
Sandi pura-pura cuek saat Eski menatapnya,padahal dalam hatinya Dia sangat ingin memeluk istrinya itu,tapi demi mengikuti permainan Mama Alya dan Eski,Sandi akan tetap pura-pura tak mengenal istrinya itu.
Sandi pulang di mansion bersama Alya dan menginap di sana.
Saat selesai makan malam Sandi gelisah ingin menemui Eski tapi tak tau bagaimana caranya kalau Dia kesana pasti Mama Alya akan tahu,kalau Sandi hanya pura-pura tak kenal Eski.
Setelah gelisah dari tadi bolak balik ke teras dan balik lagi ke ruangan keluarga membuat Sandi punya ide,langsung mengambil kunci mobilnya sambil bersiul-siul masuk menemui Alya.
"Ma...pamit ,mau ke rumah Kakek Rozam." Sambil mencium tangan Alya.
"Untuk apa kesana?kan Uda ketemu tadi di bandara? " Tanya Alya.
"Buat tantang Kakek Rozam main catur.. "Sambil berlalu tanpa mendengar lagi kata Alya.
"Aku fikir Dia akan kesana krn sudah mengenal istrinya "Batin Alya.
Dengan melarikan mobilnya kecepatan penuh dan senyum kayak habis menang lotre ,Sandi hanya beberapa menit sudah sampai di mansion Rozam yg memang jaraknya tak jauh.
Setelah satpam membuka pintu buat Sandi,Sandi melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman mansion.
"Ada tamu ?"Batin Sandi.
"Assalamu Alaikum"
"Walaikum salam"Jawab mereka berempat .
Lisa dan Kakaknya,Fadil Hartomo seorang pengusaha muda yg merupakan pewaris dari TM group,dan tentu saja Sandi sangat mengenalnya.
Eski tampak serius manatap Fadil,entah apa yg mereka bicarakan membuat keduanya begitu serius.
Sandi yg memang tak begitu mengenal Lisa yg serius juga menatap Kakaknya itu.
Melihat kedatangan Sandi Rozam langsung berdiri dari sofa tempat duduknya,lalu menghampiri Sandi menuju sofa yg lain namun masih bisa di lihat oleh Sandi bagaimana Eski masih sangat serius dengan Fadil kembali setelah menjawab salamnya.
"Nak Sandi kesini mau tantang Kakek main catur ya..?"Tanya Rozam.
"Iya Kek..."
Kakek Rozam lalu mengambil papan catur yg memang tertata rapi di tempatnya,Krn memang Rozam sangat menyukai permainan itu.
"Dia siapa Kek..?" Tanya Sandi di sela-sela kegiatannya akan memulai permainannya.
"Teman Kiky cucuku."
"Oh,Aku kira Suaminya.."Pura-pura Sandi.
"Bukan,kalau Aku ketemu tuh suami Kiky ,Aku akan mencincangnya...!" Geram Rozam.
Mendengar hal itu Sandi tanpa sengaja menjatuhkan biji catur yg masih ada dalam genggamannya.
__ADS_1
Brukkk...
Eski,Lisa dan Fadil menoleh ke arah Sandi.
"Maaf,Aku tak sengaja Kek .." Sambil memungut biji anak catur itu,dan kembali menyusunnya.
"Memang kenapa dengan suami cucu nya ..?" Tanya Sandi kemudian ketika tak lagi mendapat perhatian dari mereka.
"Dia telah beraninya menyakiti cucuku,hingga cucuku pun hamil tapi tak perna Dia datang menjenguknya..." Kata Rozam geram sambil memulai permainan.
Karna takut membuat mood Rozam maki marah akhirnya Sandi tak lagi bertanya tentang suami Kiky,padahal itu adalah dirinya.
Tak lama kemudian Lisa kemudian pamit pada Eski,terlihat Fadil menjabat tangan Eski sangat erat seakan tak ingin melepaskan dan tersenyum dengan sangat manis membuat Sandi yg dari tak fokus dengan permainan catur membuat geram melihat mereka.
Fadil dan Lisa pamit pada Kakek Rozam.Fadil baru menyadari kalau ternyata itu adalah Sandi krn penampilan Sandi terlihat kurus dari biasanya dan mereka memang tak begitu terlalu akrab hanya saling ketemu saat ada undangan sesama teman bisnis.
"Oh ternyata Tuan Sandi ...?" Kata Fadil,menjabat tangan Sandi.
Sandi menyambut tangan Fadil
"Apa kabar?"
"Alhamdulillah.." Ucap Sandi sambil menarik kembali tangannya.
Setelah selesai basa basi,Fadil dan Lisa pamit pulang.Eski mengantar mereka ke tempat mobilnya di parkir.
