Pelangi Sebelum Hujan

Pelangi Sebelum Hujan
Bab 14


__ADS_3

Selesai menyuapi sang istri tidak lama terdengar salam didepan rumah


"Assalamualaikum sayang" ujar mertua Ara


"Waalaikumsalam mah tunggu bentar,kayaknya mama sudah datang kamu tunggu disini yah sayang kaka bukain pintu dulu jangan kemana-mana ingat kamu masih lemah" sahut kafa dengan tegas


"Iya kak"


Sesampainya di pintu kafa mempersilahkan kedua orang tuanya masuk tak lama kedua mertua kafa juga datang


"Eh besan disini juga toh" ucapan mama ara


"Eh iya besan baru sampai dari kemarin mau kesini tapi belum sempat" ujar mama kafa


"Mah masuk ara ada dikamar dari pagi mual-mual terus " sahut kafa


"Ya sudah kita masuk ayo besan" ujar mama ara


Sesampainya dikamar kafa pamit untuk kebengkel dan membelikan keinginan sang istri,Dirumah Ara begitu dimanja oleh kedua orang tuanya dan mertua nya memberikan. Apa yang iya inginkan hingga ia tertidur setelah dipijat mama dan mertuanya


Tak lama kafa pulang membawa pesanan sang istri dan mengajaknya untuk makan bersama kedua orangtua mereka ,selesai makan siang semua orang pulang karena ada acara yang akan dihadiri keduanya


"Sayang mama sama mertua kamu pulang dulu yah besok mama kembali"ucap mertua ara


"Iya sayang jaga kesehatan jangan terlalu cape, maunya mama kamu tinggal dirumah dulu supaya ada yang temanin kamu dirumah apa lagi kafa harus kebengkel"sambung mama ara


"Ngak papah kok mah kafa juga ngak kebengkel dulu untuk beberapa bulan biar bengkel diurus teman aku aja Anwar" sahut kafa


"Ya sudah kami pulang dulu sayang" sahut ayah ara sambil mencium kening ara begitu pun papa kafa melakukan Hal yang sama


Tak Terasa sudah memasuki 7 bulan kandungan ara,perutnya pun makin terlihat bahkan tendangan-tendangan buah hati mereka sudah ia rasakan, dan kadang membuatnya meringis jika terlalu kencang


Selama Trimester pertama semua orang kepayahan dengan mual-mual ara Yang membuat kafa sedih,Ara bahkan harus bedress karena kondisi fisiknya yang lemah karena tidak bisa memakan Lauk pauk bahkan nasi tidak disukainya, Ia hanya mengonsumsi buah


"Ternyata jadi seorang ibu butuh perjuangan banget yah , apa mama juga seperti ini ketika mengandung aku?? Ma maafin ara ,Ara rindu mama" gumam ara hingga meneteskan air mata


"Sayang kamu kenapa nangis " tanya kafa


"Ngak kok kak cuman kangen mama ,ara jadi merasa berdosa selama ini kadang ara marah-marah sama mama kalau ada yang ara tidak sukai , Jadi ibu ternyata sulit kak"


"Sudah sayang jangan sedih Gitu kasiant dede bayi diperut kalau Kamu sedih terus, Kakak cuman mau bilang terima kasih karna sudah mau mengandung anak kita"


Setelah mengucapkan beribu terima kasih terhadap sang istri , Kini kafa menyingkap dress yang dipakai Ara hingga Nampaklah perut ara yang membuncit itu Ara sampai menahan nafas melihat sang suami menatapnya dengan penuh Nafsu pipinya merona ia terlalu malu melihat kafa

__ADS_1


"Kak jangan Gitu donk aku malu tutupin yah" ujar ara malu-malu


"Boleh yah sayang sudah lama loh Kakak puasanya apa lagi makin hari badan kamu makin berisi ,dan itu membuat mu semakin seksi"bisik kafa sambil meniup-niup belakang telinga sang istri


Tak butuh waktu lama kini keduanya pun Berolahraga seperti biasanya bahkan kali ini Ara yang memegang kendali Selama kehamilannya i kadang mengingingkan lebih ketika sang suami mencumbuinya


Hari ini Jadwal ara untuk kembali memeriksa kandungannya kali ini ara tidak hanya datang dengan sang suami tetapi dengan kedua orang tua mereka juga ikut ,mereka penasaran dengan rupa cucunya.Hanya butuh dua puluh menit mereka sudah sampai di klinik Bunda Bertemu dengan dokter Riska


Dokter riska meletakkan alat diperut ara , Terdengarlah bunyi detak jantung Bayi mereka


"Wah bagus sekali Ritmenya bu" puji dokter riska


"Bayinya juga sehat , dan selalu perhatikan makananya ya buk konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang" jelas dokter


" Halo baby beri salam pada keempat nenek mu sayang" ujar dokter riska , tanpa diduga bayi yang diperut ara menendang seakan-akan iya tau apa yang kita dokter katakan


"Mah bayinya nendang"


"Rupanya juga tampan"


