Pelangi Sebelum Hujan

Pelangi Sebelum Hujan
Bab 22


__ADS_3

Setelah selesai makan ara dan nilam mampir ketoko perlengkapan bayi untuk mereka hadiakan pada ponakan Adi yang baru lahir, selesai dengan berbelanja ara tak sengaja bertemu Iman didepan toko tersebut


"Bang Iman , abang mau kemana ,terus kak kafa mana" tanya ara sembari melihat kesana kemari mencari sosok sang suami


"Hey Adik ipar Abang habis dari toko sebelah buat beli keperluan abang, Dan Kafa lagi ngak sama aku , memang nya kenapa" tanya Iman


"Ngak ada sih kak memangnya Bang iman mau pergi kemana malam nanti" tanya ara


"Abang paling dirumah "


Nyeeesssss


Sakit pasti wanita mana yang ngak sakit hati jika orang yang paling iya cintai dan percaya tega membohongi nya


"Oo kalau begitu ara duluan ya bang kasian izar sudah lama aku tinggal pergi" sahut sembari mengandeng tangan Nilam dan menaiki motornya


Nilam yang melihat Ara seperti ingin menangis melarang untuk mengemudi motornya


"Ra biar aku aja yang bawa motornya aku khawatir sama kondisi kamu" sahut nilam


" hmmm ra Aku mohon kamu harus percaya sama suami kamu aku yakin dia ngak akan nyakiti kamu, Karena selama ini yang aku lihat dia begitu mencintaimu" lanjut nilam yang hanya dibalas senyum tipis ara


Setelah sampai dirumah orangtuanya ara bergegas kekamar mandi untuk mencuci wajahnya ia tidak ingin jika ayahnya melihat dia seperti ini, Karena terlalu lelah dengan kejadian hari ini ara pun tertidur tanpa menemuai Baby Izar


"kayaknya Mimi kamu sudah pulang sayang tuh motor nenek sudah diluar, Tapi mimi kamu kemana" tanya mama ara


"Mungkin dikamar Mah biar Ayah cek bentar"


Sahut Ayah ara sembari berjalan kearah kamar ara setelah membuka pinta ia hanya geleng-geleng kepala karena mendapatkan sang anak tengah tertidur begitu lelap ,


Ketika hendak menutup pintu tiba-tiba ponsel ara berbunyi ,karena tidak ingin membuat tidur sang anak terganggu ia pun mengangkatnya Ternyata suami ara yang menelfon


(Halo assalamualaikum sayang)


[Waalaikumsalam Nak kafa ini ayah ,maaf ayah yang angkat telfonnya soalnya ara lagi tidur]


( maaf yah aku fikir ara)


[ bukan memangnya kamu mau ngomong sama ara biar ayah bangunin]

__ADS_1


(Ngak usah yah kasiang mungkin ara kecapean seharian ngurusin Izar, hmm Yah bilang sama ara kalau malam nanti aku ngak pulang soalnya ada urusan sama iman mungkin besok sore aku pulang)


[ iya nanti ayah kasi tau, biar malam ini ara tidur dirumah]


( ya sudah kafa cuman mau bilang itu aja Yah, Assalamualaikum)


[Waalaikumsalam] sahut ayah ara sembari mematikan sambungan telfon tersebut dan melangkah keluar dari kamar ara


Sedangkan ditempat Meli Kafa sedang membantu istri keduanya itu untuk membersihkan rumah


"Abang sudah telfon kak ara" tanya meli


"Iya tapi yang angkat ayah mertua aranya lagi tidur" sahut kafa sembari menyapu lantai


"Jadi besok jadi dong abang Anterin aku buat periksa kandungan"


"Iya tapi abang ngak bisa lama kasiant ara sendiri dirumah"


"Ihh abang aku juga sendiri dirumah, abang jangan pilih kasih dong sama aku , ingat bang aku juga istri kamu" sungut meli


"Stop meli ,aku ngak suka yah sama sifat kamu yang kekanak-kanakan ini ingat aku menikahimu hanya terpaksa karena aku begitu mencintai Istriku" ujar kafa Tegas


"Meli abang mohon jangan lakukan itu oke-oke abang temani kamu sampai besok sore , ayo simpan obat itu" Sahut kafa dengan nada selembut mungkin


"Makasih abang aku tambah sayang deh sama abang,"


"Bang kayaknya dede pengen ditengokin abang deh" lanjut meli sembari membuka seluruh pakaiannya , kafa yang mengerti apa yang diinginkan meli tanpa aba-aba langsung menyerangnya karena perut melilit yang sudah membuncit ditambah dua bukit kesukaaannya makin membesar membuat ia tak bisa menolaknya


Mereka melakukan hal tersebut Hingga malam, kafa selalu puas melakukan hal seperti itu bersama meli bukan karena sayang tapi hanya kepuasan batinnya saja karena ia merasa ara sekarang tidak memperhatikan fisiknya , Hingga kafa tidak terlalu berselera untuk bermain bersama istri pertamanya


