Pelangi Sebelum Hujan

Pelangi Sebelum Hujan
Bab 15


__ADS_3

45 menit sudah Kafa dan ara ditaman kini ara merengek ingin pulang karena sudah seharian ia diluar


"Kak pulang yukk ara capek mau tidur juga apa lagi waktu sudah mau dzuhur "


"Ya sudah kaka antar kemobil ya sayang soalnya kaka mau kewarung mau balikin tempat jajan kamu,sekalian kamu mau apa buat makan siang kan ngak keburu masak kalau sampai rumah" tanya kafa sembari membersihkan sisa sampah


"Mau soto sama Lalapan aja kak "


"Ya sudah,Mau digendong atau jalan sendiri" goda kafa


"Iss jalan aja kak ,malu diliatin orang lo"


"Ya sudah naik gih duluan kaka kesana dulu"


Sesampainya diwarung kafa memberikan piring bekas makanan sang istri dan kembali memesan untuk makan siang nanti setelah menunggu 15 menit pesanan kafa sudah jadi dan ia bergegas kembali kedalam mobil


"Maaf sayang lama soalnya antri" sahut kafa setelah masuk kedalam mobil


"Ya ketiduran , maaf sayang sudah nunggu lama" sembari mencium kening sang istri dan melajukan mobil mereka secara perlahan, sesampainya dirumah kafa mengendong sang istri dan menyelimutinya belum sempat kafa beranjak tiba-tiba ara terbangun


"Hhooomm loh sudah dirumah yah kak,kok digendong sih kenapa aku ngak dibangunin" sahut ara


"Ngak tega sayang soalnya kaka liat kamu kecapean banget ya sudah karena kamu sudah bangun mandi gih bentar lagi dzuhur kakak juga mau balikin mobil papa takut nanti dipake sama iman" ujar kafa


"Ya sudah kaka ngak makan dulu biar ara siapin"


"Masih kenyang sayang kalau kamu mau makan , kamu duluan aja yah kaka pergi dulu"


Tiba dirumah orangtua kafa ia terkejut karena tantenya yang dikota M datang untuk i


menjenguk neneknya yang tengah sakit


"Assalamualaikum " salam kafa


"Waalaikumsalam " jawab papa kafa


"Loh Tante Rasna kapan datangnya " tanya kafa sembari mencium punggung tangan saudara perempuan mamanya


"Tadi nak,oh iya istri kamu mana" tanya tante rasna


"Dirumah tan lagi istirahat lagi hamil besar dia,aku kesini mau balikin mobil papa"


"Iya tadi iman nanya mobil tapi ayah bilang kamu pake jadi dia bareng Adi perginya " sahut papa kafa


"Oh iya tante datang sama siapa "


"Sama meli tuh lagi dikamar sama adek kamu Asna"


"Suaminya juga datang tan"


"Ngak meli sama suaminya pisah entah apa masalahnya" ujar mama kafa yang datang membawa nampan air panas dan cemilan


"Pisah maksud mama apa, bukannya Meli baru nikah 3 bulan yang lalu, oh iya maaf tan aku ngak hadir soalnya ara lagi ngidam dia bedress selama kehamilan trimester pertama" ujar kafa

__ADS_1


"Iya ngak papah kok nak"


" ohh iya meli pisah karena apa tan kalau boleh tau" tanya kafa pelan


"Katanya sih ngak suka apa lagi dia kan dijodohin " sahut lesu Tante rasna


"Itu anak kalau memang ngak mau jodohin bilang jangan nanti sudah nikah baru minta pisah,ini semua gara-gara kamu Rasna terlalu memaksanya untuk menikah dengan pilihan kamu, sekarang kamu sudah liat kelakuan anakmu status janda ia bangga-banggakan " sahut sinis Mama kafa


"Sudah lah kak dian namanya juga anak-anak " sahut rasna santai


"Cih ini akibat kamu selalu memanjakannya memasak pun dia tidak tau wajar dia pisah sama suaminya orangnya aja malas hanya tau hp doank, " lanjut mama kafa


"Mah sudah lah ngak usah dibahas nasi sudah jadi bubur biarin aja siapa tau setelah pisah dengan suaminya pikiran meli terbuka" sahut ayah kafa


"Hmmm ya sudah kafa pulang dulu mah,pah Tante soalnya aku mau mampir kebengkel dulu " ujar kafa sembari berdiri dan keluar dari rumah dan melajukan motor maticnya , semenjak ara hamil kafa membeli motor baru sedangkan motor gedenya iya simpan dirumah papanya


"Mas memangnya kafa punya bengkel" tanya rasna pada kaka iparnya


" iya setelah menikah dia membangun bengkel kecil duit hasil tabungannya selamaa ini dan alhamdulillah bengkelnya sudah berkembang dan sudah memiliki 4 kariyawan"sahut papa kafa


"Diumurnya yang baru menginjak 21 kafa menjadi dewasa"


"Tentu karena dia sudah punya tanggung jawab sebentar lagi dia akan memiliki anak jadi harus bekerja keras dong" sahut mama ara


