Pelampiasan

Pelampiasan
Ide gila Lisa


__ADS_3

Andika memandang Eski,sambil tersenyum manis .


Eski memandang ke arah lain tak ingin memandang Andika krn malu-malu.


"Apakah sudah pesan makanan?"Tanya Andika.


"Belum Tuan.."Jawab Eski.


Seorang pelayan menghampiri meja mereka, Andika memesan makanan sesuai dengan permintaan mereka .


Sambil menunggu makanan tiba,Eski hanya diam apalagi melihat Andika yg berbicara dengan papanya tapi pandangannya selalu tetap tertuju padanya.


Lain lagi dengan Lisa yg dari tadi pandangannya tetap kearah Tv yg dari tadi siarang langsung melihat wawacara Sandi Aldama.


Tak lama pelayan datang membawa pesanan mereka.Para pelayan menata makanan di atas meja sesuai dengan pesanan mereka masing-masing.


Setelah selesai pelayan itu lalu meninggalkan meja mereka namun sebelumnya menunduk hormat pada pemilik restoran mewah tersebut yg di hadapannya. Namun Eski dan Anton tak tahu kalau restoran mewah ini adalah milik Andika.


Mereka menikmati makanan tersebut tanpa ada bicara sedikitpun ,sedangkan Lisa mulutnya sibuk mengunyah makanan yg di masukkan ke mulutnya namun matanya tetap ke arah tv yg berada di dinding.


"Hus...hati-hati dong entar salah masukin makanannya...,"Bisik Eski.


Namun Lisa tetap seakan tak perduli akan bisikan itu,sampai melahap habis makanan di depannya,jangan kan kuanya andaikan bisa mangkok itu pun di lahapnya.


"Hus...itu udah habis tuh ..."Eski menyenggol bahu Lisa karna terus menyedoki mangkok yg sudah kosong di depannya .


Karna Lisa masih tak memperdulikannya akhirnya Eski mencubit pinggang Lisa.


"Auww...sakiit.." Pekik Lisa


Dengan malu-malu Eski berbisik lagi ,kali ini Lisa telah melihat padanya krn pada layar di tv menayangkan iklan.


Bukannya malu-malu Lisa langsung menyedot jus di sampingnya lalu meletakkannya setelah gelas itu isinya habis, sampai ampas-ampasnya pun tak ada yg tersisa.


Suara kekenyangan terdengar keluar dari mulutnya,membuat Eski mengutuk dirinya sendiri krn telah membawa sahabatnya itu yg di pikir akan membantunya mendapat ide menolak lamaran dari atasan papanya namun Dia lebih fokus pada tv.


Andika yg seakan tak perna bosan menatap wajah Eski,tak perduli dengan kelakuan Lisa,dan tak perna melihat ke arah tv yg di tonton oleh Lisa,bagi Andika wajah Eski tak membuatnya ingin berpaling ke arah lain,Eski bagaikan magnet yg terus membuat Andika melihat ke arah Eski.

__ADS_1


Eski sendiri merasa debaran jantungnya telah berpacu lebih cepat,entah Dia sepertinya telah menyukai Andika dan bersedia menerima lamaran itu.


Anton yg dari tadi permisi ke WC belum juga kembali.


"Wow...mereka ternyata penasaran padamu!!" Teriak Lisa tiba-tiba ketika siarang langsung Sandi telah selesai,


teriakan Lisa langsung membuat semua org dlm restoran berpaling ke arah meja mereka.


"Apa kalian ingin tau siapa wanita kekasih yg Sandi Aldama rahasiakan itu....??!!" Kata Lisa ke arah para pengunjung yg melihat ke arahnya.


"Wanita itu kini hadir di depan Anda..." Sambil menarik lengan Eski berdiri bagaikan seorang siswa yg memenangkan lomba lari karung saat tujuh belas agustus.


Eski yg kaget ,bingung dengan ucapan dan kelakuan Lisa cuma tersenyum ke arah mereka. Para pengunjung kemudian serempak berdiri ada yg mengambil vidio ,ada juga yg sekedar foto bareng mereka.


Suasana restoran begitu heboh akan ide gila Lisa membuat mereka di kerumuni bagai seorang artis .


Andika yg melihat hal itu terus terang rasa kecewa dalam dirinya,namun Dia memilih pergi karna baru juga Dia tahu kalau Eski adalah kekasih Sandi Aldama teman bisnisnya itu sekaligus sahabatnya.


Anton yg telah balik dari WC bingung melihat putrinya telah di kerumuni oleh orang-orang.


"Wah...ternyata Anda adalah calon mertua dari Sandi Aldama sang pengusaha itu,selamat ya Pak." Kata salah seorang yg habis foto dengan Eski.


