluk Sandi.


"Kau?."


Sandi yg sadar siapa yg telah memeluknya langsung mendorongnya dengan kasar.


"Sayang...Aku merindukan mu.."


Dengan tak tahu malunya Vania kembali mendekat dan memeluk Sandi dengan sengaja memakai pakai yg terbuka dan tipis itu buat menggoda Sandi dan jelas saja tanda yg di buat Aris tadi jelas terlihat di mata Sandi,dan mungkin Vania tak menyadari hal itu.


Vania yg ketika di tinggal oleh Sandi di gedung tadi,langsung ke rumah ini di antar oleh Aris krn Vania tahu kode sandi pintu rumah tersebut.Dan Aris sempat masuk ke kamar utama di mana foto Sandi dan Vania masih menghiasi dindingnya.

__ADS_1


Kedua sempat memadu kasih sebelum Aris meninggal rumah Sandi itu.Mereka tak tahu kalau setiap ruangan ada cctv kamera tersembunyi, karna Sandi tak perna melihat cctv tadi malam karna sibuk mencari Eski.


Lagi -lagi Sandi mendorong Vania dengan kasar.


"Malam ini Kau bisa bermalam di sini karna ini sudah tengah malam tapi besok pagi-pagi pergi dari sini atau Aku yg akan melemparmu keluar!"Bentak Sandi,sambil berlalu masuk ke dlm kamar Eski dan menutupnya dengan keras lalu mengunci dari dalam.


Vania yg di tinggal sendiri akhirnya masuk kembali ke kamar utama.


Sandi membaringkan diri di atas ranjang sambil mencium bantal dan sprai yg masih terasa ada bekas harum tubuh Eski.Dia tak menyangka kejutan yg akan di berikan olehnya utk istrinya akhirnya berakhir seperti ini.


Dulu Dia begitu mencintai Vania tapi setelah Vania kembali kepadanya seharusnya Dia bahagia bukankah itu yg dulu Dia inginkan,bukan kah Dia menikah dengan Eski hanya utk melampiaskan kekesalannya karna Eski hubungannya dengan Vania harus berpisah,tapi kini Vania...Wanita itu...ah!kenapa justru Sandi seakan jijik apalagi tadi sempat melihat tanda di leher Vania dan entah siapa yg membuatnya.


Sandi meraih ponselnya lalu mehubungi Adam.


"Bagaimana apa Kau ada kabar tentang istriku..."


"Cctv hanya menangkap saat Nona keluar dari gedung setelah membuka gaunnya di kamar mandi dapur dan menggantikannya dengan seragam pelayan ." Jelas Adam yg sudah menahan kantuknya namun tentu perintah dari Tuannya itu harus di jalankan.


''Baik,besok Kau harus dapatkan dimana Istriku itu ...,istirahatlah...,tunggu!besok pagi-pagi Kau jemput Vania di sini dan bawa Dia pergi dari sini...Aku tak ingin lama-lama melihat di rumahku ini...ingat!pagi-pagi.."


Adam belum sempat menjawab telpon sudah di putuskan sepihak oleh Sandi.Adam yg pusing dengan tingka Tuannya itu hanya dapat menahan kesal bagaimana tidak dulu Dia begitu mencintai Vania sampai membuat rumah mewah itu,dan bagaimana Dia menghina dan selalu menyakiti Eski karna Eski Vania pergi meninggalkan Sandi dan setelah Vania kembali malah mau di usir lagi.


Akhirnya Sandi tertidur dengan mengambil baju Eski yg tadi di pakainya saat mengganti gaunnya itu.Sandi seperti seorang anak kecil yg merindukan sosok Ibunya sambil mencium baju Eski.


Pagi-pagi seperti perintah Sandi ,Adam sudah datang dan masuk rumah Sandi ketika Sandi sendiri belum keluar kamar,karna Dia masih terlelap.Sebenarnya Sandi sudah bangun sholat subuh seperti biasa di lakukan bersama Eski ,namun begitu selasai sholat Dia teringat lagi dan sepetinya ada batu dalam dadanya yg mengganjal di sana bila ingat akan istrinya entah kemana.


Saat Sandi mendengar ribut -ribut di luar kamar akhirnya Dia pun bangun dan melangkah membuka pintu dengan memakai baju yg tadi belum di bukanya setelah sholat.


"Ada apa ?!" Tanya Sandi sambil melangkah keluar ,Dia melihat Adam dan Vania ribut .


"Sayaaang...,Dia mengusirku dari sini" Aduh Vania dengan manja sambil berusaha utk mengait lengan Sandi.

__ADS_1


"Lepaskan tangan kotormu itu!!" Bentak Sandi,sambil menghempaskan tangan Vania seperti yg sering di lakukan terhadap Eski dulu.


"Sayang ..."


"Jangan lagi panggil Aku sayang dengan mulutmu itu,Aku merasa jijik ...cepat keluar dari rumahku dan jangan perna kembali tampa kan wajahmu itu .."


"Kau tak mungkin mengusirku dari sini!" Kini Vania tidak lagi semanja tadi tapi kini bagaikan sedang mengancam Sandi.


"Ini rumah ku jadi Aku berhak mengusirmu!" Bentak Sandi tak mau kalah ,Adam yg melihat Tuannya hanya diam tak berani campur.


"Kalau Kau sampai mengusirku akan Aku katakan pada semua wartawan,biar semua orang tahu kalau Kau tak mau bertanggung jawab.." Ancam Vania,sambil senyum sinis.


"Bertanggung jawab?"


Sandi menaikan alisnya, bingung tanggung jawab apa yg di tuntut wanita yg di depannya.


"Aku hamil!" Kata Vania.


"Hamil!?" Sandi tertawa,sedang kan Adam yg menatap Sandi tak berkedip.


"Jangan tatap Aku seperti itu!" Bentak Sandi.


"Kau kira ,Aku yg membuatnya hamil?"Kata Sandi sambil melirik ke arah Adam krn tatapan Adam seperti sedang menyudutkannya.


"Tentu saja Aku hamil anak kamu!''Bentak Vania ketika Sandi sedang menjelaskan pada Adam.


"Anak? bagaimana mungkin Kau hamil anakku ...sedangkan Aku tak perna menanam benihku,Kau kira hanya dengan menyentuh tanganmu,mencium pipimu Kau bisa hamil anakku?!" Marah Sandi dengan senyum mengejek.


Merasa kalau Dia kalah maka Vania memilih mengalah.


"Baik,Aku akan membuktikan kalau ini adalah anak Kamu.." Ucap Vania lalu berlalu turun dan keluar dari rumah itu...

__ADS_1


"Aku kan pergi tapi tunggu Aku akan datang dan membuat Kau mengaku ini adalah anakmu.."Batin Vania.


bersambung.....


__ADS_2