
Terkadang Cinta saja tak membuat seseorang untuk bertahan disisimu Kau tak Bisa mencegah segala perubahan
Bila waktu mampu merubah seseorang tapi tidak dengan Ara, sudah 5 bulan belakang ini sang suami sudah jarang tinggal dirumah dia sering menghabiskan waktu dibengkel tapi yang membuat ia tetap berfikir positif adalah sifat suaminya yang tidak pernah berubah tetap sehangat pertama kali menikah hanya saja kadang ia hanya 3 malam tidur dirumah dan selebihnya dia tidur di bengkel
Ara yang sudah bangun dari shubuh untuk menyiapkan sarapan pada sang suami dan bekal untuk makan siangnya , kemudian ia menyiapkan pakaian sang suami dengan penuh kasih sayang ia membangunkan kafa
"Kak bangun sudah pagi, apa kamu ngak masuk bengkel hari ini" ara mengusap lembut pipi sang suami
"Ya tuhan ara masih ngantuk, untuk kqyak gini aja kamu gak peka banget sih aku capek kerja siang dan malam buat kebutuhan kamu dan izar "ujar kafa sembari mengacak kepalanya kesal
"Kamu tau kan semalam aku pulangnya larut banget kamu ngerti ngak sih " bentak kafa pada ara hingga membuat ara syok , untuk pertama kalinya selama menikah baru kali ini kafa membentaknya entah apa yang ia lakukan hingga membuat sang suami marah seperti itu
"Maaf kak , Aku hanya takut kamu kesiangan ke bengkel nya" sahut ara dengan menunduk sambil menahan air matanya
Kafa yang sadar apa yang ia lakukan lalu memeluk sang istri dan meminta maaf entah mengapa akhir-akhir ini moodnya kurang bagus karena meli selalu melakukan permintaan aneh-aneh
"Maaf sayang aku ngak sengaja bentak kamu" sahut kafa memeluk ara dari belakang
"Ngak papah ko kak ara tau kakak capek ya sudah ara mandiin izar dulu kaka sarapan aja udah ara siapin " sahut ara sembari menekan dadanya ,ia merasa takut mendengar bentakan sang suami ditambah ia orangnya cengeng yang membuatnya tidak berhenti menangis
Ara berusaha menahan perih yang menjulur dihatinya, tak ingin berlarut dalam kesedihan ara bergegas memandikan sang anak dan menyuapinya
Setelah makan kafa pamit pada sang istri lalu mencium kening ara dan baby izar
"Sayang untuk nanti malam kamu ngak usah siapin makanan buat aku soalnya malam ini aku mau kerumah mama ada urusan sama kak Iman " ujar kafa
"Iya tapi kakak ngak nginap dirumah mamah kan " tanya ara memastikan
"Kalau itu kakak ngak tau ,tergantung dari pekerjaan sih kalau cepat selesai aku akan pulang kalau ngak aku bakalan nginap," sahut kafa
"Ohh gitu "
" kenapa kamu takut sendiri dirumah kalau gitu biar aku suruh Asna buat antar kamu kerumah ayah yah biar kamu ngak kesepian apalagi sudah lama banget kamu ngak kumpul barang sahabat kamu"
" ya sudah nanti aku kerumah ayah"sahut ara dengan wajah berbinar
"Ya sudah kaka berangkat dulu dah sayang" Kafa membalikkan badannya dan menaiki sepeda motornya untuk kebengkel
Sedangkan ara masuk kembali kerumah untuk bersiap ,karena sebentar lagi Asna akan datang untuk menjemput nya
Setelah menunggu beberapa menit kini Asna datang membawa motor meticnya
"Assalamualaikum kak , kak ara sudah siap" tanya Asna setelah memarkirkan motornya
"Iya kaka dari tadi sudah siap".
