
"Ingat!jangan sampai Kau jatuh cinta padanya..."Canda Lisa.
"Bagaimana mungkin ku jatuh cinta pada manusia dispnser kayak itu...ih amit-amit..apalagi Dia itu sangat mencintai kekasihnya..liat saja bagaimana Dia tak ingin Aku menyetuh apapun milik Vania dan bagaimana Dia menghinaku... harga baju Vania saja lebih mahal daripada tubuhku katanya ..hiks..hiks.."Eski tak dapat lagi menahan sesak dlm dadanya saat mengingat hinaan Sandi.
"Aku yakin walaupun Kau sudah jadi janda muda pasti tetap banyak yg mau denganmu ...apalagi dengan Tuan Andika Wilda ...pasti tetap akan menerima dan mencintaimu,andai dulu Kau menerima saja lamaran Tuan Andika Wilda pasti Dia sangat menyayangimu...ah ,Aku jadi menyesal mengapa Aku punya ide gila seperti itu hingga Kau harus bertemu dengan lelaki kejam itu..hiks..hiks.."Lisa pun ikut menangis sampai air mata dan air hidungnya sulit dibedakan .
Mendengar nama Andika Wilda,Sandi menaikan alisnya.
"jadi lelaki yg melamarnya adalah Andika Wilda..walau Dia adalah sahabatku sendiri tapi tak akan ku biarkan milikku di rebut olehnya.."Sambil terus memandang layar lap top nya.
Eski sudah menutup telponnya.Matanya masih sembab karna menangis.
Dia berjalan ke kamar mandi dan hendak berwudhu,Dia ingin melakukan sholat magrib yg selama ini kadang masih putus-putus di lakukannya.
Setelah selesai melaksanakan sholat Dia pun berdoa,berharap agar segera menemukan Vania.
"Aku mohon ya Rabbi ..agar Aku segera menemukan Vania,bagaimana pun krn Akulah mereka berpisah dan Aku rela mendapatkan pelampiasaan suamiku...hinaan dan caciannya krn ini memang salahku..ku mohon satukan kembali mereka..Tuan Sandi dan Nona Vania..Aamiin.."
Eski melipat mukena dan sejadahnya dan semua tak luput dari tatapan Sandi.
"Kau tak akan menjadi seorang janda...karna Aku tak akan perna menceraikanmu... Kau akan menampung benihku hingga Kau tak akan perna pergi dariku" Guman Sandi sambil tersenyum.
Sandi keluar dari ruangan kerjanya yg berada di lantai dasar,saat akan keluar di lihat Eski turun hendak ke dapur mengambil air minum.
"Buatkan Aku kopi." Kata Sandi sambil melangkah menyalakan tv.
"Baik Tuan" Eski tak berani menatap sosok itu,Dia pun tak banyak tanya karna takut bentak ataupun di hina lagi.
Setelah selesai membuat kopi ,Eski membawa kopi itu di ruangan dimana Sandi telah berbaring di atas sofa sambil menonton.
"Letakan di sini.."Sandi lalu bangun saat melihat Eski membawa kopi.
Eski sedikit gugup karna letak meja dan Sandi sangat dekat hingga bila Dia meletakan kopi itu pasti Dia akan berada dekat Sandi.
"Kau sangat serasi dengan baju itu.."Puji Sandi ,saat melihat baju yg di gunakan Eski sangat cocok dengan kulitnya yg putih bersih.
Glek..
__ADS_1
Sandi menelan salivarnya dengan kasar saat melihat sesuatu di balik sana ketika Eski meletakan kopi tersebut. Kali ini Sandi tak dapat lagi menahan diri sebagai lelaki normal.Dia langsung meraih pinggang Eski dan mendudukanya di pangkuannya.
Mendapat perlakuan secara tiba-tiba membuat Eski terkejut dan kopi itu hampir saja terjatuh.Eski sudah berjanji Dia tak akan melakukan sesuatu yg membuat Sandi marah,Dia akan menurut dengan semua perlakuan Sandi sesuai janjinya.
Eski hanya pasrah saat Sandi mengecup ***** dengan lembut.Sandi tahu kalau istrinya ini tak pandai dlm hal tersebut karna tak ada balasan apapun.
"Apakah Kau tak perna pacaran.." Saat Dia melepaskan ***** pada Eski.
Eski cuma menggelengkan kepala,namun wajahnya kini memerah apalagi Sandi memangkunya seperti seorang Ibu memangku anaknya.
Tatapan Sandi begitu sendu,tatapan akan hasrat yg memang sejak tadi di tahannya. Perlakuannya yg sangat lembut membuat Eski ikut melayang terbang tinggi di awan melayang-layang๐..
Walau Dia tahu Sandi hanya menjadikannya pelampiasan namun Eski pun menikmatinya toh mereka tak berdosa,mereka suami istri sah di mata agama dan hukum.
