
Perlakuan Sandi,membuat Eski merasa kalau yg di depannya bukan lah lelaki kejam yg Dia kenal .
Sandi memberikan minyak kayu putih utk meringankan sakit perut Eski,tentu saja Eski merasa malu utk mengoleskan pada perutnya ketika Sandi masih berdiri di depannya, kemudian Dia menyelimuti tubuh Eski yg kini telah mengenakan pakai seragam sekolahnya yg telah kering itu.
"Ak-Aku..lapar,Tuan..''Lirih Eski namun masih bisa di dengarkan kan oleh Sandi.
Sandi tahu itu Eski belum makan sejak semalam apa lagi ini sudah melewati makan siang,dan Sandi sendiri tak merasa lapar karna panik melihat Eski kesakitan.
Sandi turun ke lantai bawa lalu kembali lagi dengan membawa makanan dan air hangat,Dia lalu meletakan di atas meja,makanan itu untuk dirinya dan Eski.
"Ini makanan utkmu,apakah Kau bisa berjalan kesini?" Kata itu sangat lembut membuat Eski menatap Sandi dengan pandangan sulit di artikan.
"Atau Kau ingin Aku mengendongmu kesini?" Kata Sandi lagi.
"Ah..tak usah Tuan,Aku bisa jalan sendiri.."Eski bangkit dari tempatnya berbaring krn sakit perutnya mulai hilang yg ada hanya perasaan lapar.
Sandi meraih piring di depannya,kemudian mulai menyuapi makanan itu.Sekali-kali melirik Eski yg duduk di depannya yg menyantap makanan dengan lahap.
"Uhuk..uhuk..
Eski ke sedak makanan,Sandi lalu memberikan airnya.
"Makan jangan buru-buru..kan Aku tak akan memintanya.." Sambil menyerahkan air itu.
Jelas saja wajah Eski merah karna malu,Dia kemudian meminum air yg di berikan Sandi lalu mulai makan dengan perlahan.
"mengapa Aku sangat panik melihat Dia sakit seperti tadi..bukan kah ku hanya ingin menjadikannya pelampiasaan atas kepergian Vaniaku....ya krn Dia Vaniaku kini meninggalkanku...tapi kenapa Aku mulai tak perduli dengan Vaniaku...kenapa Aku tak memerintahkan Adam utk mencarinya...Aku seakan sudah melupakan Vaniaku..padahal Dia lah wanita yg sangat Aku cintai.." Batin Sandi sambil menatap Eski yg terus makan .
Eski yg pada dasarnya memang lapar di tambah makanan ini adalah makanan di restoran mewah jelas dengan singkat Dia sikat semua makanan yg ada di atas piring.
Sandi mengangkat sudut bibir,ingin tersenyum tapi bibirnya berkata lain.
"Makan kayak bebek aja..." Kata Sandi hendak berdiri.
Glek...
Eski menelan sisa air minumnya dengan susah payah.
"Astaga Aku fikir Dia telah berubah tapi tetap saja dispenser.."batin Eski.
"Lain kali jangan seperti ini ..Aku tak ingin Kau mati dalam rumah mewah ku...dan jasadmu itu tak layak disini...merepotkan saja..."Lalu berjalan keluar balkom,setelah selesai menghabisi makanannya.
__ADS_1
Mendengar cacian itu membuat Eski ingin menangis,dirinya bagaikan tak ada harganya di hadapan lelaki kejam itu.
"Dasar manusia dispenser kadang dingin kadang panas...Kau fikir Aku mau seperti ini dan tinggal di rumahmu ini"Umpat Eski dalam hati.
Eski kemudian membersihkan bekas makanan tersebut dan membawanya turun ke dapur,lalu mencucinya kembali.
Saat akan naik ke kamarnya,ternyata Sandi sudah berada di depan tv.Dia menatap Eski yg masih juga memakai seragam itu.
"Ganti bajumu itu,Aku sudah muak melihatnya.."Sambil mendorong bungkusan besar yg berisi pakaian.
Eski tentu saja tak bisa mengangkat bungkusan sebesar itu.Eski sudah berusaha mendorong namun tetap saja tak bisa.Sekali-kali terjatuh namun tetap berusaha utk membawa bungkusan itu utk naik ke tangga.
Sandi berdiri mengambil bungkusan itu dengan satu tangan sambil di bawa di atas bahunya.
Eski mengekor dari belakang,saat akan tiba depan kamar Eski mempercepat langkah agar bisa membuka pintu buat Sandi.
Sandi membuang dengan kasar bungkusan itu.
Bukkk
"Begitu aja tak bisa ..." Kata Sandi lalu akan melangkah keluar kamar.
"Tu-tuan ini semua punya siapa?" Tanya Eski tak mau buat salah lagi.
