Pelampiasan

Pelampiasan
Lelaki kejam


__ADS_3

Sandi melihat Eski menutup matanya,Dia berusaha menahan diri agar tak mencium gadis itu,padahal dlm dirinya Dia sangat ingin ******* ***** ranum itu seperti tadi siang.


Sandi langsung melajukan mobilnya dengan kencang membuat Eski,terkejut dan membuka mata,wajahnya merah krn malu.Dia pura -pura melihat ke arah jendelah sedangkan Sandi fokus pada jalan yg Dia lalu dengan tatapan dinginnya.


Tak menunggu lama Sandi telah sampai di rumah yg telah di bawa Eski sebelumnya .Rumah yg di bangun dan akan di tinggalkan oleh Vania dan Sandi bila mereka telah menikah.


Bangunan mewah itu tampak sepi krn memang Sandi tak mengambil pembantu utk menetap tinggal Dia hanya memanggil bila akan membersihkan dan utk makanan bila Sandi menginap hanya memesan makanan lewat online.


Sandi membuka pintu,dan masuk ke dlm.Dengan ragu-ragu Eski mengikutinya krn Dia takut Sandi akan berbuat kasar lagi padanya seperti waktu pertama kesini.


"Apa Kau akan tetap berdiri di situ!" Bentakan Sandi membuat Eski mempercepat langkahnya mengikuti Eski.


Ketika mereka telah sampai di sebuah kamar,namun bukan kamar utama tapi cukup besar dari rumah kos Lisa.


Kamar itu semua dengan pernak-pernik yg sangat mewah parabotnya mulai dari lemari dan tempat tidur dan sofa.


Ketika Sandi akan keluar dari kamar itu,Eski lalu menarik tangan Sandi dan memohon sambil menangis


"Tuan Aku mohon,lepaskan Papaku..,Papaku tak bersalah dlm hal ini...Aku berjanji akan membawa Vania,kekasih Tuan itu kembali..." Tanpa melepaskan tangan Sandi.


"Lepaskan tangan kotormu.."Sambil menghempaskan tangan Eski dari tangannya dengan kasar,Sandi lalu berjalan keluar dari kamar tanpa melihat ke Eski .


"Ternyata Kau lelaki kejam yg perna kukenal!!.."Teriakan Eski membuat Sandi berbalik dan menatap tajam .


"Inilah akibatnya karna telah berani -berani masuk dlm kehidupanku ...,bukan Kau yg hanya hancur tapi semua keluargamu akan merasakannya .." Tatapan membunuh Sandi membuat Eski ngeri melihatnya.


"Tuan Aku mohon..lepaskan Papaku...,Kau boleh melakukan apapun padaku,dan Aku akan tunduk padamu tapi lepaskan Papaku ...,Aku janji.."Dengan mata berkaca -kaca memohon ,utk membebaskan Papanya .


"Baik!!..tapi ingat jangan perna menemui Papamu,jangan perna keluar tampah ijiku dan ponselmu mulai detik ini tak lagi Kau bisa mengunakannya...'' Dengan senyuman liciknya.


"Baik Tuan ,Aku setuju! tapi ...Tuan harus bebaskan dan jangan perna ganggu Papaku dan juga rumahku agar tak lagi ada garis polisi...,dan setelah Vania telah berhasil Aku buat kembali dengan Tuan, maka Aku ingin Tuan bebaskan Aku dan keadaan seperti semula ketika kita tak perna saling mengenal..." Mata yg indah itu dengan tatapan tajam menatap Sandi,namun yg di tatap justru memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kenapa mata itu ,tak tahan Aku menatapnya bila Dia seperti itu"batin Sandi.

__ADS_1


"Baiklah!" Sandi lalu keluarkan ponselnya dan menelpon Adam utk mengurus kebebasan Papa Eski dan juga rumahnya.


Eski mendengar pembicaraan mereka tampah berkata apapun.Setelah selesai Sandi keluar tanpa kata,meninggalkan Eski yg kini duduk di sofa.


Rasa gerah membuat Dia berniat utk mandi dan lagi-lagi Dia tak ada baju ganti.


Dlm kamar mandi terdapat handuk,setelah mandi dan mencuci bajunya dan dalaman yg tadi di pakainya Dia pun keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilit sebatas dada dan di atas lutut.


Eski mencoba membuka lemari besar yg masih terlihat sangat baru itu.


"Ah..percuma besar dan mewah tapi tak ada isinya apapun juga .."Sambil menarik nafas panjang.


"Semua perabotan masih baru." Eski bicara sendiri.


Sementara itu Sandi baru merasa lapar,akhirnya Dia memesan makan lewat online dan membayar lewat alpikasi online.


