Pelampiasan

Pelampiasan
Daftar masuk TK


__ADS_3

Kini mereka telah duduk dengan posisi Eski masih di samping Sandi,Eski yg mencoba menjauh namun tak ada lagi tempat utk bergeser krn posisi ujung sofa.Sandi masih tak sadar kalau saat ini masih menempel pada wanita yg di bencinya.Aroma maskulin dan aroma parfum lembut milik Eski menyatu membuat Eski jadi merasa fikirannya tenang kembali.


Adam yg heran dengan tingkah Tuannya yg tak perna sedekat itu walaupun dengan Vania pasti selalu menjaga jarak.


Tatapan tajam Sandi ke arahnya membuat Adam segera memalingkan wajahnya.


"Ini berkasnya sudah lengkap Tuan." Kata Adam lalu memperlihatkan map yg di tangannya.


"Besok pagi-pagi Pak Anton ke KUA bersama putrinya,dan Kami akan menikah di sana."Kata Sandi datar.


"Iya Nak...Saya akan mengantar putri Saya." Jawab Anton.


Sandi yg tak suka basa basi langsung akan berdiri dari duduknya,namun tangannya di tarik oleh Eski.


"Boleh Kami bicara sebentar...?" Anton mengangguk dan keluar dari ruangan itu dengan di ikuti Adam.


Sandi langsung menghempaskan dengan kasar tangan Eski,lalu mengambil sapu tangannya dan membersihkan bekas tangan Eski tadi bagaikan di sana tertempel kotor yg menjijikan.Sapu tangan itu kemudian di buangnya di tempat sampah di bawa meja.


"Tuan tolong membatalkan pernikahan ini...,Aku mohon ..."Kata Eski lirih dan sekali lagi menyatukan telapak tangannya di dadanya.


"Siapa suruh main-main dengan Sandi Aldama...,maka liat saja dan nikmati kehancuranmu..."


"Ta-tapi ini bukan rencanaku ,ini adalah ide temanku..." Mata Eski mulai berair. Sandi justru tersenyum sinis,dan berusaha berdiri.


Eski mencoba mencobai merai tangan Sandi,namun sebelum berhasil Sandi sudah menjauhkan tangannya.


"Jangan menyentuhku,Aku tak membawa sapu tangan lagi utk membersihkan tangan kotormu itu..." Elak Sandi.


Sandi langsung berdiri.


"Besok pagi sekali,dan Aku tak suka menunggu." Sandi lalu keluar dari ruangan itu.


Eski menjatuhkan kepalanya di sandara dengan perasaan lemas tak ada lagi bisa di lakukan utk membatalkan pernikahan ini.


Pagi hari


Pagi-pagi sekali Eski sudah bersiap,dengan baju yg tak mewah namun Dia terlihat sangat cantik dan penampilannya membuat kaum Adam lupa berkedip wajahnya di poles dengan make up tipis dan rambutnya di biarkan terurai .Dia menatap dirinya di cermin merasa sudah sesuai maka Dia melangkah turun utk menemui papanya yg dari tadi menunggunya.

__ADS_1


Saat berada di mobil perasaan Eski nya mengingatkan dirinya saat awal masuk daftar utk sekolah TK,takut ,gelisa,dan cemas jadi satu.


Pandangannya tertujuh pada jalanan yg di laluinya. Tak memakan waktu lama mereka telah sampai di depan kantor KUA,yg masih agak sepi .


Eski memilih kursi paling ujung krn Dia berfikir kalau Sandi belum datang krn tak melihat mobil yg di kendarai kemarin waktu ke rumahnya.


Eski melihat mobil yg terparkir tempat itu,dan menarik nafas lega krn Sandi belum juga datang.Eski tak bisa bayangkan bila lelaki itu yg datang lebih dulu.


"Apa mereka belum datang?" Tanya Anton.


"Kayaknya belum Pa.."


"Syukurlah."


Baru saja Anton akan duduk tiba-tiba Adam keluar menghampiri mereka.


"Tuan Sandi sudah menunggu dari tadi.'' Kata Adam namun sedikit tersenyum pada Eski.


Deg


"Wah..Dia terlihat tampang kalau lagi senyum gitu."Batin Eski mengangumi Adam.


Tentu saja saat tiba di dalam Sandi telah menatap dengan amarah jelas di wajahnya,membuat Eski menyembunyikan tubuhnya di belakang Adam.