"Jadi anak yang sholeh sayang jadilah petunjuk jalan menuju surga untuk kedua orang tuamu" Do.a keempat calon nenek tersebut


"Dan Buat ayah bayi silahkan tebus vitamin dan kalsium nya yah pak supaya tulang bayi dan giginya tumbuh kuat"jelas dokter riska


"Mah antar ara ke mobil yah aku mau tebus obat dulu" sahut kafa


"Iya jangan lama"


Setelah selesai menebus obat kini kafa dan ara pulang berdua karena kedua orang tua mereka datang membawa kendaaraan masing-masing


"Kak singgah di taman donk aku mau jajan apa lagi disana banyak pedagang kaki lima" rengek ara


"Iya Sayang tapi ada syaratnya donk satu macam jajan satu Kiss gimana" sahut kafa sambil menaik turungkan alisnya


"Iya tapi kakak yang bayar ya"


"Oke zaujati" sorak kafa sambil mencium kening sang istri .


Setibanya di taman kini Calon mimi dan pipi muda itu menikmati aneka jajanan, setiap satu kali suapan maka ara akan membayar dengan satu ciuman, kelakuan mereka tak luput dari orang-orang yang lalu lalang ada yang Baper hingga merekam kegiatan mereka berdua.


Akhirnya setelah sekian lama aku kembali lagi kekota ini Kota yang mengingatkan aku tentang kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan . Kuputuskan lamunanku melajukan pelan mobil ku karena banyaknya orang berlalu lalang ditaman ini.


Hingga netra ku terhenti pada sosok yang masih tersimpan dalam Hatiku

__ADS_1


Setelah beberapa bulan tak melihatmu kini kamu tambah cantik dan sepertinya tidak lama lagi kamu akan menjadi seorang ibu, senyummu masih sama sejak pertama kali kita bertemu, sepertinya kamu sangat bahagia suamimu sangat memanjakanmu


Hingga tangan Aezar yang memegang stir mobil bergetar ia cemburu melihat kemesraan ara dan suaminya.


Ya pria tersebut ialah Aezar Barry pria yang jatuh cinta pada pandangan pertama, keluar kota sibuk mengurus restorannya karena ingin melupakan ara. Tapi semua usahanya sia-sia Setelah melihat kembali wanita pujaan nya


Aku mulai uring-uringan ketika melihat ara mencium bibir suaminya Dadaku berdesir ,Nyeri aku menekannya Hingga air mata ku menetes ,


Ara semenyakitkan inikah mencintai dirimu melihatmu mencium suamimu sendiri membuat aku cemburu , bahkan aku tidak berhak untuk marah karena memang kenyataannya kamu miliknya.


Aaaaaaaaaa ara izdihar aku mencintaimu


Jerit pilu hati Aezar


Hingga iya kembali melajukan mobilnya agar segera sampai kerumah orang tuanya,karena iya sudah tak sanggup menatap cintanya bersama suaminya ,


Ya tuhan jika iya jodohku kembalikan dia padaku jika bukan aku mohon hilangkan rasa cintaku ini aku tidak mau berdosa telah mencintai orang yang salah.


Sadar Aezar dia milik orang lain


Dan sebentar lagi mereka akan punya anak.


Aahhhh kenapa aku harus pulang .


Oke setalah sampai dirumah dan bertemu Bunda aku akan kembali aku serasa tak bisa bernafas kembali kesini


Bayangan kemesraan Ara dan Kafa terus berputar diingatan kafa Hingga iya memutar kembali mobilnya ia tak jadi mengunjungi orang tuanya Hatinya masih sakit seperti diremas-remas


Ia menggenggam stir mobil dan mencoba menghubungi sang bunda bahwa iya tak jadi pulang karena ada urusan mendadak ,setelah memastikan telfonnya mati kini ia berhenti ditempat yang sepi


"Aaaarrrrgghhhhh Ara kenapa susah sekali menghilangkanmu dalam fikiran dan hatiku Aku membencimu" Teriaknya Frustasi Hingga ia menangis sejadi-jadinya tidak pernah iya menangisi seseorang kecuali ibunya


Ia memukul-mukul Stir mobil hingga tangannya memerah melampiaskan segala rasa sakit dihatinya hingga tangisnya terhenti ketika mendengar ketukan dijendela mobilnya


Hingga Aezar menoleh dan membuka sedikit Kaca jendelanya dapat iya lihat petugas polisi sedang menatapnya sambil berkata


"Maaf pak apa anda ketiduran,mohon jangan berhenti terlalu lama disini , mobil bapak mengangu pengguna jalan, atau bapak ada yang sakit biar teman saya yang mengantar bapak" tanya petugas polisi tersebut


"Ngak pak saya tadi kecapean ini sudah mau lanjut jalan lagi kok Mari pak" sahut aezar


"Ya sudah hati hati jika mau istirahat disana ada tempat buat bapak istirahat" ujar lagi polisi tersebut lalu menujuk toko yang tak jauh dari Mobil Aezar berhenti


"Baik pak Terima kasih" sambung aezar yang dijawab anggukan kepala petugas kepolisian tersebut

__ADS_1


__ADS_2