Pelampiasan

Pelampiasan
Pertemuan


__ADS_3

Alya menangis sampai kedua matanya memerah.


"Benarkah Sandi mencintaiku..."Batin Eski.


Melihat sang mama mertuanya menangis,Eski memeluknya dan ikut menangis.


"Maafkan Aku Ma..."Lirih Eski.


"Apakah Kau mau memaafkan anak mama?"


"Aku akan mencoba,tapi bisa Mama dan Papa Arka jangan memberitahu Sandi terlebih dahulu ...krn Aku tak janji Ma...perlakuan Sandi padaku ...hiks..hiks..." Eski menangis ketika mengingat perlakuan Sandi,walau sebenarnya Eski telah mencintai Sandi.


"Baik!,Aku tak akan memberitahu Sandi...maafkan mama Nak...krn itu sulit bagimu...tapi Mama yakin ,Sandi akan mencintaimu dengan tulus apalagi sebentar lagi anaknya akan lahir..." Kata Alya sambil mengelus perut buncit Eski.


Eski walau selama kehamilannya tak mendapatkan kasih sayang sang suami namun kasih sayang mertuanya yg begitu tulus padanya hingga berusaha utk memberikan kesempatan pada Sandi.


Eski dan Alya akan ke Indonesia,sesuai perjanjian Alya dan Arka menuruti keinginan Eski,dan rencana Eski.Mereka hanya ikut mendukungnya.


Karna Eski tak ingin meninggalkan sang kakek,Akhirnya Rozam ikut bersama Eski bersama 2 orang pengawal dan seorang Asistem rumah tangga Eski,yg akan membantu Eski.


Sementara di Indonesia Sandi yg dapat telpon dari Alya,langsung panik karna tak ingin Alya melihat keadaannya kacau seperti ini akhirnya dengan bantuan Adam,Sandi ke salon langganannya.


Alya bilang akan datang ke Indonesia bersama Rozam dan cucunya.Sandi sangat dekat dengan Rozam karna dulu waktu belum tinggal di Indonesia Sandi sering bermain catur di rumah Rozam utk menemaninya karna permintaan Arka.Sandi juga tahu kalau Rozam punya beberapa perusahaan di Indonesia yg dikelolah oleh org kepercayaannya.


Rozam yg seusia kakeknya itu juga punya mansion di Indonesia,dulu Dia sering datang ke Indonesia waktu sang istrinya masih hidup tapi setelah kematian istrinya Rozam tak perna lagi berkunjung ke Indonesia.


"Biasanya Mama Alya tak minta di jemput tapi ini kok minta pakai di jemput segala .."Kata Sandi dengan malas .


"Entahlah Tuan.."Jawab Adam,yg juga memang tak tahu.


"Biasanya juga mama datang dengan naik jet pribadi tak pakai di jemput ...tapi ini kok datang dengan penerbangan umum dan minta di jemput..."


Kata Sandi dengan heran.


Setelah hari ke datangan Alya,Sandi sudah bersiap utk ke bandara Hasanuddin Makassar.Satu jam mereka berdua telah menunggu,sengaja Sandi datang lebih dulu karna Dia curiga dengan kedatangan Alya kali ini tak seperti biasanya.


Saat pesawat telah mendarat Sandi dan Adam,lebih dekat dari tangga pesawat itu,dengan bantuan org dalam Sandi bebas masuk kesana krn mereka tahu Sandi dan Adam.


"Mana kameramu ....jangan ada yg tertinggal info tentang mereka..."Kata Sandi dengan bantuan anak buah Adam .


Anak buah Adam merekam kedatangan Alya ,Eski dan Rozam.


Ada senyum sumringah di bibir Sandi saat melihat Eski ada bersama Alya.


"Pantas saja selama ini Aku tak dapat mendapatkan di mana keberadaanmu sayang....,ternyata selama ini Papa Arka pasti yg telah menyembunyikan dirimu dan anak Kita..." Kata Sandi sambil menatap Eski dengan perut buncitnya di layar ponsel miliknya.


Seperti seorang yg dapat lotre,membuat Adam yg datang ikut penasaran yg baru saja masuk di ruangan teman Sandi itu dlm bandara.


"Lihatlah...anakku sebentar lagi akan lahir,lihatlah..." Kata Sandi sambil mengarahkan ke arah Adam.

__ADS_1


"Iya Tuan..,Nyonya sepertinya ikut terlibat dlm penculikan Eski,dan Nyonya sengaja tak memberitahu kita..."Kata Adam.


"Iya,ikuti saja permainan Mereka.."Senyum Sandi.


""Maksud Tuan?" Adam melihat ke arah Sandi.


"Kita lihat apa rencana Mama.." Sambil senyum tapi matanya tak perna berpaling dari layar ponsel.


"Baik Tuan..."