"Aku sudah bilang ,Aku paling tidak suka menunggu!'' Bentak Sandi membuat Adam mempercepat langkahnya dan Eski serta Papanya pun mengekor di belakangnya.


"Astagaaa...mereka kok bisa datang secepat ini padahal ini kan masih pagi -pagi''Batin Eski.


Sandi dan Adam segaja datang secepatnya krn bagaimana pun Dia tak ingin ada yg tau tentang pernikahannya ini.Cukup mereka berempat dan petugas KUA ,itupun sudah di suruh utk merahasiakannya,apa sih yg tak mungkin utk Sandi Aldama.


Setelah Akad Nikah di laksanakan merekapun sah sebagai suami istri baik di mata hukum dan agama.Ketika Sandi telah tanda tangan selesai,kini giliran Eski .


Namun belum selesai Eski tanda tangan,Sandi sudah keluar di ikuti dengan Adam ke mobilnya lalu keluar dari halaman parkir kantor KUA.


Sandi tak ingin di lihat orang lain,biarpun mobilnya Dia hanya pakai mobil merk yg tak terlalu mewah,agar tak ada yg kenal dengannya.


Kini Eski dan Pak Anton telah selasai tanda tangan,mereka lalu keluar dari ruangan tersebut,namun ketika mereka melihat dan mencari Sandi tak terlihat akhirnya mereka pun pulang.

__ADS_1


"Dalam mimpi Aku tak perna membayangkan punya nasib menikah seperti ini...,'' Batin Eski terlihat bulir -bukir air mata ingin keluar dari matanya yg indah itu.


"Kenapa mereka meninggalkan kita Nak?"Tanya Anton.


"Mungkin Dia tiba-tiba punya kerja mendadak Pa...''Kata Eski berbohong,Krn Eski tau pasti Sandi sengaja meninggalkannya krn tak ingin di lihat org.


"Oh iya Nak..'' Kata Anton dan menatap jalan di depannya.


Eski melihat jam sudah menunjukan waktu jam 9 malam.Dia hanya rebahan di kasur empuk miliknya dan berusaha utk segera tidur.


"Ah syukurlah ..lelaki itu tak membawaku pergi setelah menjadi status istrinya..."Kata Eski sambil menarik nafas lega.


"Kalaupun nanti Aku di ceraikan olehnya Aku kan tak ada yg tau kalau sudah janda" Sambil senyum -senyum sendiri,tanpa di sadari kalau ada seseorang yg sejak tadi mendengar karna memang pintu kamar Eski tak tertutup rapat.


"Cepat siapkan pakainmu dan ikut denganku!!" Bentakan itu membuat Eski berbalik dan matanya ikut melotot Krn melihat Sandi yg telah berdiri dlm kamarnya .


" Ta-tapi,Aku masih ingin di sini menemani Papaku.." Sambil duduk di ranjangnya .


"Oh jadi kamu ingin Aku ingin tinggal di rumah kecil ini...!!"


"Tuan kan punya rumah sendiri,kenapa harus tinggal di rumahku.."


''Aku tak suka menunggu ,Aku sudah ijin dengan Papamu...cepat!" Bentak Sandi lagi membuat Eski langsung berdiri ke arah lemari dan mengambil koper kecil utk membawa sebagian baju yg di perlukan.


Setelah itu Dia pun turun dan mengikuti Sandi yg terlihat memandang meremehkan rumah milik Eski yg menurutnya sangat kecil dan tak mewah itu.


Setelah pamit dengan Pak Anton,dan menangis begitu lama dlm pelukannya.Eski pun pergi setelah papanya itu membelai rambut anaknya dengan lembut.


" Kalau rindu sama Papa..Kau bisa datang kesini Nak..." Kata Anton ketika Eski akan naik ke mobil suaminya .


Eski mencium tangan Papanya lalu naik ke mobil setelah Adam membuka pintu utk mereka.


Mobil itupun lalu keluar dari halaman rumah, Anton berdiri masih dengan ke sedihan di tinggal putrinya.


"Semoga Kau bahagia Nak...maafkan Papamu ini yg ingin Kau punya suami yg kaya,itu karna Papa tak ingin kamu bernasib seperti Mamamu...tak perna mendapat kebahagiaan dengan limpahan harta dariku sampai akhir hidupnya..." Batin Anton lalu masuk ke dlm rumahnya.


Penasaran kan

__ADS_1


kisah Eski dan Sandi,jangan lupa komen dan likenya🙏


__ADS_2