"Anak Ganteng Aunty sudah keren banget sih mau kerumah nenek ya sayang, uu harum banget sih" ujar Asna sembari mengendong sang ponakan
"Iya dong Aunty Izar harus ganteng sama wangi supaya cewe-cewe pada naksir" ujar ara dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil
" ihh belum gede aja sudah mau jadi playboy kamu,"
"Harus donk Aunty Asna ,"
" Ya sudah yuk berangkat ka sebelum makin panas , kak ara ya yang bawa motor aku malas soalnya "
__ADS_1
"Ya sudah biar aku aja yang bawa kamu pengangan yah" sahut ara
Setelah menempuh perjalanan 20 menit kini ara telah sampai kerumah kedua orangtuanya, kedatangannya disambut hangat ayah dan mamanya
"Assalamualaikum kakek nenek" sahut ara setelah sampai didepan pintu
"Waalaikumsalam wah cucu nenek yang ganteng sudah datang mari masuk nak" sambut kedua orang tua Ara
" kak aku pulang dulu yah soalnya aku sudah janji sama teman aku" sahut Asna
"Loh kamu ngak mampir dulu Na " sahut mama ara
"Lain kali aja tant aku soalnya lagi buru-buru nih maaf yah"
"Ya sudah kamu hati-hati dijalan jangan ngebut lo" sahut ara yang di aku gk jempol oleh Asna
"Yuk masuk Nak sini cucu ayah mau gendong" sahut ayah ara sembari mengendong baby izar yang sudah berumur 1 tahun lebih
m"Sayang sama kakek dulu yah mama mau ketoilet bentar sudah kebelet" ujar ara berlari kebalakng untuk buang air
"Astaga anak itu sudah jadi ibu masih belum berubah" ujar sang ayah geleng-geleng kepala
"Iya lah Yah wong umur si ara baru 20 tahun yang jangan heran kalau sifat dia masih seperti itu" sahut mama ara
Setelah selesai buang air kini ara pamit untuk keluar jalan-jalan barang sang sahabat
"Mah Yah ara keluar bentar ya mau jalan-jalan bareng nilam " sahut ara
"Iya kamu keluar aja siapin aja ASI buat Izar" sahut sang Ayah
"Iya sudah ara siapin kok, sama bubur nya sudah ara siapin si kulkas kalau lapar mama suapin yah"
"Iya dah mama ayah, dah anak kesayangan mimi" ujar ara sembari mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan kening sang anak
Setelah janjian dengan nilam kini mereka berdua tengah keliling mall untuk mengusir kebosanan ara, Sebenarnya mereka janjian bertiga tapi Nisa tidak bisa ikut karena ia harus pergi dengan kedua orangtuanya kerumah sang nenek
Nilam menarik tangan Ara kesana kemari memasuki beberapa toko namun tak satu pun yang mereka beli, yah mereka hanya pergi untuk cuci mata tapi jika ada yang menarik mereka akan membelinya,
Nilam yang memperhatikan ara yang selalu murung merasa heran karena tidak biasanya ia seperti itu jika diajak berkeliling Mall
Karena merasa kelelahan Nilam pun mengajak ara untuk makan disebrang Mall ia ingin suasana yang tenang , karena ia merasa ada yang tidak beres dengan sang sahabat
"Ra kamu kenapa sih dari tadi aku perhatikan muka kamu kusut bener ,ngak dikasih jatah yah sama yayang kamu" ujar Nilam menggoda sang sahabat
"Hisss apaan sih Beb kamu ngaco deh,"
" ya terus kenapa manyung terus ," sahut nilam
"Nil aku mau curhat sama kamu tentang kak Kafa " ujar ara dengan wajah serius
"Memangnya kenapa dengan suami kamu"
"Aku ngak tau apa yang salah dalam pernikahan kami Kafa sudah 5 bulan ini mulai berubah" ujar ara lesu
"Maksudnya berubah kayak gimana sih"tanya nilam dengan jiwa kepo nya
__ADS_1
" selama 5 bulan ini kafa sudah jarang pulang kerumah kadang seminggu bisa 3 kali tinggal dirumah sedangkan dia sering menghabiskan waktu di bengkel Dan Tadi pagi untuk pertama kalinya dia ngebentak aku setelah 2 tahun Nikah"