Dia duduk di ruangan keluarga sambil menikmati minuman kopi yg di buatnya sendiri.


Driing...Driiiing


"Bodoh,begitu saja tak becus mengurusnya!"Bentak Sandi saat Adam mengatakan sesuatu di balik sana.


...Sandi langsung buru-buru keluar dari rumah lalu mengendarai mobilnya krn sesuatu sangat penting dan Adam sendiri tak bisa menyelesaikannya...


...----------------...


Eski bingung Dia harus mengenakan apa dengan keadaan seperti ini Dia merasa kedinginan di tambah lagi AC yg terus menyala.


Perlahan Eski keluar dari kamar ingin Dia meminta kepada Sandi ,tapi sosok lelaki kejam itu tak juga Dia temui.


Ting tong..


Bel berbunyi membuat Eski bingung dengan keadaannya sekarang,tak mungkin Dia membuka pintu dengan tak mengunakan pakai, Eski terus mencoba memasuki kamar utama yg perna di masuki olehnya bersama Sandi.Dia yakin dlm kamar itu setidaknya ada pakai yg akan bisa Dia pakai sementara.

__ADS_1


Saat kamar itu di buka tak menemukan siapapun,Eski berjalan ke lemari dan mengambil sebuah dress yg menurutnya tak terlalu mewah dari semua pakai yg ada di situ mungkin inilah yg paling terkesan pakai utk harian.


Eski dengan tergesa-gesa memakai baju dan sebuah dalaman cukup baru dan BH,tapi punya Eski ternyata ukurannya lebih besar dari dalaman tersebut membuat sedikit kejepit .


"Tapi tak apalah ,bisa buat pakai sementara."Sambil memakai Dia jadi senyum sendiri.


Bel terus berbunyi kali ini sudah sampai di ulang -ulang.


Eski dengan cepat menuju ke lantai bawa dan untungnya dulu Dia melihat Adam menekan nomor sandi pintu rumah ini, jadi Dia kini bisa membuka pintu tersebut.


"Permisi ..,ini makanan pesanan Tuan Sandi Aldama..."Kata pengantar tersebut tersenyum ramah ,krn Dia memang sering mengantarkan makanan tersebut buat Sandi.


"Iya ,makasih..." Eski kemudian menerima makanan itu lalu segera masuk ke dalam.Setelah menutup pintu Eski membawa makanan itu ke dapur.Mengambil piring dan keperluan untuk menyantap makanan itu.


Terlihat makanan itu ada dua porsi membuat Dia ingin menyantapnya tapi karna takut Sandi akan marah maka Dia tak jadi utk memakannya padahal perutnya pun sudah mulai minta jatah,apalagi ini memang sudah waktunya makan malam.


Eski lalu melihat tv yg sedang menyala akhirnya duduk di sofa tempat Sandi menikmati kopinya sambil menyaksikan acara t tadi. Sekitar dua jam Eski menonton membuat rasa haus maka Eski berdiri mengambil air di dapur kemudian Dia melangkah kakinya ke arah sofa tadi .


Belum Eski sampai sofa terdengar bunyi pintu di buka dari luar.Sandi masuk dan menatap Eski dengan tajam dari ujung rambut sampai kaki.Eski yg di tatap seperti itu langsung mundur sambil tetap memegang gelas yg berisi air.


Gelas itu di ambil Sandi dari tangan Eski.


Byuuurrr...


Suara air yg di siram ke wajah Eski membuatnya tutup mata,bersama air mata Eski yg kini membasahi pipinya.


"Beraninya Kau menyentuh baju Vaniaku!cepat lepaskan!!" Bentak Sandi membuat Eski terkejut,mana mungkin Dia membuka baju itu di depan Sandi.


"Maafkan Aku ,Tuan.." Eski memohon namun Sandi sudah menarik baju itu agar segera di lepaskan.


"Baru saja,Aku keluar dari rumah ini tapi Kau sudah seenaknya menyentuh pakaian Vaniaku...Kau pikir apa pantas dirimu utk memakainya ..harga tubuhmu saja tak sebanding harga baju Vaniaku..." Bentak Sandi sambil terus menghina Eski .


Eski yg terus menangis karna hinaan Sandi yg menghina harga dirinya,tak di perdulika oleh Sandi.Baju Vania yg di kenakan oleh Eski dengan paksa Sandi menarik dan membuat Eski bertahan krn tak ingin membuka baju di depan Sandi ,namun Sandi tak perduli....

__ADS_1


Mohon tinggalkan jejak komen dan Like ya...πŸ™πŸ™


__ADS_2