"Ini manusia ..bisanya cuma bikin sakit hati.."
Eski membuka bungkusan itu yg di liatnya baju dan dalaman yg bermerek .
"Waah Cantik sekali.."Tanpa sadar Eski yg mengambil baju dan mendekatkan di tubuhnya sambil berputar-putar depan cermin.
Eski sebenarnya tak begitu miskin,pakaian juga Dia punya banyak dan bahkan Papanya sering memanjakannya namun Eski bukanlah tipe gadis yg suka berpenampilan menor atau suka barang mewah Dia lebih suka sederhana.
Sandi di ruangan kerjanya menelpon Adam tapi Dia tetap memperhatikan Eski di lap top di depannya.
"Kenapa makin lama makin membuatku menginginkan dirinya .."
Sandi terus memperhatikan ketika Eski akan memakai baju tanpa lengan dengan celana sependek paha.Eski membuka baju seragamnya dan kini menampilkan bentuk tubuhnya yg cuma mengenakan dalam.
Eski tak tahu kalau ternyata kamar itu ada cctv krn memang Sandi letakan kamera dengan tersembunyi setiap ruangan dan hanya Dia yg bisa melihatnya melalui ponsel dan lap top miliknya.
Setelah mengenakan bajunya Eski memoleskan wajahnya dengan sedikit bedak baby dan parfum.
__ADS_1
"Wah ternyata manusia dispnser itu membelikan semua perlengkapan ku..." Eski tersenyum sambil memasukan semua pakai itu dlm lemari dan semua perlengkapan riasnya dari semuanya yg bermerek.
Setelah selesai,Eski bingung mengerjakan apa lagi.Dia kemudian mencari ponselnya yg dari kemarin di non aktifkannya.
Banyak panggilan tak terjawab dari Papa dan Pesek.
Eski memanggil nomor Papanya.
"Assalamu Alaikum .." Suara Anton .
"Walaikum salam ...Papa ini Aku...,bagaimana keadaan Papa.." Kata Eski kegirangan namun suaranya sengaja di pelan kan krn takut Sandi mendengarnya.
"Papa baik-baik Nak...,bagaimana keadaanmu?" Tanya Anton dengan suara lembut Dia sangat merindukan putrinya itu.
"Aku baik-baik Pa...maaf kalau Aku tak bisa pulang menemui Papa ...''Kata Eski namun tak ingin Papanya tahu keadaannya.
"Iya Nak...tak apa Kau baik-baik ya dengan suamimu,jangan menbantah,menurut lah padanya dan ingat Nak..sekarang Kamu itu sekarang adalah tanggung jawab suamimu dan surga seorang istri karna ridho dari suami..."Anton menasehati putrinya.
"Iya..Pa..Aku akan ingat pesan Papa.." Eski menangis namun sengaja tak ingin Papanya itu tau .
"Andai papa tahu ,bagaimana suamiku memperlakukanku...,Aku hanya pelampiasaan Pa..."Batin Eski.
"Nak Papa...tutup dulu karna sebentar lagi Papa akan ke mesjid sholat magrib" Kata Anton kemudian.
"Iya Pa...'' Eski lalu ucapkan salam lalu di jawab oleh papanya.
"Ternyata Papa telah berubah selama Aku pergi ...semoga di balik semua ini ada hikmaNya...Papa yg jarang dulu sholat tapi kini Dia telah meluangkan waktunya ke mesjid.." Batin Eski .
Sandi melihat Eski menangis,tak lama Eski menekan nomor Lisa dengan panggilan vidio.
"Halo"
"Eskiii" Suara Lisa yg bagaikan ingin memecah gendang telinga Eski.
"Gimana?apakah Vania sudah ada kabarnya?Aku sudah tak tahan tinggal di sini ..." Kata Eski perlahan sambil sesekali melirik pintu kamar.
"Bertahanlah..,Aku akan berusaha mencarinya ..Aku pasti akan membuat Dia kembali pada manusia dispnser itu...dan Kau akan bebas..." Kata Lisa jelas dan tegas.
"Baik Aku percaya padamu..Aku akan segera bercerai darinya setelah Vania di temukan..dan Aku akan bertahan apapun Dia lakukan padaku karna memang ini kesalahanku krn Aku,...wanita yg di cintainya telah meninggalkannya..."Lirih Eski sedih sambil menangis.
Mohon dukung ya...
__ADS_1
dengan like dan komennyaππππ
Maafkan Aku ..nulisnya kadang up nya gak teratur,kadang tengah malam baru bisa nulis maklum punya anak balita yg Alhamdulillah masa aktif-aktif nya di tambah kesibukan di toko...namun Aku janji akan selalu up bila utkmu pembaca setiaku ππ