"Oh iya kak untuk sementara Meli disini ya kak soalnya aku mau balik ke kota M mau lunasi ganti rugi nikahannya meli keluarga dari mantan suaminya nuntut, apa lagi mereka berpisah karena meli yang minta" sambung Rasna


"Meli juga emangnya apa sih yang kurang dari suaminya orang dia baik ,pekerja keras terus sopan banget sama orang tua" sahut mama Dian


"Aku juga ngak tau kak sudah aku tanya baik-baik jawabnya cuman dia sudah ngak mau" jawab rasna lesu


Pembicaraan mereka terpotong karena tiba-tiba Asna datang untuk meminta izin pergi jalan-jalan kerumah kafa


"Ma aku mau kerumah kak Kafa boleh mau ajakin meli sekalian"


"Ini sudah mau Dzuhur asna nanti aja ini tengah hari panas begini mau keluyuran " tegas papa kafa


"Iya pah"


" ya sudah kamu istirahat gihh rasna nanti kamu kerumah ibu dulu baru pulang ke kota M" ujar mama Dian yang dijawab deheman Rasna


Akhirnya setelah menempuh perjalanan kini sampailah Asna dirumah sederhana milik kakanya Kafa, dan melihat kaka ipar sedang menyapu dihalaman teras rumah


"Assalamualaikum kak ara" sahut Asna


"Waalaikumsalam eh Asna masuk dek, itu kamu sama siapa" tanya ara sembari menunjuk meli yang sedang asik dengan ponselnya


"Ohh ini anaknya tante Rasna yang 3 bulan lalu nikah " sahut Asna


"Mel sini kenalan dulu sama kaka ipar aku"


"Ohhh maaf lagi serius " cengir meli


"Meli pasti kamu ara istri kafa "

__ADS_1


"Iya mari masuk" ujar ara mempersilakan Asna dan meli duduk sembari mengambilkan cemilan buat mereka bertiga


"Wah rumah kaka bagus ya isinya juga lengkap" Sahut meli sembari memperhatikan rumah Kafa


"Alhamdulillah, silahkan diminum maaf seadanya" sahut ara


"Ini sudah lebih dari cukup ko kak" sambung Asna


Setelah minum kini mereka bertiga asik menonton Tv sembari bergosip Hingga arah mendengar motor berhenti didepan rumah


" Itu kayaknya kafa deh kaka buka pintu dulu" ujar ara berlalu untuk menyambut sang suami


"Assalamualaikum sayang " sahut kafa sembari mencium kening sang istri


"Waalaikumsalam kak " balas ara meRaih dan mencium punggung tangan sang suami


"Ohh ada orang Ya , eh Janda muda juga disini"


"Ishhh kak kafa kalau panggil ngak usah ngungkit status kak panggil meli aja"ujar sinis meli


"Maaf ya dek kakak bercanda" sembari memeluk adik sepupunya itu


"Ya sudah kalian lanjutkan saja obrolannya kk mau mandi dulu"


Hari sudah berganti , sudah 3 bulan meli tinggal dirumah orang tua kafa dan kandungan ara sudah masuk bulan kelahirannya dan kafa mengajak sang istri untuk ketoko membeli perlengkapan bayi


" kak Ara ajak Asna sama meli ya biar ada yang bantuin bawa barang"


"Terserah kamu sayang kaka ngikut aja"


Dan disinilah mereka berada didepan rak pakaiAn dan selimut bayi ara memilih- milih baju-baju warna netral karena mereka belum tau jenis kelamin anak mereka


"Dek kalau kamu mau belanja silahkan pilih juga kebutuhan kalian biar kaka yang bayar" sahut kafa


" yes makasih kak" sahut mereka berdua


"Sayang duduk dulu nanti kamu kecapean , kaka beli minum dulu yah tunggu disini bentar" ujar kafa sembari mencium kening sang istri


"Iya kak"jawab ara selang beberapa menit kafa datang membawa satu cup minuman kekinian ,dan melihat sang istri sedang kesusahan memijat kakinya.


"Sayang ini minumannya , diminum dulu sini kakinya biar kakak pijitin , wah kaki kamu makin bengkak ya sayang kata mama kalau kaki sudah begini tidak lama lagi kamu lahiran " ujar kafa sembari memijat kaki sang istri


"Iya kak, Makasih karena sudah manjain aku selama hamil " sahut ara sembari mencium pipi sang suami


"Iya sama-sama sayang ini sudah kewajiban aku"


Dan kelakuan keduanya tak luput dari tatapan seseorang ada rasa Iri yang menjalar dihatinya ia ingin diperhatikan seperti itu


Ternyata kafa orang yang begitu penyayang dan juga mapan tidak seperti mantan suami aku yang cuek dan kere itu. Beruntung nya Ara dapat suami yang perfect, apa aku juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ara


Hingga lamunan Meli buyar setelah Asna menepuk bahunya dan bertanya dengan isyarat Ada apa yang dijawab gelengan kepala.


Ya orang yang sedari tadi memperhatikan kafa ialah Meli,

__ADS_1


Selesai dengan urusan berbelanja kini mereka berempat pulang kerumah


__ADS_2