Entah apa yang dirasakan Kafa saat ini mungkinkah sikapnya ini sudah benar karena ia merasa ini hanya kesenangannya sesaat setelah ia bosan maka ia akan kembali pada sang istri


Dia tak perduli lagi ini Nafsu atau rasa cinta yang ia tau ia harus bertanggung jawab pada meli karena telah merenggut mahkotanya dan membuatnya Hamil,


Tapi ara dia adalah cintanya dan takkan pernah ia lepaskan, mungkinkah ia Egois karena ingin memiliki keduanya Entahlah ia pusing memikirkannya , hingga sampai kapan ia menyembunyikan pernikahannya ini karena ia tau cepat atau lambat semua orang pasti tau, Entah bagaimana reaksi Ara


"Dia pasti mengerti ara adalah wanita baik dan ramah aku belum pernah melihatnya kasar pada orang lain ,pasti ia akan menerima nya karena aku yakin dia sangat mencintai diriku dan aku pun sama begitu mencintainya " gumam kafa yang tengah berbaring disamping meli setelah mereka berdua berolahraga


Sedangkan ditempat lain ara yang yang sudah membersihkan diri tengah menyuapi sang anak , Sungguh miris kehidupannya disini ia sibuk mengurus sang anak sedangkan sang suami sedang sibuk bersenang-senang denga istri barunya

__ADS_1


"Ra tadi suami kamu telfon katanya dia ngak pulang dia ada urusan sama imam katanya mau pergi ,ayah tidak tau mau kemana tapi dia bilang sore baru ia pulang " sahut ayah


"Hmmm ara sudah tau yah tadi pagi kakak sudah bilang sama aku"


"Yah besok ara mau kerumah sakit jengukin kakak perempuan Adi yang baru lahiran " ujar ara


"Iya kamu pergi aja biar Izar ayah yang jaga"


Selesai menyuapai sang anak kini ara tengah menidurkan baby izar disamping nya , melihat sang anak tidur lelap kini Ara menelfon Iman menanyakan apakah benar ia pergi bersama kafa


Semoga kakak benar-benar pergi agar aku lega


Setelah menunggu beberapa detik telfon ara pun diangkat


(Assalamualaikum Bang)


[Waalaikumsalam iya ada apa ra]


( Bang kafa ada sama abang gak ara tungguin dari tadi belum pulang-pulang)


[ dari tadi aku ngak ketemu kafa coba deh kamu telfon anwar siapa tau dia masih di bengkel]


(Baik kak Assalamualaikum)


Setelah menelfon anwar dan mengetahui jika sang suami tidak datang kebengkel dari pagi membuat ara semakin yakin jika sang suami tengah menyembunyikan sesuatu


Lagi-lagi kamu berbohong kak baiklah mungkin kamu terlalu menganggap diriku bodoh hingga kamu terus-terusan membohongiku, Baiklah akan aku cari sendiri penyebabnya yang membuat kamu tidak jujur sama aku, mungkin. Aku akan bisa menerima semua kekurangan mu tapi tidak dengan perselingkuhan jika itu benar terjadi Aku ngak tau lagi apa yang akan aku lakukan padamu.


Gumam ara sembari menenggelamkan kepalanya pada bantal jangan sampai tangisannya didengar oleh kedua orang tuanya, karena terlalu lelah menangis hingga membuatnya tertidur


Katanya Cinta Adalah dasar dari pernikahan , Namun rasa itu pun tak menjamin Jika pernikahan Yang dijalani akan berlangsung selamanya, Tapi nyatanya tidak dengan pernikahan yang didalamnya ada orang ketiga, Cinta tidak egois,cinta rela berkorban dan Cinta tidak akan menyakitimu .


Keesokan paginya ara terbangun dengan kondisi tubuh yang memprihatinkan mata yang bengkak rambut acak-acakan dan terdapat lingkaran hitam dibawah mata .


Ara menatap pantulan dirinya didalam dirinya Ia mencari tau bagian mana yang tidak lagi menarik hingga membuat sang suami berpaling , Mungkinkah bentuk tubuhnya yang tak seperti dulu??


Wajar jika berubah toh ini juga karena telah melahirkan anakmu


Kak jika aku tak lagi menarik atau ada yang salah dengan penampilanku seharusnya kamu bersyukur ,aku juga seperti ini karena melahirkan keturunanmu ,mengurusnya dan mengurus dirimu beserta rumahmu, Rumah yang dihadiahkan orangtuamu saat kita menikah ,rumah yang dulu didalamnya terdapat banyak cinta tapi sekarang??? Entahlah masih adakah rasa itu dihatimu untukku,

__ADS_1


Ara bodoh kamu harus bangkit buktikan pada orang-orang bila kau tak lemah. Pernikahanku Seperti PELANGI SEBELUM HUJAN Bahagia di awal namun akhirnya penuh dengan air mata,


__ADS_2