
Saat Eski hendak berlari menjauh,Sandi justru mencengkram lengan Eski membuat Eski kesakitan.
"Tuan lepaskan...." Lirih Eski lalu melihat ke arah Sandi.
Sandi yg menyadari kalau yg di depannya adalah Eski,Dia langsung mendorong Eski dengan kasar hingga Eski yg tahu akan jatuh langsung mencari pegangan dan tanpa sadar handuk Sandi jadi sasaran.
Bukkkkk
Eski jatuh ke lantai sambil menarik handuk,itu membuat Sandi saat ini bagai bayi baru lahir.Eski yg melihat langsung menjerit dan menutup kedua matanya,sedangkan Sandi tanduknya langsung naik dan dengan cepat menarik kembali handuk yg di tangan Eski.
Wajah Eski memerah karna malu,krn baru melihat barang seperti itu.
"Astaga apa yang Aku liat tadi.."
Sedangkan Sandi wajahnya merah karna marah.
"Wanita sialan itu telah melihat pusakaku..awas saja Aku pasti akan tambah siksaanmu...''
Setelah memakai kembali handuk di pinggangnya.Sandi lalu menghampiri Eski dan mencengkram dagunya dengan kasar.
"Beraninya Kau masuk dlm ruanganku.. " Tatapan Sandi membuat Eski ketakutan.
"Cepat berdiri!" Bentak Sandi.
Eski yg kini posisi masih di lantai segera berusaha berdiri,sedangkan dagunya masih di cengkram oleh Sandi.Dengan derai air mata Eski berdiri dengan tangannya di dadanya menahan agar handuknya tak sampai jatuh.
"Astaga kenapa pusakaku hendak bangun ..sial" Maki Sandi utk dirinya sendiri krn merasa sesuatu dlm dirinya meronta ingin bangun.
Sandi yg lelaki normal apa lagi Dia memang dulu suka pergaulan bebas di luar negeri saat belum pacaran dengan Vania,hingga Alya dan Arka mengirim anaknya itu ke Indonesia agar tak bergaul lagi dengan temannya di sana.
"Kau sengaja datang dan ingin menggodaku..begitukan!!"
"Tidak Tuan....Aku bukan wanita seperti itu.." Eski makin mengeluarkan air matanya krn tuduhan Sandi.
"Oh Ya..Kau fikir wanita yg selama seminggu tinggal bersama lelaki yg bukan suaminya adalah wanita baik-baik..?" Sandi tambah mengeraskan cengkraman di dagu Eski.
"Aku jadi penasaran bagaimana rasanya milikmu hingga Adam tertarik memakaimu hingga beberapa hari denganmu ..." Sandi kini mendorong tubuh Eski keranjangnya.
"Tuan Adam tak perna menyentuhku..." Derai mata Eski tak membuat Sandi menghentikannya.
"Oh ya!karna Kau yg menyebabkan Vaniaku pergi maka Kau yg harus menjadi pelampiasanku ..dan lagian wanita murahan sepertimu pasti juga sering melakukan dengan sembarang lelaki walau bukan suaminya ..''
Sandi mencoba menyentuh bibir Eski dangan bibirnya namun Eski langsung mendorong tubuh Sandi dengan sekuat tenaganya.
"Plakkk"
Entah kekuatan dari mana Eski langsung menampar Sandi .
__ADS_1
"Tuan Sandi yg terhormat,Aku bukan wanita murahan seperti kekasih Anda,...!!" Sambil menatap Sandi dengan tatapan marah.
"Beraninya Kau menghina Vaniaku.." Marah Sandi.
Plakk
Tamparan balik Sandi pada pipi Eski membuat sudut bibir Eski berdarah.
"Tuan sendiri yg mengatakan Aku harus melayani Tuan selama kekasih Tuan itu pergi... jadi selama ini Tuan dan kekasih Tuan sering melakukannya, apa itu bukan wanita murahan melakukannya tanpa ikatan pernikahan...?!!'' Eski tersenyum mengejek Sandi sambil menyentuh sudut bibirnya lalu meringis krn perih akibat tamparan Sandi padahal baru juga beberapa hari sembuh.
"Ikatan pernikahan??Oh berarti kita bisa melakukannya krn kita sudah menikah...'"Sandi tersenyum sinis dan langsung mendorong tubuh Eski.
Eski yg berusaha melawan,namun di bawah tubuh besar Sandi membuat Eski tak tak berdaya.Sandi telah meminta hak sebagai seorang suami dengan paksa dan membuat Eski tak rela.
Eski kini telah pasrah ketika Sandi melakukannya krn melawan hanya membuat Dia kesakitan.Sandi dengan lembut melakukannya saat Eski tak lagi melawan.Eski merasa kalau Sandi tak lagi kasar seperti tadi,Sandi sepertinya berusaha tak menyakitinya saat melihat Eski kesakitan ketika Sandi memulai penyatuannya,Sandi melakukan dengan perlahan.
