
Eski saat ini dengan derai air mata di pipinya tak lagi tau Dia harus bagaimana di tambah kabar yg di bawa Lisa yg cukup membuatnya Dia menduga itu adalah kabar buruk.
Lisa menuntun Eski ke kantin yg memang tak begitu ramai lagi.
"Kepala sekolah bilang apa?" Tanya Lisa setelah mereka duduk di sebuah kursi .
"Pemilik Yayasan mengeluarkan Aku,.." Kata Eski dengan wajah menunduk sambil sekali-kali mengusap air matanya.
"Tapi kenapa Dia keluarkan Kamu?memang salah apa yg Kamu buat ?."
"Mungkin ini krn Sandi Aldama ,lelaki itu ingin hidupku dan masa depanku hancur"Lirih Eski.
"Bukan cuma Kamu, Dia ingin hancurkan tapi Om Anton juga.."Kata Lisa dengan pelan.
"Apa maksudmu?" Eski menatap Lisa.
"Om Anton sekarang di penjara,dan rumahmu sekarang dengan garis polisi.''Lirih Lisa.
"Tapi kenapa Papa bisa di penjara,kesalahan apa yg di lakukan...?"Kini Eski makin menangis .
"Entah Aku juga tak tau...,tadi salah seorang siswa di sekolah ini menagatakan hal itu dan berita itu telah tersebar." Kata Lisa tak sanggup melihat penderitaan sahabatnya itu.
"Semua ini pasti ulah Sandi,lelaki itu memang ingin Aku hancur. Krn Aku,Dia kehilangan wanita yg di cintainya.."Lirih Eski .
Eski bangkit dari duduknya,lalu mengambil tasnya .
"Aku akan menemui Dia!,hanya dengan mencari dan mengembalikan Vania pada Sandi akan membuat nya menghentikan Dia menyiksa keluargaku..."Lirih Eski.
Lalu berjalan sambil berlari keluar dari yayasan itu.Lisa hanya dapat membiarka sahabatnya, Dia sendiri akan meminta Kakaknya membantu Eski ,utk segera mencari Vania.Krn sebenarnya Lisa bukanlah keluarga dari org biasa cuma selama ini Lisa menyembunyikan identitasnya dan keluarganya.
"Ini adalah kesalahanku...Andai Aku tak punya ide gila itu,pasti tak akan terjadi hal ini..." Lisa menyesali dirinya sambil menghapus air matanya dan keluar dari kantin itu dan menuju ruangan kelasnya.
Eski memilih naik ojek online yg di pesannya lewat ponselnya,menuju ke kantor Sandi.
Setelah Dia sampai di depan gedung yg menjulang tinggi itu membuatnya sedikit gugup ,bagaimana mungkin Dia dapat bertemu dengan Sandi.
"Ada perlu apa dek...?"Kata satpam ramah.
" Aku ingin bertemu dengan Tuan Sandi Aldama.."
"Waaah ,Kami tak bisa mengijinkan kalau Adek belum ada janji sebelumnya..."
"Kalau Tuan Adam?"
__ADS_1
"Itu Tuan Adam baru datang..." Kata Satpam sambil menunjuk ke arah Adam yg membawa sebuah dokumen yg baru saja di ambilnya.
" Nona Muda ..." Kata Adam ramah krn biar bagaimanapun Eski adalah istri sah Tuannya.
Eski langsung berlari ke arah Adam.
"Aku ingin ketemu dengan Sandi..''
"Tapi Tuan Sandi lagi rapat,nanti saja ..." Tolak Adam tak berani membawa Eski utk ikut bertemu dengan Sandi.
"Kalau Kau tak mempertemukan Aku dengan Tuanmu itu maka Aku akan mengatakan pada mereka kalau Aku adalah istrinya ..ingat Aku punya bukti buku nikah,apakah perlu Aku keluarkan ?" Ancam Eski.
" Baiklah Nona ikut dengan Aku..."Akhirny Adam takut sendiri dengan ancaman Eski.
Semua karyawan yg di temuinya menunduk pada Eski dan Adam,mereka yakin kalau gadis cantik yg bersama Adam bukanlah gadis biasa krn Adam pun sepertinya segan padanya.
Setelah sampai di ruangan Sandi,Adam membuka pintu ruangan lalu membiarkan Eski menunggu di ruangan itu.
"Nona Tunggu saja dulu,Aku akan mengantar dokumen ini di ruangan rapat ...,sebentar Aku akan menyuruh sekertaris Dea mengantarkan minuman.."Kata Adam lalu keluar dari ruangan dengan buru-buru.
Eski yg masih memakai seragam sekolah SMA itu pun duduk di sofa.
Tak lama ketukan dari pintu terdengar dan Sekertaris Dea masuk sambil membawa cemilan dan minuman .
