
Alya terus membujuk suaminya itu,tapi Arka seakan tak setuju dengan ide istrinya .
Arka ingin sebenarnya Sandi menemukan Eski dengan usaha sendiri bukan karna mereka yg keluar dari kandang.
Alya mengusulkan agar mereka membawa Eski ke Indonesia menemui Sandi.Karna kasihan dengan kondisi Sandi saat ini yg begitu memprihatikan .
"Mama mana yg tak sedih mendengar anaknya seperti itu ..." Kata Alya.
"I-iya..tapi putramu itu ..bukannya berusaha mencari istrinya,justru Dia mengurung diri di kamarnya hingga lumutan ...."Kesal Arka.
"Bagaimana Putramu bisa mendapatkan info istrinya Kau yg menyembunyikan dan mengantikan identitasnya semua..."Balas Alya tak mau kalah.
"I-iya tapi setidaknya Dia berusaha..." Kata Arka tanpa melihat ke arah istrinya itu.
"Ya sudah,Kalau Kau tak ingin mempertemukan putramu dengan istrinya...mulai malam ini jangan tidur di kamarku..." Kesal Alya sambil berlalu masuk dlm kamar dan menutup dengan kasar,membuat Arka yg dari tadi tak melihat ke arah istrinya itu jadi kaget.
"Lho kok Aku yg jadi pelampiasannya.." Arka berlari mengetuk pintu kamarnya .Namun tetap saja Alya tak membukanya.
Sanni yg baru datang dan ingin menemui sang mama,heran melihat papanya itu mengetuk pintu tapi di abaikan oleh sang mama.
" Pa..,Mama kenapa.."
"Merajuk tuh,kayak anak kecil..." Kata Arka sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal.
"Hadeeh..Mama dan Papa ada aja,dua-duanya kayak anak kecil padahal sebentar lagi jadi nenek sama kakek..."Tawa Sanni .
Karna tak ingin campur masalah org tuanya akhirnya Sanni masuk ke kamarnya .
"Sayang...,Ayolah buka pintu.." Tapi tetap saja tak ada jawaban.
Arka akhir ke ruangan keluarga menonton tv sambil menunggu agar Alya mau membuka pintu.
Kini waktu sudah menunjukan 00.11 tapi kamar tetap tak di buka dan Alya tak keluar.
Arka keruangan kerjanya melihat lap top cctv,yg ada dlm kamarnya dan ini hanya bisa di buka oleh Arka.
"Pantas aja gak di buka,..."Sambil menatap istrinya itu di layar sedang tertidur sambil menyelimuti tubuhnya.
Arka mana bisa tidur tanpa istrinya di sisinya.Arka mengambil kunci cadangan lalu berjalan kearah kamarnya,di buka pintu kamar pelan dan masuk seperti maling ayam kedalam kamarnya sendiri.
__ADS_1
Sebelum naik keranjangnya Arka mematikan AC agar Alya gerah dan melepaskan selimutnya.
Arka menatap istrinya itu dan
Cup
Kecupan di kening tak membuat Alya terbangun,krn Arka tau istrinya itu kalau tidur kayak org pinsang.Arka kemudian mulai membuka selimut istrinya lalu memeluknya kemudian memejamkan mata.
Alya pada waktu akan sholat subuh di rasakan tangannya menyentuh sesuatu entah apa ini batinnya.
Saat di buka matanya,Alya kaget karna tangannya di atas sang pusaka,dan itu adalah kerjaan Arka bila mengoda istrinya itu.Alya buru-buru mengangkat tangannya namun dengan cepat Arka menahan tangan istrinya agar tetap pada posisinya.
"Ih pura-pura tidur..."Kata Alya sambil cemberut ,karna Dia ingat kalau Suaminya itu belum mengabulkan keinginannya.
Alya pura-pura hendak bangun namun di tarik oleh Arka dalam pelukannya.
"Sayang...Kau harus bertanggung jawab dulu..."Bisik Arka.
"Aku gak mau sebelum permintaanku di kabulkan "Senyum kemenangan Alya,krn Dia yakin pasti Arka akan mengabulkannya apalagi saat seperti ini
"Mana tahan Dia" batin Alya sambil senyum.
"Pokoknya Kalau gak mau kabulkan permintaanku ,Aku bangun nih.."Ancam Alya,dan langsung bangun dari tempat tidurnya sambil berlari masuk ke dlm kamar mandi .
Arka yg di tinggal Alya dengan posisi pusakanya yg siap utk bertempur jadi keki sendiri,Arka bangun dari ranjangnya lalu berjalan ke kamar mandi.
Tok..tok
"Yank ..buka dong.." Sambil memperbaiki selimutnya yg hampir melorot turun.