"Betul Dia tak mengenalmu atau pura-pura ?" Bisik Lisa.
"Tapi sepetinya Dia terlihat cemburu saat Kak Fadil dekat denganmu.." Kata Lisa membuat Fadil senyum ke arah Eski.
"Benarkah?"
"Iya,Kita lihat saja Aku ada rencana."Bisik Lisa.
"Hadeeh,Aku jadi takut akan ide gila mu lagi ..."Senyum Eski sambil mencubit pinggul Lisa.
Mereka tertawa,membuat Fadil menatap Eski,ada rasa lain saat berdekatan dengan Ibu hamil itu.
"Andai Aku lebih dulu mengenalmu ,mungkin kita akan bahagia apa lagi tak lama lagi punya anak.."Batin Fadil senyum melihat kelakuan Eski.
Fadil akhirnya pergi bersama Lisa,Eski lalu masuk ke dalam mansion namun tak memperdulikan sepasang mata yg dari tadi dengan tatapan marah menunggunya masuk.
Sandi kesal krn Eski terlalu lama di luar apalagi ini cuaca sangat dingin ,bagaimana pun Dia tak ingin istrinya itu sakit dan Dia juga cemburu krn Eski mengantar lelaki lain.
"Hemmm..." Deheman Rozam membuat Sandi sadar,dan membuat Kakek Rozam memenangkan permainannya.
"Skak!!...Horeeee..." Kakek Rozam tak merasa dirinya teriak seperti anak kecil dapat hadiah krn telah mengalahkan Sandi padahal selama ini Dia belum perna menang dari Sandi.
Mendengar teriakan Kakeknya yg tak biasanya,Eski yg hendak masuk ke dlm kamarnya,langsung berlari kecil keluar akan menuruni tangganya .
__ADS_1
"Hentikan,jangan berlari nanti Kau bisa jatuh.."Teriak Sandi,sambil berlari naik tangga ke arah Eski.
Dan benar saja Eski hampir saja terjatuh tapi dengan cepat Sandi menangkap tubuhnya dan memeluknya.
"Jangan lagi seperti ini...,nanti Kau bisa celaka dengan anak Kita!!" Sandi tak merasa mengatakan hal itu.
"Kau bilang apa?!" Suara Kakek Rozam tiba-tiba membuat keduanya terkejut dan Sandi lalu melepaskan tubuh Eski.
"Aku-aku..cuma bilang agar cucu Kakek hati- hati jangan suka berlari seperti tadi..." Sandi gugup.
"Oh iya betul Nak...,jangan berlari seperti tadi apalagi perutmu sudah masuk 7 bulan.." Kata Rozam.
"Makasih Nak Sandi telah menyelamatkan cucuku dan calon bayinya.."
"Iya Kek,"Kata Sandi.
"Mulai sekarang Aku akan menjaga istri dan anakku Kek.."Batin Sandi.
Mereka kemudian berjalan ke sofa lantai 2 di depan kamar Eski.
"Kita main catur ya di sini saja..."Kata Rozam.
"Iya Kek.." Jawab Sandi,sambil berjalan turun mengambil papan catur tadi.
Kini Eski berdua dengan Kakek Rozam.
" Kakek sudah minum obat kah?" Tanya Eski.
"Belum Nak..."
Saat Sandi datang hendak duduk di hadapan Rozam,Eski berdiri tanpa memandang Sandi.
Tak lama Eski datang membawa obat utk sang Kakek,dengan penuh kasih sayang,Eski memberikan obat itu dengan segelas air putih di tangannya.
"Tuan ,ada telpon dari Tuan Johan.." Kata pembantu itu.
"Oh,ponselku tadi memang lagi habis daya.."Rozam berdiri mengikuti pembantunya itu ke telpon rumahnya.
Kini tinggal Eski berdua dengan Sandi. Sandi menatap Eski dengan pandangan kerinduan yg sangat selama ini sama dengan tatapan Eski,Dia hanya bohong pada Alya kalau tak merindukan Sandi.
Eski sangat mencintai Sandi tapi bila mengingat rasa sakit yg Sandi berikan membuat Eski benci .
Sandi tiba-tiba mendekat ke Eski dan mengelus perut besar Eski,Eski yg merasa nyaman dan damai akan sentuhan itu memejamkan matanya.
Bayi dlm perut Eski menendang dan bergerak seakan selama ini juga merindukan sang Papa.
"Maafkan Papa Nak...,karna baru kali ini dapat mengelusmu..." Batin Sandi.
"Ada apa ini...?" Tiba -tiba suara Rozam membuat dua insan itu terkejut.
__ADS_1
bersambung