
Dirumah sederhana seorang perempuan cantik dan masih muda tengah mondar-mandir sembari menelfon seseorang sudah malam sang suami tak kunjung pulang bahkan ia sudah menelfon kerumah mertuanya untuk menanyakan sang suami tetapi mereka bilang jika sedari siang kafa tidak berkunjung kesana
"Mas kafa kemana lagi sudah malam begini belum pulang ngak biasanya ia seperti ini" gumam ara
"Mungkin sibuk kali apa lagi hari ini barang-barang baru baru masuk, aku makan kali a nanti kalau dia datang aku siapkan ulang"
Sedangkan ditempat lain kafa sedang gelisah memikirkan ara
"Bang Meli lapar mau makan" rengek meli
"Mau makan apa" tanya kafa datar
"Mau makan sate bang beliin yah"
Kesempatan aku akan kerumah dulu baut temuin ara baru kesini lagi
" Oke"
"Jangan lama nanti anak kita kelaparan" ujar meli sembari mengelus perut buncitnya
"Iya"
Setelah menempuh beberapa menit kini kafa sampai dirumah dan tanpa babibu langsung menyerang ara yang sedang tertidur karena berpelukan dengan meli membuat yang dibawah sana meronta-ronta
"Aaaaaa" teriak ara kaget
"Huuusst jangan ribut sayang nanti Izar bangun ini aku sayang" bisik kafa sembari mencium leher sang istri
"Isssst kakak bikin kaget aja sih, kakak mau makan ara siapin dulu" sahut ara ingin beranjak dari tempat tidur
"Iya abang mau makan kamu sayang sudah lama abang tidak melakukannya" belum sempat ara menjawab kafa sudah membungkam bibirnya dan membuka pakaian stelfonnya
Hingga bagian atas aang istri terpampang didepan matanya
"Sayang kok ini berubah yah ngak seperti pas kamu hamil" sahut kafa sembari megamati benda favorit nya
"Ya berubah lah kak kan aku lagi ASI baby jadi begini" sahut ara malu-malu
"Jadi ngak kenceng yah " Canda kafa
"Isshhhh kaka hina aku yah,yah sudah kakak jauh-jauh gih ,aku juga kayak gini karena buat urus anak kamu" sungut ara
" maaf sayang aku kan cuman bercanda, kita lanjutkan yah Zaujati" rayu kafa sembari mencium kening sang istri
"Percuma kak aku lagi ada tamu" sungut ara
"Apa kamu lagi Ada tamu bulanan, yah gagal deh dapat jatah" sahut kafa dengan muka masam
"Iya kan sudah sebulan ara ngak ada tamu kaka juga sudah jarang sentuh aku , sudah kan bisa nunggu tinggal 2 hari aja kok,"
" ya sudah kamu siapin makan deh kakak lapar"
"Iya ara siapin"
__ADS_1
Setelah ara keluar tiba-tiba meli menelfon
Hampir lupa kalau tadi simeli nyuruh aku beli sate
[Halo bang, kamu dimana sih aku tungguin dari tadi lama banget]
( belum ketemu penjualnya , kalau sudah ada nanti aku juga kesitu sudahlah aku capek keliling terus)
Sebelum meli menjawab kafa sudah mematikan telfonnya
'Kak makanan sudah siap" sahut ara dari dapur
"Iya sayang " sahut kafa sembari memakai kembali jaketnya
"Loh kakak ko pakai jaket lagi emangnya kakak mau keluar" tanya ara
"Ia sayang kaka cuman kesini mau makan aja ,mau kembali kebengkel nanti ini masi banyak barang yang kaka belum urus, kamu ngak papah kan kakak tinggal"
Maafin kakak Sayang
"Oh yasudah kakak makan aja dulu , hati-hati tapi "
"Iya sayang" sahut kafa sembari mengunyah makanannya
Selesai makan kini kafa kembali kerumah neneknya dan membawakan sate pesanan ya
"Abang kok lama banget sih aku kelaparan nih" sahut meli dengan muka masam
"Maaf tadi aku makan Bentar ,nih masuk makan aku capek mau tidur"
Kafa yang melihat melihat seperti itu menelan ludah kasar ia sebagai manusia normal pasti akan tergoda tetapi pikiran dan hatinya bertentangan
Ingat kafa dirumah ada istrimu yang sangat kau cintai jangan sampai engkau melukai perasaannya cukup sekali kau melakukannya
Jerit hati kafa
Ingat meli juga istrimu jadi tidak mengapa kau melakukannya toh kalian adalah pasangan halal bisik pikiran setan kafa
"Kenapa Bang ,meli kangen abang" bisik meli dengan suara seksi
"Berhenti aku bilang mel ganti bajumu cepat" bentak Kafa
" kenapa bang aku juga istrimu sudah sebulan aku menanti nafkah batinmu" bisik meli sensual sembari mengigit gemas telinga kafa
'Cukup hentikan kegilaan mu ini meli" ujar kafa membuang pandangannya
