Pelampiasan

Pelampiasan
Siksaan 1


__ADS_3

Dalam mobil Sandi sibuk menatap ponselnya menghubungi nomor Vania yg selalu di lakukan setiap saat ,Sandi berharap no itu akan aktif atau bakal ada balasan chatnya.


"Sayaaaang...ku mohon aktifkan nomormu..." Gumam Sandi,sambil terus menekan panggilan berulang-ulang namun tetap saja nada oprator yg terdengar.


Eski yg melihat ke arah luar jendela mobil bisa mendengar guman Sandi.Sandi mengusar wajahnya dengan kasar sambil menjatuhkan kepalanya di sandara kursi mobil.


"Semua ini gara-gara Kau ..wanita si*al." Maki Sandi dan melihat ke arah Eski ,yg pura -pura tak mendengar .


Dengan kasar Sandi menarik rambut panjang Eski yg saat ini diikat ekor kuda,dan membuat Eski kesakitan.


"Auw...Tuan lepaskan ."Eski yg rambutnya di tarik ikut tarikan Sandi karna takut rambutnya rontok semua.


Karna tarikan cukup keras dan tiba-tiba membuat kepala Eski terjatuh dada Sandi.


"Beraninya Kau menyentuhku ."Geram Sandi makin menarik rambut Eski,hal itu justru membuat Eski makin tertarik dan tidur di pangkuan Sandi.


Deg


Jantung Eski entah detaknya melebih saat lomba lari di sekolahnya .Namun Sandi justru dengan pandangan membunuh .


"Tuan kita telah sampai."Kata Adam tiba-tiba yg sudah menghentikan mobilnya.


Sandi mendorong kepala Eski hingga terbentur pada jendela mobil,Eski meraba dahinya Krn terasa sangat sakit.


Sandi lalu turun setelah Adam membuka pintu,tanpa menatap Eski lagi.


Adam melihat Eski memegang dahinya setelah turun dari mobil sambil berjalan mengikuti Sandi .


"Apa dahi Nona terluka?"


"Ti-tidak.." Tampa menatap Adam.


"Tapi kenapa ada darah yg menetes ke pipi Nona?" Panik Adam sambil menatap Eski.


"Apa Kalian tak bisa diam!!" Bentak Sandi,setelah sampai di depan pintu rumah mewah yg tampak baru di bangun itu.


Adam lalu diam lalu berjalan ke depan membuka pintu.Sandi masuk dan Eski masih tetap ikut di belakangnya,Eski memandang keliling ruangan itu yg terlihat dgn perabotan dan hiasan yg mewah.


"Kenapa ?Apa rumah menurutmu bagus!''Bentak Sandi,membuat Eski terkejut.

__ADS_1


"I-iya Tuan.."


"Tentu saja ini bagus dan mewah ...ini adalah keinginan Vania dan Aku,setelah Kami menikah akan tingggal di rumah ini.Tapi Kau wanita si*al yg telah membuat gagal semua!!"


Tatapan membunuh dari Sandi membuat Eski ketakutan,Sandi menarik rambut Eski dan menarik naik ke lantai 2 dan itu membuat Eski kesakitan di tambah darah di dahinya masih terus menetes.


Sandi mendorong denagn sangat kasar tubuh Eski sampai terjatuh kelantai ketika mereka telah memasuki sebuah kamar yg begitu besar dan mewah.


Tampah perduli Eski yg kesakitan lutut dan dahinya,Sandi menarik lagi rambut Eski ke arah foto yg terpajang di dinding yg berukuran besar.


"Liatlah wanita si*alan...bandingkan dirimu dengan Vaniaku..Dia lebih cantik dari kamu,apapun di dirimu tak ada yg bisa mengalahkan Vaniaku ...apalagi tubuhmu yg menjijikan itu ..." Sandi terus menarik rambut mendekatkan Eski ke arah foto Sandi dan Vania yg saling berpelukan.


Eski yg menangis kini air matanya bercampur dengan darah,yg menetes di pipinya.


"Tu-tuan Aku mohon lepaskan ...,Aku akan mencari Vania kekasih Tuan dan menjelaskan semuanya kalau Aku dan Tuan tak ada hubungan apa-apa.Dia pasti kembali pada Tuan,Aku janji..."


"Kau fikir Dia akan percaya pada mulut bohongmu itu!"


"Berikan waktu 3 bulan ,Aku akan mengembalikan kekasih Tuan,.."


"Kalau langgar janjimu?!!"