"Maksud Anda?"


"Waah ..Anda pun tak tahu kalau Putri Anda adalah kekasih Tuan Sandi Aldama ..." Sambil tersenyum,orang tersebut meninggalkan Anton yg berdiri kebingungan dan menarik putrinya agar keluar dari restoran dan akan segera meminta penjelasan dari apa yg sedang terjadi.


Eski mengikuti papanya,dan tentu saja Lisa mengekor di belakang Eski bagai anak bebek sambil memperbaiki kacamata yg merosot turun akibat hidung peseknya tak bisa menahan beban kacamata yg berwarna pink itu.


Ketika mereka sudah di luar restoran Anton menuntun putrinya ke masuk ke mobil dan Lisa di biarkan naik taksi online seperti saat ketika datang tadi.


Dalam perjalan Eski hanya diam dan Anton pun hanya fokus melihat kejalan dan tak menatap putrinya itu.


"Jelaskan sama Papa...apa maksudnya semua ini..??!!" Kata Anton ketika mereka telah sampai di rumah.


"Aku-aku ...memang pacaran dengan Sandi Aldama .." Kata Eski gugup krn Dia harus berbohong krn tak ingin menerima lamaran Andika.


Bukannya marah tapi Anton malah membelai dengan lembut rambut putrinya itu,senyum di wajahnya terlihat. Anton tahu kalau Sandi Aldama adalah seorang pengusaha no 1 di dunia sedangkan Andika hanya pengusaha no 1 di negaranya tentu itu membuat Anton ikut bangga ketika putrinya itu akan menikah dengan Sandi Aldama .

__ADS_1


"Baiklah,papa akan menolak lamaran Tuan Andika krn kamu telah punya kekasih." Kata Anton.


Eski lalu berdiri dan berjalan ke arah kamarnya.Walau Dia tak ingin berbohong dengan papanya tapi demi menolak lamaran itu Dia melakukannya.


Driiiing...Driiiing...


Telpon Eski berbunyi,secepat di raih hp nya itu,di liahatnya walpaper foto wajah sang pemanggil dengan kacamata pink.


"Pesek"


Dalam kontak ,nama Lisa di tulis "pesek"


"Halo...Gimana Aku hebatkan?? ...wah Aku butuh traktiran dari kamu ...besok di sekolah ya jangan lupa..." Walau Eski belum menjawab namun Lisa sudah minta imbalan akan idenya yg membuat Eski menolak lamaran Andika,Mala Andika langsung pergi tanpa pamit.


"Gilaaa kamu!!,..kenapa kamu harus pakai ide gila seperti itu..,bagaimana kalau Sandi Aldama tahu hal ini .."Kata Eski gugup sambil mengumpat Lisa.


"Alaaah...nanti kita fikir lagi yg penting sekarang kamu tak lagi harus menikah dengan bos papa kamu."


"Ingat besok kita ketemu di sekolah dan jangan lupa trak..."


Tut..Tut..Tut...


Eski langsung mematika panggilan itu walau Lisa belum meneruskan katanya.


Di buangnya dirinya di atas kasur empuk dan memeluk bantal guling.


Eski saat ini sangat ingin marah dengan sahabatnya itu,rasanya Dia ingin menonjok hidung pesek Lisa itu, bagaimana mungkin punya ide segila itu.


"Aahhh..." Eski menarik kasar rambutnya sendiri Dia menyesal harus minta pendapat dengan Lisa,yg membuat harus ketakutan seperti ini.


"Bagaimana kalau Sandi Aldama mengetahui dan Aku di laporkan ke polisi dan di penjarakan ..." Kata Eski berbicara sendiri dan membayangkan bagaimana nasibnya nanti.


Eski berusaha beristirahat dan tidur namun fikirannya tak juga ikut berhenti berfikir rasa takut akan sesuatu yg akan menimpanya dan harus berurusan dengan org berkuasa, pasti Sandi Aldama tak akan menerima dirinya di coreng nama baiknya.


"Ah ,Aku siapa yg bisa-bisanya mengaku jadi kekasih Sandi...,Aku itu ibarat kotoran yg hanya menempel di sepatunya pun Aku tak pantas..." Kata Eski terus mengutuk dirinya.


Nah buat pembaca yg Budiman bila suka komen ya...Aku ingin pembaca juga ikut ya dlm berpendapat dlm ceritaku ini biar pembaca dan penulis bisa saling kenal juga🙏🤭

__ADS_1


maka bila banyak yg komen aku akan usahakan utk up terus🙏🙏


Mau Taukan bagaimana dengan sikap Sandi yg tahu berita yg telah begitu cepat menyabar tentang kekasih rahasianya....


__ADS_2