Pelangi Sebelum Hujan

Pelangi Sebelum Hujan
Bab 16


__ADS_3

Jam 2 Dini hari,Tiba-tiba ara merasakan Perutnya agak sedikit mulas hingga ia terbangun dan masuk kedalam kamar mandi untuk buang air kecil, 10 menit berlalu ara keluar dan ia merasa ingin buang air lagi


"Ehmm kenapa ngak enak gini perut sama pinggang aku, apa mungkin karena kecapean yah gara-gara belanja kemarin" keluh ara lirih


Kafa terbangun karena merasa pergerakan diatas kasur dan meraba sebwlahnya untuk mencari sang istri dengan mata yang masih tertutup


"Sayang ... Ara ..sayang" sambil meraba sana sini sambil merem


"Iya kak ara ada dikamar mandi"Jawab ara lirih


Kafa beranjak dari tempat tidur dan menyusul sang istri dikamar mandi dan melihat ara terduduk dilantai sembari meringis


"Eh sayang kamu kenapa" sahut kafa panik


"Hem entah kak perut ara sakit sampai pinggang " jawab ara sembari memegang pinggangnya


"Kenapa kamu salah makan atau jatuh"


"Ngak makan apa-apa kak mungkin ara kecapean gara-gara kemarin"


"Sini biar kaka angkat dan bantuin Ade ngelus pinggangnya" sahut kafa sembari mengendong sang istri keatas kasur


"Adek sambil bobok lagi aja biar kakak yang elus pinggangnya yah jangan pindah-pindah dulu


Ara menyetujui saran sang suami dan membelakangi kafa agar memudahkannya untuk mengelus pinggangnya


"Sayang jangan-jangan kamu mau lahiran yah" tanya kafa


"ara gak tau kak kan ara belum pernah lahiran" sambung ara


"Ini mungkin benar efek kemarin sayang " lanjut kafa


"Ya sudah kamu tidur lagi yah biar kakak yang pijat"


10 menit sudah kafa memijat pinggang ara dan melihat ara sudah tertidur kembali, kafa beranjak kekamar mandi untuk buang air kecil setelah keluar ia melihat ara terbangun sembari memengang pinggangnya


"Hiks hiks kak sakit" ujar ara sesegukkan


"Kenapa sayang sakit lagi, sini abang peluk" ujar kafa sembari memeluk sang istri


"Sudah jangan nangis sini tidur lagi biar abang yang elus ya sayang " sambung kafa


Dan benar saja setelah beberapa menit ara kembali tertidur, kafa yang melihat sang istri tidur Ia sebenarnya kasian melihat sang istri seperti itu , hingga Kafa tertidur disamping sang istri

__ADS_1


Adzan shubuh berkumandang kini ara terbangun sembari meringis merasakan sakit hingga ia menangis karena rasa sakit yang ia rasakan makin menjadi dan sering


Kafa yang mendengar sang istri menangis terbangun dan melihat wajah sang istri sudah banjir air mata


Dan ketika kafa menyibak selimut ia kaget melihat seprei terdapat darah ia langsung menghubungi iman untuk membawa mobil dan mengantarkan ara keklinik dokter riska ia berganti pakaian dan mengambil keperluan persalinan sang istri


Tak butuh waktu lama iman datang dengan tergesa-gesa ia tak sempat memberitahu mama papahnya saking panik nya iman membantu kafa mengendong ara masuk kedalam mobil


Setelah sampai di klinik kini ara diperiksa tekanan darahnya dan juga posisi bayinya setelah dirasa bagus


"Masih sakit buk " tanya dokter


"Iya dok kadang sakit kadang ngak"sahut ara lemas


"Ya sudah saya periksa dulu ya sudah memasuki pembukaan berapa"


"Eh dok istri saya mau diapain kok celana sama roknya dibuka" sahut kafa kaget


"Kaka ini mau dicek kira-kira ade sudah pembukaan berapa tenang kenapa kak" Ucap ara yang lama-lama kesel dengan tingkah kafa


"Tapi kan sayang" ragu Kafa seakan tidak mau milik sang istri dilihat orang lain


" mau anaknya lahir ngak nanti" sahut dokter tersebut yang dijawab anggukan oleh kafa


"Ya sudah Izinin saya melakukan tugas ya pak , tenang aja istri anda tidak akan kenapa-napa" sahut dokter riska


