Pelangi Sebelum Hujan

Pelangi Sebelum Hujan
Bab 10


__ADS_3

Waktu pun Berjalan tidak terasa Hari pun menjelang siang. para tamu dari bela pihak datang,Ucapan selamat tak hentinya mereka ucapkan Menu makan pun berganti dari menu sarapan menjadi menu makan siang Kafa memanggil salah satu kerabat untuk mengambilkan mereka makanan. Setelah makanan datang Kafa menawari Ara untuk ia suapi karena melihat bahwa sang istri tengah kecapean.


"Sayang kakak suapin ya soalnya aku liat kamu kecapean" sahut kafa


Ara mengangguk dengan semburat merah dipipinya perhatian kecil inilah yang membuatnya yakin untuk menikah dengan sang suami Selesai dengan urusan makan kini dilanjutkan dengan sesi berfoto Hingga acara selesai dan membuat kedua orang yang telah sah ini menuju kekamar untuk mengistirahatkan diri


"Kak mau mandi dulu atau langsung Istirahat" tanya kafa


"Kakak mandi aja sayang gerah soalnya"


"Yah Sudah kaka duluan aja mandinya Ini Handuknya " mengulurkan Handuk bersih pada Sang suami


" Ngak sekalian aja sayang mandi berdua biar cepat" Goda kafa sambil menarik turungkan Alisnya


"Hissttt ngak usah ngadi-ngadi deh kak sana mandi aku mau bersihkan make up dulu" ujar ara sambil mendorong sang suami kekamar mandi


"Iya sayang"


Ya Tuhan belum apa-apa uda degdegan aja sih,ini juga Kafa ngak berhenti godain aku terus


gumam ara dalam hati


15 menit Berlalu pintu kamar mandi terbuka nampaklah sosok pria dengan bertelanjang dada hanya memakai handuk sebatas pinggang sisa-sisa air yang mengalir ditubuhnya menambah kesan Seksi


"Kakak sudah mandi Ini Pakaiannya Sudah......." perkataan ara terpotong ketika melihat tubuh telanjang sang suami hingga membuatnya berbalik membelakangi sang suami.


Hisssttt ini orang kenapa coba keluar dari kamar mandi ngak pakai baju,


Ya Tuhan indahnya ciptaanmu


Kafa yang melihat kelakuan ara membuatnya geleng-geleng kepala hingga iya memiliki ide untuk mengerjai sang Istri.


Berjalan mengendap dan langsung memeluk sang istri dari belakang


"Kenapa berbalik Hmmmmm"


"Kita sudah mukhrim jadi kamu ngak perlu malu Sudah Halal sayang bahkan kita bisa melakukan Hal yang lebih " bisik kafa dan menghembuskan Nafas pelan ketengkuk sang istri


"Ra ini dikamar kenapa jilbabnya belum dibuka sayang Kakak buka ya" sahut kafa yang dijawab anggukan ara


Setelah melepaskan Jilbab sang istri Kafa tertengung dengan kecantikan Alami yang ara miliki Rambut yang panjang sampai pinggang Kulit yang putih dan satu lagi yang bikin Kafa makin bergairah Tanda lahir ditengah dada sang istri


"Kamu cantik banget sayang "


"Sayang Boleh yah sekarang" tanya kafa yang diangguki ara karna dia sudah tau apa yang diinginkan sang suami


Setelah mendapat ijin Kafa menuntun sang istri ketepi ranjang meletakkan telapak tangannya di ubun sang istri melafadzkan doa sebelum melakukan Hal ITUπŸ˜…πŸ˜…


Kafa mulai mencium kening, kedua mata,hidung dan pipi sang istri hingga berakhir dibibir sang istri ********** sedikit dan mengajak sang istri saling membelit Lidah, Hingga Kafa beralih kelehar sang istri mengigitnya sedikit dan memberi tanda cinta


Hingga Terjadilah yang harusnya Terjadi

__ADS_1


β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β™ͺβ€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’β€’


Dilain tempat disebuah kamar yang mendominasi Gold terdapat seorang pria yang duduk Termenung sambil membaca Undangan pernikahan seseorang sudah Berkali-kali membaca tatapannya mengarah pada Satu Nama yang Tertera diundangan Itu


AARA IZDIHAR


itu


Pupus sudah harapanku untuk memilikimu aku selalu berdoa pada tuhan agar kamu bisa menjadi jodohku, nyatanya hari ini kamu akan menjadi milik seseorang,cintaku kandas tiada berbalas. Maaf aku tidak hadir diacara bahagiamu karena aku tidak akan sanggup melihatmu bersanding dengan orang lain.


Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu memang benar yang dikatakan orang-orang bahwa kita memang tidak Berjodoh


Biar Nama mu tetap ku simpan dalam hatiku karena sampai saat ini Aku masih mencintaimu AARA IZDIHAR


"Aku akan pergi ke kota D untuk sementara aku akan mengurus restoranku yang disana aku ingin menyibukkan diri supaya aku bisa melupakanmu " Gumam Aezar yah pria Tersebut ialah Aezar Barry


Lamunan aezar terganggu dengan suara ketokkan pintu


Tok tok tok


"Bar kamu didalam kan bunda boleh masuk" ujar bunda aezar


"Masuk saja Bund ngak dikunci kok"sahut Aezar


Setelah mendapat ijin dari yang punya kamar Bunda masuk dan duduk dihadapan sang anak


"Bar Boleh bunda tanya"


"Bunda perhatikan sudah 2 hari ini kamu ngak keluar rumah kamu sakit" tanya bunda dengan wajah yang cemas karena tidak seperti biasanya Aezar seperti itu


"Ngak kok Bund aku lagi malas aja keluar mau istirahat dulu"


" kamu jangan bohong sama bunda Jujur kamu kenapa sayang" sambil mengusap lengan Aezar


"Bunda ingat sama perempuan yang Aezar cerita kemarin Hari ini dia akan menikah bund" sahut Lesu Aezar dan menyodorkan undangan kehadapan Bundanya


"Aara Izdihar eh inikan anaknya pak Waris,


Pantes kemarin aku mau nawarin pak waris untuk anak kami dijodohkan beliau menolak ternyata sudah ada yang Lamar, padahal dia calon mantu yang aku idamkan " gumam Bunda


"Bunda ngomong apa"


"Eh ngak papah ko Bar, ya sudah ngak usah dipikirin sayang mungkin kalian Bukan Jodoh"ujar bunda menyemangati sang Anak


"Bund boleh ngak Kalau aku batalin perjodohan yang ayah buat aku mau nenangin dulu, Aku mau kekota D buat ngurus restoran aku, untuk pernikahan tunggu umur aku 29 baru aku nikah, mau ngeluasin usaha aku dulu mungkin aku akan berhenti ngajar mau fokus kembangin usaha restoran aku apa lagi umur aku sekarang baru 24 bund. Bunda bantu aku ngomongin ke ayah Ezar janji diumur 29 silahkan kalian cari perempuan yang mau kalian jodohkan dengan Ezar, Ezar ngak bakalan nolak" ujar aezar dengan tatapan sendu


"Baiklah kalau itu keputasanmu bunda ngak akan larang,Asal kamu tepatin janji kamu, nanti bunda bantu ngomong ke ayah"


"Terus kapan kamu ke kota D" tanya bunda


"Besok bund"

__ADS_1


"Secepat itu" tanya bunda yang hanya dijawab anggukan aezar


Lebih cepat lebih baik bund karena aku mungkin ngak akan sanggup melihatnya dengan orang lain


"Ya sudah kalau itu sudah keputusannmu bunda dukung, semoga kamu sukses sayang buat bunda bangga. Baiklah bunda keluar dulu kamu tidur gih sudah larut"


"Selamat malam sayang"


"Selamat malam juga Bunda"


Selamat tinggal kenangan Jika tuhan berkehandak ketika aku kembali akan ada keajaiban


Pagi hari dikediaman Orang tua Ara sepasang manusia masih terlelap dalam tidurnya setelah olahraga yang menguras tenaga mereka entah berapa kali kafa menghajar sang istri hingga mereka baru tidur setelah dini hari


"Akhhh kepala ku pusing sekali dan badan aku juga pegel banget" ara merasa badannya remuk dan ada perasaan nyeri dikedua pangkal pahanya


"Aaarrrrrrggggg" ara berteriak kesal sesaat mengingat bayangan percintaan mereka semalam hingga membuat pipinya memerah


Ara merasa itu seperti mimpi


Tetapi setelah melihat Seluruh badannya terdapat beberapa tanda merah dia baru menyadari bahwa itu bukan mimpi


Setelah beberapa saat Ara bergegas turun dari ranjang Dengan sigap melepaskan pelan-pelan tangan yang memeluk erat pingganya dia ingin segera mandi


Dan membersihkan tubuhnya yang benar-benar lengket dia melihat kearah jam dinding sudah lewat sholat shubuh nya


Lagi-lagi kata menarik pinggang ara dengan cepat Karena kafa sudah menindih dia kembali


"Kak jangan menggoda aku lagi, aku pengen mandi Waktu shubuh sudah mau habis" rengek Ara


"Kalau begitu ayo mandi bersama biar hemat waktu,Dan tidak ada penolakan" hingga tiba-tiba kafa mengendong ara ala bridal karena iya tahu bahwa bagian inti sang istri sedang sakit ia ingat jika semalam menghajar sang istri hingga berjam-jam


Beberapa menit kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara sedang melakukan kewajibannya pada sang khalik.


"Kak ara keluar dulu mau bikin air minum buat kaka" sahut ara


"Ngak usah sayang biar kakak ambil sendiri kamu istirahat dulu aja apa lagi Itu lagi sakit, ngak malu diliat orang jalanmu itu yang kayak bebek"


Iya yah sampai lupa aku , pasti diluar aku digoda terus


"Ya udah aku juga minta dibawakan makanan ya kak soalnya aku Laper"


"Iya tunggu yah Zaujati"


Blussshhh pipi ara merona mendengar panggilan sayang sangat suami hingga membuat iya senyum-senyum sendiri


#Ramadhan pertama semoga lancar puasanya


Semoga Allah memberi kita kesehatan hingga nanti


Ramadhan 1443 Hijrah

__ADS_1


Kuat puasanya Readrs


__ADS_2