" Ayo kita keluar temuin mereka.." Sandi kemudian keluar dari ruangan itu bersama Adam,sambil menutup ponselnya setelah memerintahkan anak buahnya menjaga dengan jarak agak menjauh.


Tap....tap...


Suara langkah kaki Sandi,dengan berlari kecil berjalan ke arah ruangan ke datangan.


Eski yg memang tak bisa terlalu lelah,memilih duduk menunggu Alya dan Kakek Rozam,di sebuah kursi sambil memainkan ponselnya,tentu saja org pertama yg di ingatnya adalah Lisa.


"Halo.."


"Peseeekk!!"


"Eski?"


"Iya ini Aku..."


"Kau dimana sekarang "


"Baik..,Aku akan kesana secepatnya..Aku merindukanmu"


"Aku juga merindukanmu ...,"


Eski mematikan telponnya.Dan hendak berdiri dari kursinya,tapi tiba -tiba sebuah tangan langsung mengengam tangannya.


"Anda siapa?" Kata Eski sambil menatap Sandi.


Eski yg memang saat ini beda penampilan mulai dari kaki,sampai kepala membuat Dia bukan lagi Eski yg si gadis lugu dan sederhana.


Wajah Eski lebih cantik di tambah make up tipis namun terlihat elegan.


"Maaf,Aku kira Anda adalah istriku,ternyata Aku salah orang..."Kata Sandi pura-pura tak mengenal Eski,walau bibirnya berkata salah org tapi Sandi tak melepaskan tangan Eski justru Sandi maki mengengam dan makin mendekatkan tubuhnya pada Eski.


Sandi tak bisa lagi menahan kerinduannya pada wanita yg selama ini di carinya ,Sandi langsung memeluknya.


Pengawal Eski langsung maju melihat Nona mudanya di peluk oleh org asing,langsung mendorong tubuh Sandi.


"A-aku bu-bukan istri Anda.."Kata Eski gugup,jantung yg tak beraturan lagi.


"Non baik-baik saja?" Tanys pengawalnya.

__ADS_1


"Non Kiky...kita ke mobil sekarang menunggu Tuan ..''Kata pengawal itu sambil mempersilahkan Eski utk berjalan lebih dulu.


"Walaupun semua org tak mengenalmu,tapi tidak denganku ...sayang Aku tak akan melepaskanmu lagi dengan anak kita.."batin Sandi sambil tersenyum .


Sandi kemudian menuju tempat Alya dan Rozam.


"Kenapa lama sekali,dari tadi mama menunggumu..."Kata Alya kesal karna dingikirnya Sandi baru datang.


'Maaf Ma...,jalan macet jadi lambat sampainya..'' Kata Sandi ,lalu mencium punggung tangan Alya dan Rozam .


"Kakek selamat datang di Indonesia..." Kata Sandi,sambil memeluk Rozam.


"Kakek merindukanmu...,kapan kita main catur lagi..." Kata Rozam.


"Nantilah Kek...,Aku akan menemani main catur di mansion Kakek.."Kata Sandi,sambil berjalan keluar dari ruangan kedatangan.


Alya yg sibuk mencari Eski,melirik ke kanan dan kekiri.


"Mama cari Siapa?" Tanya Sandi.


"Itu,tadi cucu Kakek Rozam kemana ya?" Kata Alya,sambil mengeluarkan ponsel utk menelpon Eski.Setelah menelpon Alya lalu berjalan buru-buru.


"Mama kok buru-buru amat sih .."


"Mama takut ada apa-apa?"


"Memang kenapa Ma..."


"Dia kan hamil besar,Mama takut terjadi apa-apa...apalagi habis naik pesawat .."


Tak berapa lama Alya sampai di tempat mobil menjemput mereka.


Eski belum naik ke dalam mobil karna menunggu sang Kakek Rozam,Alya mendekati Eski.


"Kiky,Kamu baik -baik aja Nak..." Tanya Alya kuatir akan Eski.


"Iya,Aku cuma lelah berjalan Ma..." Kata Eski sambil tersenyum .


"Apakah bayimu baik-baik saja Nak..." Alya mengelus perut buncit Eski.


"Iya Ma..,sepertinya Dia gerah Ma..."Senyum Eski,merasa perutnya bergerak-gerak.


Sandi pura-pura tak melihat ke arah mereka,padahal ponselnya merekam kedua wanita yg di cintai nya itu.


"Mama...ternyata sudah sangat dekat sama cucunya ,sedangkan Aku di cuekinnya..." Batin Sandi.


Alya akhirnya naik di mobil di kendarai Adam dan Eski naik di mobil yg di bawah asisten Rozam,yg ikut menjemputnya.


Sekali-kali Eski melirik ke arah Sandi,namun Sandi pura" tak melihatnya.

__ADS_1


"Sayang..ternyata Papamu tak mengenal Kita..." Batin Eski sambil mengelus-elus perut buncitnya.


__ADS_2