Sandi kini terbakar gairah apalagi melihat Eski ikut menikmatinya.Mereka melakukan di ruangan keluarga bermandi keringat.
Goll..goll...
Suara tv yg menyiarkan siarang langsung bola itu.Tak membuat dua org itu berpaling melihat ke arahnya krn saat ini Sandi pun telah gol di gawang Eski.
Keduanya telah selesai olah raga malamnya,namun tangan Sandi tak melepas pelukannya di tubuh Eski yg masih berada di sampingnya.Dia terus mencium wangi rambut Eski yg sudah jadi candu baginya.
Suara bel membuat keduanya saling menatap,Eski berusaha berdiri namun di tahan oleh Sandi.
"Aku akan memakai pakaianku Tuan.." Kata Eski sambil berusaha mengambil pakai yg berserahkan di lantai dan berlari ke kamar mandi dapur.
Sandi mengambil pakainya yg tadi di bukanya setelah itu Dia berlari ke kamar mandi menunggu Eski keluar.Setelah Eski keluar buru -buru Sandi masuk.
Ting tong..
Suara bel kembali berbunyi,membuat Eski berjalan membuka pintu dan saat itu Sandi telah keluar dari kamar mandi,Dia ikut keluar menuju ke arah pintu.
Saat pintu di buka seorang lelaki yg seusia Eski tersenyum manis pada Eski dan membawa kantong kresek yg berisikan makanan yg di pesan online oleh Sandi.
"Selamat malam..."Lelaki itu terus menatap Eski yg memang cukup cantik dan seksi di tambah lagi rambut panjang hitam itu di jepit naik hingga leher panjang nan putih itu terlihat begitu menggoda setiap lelaki yg menatapnya .
"Malam.."Eski menjawab sambil membalas senyum lelaki itu.
__ADS_1
Lelaki itu diam,Dia menatap Eski dari bawa ke atas dengan kagum.
"Ada apa?!"Suara Sandi dengan sedikit bentakan membuat keduanya terkejut.
"Ini pesanan Tuan.."Lelaki itu memberikan kantong itu pada Eski,namun Sandi langsung mengambilnya dan menutup pintu tanpa melihat lelaki itu masih berdiri menatap Eski,dan kepalanya hampir saja kena papan pintu karna di tutup Sandi tiba-tiba.
"Lain kali jangan membuka pintu dengan pakaian seperti ini " Marah Sandi.
Setelah makan,Eski akan naik ke kamarnya setelah membersihkan piring kotornya.Saat melewati ruangan Sandi yg menikmati kopi tadi,tanpa sengaja mata mereka saling bertemu menatap,membuat Eski salah tingkah dan langsung berlari kecil naik ke kamarnya.
Deg...
"Kenapa dengan jantungku..." batin Eski yg memang tak perna jatuh cinta .
Setelah sholat isya ,Eski kemudian naik ke ranjang hendak tidur ,Dia lelah sekali setelah melayani suaminya tadi.
Eski tersenyum mengingat perlakuan lembut Sandi,dan perlakuan Sandi saat melihat lelaki pengantar makanan itu,terlihat Sandi sangat marah.
"Apakah Dia cemburu?" Kata Eski sambil tersenyum.
"Apakah Aku cemburu?" Kata Sandi saat melihat Eski di layar ponselnya yg sudah di sambung cctv itu.
"Tak mungkin Aku cemburu...Aku hanya cinta Vania.."Mencoba melawan kata hatinya.
Sandi lalu mematikan tv,lalu berjalan naik kelantai atas,Dia melihat ke kamar Eski,memang tak di kunci krn Eski tentu takut kalau Sandinya marah lagi.Sandi ingin masuk tapi Dia berusaha menahan hatinya.
Sandi lalu masuk ke kamar utama di mana di dinding terpajang foto Vania dengannya.
Ketika Sandi menutup mata ingin membayangkan wajah Vania tapi justru wajah Eski yg nampak di pelupuk matanya.
Sandi keluar dari kamarnya dan menuju kamar Eski dan menjatuhkan tubuhnya di samping Eski yg memang belum terlelap.
"Tuan,kenapa tid...." Belum sampai ucapan Eski ,Sandi susah menarik tengkuk Eski dan ***** bibir.
Eski lagi-lagi bingung dengan kelakuan Sandi yg selalu main nyosor saja,Sandi membuat beberapa stempel miliknya di leher Eski dan kemudian melakukan ronde kedua,sampai akhirnya mereka tertidur dalam posisi berpelukan .
Mohon komen dan likenya ya๐๐
__ADS_1
maaf kalo adegan dewasanya kurang hot..takut gak lolos..jadi silakan bayangin sendiri aja ๐คญ๐