Pelampiasan

Pelampiasan
Sandi


__ADS_3

"Lepaskan atau Aku yg akan melepaskan..." Teriak Sandi.


"Baik Aku akan lepaskan tapi bukan di sini..Aku akan melepaskan di dalam kamar..." Eski berusaha melepaskan tangan Sandi dari baju yg di pakainya.Eski lalu berlari menaiki tangga dan masuk dlm kamar,tapi Sandi ikut masuk juga.


"Tuan keluarlah dulu ...Aku akan melepaskan baju ini..." Usir Eski.


"Siapa Kau berani mengusirku!" Bentak Sandi lagi.


Tanpa pikir panjang lagi Eski masuk dalam kamar mandi membuka semua baju dan dalaman milik Vania.


"Ini kan belum Aku cuci ,apakah dalaman ini juga Dia akan mengambilnya tanpa dicuci ...ah masa bodoh biarin aja..mau bau kek..siapa suruh jadi org pelit..."


"Tuan,Ini ..."Kata Eski sambil memberikan baju dan dalaman itu.


Eski hanya mengenakan handuk lagi,tapi handuk itu di menutupi tubuhnya dengan sempurna .


Handuk pertama di lilitkan di dada,kemudian handuk kedua di ikatkan di bahu,menutupi bahu dan dadanya dan handuk ketiga di ikatkan di pinggang sebagai rok.


Sandi mengambil baju serta dalaman lalu keluar dari kamar Eski.


"Ah .untung dlm kamar mandi banyak handuk"Sambil menarik nafas lega dan tersenyum melihat penampilannya di cermin.


Sebenarnya perutnya lapar tapi Eski tak mau lagi ketemu dengan Sandi dan Dia tak ingin ambil resiko lagi,cukup ini adalah pelajaran utknya agar tak menyentu apapun dlm rumah ini.


Eski naik ke ranjang dan membungkus tubuhnya bak kepompong yg menunggu utk menjadi seekor kupu-kupu.Dia berusaha utk memejamkan matanya agar Dia tak merasakan lapar lagi.


Dalam hatinya tak perna berhenti mengumpat lelaki kejam itu.Sampai akhirnya Dia tertidur.


Sementara Sandi,ketika keluar dari kamar Dia ingin tersenyum melihat penampilan Eski tadi di depan matanya mengenakan handuk yg mengalahkan kue lapis.


"Kenapa Aku terlalu kejam padanya ...,dan kenapa pula Aku memikirkannya...ah.." Sandi meremas rambut dengan kasar,sambil berjalan ke ruangan dapur.


"Oh jadi makanan itu sudah datang..." Sandi melihat makanan yg sudah siap di atas meja.


Sandi ingin memberikan makanan itu buat Eski tapi karna gensingnya terlalu tinggi maka Dia membiarkan saja makanan itu di atas meja dan setelah selesai makan Dia lalu naik ke lantai atas tempat kamar utama miliknya.

__ADS_1


Ketika masuk,di lihatnya sebuah handuk di atas tempat tidur.


Handuk yg bekas Eski pakai ketika memakai baju Vania tadi.


Wangi itu...ah membuat Sandi merasa nyaman,Dia terus mencium handuk itu bak iklan pewangi.


Handuk itu di letakan dalam pelukannya lalu Dia pun tertidur karna lelah.


Pagi-pagi Eski telah bangun dari tidurnya,bukannya jadi kupu-kupu tapi gadis itu bangun bagaikan ayam baru menetas karna keringat akibat terlalu lama dlm selimut tebal di tambah lagi dengan handuk tebalnya yg berlapis-lapis.


"Astagaaa...kok Aku mirip ayam baru menetas ya..."Kata Eski sambil cekikan sendiri.


Eski berdiri dan menatap dirinya di cermin,sekali-kali Dia tersenyum dan berputar bak putri kesasar,sambil memperhatikan handuk hasil karyanya itu .


Sementara di dalam gedung tinggi pencakar langit,Sandi yg sibuk dengan dokumen di depannya tiba-tiba tertuju pada lap topnya,yg menampilkan cctv dalam rumahnya dalam kamar Eski.Sekali-kali sudut bibirnya tertarik melihat tingkah laku Eski itu yg saat bangun dari tidurnya.


"Hahaaaaa...."Suara tawa lepas Sandi membuat kaget Adam dan sekertarisnya ,baru kali ini Tuannya itu tertawa seperti itu.


Sandi tertawa sampai mata basah,kata-kata Eski yg mirip ayam menetas membuatnya tak bisa menahan tawa.Sandi hentikan tawanya ketika melihat Adam dan Sekertarisnya menatapnya.