"Ahhh mungkin perasaan kamu aja setau aku dari Nisa kalau bengkel suamimu makin rame soalnya dia juga jarang ketemu sama anwar karena Kata dia Anwar kadang lembur dibengkell" sahut Nilam
"Iya mungkin, tapi aku ngak habis fikir setiap ia pulang kerumah pasti dibagian dada sama punggung nya ada tanda merah , dan aku tau itu tanda apa karena aku juga sering melakukan nya"
"Husst ngak usah berfikiran yang tidak-tidak mungkin saja itu gigitan hewan atau apaa"
"Mungkin sih" ujar ara
Masa hewan sih orang aku tau itu tanda apa
Nilam mencengkram pundak ara
"Ra mungkin itu perasaan kamu saja, Aku ingat benar Bagaimana ia mencintai mu , Rasanya ngak mungkin dia memiliki wanita Idaman lain, Ngak mungkin dia berubah begitu saja
Ara Tersenyum tipis karena memang kenyataannya seperti itu jika kafa suaminya sudah berubah , walaupun sikapnya masih sehangat dulu bisa jadi kan itu trik dia agar aku ngak curiga
"Aku pikir dia memiliki wanita Lain Nil"
Nilam terkejut ia tak mampu menyembunyikan keterkejutannya
"Kau Gila Ra" sahut Nilam dengan. Suara keras
"Husssttt mulutmu " sahut ara
"Sorry Aku kelepasan gara-gara pikiran konyol kamu itu"
Ara Tersenyum miris, Ya andai dirinya benar-benar gila maka hatinya tak akan sakit seperti ini , membayangkan tanda merah ditubuh sang suami membuat hatinya berdenyut sakit. jika saja memang otaknya mengacau maka hatinya tidak akan sesakit ini Apa yang terlihat tidak selalu benar
"Aku berharap aku beneran gila Nil" Senyum getir menghiasi wajah cantiknya
"Sudah ngak usah kamu fikirkan itu jika kamu gila siapa yang akan ngurusin ponakan antengnya aku, sudah ayo makan nanti keburu dingin kita keluar untuk senang-senag bukan malah kek gini" sahut nilam sembari memakan makanannya
Melihat sang sahabat hanya diam saja Nilam mencengkram lengan sang sahabat dan menatap kedalam kedua bola mata Ara dengan tatapan meneliti hendak mencari kejujuran dikedua bola mata itu .
Dirinya tersenyum tipis ketika melihat kesedihan yang begitu dalam dimata sang sahabat .
Ara yang ditatap seperti itu tak mampu lagu untuk tidak mengeluarkan air matanya Ia menangis tersedu-sedu dipelukan sang sahabat.
Nilam yang baru pertama kali melihat sang sahabat seperti itu ikut meneteskan air matanya, sembari menenangkan sang sahabat
"Sejak kapan dia seperti itu hingga membuatmu sekacau ini" sahut nilam setelah merasa ara sudah tenang
"Sejak dia mengantar Meli kembali ke kota M 6 bulan yang lalu, sebulan kedatngannya dia banyak diam dan tak pernah menyentuh ku dan 5 bulan ini jarang pulang kerumah" sahut ara dengan suara pelan
" kenapa kamu baru mengatakannya sekarang kenapa tidak dari kemarin" tanya nilam
"Aku ngak ada waktu ,aku selalu sibuk buat ngurus Izra , apa lagi ketika dirumah aku sendiri dia kadang rewel hingga membuat aku kadang tidak tidur"
"Sabar sayang tetap percaya sama tuhan semoga yang kamu khawatirkan benar-benar tidak terjadi, ayo pulang kasiant anak kamu , malam ini kamu nginap aja dirumah orang tua kamu aku ingin mengajak kamu kerumah sakit buat jengukin saudari perempuan Adi yang baru melahirkan " sahut nilam yang dijawab anggukan Oleh ara
Maaf baru update soalnya author lagi kurang enak badan ,
Maaf jika banyak penulisan kata yang kurang jelas ,
__ADS_1
Percayalah menulis cerita ini begitu menguras otak untuk berfikir apa lagi dibulan puasa ini
Dan juga Aku masih pemula jadi maklumi aja Readers