Tetes air mata Eski,bersamaan dengan tetes noda merah yg telah di buka segelnya oleh Sandi.Ruangan yg tadinya di penuhi oleh pertengkaran namun kini berubah dengan suara aneh(Entah suara apa hehe..)
Setelah Sandi melakukan olah raga siang hari itu membuat menjatuhkan dirinya di samping Eski,dengan keringat yg membasahi tubuhnya,Dia pun tertidur sambil memeluk Eski.
Eski melihat Sandi telah tertidur Dia kemudian berusaha bangun dengan perlahan melepaskan pelukan Sandi dengan langkah perlahan menahan sakit,Eski ke kamar mandi membersihkan diri dan mengambil pakaiannya lalu setelah memakainya Dia langsung keluar dari ruangan Sandi dan cepat turun melalui life.
Eski telah berada di luar gedung tinggi itu.Dia merasa tak tahu harus kemana, Eski lalu naik ojek online dan tahu arah Dia akan kemana.Akhirmya Eski memutuskan menuju tempat yg sering Dia kunjungi saat seperti ini.
Eski tiba di sebuah pantai,sambil menatap ke arah pantai Eski berteriak sambil menangis utk mengeluarkan emosinya yg dari tadi membuat dadanya sesak.
...----------------...
Sandi terbangun dari tidurnya,fikirannya kini sudah merasa tenang dan rileks tak seperti tadi moodnya selalu ingin marah.
"Dimana Dia?"
Sandi melihat sekelilingnya tapi tak melihat Eski lagi.Sandi berusaha bangun,matanya tertuju pada sprei putih miliknya kini ternoda dengan warna merah.
"Ternyata Aku yg pertama utknya"
Terlihat senyum di bibir Sandi,Dia lalu mengambil sprei itu lalu membawanya ke keranjang kotor.
"Kau tak akan bisa lari dariku"
Setelah di lihatnya Eski tak lagi ada di dlm ruangan itu.Sandi lalu membersihkan diri lalu mengambil pakaian di lemari.
Saat Sandi telah selesai dengan pakai rapi Dia keluar dari kamarnya menuju meja kerjanya sambil duduk melihat laptop didepannya.
Adam dan Dea tanpa mengetuk pintu langsung masuk dan Dea langsung masuk ke dalam kamar mencari Eski namun tak melihat gadis itu.
"Di mana Dia, Tuan?" Tanya Dea ketika tak lagi melihat Eski dengan sedikit gugup dan takut akan kena amukan Sandi.
__ADS_1
"Oh jadi kamu yg memberikan ijin masuk keruaganku ..'' Tanpa melihat ke arah mereka berdua,tapi tak ada sedikit ekspresi wajah marah Sandi .
"Kenapa Dia bisa setenang itu ya...padahal tadi sepertinya Dia bagaikan singa siap menerka mangsa"
"Kenapa Diam ?" Sandi kini mulai menatap Dea.
"Bukan Aku yg beri ijin Tuan,tapi..Adam yg membawanya masuk" Kata Dea.
Sandi menatap Adam,memuat Adam salah tingkah .
"Pasti Aku yg dapat getahnya" Batin Adam.
"Kenapa Diam,bisa jelaskan .." Kata Sandi.
"Kenapa Dia tak marah ya" Gumam Adam.
"Oh jadi Kau ingin Aku marah begitu!"
"Bu-bukan begitu Tuan.."
"Cepat jelaskan bagaimana Dia bisa masuk dalam ruanganku"
"Nona mengancam, kalau Aku tak mengantarnya menemui Tuan .Dia akan mengatakan kepada para karyawan kalau Dia adalah istri Tuan''
"Berani juga Dia ..apakah Aku terlalu baik padanya hingga Dia tetap ingin jadi istriku jangan bermimpi.." Senyum sini Sandi.
"Cari Dia!dan bawa ke rumahku..Aku tak ingin Dia sampai membocorkan rahasia karna telah menikahinya.."Kini amarah mulai lagi terlihat di wajah tampan itu.
"Baik,Tuan" Kata Adam mulai akan keluar dari ruangan Sandi.
"Tunggu !Apakah selama ini Dia menginap di apartemenmu ?"
Adam yg menghentikan langkahnya melihat ke arah Sandi.
"Tidak Tuan ,Nona selama ini tinggal di kos temannya,waktu itu pagi-pagi sekali Dia pergi karna katanya tak baik satu tempat tinggal dengan lelaki tak ada ikatan apapun.." Jelas Adam.
"Kalian boleh keluar sekarang!"Usir Sandi.
Adam dan Dea akhirnya dapat bernafas lega krn tak dapat amukan Tuannya .
......................
mohon komennya ya ..biar Aku bisa tau pendapat kalian dengan ceritaku ini
Tadi judulnya "Mencintai dalam diam "ternyata judul demikian sangat banyak.π€¦
maka itu Aku coba ganti "Pelampiasaan "biar carinya muda yaππ
__ADS_1