Deg


Jantung Sandi berdebar dengan kencang saat melihat Eski keluar kamar mandi hanya mengunakan handuk yg melilit di batas dadanya.sebagai lelaki normal dan sudah menikmatinya kemarin siang tentu membuat pusaka Sandi yg terjepit paha itu ingin keluar bertempur saja.


Untung saja posisi Adam jauh dari meja kerja Sandi.


"Sial ..beraninya Dia membangunkan pusakaku...bukan selama ini Vania saja dengan susah payah baru bisa membangunkannya ...tapi Dia...ah ..."Batin Sandi membuatnya menahan hasratnya .


"Tuan ,Kami permisi dulu karna klien yg tadi sepakat janjian di luar sudah dlm perjalanan..." Sandi terkejut dengan suara Adam tiba-tiba menurutnya padahal dari tadi Adam sudah teriak-teriak kayak penjual obat di pasar.


"I-iya.." Kata Sandi kayak suami terlciduk istri lagi nonton janda montok.


"Ini Tuan lagi kemasukan setan apa ya?..dari tadi cuma senyum ,tertawa ,dan gugup ...tapi semoga saja Dia selalu begitu tak galak lagi" Batin Adam lalu pergi di ikuti Dea.


Setelah kepergian Adam.Sandi kini lebih fokus dengan lap topnya melihat gerak gerik Eski yg masih tetap berdiri di depan cermin dengan sekali-kali Dia menatap wajahnya.

__ADS_1


"Aku yakin walau Aku nanti sudah jadi janda tapi Aku masih montok..."Eski bicara pada bayangannya sendiri di cermin sambil menggoyangkan pinggul dan dadanya.


Sandi yg melihat kelakuan Eski makin gemes membuat Dia meraih kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya namun sebelumnya menutup lap topnya terlebih dahulu.


Sandi masuk ke toko yg menjual berbagai perlengkapan wanita,tanpa malu Sandi mengambil setiap pakai yg menurut cocok buat Eski serta dalaman wanita yg sangat banyak itu membuat pemilik toko merasa dapat rejeki jatuh dari langit.


Sandi lalu melarikan mobilnya menuju ke rumahnya perjalanan yg cukup macet dan lama waktu di toko tadi kini menunjukan pukul 12.00,Sandi menghentikan mobilnya di sebuah restoran karna perut sudah sangat lapar.Sandi ternyata meminta pelayan restoran utk membungkusnya saja karna Dia mengingat kalau Eski semenjak semalam tak makan juga,walau perutnya sudah sangat lapar tapi sepertinya dia tak perduli .Sandi tiba-tiba ingat dengan istrinya itu yg awalnya di nikahi hanya utk di jadi pelampiasaan.


Sampai di rumahnya,Sandi membawa makanan dan pakai itu masuk ke dalam.Dia melihat sekeliling ruangan namun tak juga di dapati Eski.


Sandi meletakan belanjanya itu di ruangan keluarga dan masuk ke arah dapur, lihatnya makanan di atas meja sisa semalam telah habis.


"Apakah Dia telah memakannya...tapi itukan pasti sudah basi..."Batin Sandi.


Sandi meletakan makanan yg tadi baru di belinya itu dan berlari naik ke kamar Eski dan Dia melihat Eski telah terbaring sambil menahan sakit,keringatnya bercucuran membasahi tubuhnya .


"Kau makan,makanan basi itu?" Tanya Sandi.


Eski cuma mengangguk kepalanya.


"Bodoh Kau!!" Bentak Sandi wajahnya memang terlihat tak perduli tapi hatinya Dia begitu takut kalau Eski kesakitan seperti itu.


"Aku lapar Tuan..maafkan Aku krn telah makan,makanan Tuan tanpa ijin Tuan."Lirih Eski di tengah kesakitan nya.


Sandi kemudian ke kamarnya kemudian mengambil kotak obat dan membawa ke kamar Eski.


Sandi mengakat tubuh Eski utk ke kamar mandi.


"Cepat muntah kan makanan itu yg kau makan tadi ..." suruh Sandi ketika mereka telah di kamar mandi.


" Tapi Aku tak bisa ..." Elak Eski.


Tanpa pikir panjang Sandi meraih kepala Eski lalu membuka mulutnya dan perlahan memasukan jari kelingkingnya di dalam mulut Eski dan benar saja,Eski kemudian muntah ,setelah merasa makanan yg masuk dlm perut Eski di muntah kan semua Dia kemudian mencuci mulut Eski dengan air mengalir dan menyiram bekas muntah tadi.


Sandi kembali mengangkat tubuh Eski menuju tempat tidur...

__ADS_1


Mohon like dan komen dukung penulis ya πŸ™πŸ™


__ADS_2