Meli yang tidak kehabisan akal membuang seluruh pakaiannya
Gleeekkk
Kafa yang melihat pemandangan itu membuat sang adik kecil meronta-ronta apa lagi tubuh meli yang lumayan berisi dan sesuatu yang mengantung disana sungguh menantang
Punya meli dan ara beda banget meli lebih besar dan masih montok sedangakan ara setelah melahirkan fisiknya sudah berubah dia sudah jarang merawat dirinya
__ADS_1
Meli yang melihat kafa hanya diam sembari menatapnya tanpa babibu menyerang kafa duluan hingga malam panas pun terjadi
Kafa yang sudah pasrah malah mengambil kendali ia akui tubuh meli sangat seksi mungkin karena ia tidak pernah dijama oleh siapa pun membuat badannya terjaga dan kafa yang sudah dikuasai oleh nafsu melakukan hal itu hingga berkali-kali
Pagi hari sebelum kafa terbangun meli kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu kedapur untuk memasak sarapan untuk sang suami ,selama sebulan ia menikah ia belajar untuk menjadi istri yang baik agar bisa menarik perhatian kafa, sebenarnya ia sangat malas melakukannya tapi demi membuat kafa mencintainya ia rela melakukannya
Toh ini hanya sementara setelah aku membuatnya mencintaiku aku akan menyuruhnya untuk menyewa asisten rumah tangga gumam meli
Kafa yang mencium aroma masakan terbangun
"Benar-benar semalam meli begitu agresif ,apa aku berdosa melakukannya"
Tentu tidak dia adalah istrimu Bisik pikiran setan kafa
Kamu berdosa karena telah membohongi istri yang pertama jerit hati kafa
"Bodo amatlah dua punya istri menyenangkan juga satu memuaskan aku di ranjang dan satunya memuaskan aku untuk perutku" gumam kafa beranjak masuk kekamar mandi
Yah namanya laki-laki kalau sudah menemukan hal yang baru dia tidak lagi berfikir menggunakan perasaannya tetapi ia condong pada logikanya
Setelah selesai mandi dan berpakaian untuk kebengkel meli memanggil kafa untuk makan.
"Bang sarapan dulu sebelum ke bengkel aku sudah masakin nasi goreng" sahut meli
"Memangnya kamu bisa masak , bukannya kamu taunya Hp doank" ujar kafa seakan tidak percaya
"Issh bang aku kan belajar sama ibu setelah menikah sama abang ibu nyuruh aku belajar masak biar bisa nyenengin suami, makan aja kak aku jamin kok enak" sahut meli sembari mengisi piring kafa dengan nasi goreng tersebut
Setelah memakan sedikit kafa merasa jika masakan meli lumayan untuk sebagai pemula tapi baginya masakan ara lebih enak entah mengapa mengingat ara membuat perasaannya sedikit sakit karena telah mengkhianati nya tapi lagi-lagi Perasaaaan mengalahkan Logika seorang pria
"Ya sudah aku berangkat dulu "
"Hmmm Bang aku minta uang buat belanja keperluan aku" sahut meli sebelum kafa berangkat
"Iya nanti aku Transfer"
Kafa yang belum berganti pakaian kembali kerumah istri pertamanya , ara yang sedang menyiapkan sarapaan untuk sang suami berlari kedepan setelah mendengar suara motor sang suami.
Lalu membantu sang suami untuk mengambil pakaiannya, ketika kafa membuka baju ara terkejut mendapat beberapa tanda merah di d ada sang suami
Karena penasaran ara bertanya
"Kak itu dadanya kenapa merah-merah gitu"
"Ohh semalam di bengkel banyak nyamuk apalagi kakak lupa pasang obatnyamuk yah jadi gini deh"
Sial kenapa aku sampai lupa sih kalau anda tanda begini
"Ohh kalau gitu sebelum kakak nginap di bengkel lagi jangan lupa buat nyiapin anti nyamuknya"
"Ya sudah aku kedapur dulu"
Ara bukan orang bodoh yang tidak tau itu apa tapi ia lebih berfikir positif tidak mungkin sangat suami yang begitu mencintainya akan menghianati dirinya apalagi umur pernikahnnya baru berjalan 2 tahun dan mereka sudah memiliki anak jadi tidak mungkin sang suami melakukan hal yang tidak-tidak
__ADS_1
"Huuu syukur untung ara gak curiga , maafin aku Ra aku harus bertanggung jawab untuk meli tapi aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kamu dan Izra karena aku tetap mencintaimu" gumam kafa sebelum ke dapur untuk sarapan bersama sang istri, walaupun ia sudah sarapan ditempat meli tapi ia tidak akan membuat ara kecewa