"Aku siap mati di tangan Tuan."


Di depan kamar Adam berdiri bagaikan patung,Dia kasihan dengan Eski namun Dia juga takut dengan Tuannya.


"Bawah Dia dari sini,Aku tak ingin Dia menyentuh barang yg ada di sini dengan tangan kotornya itu." Lalu Sandi menutup kamar dengan bantingan yg cukup keras membuat keduanya memejamkan mata .


"Ayo nona kita pergi..."


Adam rasanya ingin mengendong saja Eski turun dari tangga dan segera pergi secepatnya dari sana krn rasa kasihan keadaan Eski yg cukup menyedikan namun Dia merasa takut dengan Sandi.


Adam membawa Eski ke apertemennya Krn Dia tak tau harus bawa Eski kemana Krn Sandi tak menyebutkanya.


Adam membersihkan luka Eski lalu mengobati membuat Eski meringis kesakitan.


"Andaikan Kau bukan istri Tuan Muda,Aku pasti menjadikan diriku m'l'kku .." Batin Adam.


Setelah di obati Eski masuk ke dalam kamar utk membersihkan diri dan istrahat,karna hari sudah larut malam dengan muda Eski terlelap dlm mimpinya.

__ADS_1


Di kantor Sandi


Adam yg menjemput Sandi,tampa banyak bicara Krn takut mood Tuanya itu lagi dlm mode panas.


Sampai di kantor wajahnya tetaplah tak berubah tetap dlm mode marah.


Sampai di dlm ruangannya


"Dimana kau bawa wanita sial itu semalam?!"


"Dia kubawa ke apartemenku Tuan.."


"Oh ,ternyata Kau berniat menjadikan Dia penhangat ranjangmu?!begitu!," Bentak Sandi sambil melotot menatap Adam.


"Mana Aku berani Tuan...,Aku semalam tak tau harus bawa kemana krn Tuan tak bilang,Aku takut membawa ke apartemen Tuan ..krn nanti Tuan marah..,"


"Terserah..!!Kau mau bawa kemana Dia ...,,"Kata Sandi sambil duduk di kursi kebesarannya.


Adam yg lalu keluar ke ruangannya.


Seminggu sudah Eski tinggal di kiosan Lisa,tanpa di perdulika oleh Sandi yg berstatus suaminya itu.Sebenarnya Adam ingin agar Eski tak pergi dari apartemennya namun Eski menolak krn bagaimana pun Dia takut berdua dengan Adam yg tak terikat status apapun.


Eski mengunakan kesempatan itu untuk segera mencari informasi keberadaan Vania,namun belum ada hasil.


Vania memang bukanlah wanita biasa Dia tepatnya wanita artis papan atas yg sudah sangat dikenal dan di idolankan para lelaki krn selain cantik Dia juga seksi,sering menampakan belahan buah dadanya yg montok,karna tak ingin para penggemarnya tau kalau Dia sudah memilikih kekasih krn bisa menyebabkan para penggemarnya khusus lelaki berkurang dan itu mempengaruhi dunia artis nya.


Eski sudah menjelaskan pada Lisa semua apa yg terjadi,krn bagi Eski hanya Lisa yg tempatnya curhat dan meminta agar Lisa tak memberitahu papanya,Eski tak akan lari dari masalah ini sebelum Dia menemukan Vania dan menyatukan kembali dengan Sandi.


Eski tak perna memberitahukan Anton tentang masalah ini,Dia berusaha menutup dari papanya itu.Eski tetap sekolah seperti hari-hari biasa dan tak ada satupun siswa yg lagi ungkit berita tentang Eski dan Sandi krn Adam telah menangani semua .Apalagi yayasan ini adalah milik Sandi.


Eski di panggil oleh kepala sekolah di ruangannya dan mengatakan kalau yayasan mencabut biaya siswa Eski,dan memberhentikan Eski dari yayasan .Tentu saja Eski tak terima bagaimana mungkin ujian kelulusan tinggal 5 bulan lagi namun Dia tak di isikan lagi untuk ikut belajar.


Dengan langkah lesu Eski keluar dari ruangan kepala sekolah.


Eski melihat melihat Lisa berlari dengan ngos-ngosan ke arahnya.


"Eski ada yg ingin Aku bicarakan...dan Aku harap Kamu harus bersabar..."Sambil berusaha utk menyambung nyawa .


Kira -kira kabar apa ya...yg Lisa bawah utk Eski.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya🙏🙏


.


__ADS_2