"Tidak mau ...Sebelum janji dulu akan permintaanku di kabulkan..." Alya senyum-senyum dlm kamar mandi sambil menguping di balik pintu.
"Iya-iya..Yank Aku janji ...." Kata Arka akhirnya krn sang pusaka ingin cepat dapat jatah.Alya keluar dari kamar mandi setelah Arka berjanji .
"Jan....mmmaaaa..."
Arka tak mendengar apa yg akan di ucapkan istrinya itu.Karna saat ini Arka langsung ******* bibir Alya,hingga tak bisa bicara.Arka mengendong tubuh Alya ke ranjang dan membaringkan tanpa melepaskan pelukannya,dengan sang pusaka kini siap bertempur.
Permainan Arka,walau saat ini di usianya tak lagi muda namun tetap saja bila di atas ranjang pasti tak akan membuat Alya berkutik,Arka akan meminta dan meminta jatah setiap malam,kecuali kalau Alya datang bulan.
__ADS_1
Setelah memuaskan Suaminya kini Alya bangun membersihkan diri dan akan menjalan sholat Subuh bersama sang Suami.
Arka memang masih menjalankan pekerjaannya sebagai mafia namun kini Dia hanya akan menerima klien utk menolong mereka yg teraniaya dan yg menurutnya kasus berada dlm jalan yg di ridhoNya.
Seperti halnya kasus Rozam yg mencari anaknya dengan berbagai jasa yg di pakai namun tak dapat hasil tapi ketika memakai jasa Arka hanya beberapa hari Arka sudah menemukannya dan saat itulah Arka tahu kalau Eski adalah,gadis yg diam -diam di nikahi putranya utk di jadikan pelampiasannya.
Arka tahu semuanya,tentang Vania dan siapa Vania sebenarnya,tapi Arka tak ingin turun tangan karna ingin putranya sendiri yg selesaikan masalahnya dan tahu siapa sebenarnya wanita yg di cintainya itu.
Setelah Alya berhasil membujuk Arka dengan cara Dia sendiri maka Dia pun kini akan menemui Eski atau Kiky .
Setelah mereka Samapi di mansion Rozam ,Alya masuk ketika seorang pembantu datang membuka pintu.
Arka ,Alya dan Rozam duduk di ruangan tamu yg sangat besar dan berbagai riasan mewah dan barang antik tentunya dengan harga sangat mahal.
"Aku ingin menemui Kiky di kamarnya.."Kata Alya akhirnya ketika melihat Arka akan main catur dengan Rozam .
"Iya."Jawab keduanya namun tak melihat ke arah Alya.
Alya tak perduli lagi kedua org itu,sambil berlari kecil mengikuti anak tangga demi tangga yg cukup melelahkan baginya.
Tok..Tok..
"Masuk!" Jawab Kiky yg ada di dlm kamar tersebut.
"Kenapa Sayang?" Tanya Alya ketika melihat Kiky yg telah memasuki kehamilan 7bulan itu.
"Ini Ma...kalau di elus-elus gerak makin sering sering ..lucu deh Ma..." Kata Kiky sambil senyum melihat perutnya yg bergerak karna gerakan bayi dalam perutnya.
"Iya...nich ..lucu ya..cucu Nenek...,kangen ya sama Papa?Iya kita temuin Papa ya?Papa juga kangen padamu sayang..."Kata Alya sambil terus mengelus perut Kiky dan memang betul bayi itu terus bergerak-gerak.
Eski terdiam saat mendengar Alya menyebut Papa anaknya itu,entah ada rasa sesak dalam dadanya bila mengingat Sandi,kelakuan Sandi terhadapnya yg hanya menjadikannya pelampiasan .
"Mama...minta maaf kalau sekiranya Mama telah menyakiti hatimu...''Kata Alya lembut,sambil membelai rambut menantunya itu.
"Mama...harap,Nak Eski mau memberikan kesempatan buat Sandi...Mama tahu apa yg di lakukan Sandi padamu adalah salah tapi Mama yakin Sandi telah mencintaimu ...bahkan sangat mencintaimu...Mama kenal,Dia tak akan menangis bahkan mengurung dirinya di kamar bahkan berbulan-bulan kalau bukan demi wanita yg di cintainya..." Mata Alya berkaca-kaca.
"Sandi,selama Kau pergi...Dia...Dia...tak lagi perna perduli dengan masa depannya,dengan perusahaan,dengan semuanya Dia seakan meninggalkan dunianya...Dia mencarimu ..tapi Papa Arka telah menganti idetitasmu dan hal -hal yg berhubungan denganmu ..." Alya terisak tangisnya tak dapat di tahannya lagi .
Maaf baru up ...kesibukan dunia nyataππ
__ADS_1
I love you ππ