"Silakan Nona..."Sambil meletakan cemilannya.
"Wah Dia cantik sekali,andai Tuan Sandi menerima sebagai istri sesungguhnya pasti Dia lebih baik dari Vania yg sombong itu."Batin Dea yg berdiri di depan sudah tahu tentang Eski dari Adam.
Saat Dea akan meletakan minuman tiba-tiba gelas oleng krn termenung tadi hingga menumpahkan ke arah baju Eski.Baju Eski basah oleh minuman jus jeruk itu.
"Astagaa ..Aku mohon maaf Nona...Aku benar -benar tak sengaja..''
Eski mencoba melap bajunya itu tapi mala makin menyebar hingga kini membuat bayangan baju dalam Eski terlihat dengan jelas.
"Tak apa-apa kok Kak...,namanya juga tak sengaja nanti juga kering kok.."Kata Eski mencoba menenangkan Dea yg panik dan rasa bersalah.
"Gadis ini memang baik,Dia tak marah sedikitpun mala justru senyum-senyum." Batin Dea.
" Bagaimana kalau bajunya di cuci aja dulu nanti bisa kering baru di pakai lagi"
"Tapi ..cucunya di mana ?"
"Ayo Aku antarkan ke dalam,Tuan persedir punya ruangan di dlm utk istrahat dan kamar mandinya...'' Kata Dea sambil menuntun Eski memasuki kamar tempat istrahat Sandi.
__ADS_1
"Tapi apakah Tuan Sandi masih lama rapatnya?''
"Iya paling mereka selesai 3 jam kemudian paling lambat biasanya..'' Jelas Dea.
"Baiklah..terima kasih.."
Dea pun keluar dari ruangan Sandi dan ke ruangannya setelah membersihkan bekas minuman tadi.
Eski ingin mencari pakai di lemari Sandi,tapi Dia kemudian batalkan niatnya krn takut amarah Sandi.
Eski masuk dlm kamar mandi yg cukup besar terlihat sangat mewah di lihatnya sebuah handuk di sana,Dia kemudian membuka pakaiannya dan dengan cepat mencuci semuanya krn semua telah lengket.
Setelah mencuci dan menjemur di balkom baju dan semua ********** Dia pun mandi dengan cepat takut Sandi ke buru datang.
Tapi ternyata apa yg kadang di takutkan maka itulah terjadi.Saat Eski hendak keluar sambil melilitkan handuk sebatas dadanya dan handuk itu cuma menutupi antara dada dan atas lututnya.
Tiba-tiba pintu ruangan itu di buka,membuat Eski membatalkan dirinya utk keluar dari kamar mandi.Dia berharap org itu akan keluar lagi dari ruangan itu.
Sedangkan Sandi yg membatalkan rapat karna salah satu anak buahnya tak melengkapi laporan yg Dia minta membuat Sandi marah dan memukul meja membuat kopi dan jus di atas meja tertumpah,bahkan ada yg melayang kelantai dan percikan minuman tersebut mengenai jas dan kemeja mereka termasuk Sandi.
Sandi memang tak segan memarahi bahkan memecat karyawannya yg tak disiplin dlm menulis laporan.
Adam dan Dea langsung dapat perintah utk menuju kantor cabang yg lalai tersebut.
Sandi dengan penuh amarah meninggalkan ruangan rapat dan masuk ke ruangannya utk membersihkan diri krn percikan minuman yg telah mengotori jas dan kemejanya.
Semua pakaiannya di buka dan menaruhnya di keranjang cucian kotor dan kini mengenakan handuk sebatas pinggang,lalu menuju kamar mandi.
Sandi berusaha membukanya tapi terkunci dari dalam membuat Sandi yakin kalau ada orang dlm kamar mandi tersebut.
"Siapa di dalam!!"Teriak Sandi,namun tak ada jawaban.
"Matilah Aku ...''Fikir Eski,dengan gugup Dia tetap berdiri di belakang pintu.
"Cepat buka!!"
"Kalau Kau tak buka Aku akan mendobraknya!!"
"1,2,.."Namun pintu langsung di buka dan Eski menyembunyikan wajahnya dari balik handuk kecil yg di pakai mengeringkan rambutnya.
Dia akan berlari ke luar namun Sandi sudah menarik handuk kecil itu dan melemparkannya, rambut panjang Eski kini terurai menambah daya seksinya,tapi wajahnya belum terlihat jelas oleh Sandi krn wajah itu terus membelakangi Sandi.
Namun Sandi tak menyadari kalau wanita yg di depannya adalah Eski .
__ADS_1
Nah kira-kira apa yg akan di lakukan Sandi saat tahu kalau itu adalah Eski,wanita yg telah di nikahinya.
komen dan likenya ya๐