Cukup membuat ara meringis ketika dokter Melakukan pengecekan


"Ini sudah pembukaan terakhir buk siap-siap ya dengar instruksi saya" ujar dokter


"Pelan-pelan ya buk, ayo siap dorong bayinya buk mengedan perlahan" ujar dokter memberi aba-aba setelah mengedan 3 kali akhirnya suara tangisan bayi terdengar Hingga Iman bergegas menelfon orangtua dan mertua kafa


Oek oek Oek suara tangis bayi memenuhi ruangan


"Alhamdulillah ya Allah Terimakasih sayang " ucap kafa bersyukur sembari mencium kening sang istri hingga iya menangis saking terharunya


Dokter meletakkan bayi itu keatas dada ibunya.Dan ara perlahan meraba bayi mungil tersebut . tak terasa Tetesan air mata Membasahi pipinya, begitupun dengan kafa ia menatap bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu yang tampan sepertinya hingga kafa tersenyum bahagia


Rasa sakit yang Ara rasakan dari dini hari hilang setelah melihat bayi mungil tersebut Setelah bayinya dibersihkan Kafa diminta untuk megandzani bayi tersebut


Diluar ruangan seluruh keluarga baik ara dan kafa menunggu dengan harap-harap cemas mereka tidak sabar untuk melihat cucu pertama dari 2 keluarga tersebut


Sesaat kafa keluar dari ruangan karena ara harus dibersihkan

__ADS_1


"Nak gimana keadaan ara dia sehat kan sama bayinya" tanya ayah ara sembari memeluk kafa begitu pun mama ara


"Ara sehat yah ,Bayinya juga sehat dia tampan seperti ku"


"Mama Kafa punya bayi dia kecil seperti ini " sahut kafa memeluk sang mama dan mengibratkan bayinya sekecil tangannya


"Iya sayang sekarang kamu menjadi seorang ayah , " sahut sang mama sembari menitikkan air mata


Setelah ara dipindahkan ke ruangan lain kini kafa dan keluarga melihat bayi mungil itu mereka saling berebut untuk mengendong sedangkan kafa ia terus berada disisi sang istri mencium lembut kening ara dan tak henti berterima kasih


"Sayang ada yang sakit" tanya kafa sembari membelai pipi sang istri


"Ngak ada kak hanya ngilu aja yang bagian itu" ujar ara


"Ya sudah kamu makan dulu ya kakak suapin"


Setelah kafa menyuapi ara kini ia tengah melihat bayinya


"Ini mau dikasih nama siapa Kaf" tanya iman


Kafa dan ara saling pandang mereka berdua sudah jauh-jauh hari mempersiapkan nama bayinya


"Abidzar Emery nama panggilannya Baby izar"


"Assalamualaikum" tiba-tiba suara teriakan dari luar ruangan


"Waalaikumsalam" jawab yang didalam kompak, dan menoleh kearah suara yang berasal


Ternyata sahabat ara yang datang beserta adik ipar ara Asna dan meli


"Kyaaaaaa "Nilam dan nisa berteriak histeris setelah melihat baby tampan ara


"Eh kalian jangan teriak-teriak entar baby aku bangun" sungut ara


"Sorry beb soalnya anak lo ganteng banget sih jadi ngak sabar pengen nyium " ujar nilam yang diangguki nisa


"Nanti aja anak aku lagi tidur" sahut kafa


" ya udah deh selamat ya sayangku iii ngak nyangka yah kamu sekarang sudah jadi ibu" ujar nilam


"Iya sayang makasih yah uda jengukin " ujar nisa sembari memeluk ara hingga tiba-tiba nisa membisikkan sesuatu ke ara


"Ra aku perhatiin itu sepupu suami kamu merhatiin kafa terus deh , dari tatapannya yang sama sekali ngak beralih dari laki lo dia kayaknya suka , hati-hati aja kamu sayang pelakor sekarang ngak tau tempat bahkan adik sendiri bisa jadi pelakor kayak yang lagi viral itu' ujar nisa

__ADS_1


'Insyaallah ngak sayang aku percaya suami aku" bisik ara


Setelah asik berbincang semua orang pulang untuk berganti pakaian dan menyuruh ara untuk tidur selagi baby izar tidak rewel


__ADS_2