
Janji kerap kali dilanggar oleh sang pembuat janji Tersebut Tanpa tahu makna sebenarnya dari Janji Itu,Orang-orang yang diberi janji kadang berharap dan bermimpi bila kebahagiaan yang mereka miliki itu takkan pernah berakhir Hingga kadang membuat seseorang lupa jika Cinta kadang bersanding dengan Luka
Ara mengusap Air matanya dengan Kasar meski berusaha tetap tegar namun nyatanya Air matanya tak berhenti.Meski jarak mereka Lumayan jauh tapi ara bisa mengenal dengan jelas rupa sang suami .Iya begitu sesak melihat sang wanita merangkul dengan mesra pinggang sang suami Sakit yah Sangat ia pernah dikhianati oleh seseorang Hingga membuatnya takut ,Tapi kedatangan sang suami kerumah orangtuanya dengan berani ingin menikah membuatnya berani untuk menerimanya
Perhatian sang suami selama ini dan Cintanya membuat ia lupa dengan kejadian yang pernah menimpanya,
Inikah kamu yang sebenarnya Kak ,
Inikah kerja yang kamu bilang , ternyata perhatian dan cintamu hanya omong kosong
Aku begitu percaya padamu hingga aku merelakan masa depan dan cita-citaku , hanya untuk bisa menjadi istri yang baik ,melahirkan keturunanmu dan mengurusnya sepenuh hati dan kamu diluar rumah tengah bersenang-senang dengan wanita lain
Gumam Ara sembari meremas tangannya hingga sesuatu yang tak Terduga membuat matanya membulat hampir keluar ,Ia syok dan hampir pingsang kala melihat wanita tersebut berbalik
"Mee....me ......meli dan Apa itu kenapa perut nya besar Apa Ia Hamil Bukan kah ia sudah bercerai dengan Suaminya ,Jangan bilang Meli ....." Hancur sudah perasaan Ara ia sampai terjatuh karena tak mampu menopang tubuhnya seakan Seluruh badanya tak memiliki tulang Ia menangis kala memikirkan apa yang sebenarnya terjadi ia menunduuk dan memeluk erat kedua Kakinya ia tak sanggup melihat kenyataan yang ada dihadapannya.
Ini pasti mimpi ,ini mimpi buruk
Tidak mungkin suami yang begitu mencintaiku tega menghianati ku seperti ini berselingkuh dengan sepupunya sendiri.
Hingga tepukan dipundanknya menyadarkan nya Ia melihat sang sahabat tengah menatapnya dengan intens
"Kamu baik-baik saja Ra kenapa kamu menangis disini" Nilam mencoba mencari-cari Tempat duduk yang jauh dari keramaian setelah menemukan tempat yang cocok iya mengajak Ara dan memapahnya Ia merasa terjadi sesuatu yang Tak beres dengan sang sahabat
"Kita kesana sebentar " Lanjut Nilam menunjuk kearah tempat duduk yang dekat dengan pemandangan Luar dari Mall tersebut tempat tersebut tersekat beberapa Rak Tas hingga tak begitu terlihat oleh orang-orang
Sementara ara tampak pasrah ia seakan tak punya semangat untuk hidup
"Apa yang terjadi Ra kenapa kamu menangis seperti Tadi "Nilam menghapus air mata sang sahabat dan memperbaiki Jilbabnya yang sudah tak berbentuk Ia menatap Ara dengan Khawatir apakah terjadi sesuatu pada ara
"Bukankah kamu baik-baik saja,atau ada yang sakit, ayo kita pulang" Nilam tak mengerti dengannya ,ia hanya meninggalkan Ara sebentar untuk mencari Skincare yang cocok untuknya ,Ia Tak menyangka setelah kembali ia melihat Ara dalam keadaan yang begitu memprihatingkan ,Namun Ia tak melihat kejadian Aneh disekitarnya Atau ada yang sudah melecehkannya ,pikiran Nilam menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi
Ia menatap Ara yang semakin terisak sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya badannya bergetar hebat.
"Kamu kenapa Ra jangan diam saja Kamu membuatku takut"
"Apa ada masalah kamu sakit atau kenapa, ayo ceritakan padaku jangan membuat ku semakin bingung" Sahut Nilam mengusap-usap punggung sang sahabat
"Aku...." Dada Ara semakin sesak kala mengingat kejadian tadi ternyata ini nyata bukan mimpi, Nilam yang melihat sang sahabat kesusahan berbicara segera memeluknya , ara yang dipeluk Oleh nilam semakin Terisak Iya begitu Hancur
"Apa salahku Nil" Ara berusaha menceritakan isi hatinya Ia mengendalikan rasa perih yang menjalar dihatinya Nilam pun semakin mendekap sang sahabat
"Pelan-pelan Ra sebenarnya apa yang terjadi mengapa kamu seperti ini, Apa seseorang menyakitimu" Nilam menebak apa yang sebenarnya terjadi ,mendapat anggukan dari Ara Nilam pun semakin penasaran
__ADS_1
"Siapa Ra ayo ngomong biar kita Lapor polisi"
"Suamiku yang menyakitiku Nil,ia menghancurkan perasaanku"
"Maksud kamu Kafa , Coba jelaskan Ra jangan buat aku penasaran seperti ini" Ujar Nilam melihat kesana kemari mencari Sosok yang diceritakan sang sahabat Namun nihil ia tak menemukannya
"Dugaanku Benar Nil Kafa menghianatiku kafa memiliki wanita lain" tubuh Ara bergetar Nilam yang mendengar cerita tersebut tak mampu menyembunyikan keterkejutannya
Tak pernah sekalipun ia membayangkan bila pria yang begitu mencintai Sahabatnya Itu bisa berpaling . mengingat kemesraan keduanya dan perlakuan kafa pada Ara Masi melekat diingatannya ia tak menyangka cinta yang begitu besar bisa hilang secepat ini walau pernikahan sang sahabat baru menginjak 2 tahun lebih
"Aku melihatnya sendiri perempuan tersebut begitu mesra merangkul pinggang kafa aku melihatnya meski dari lumayan jarak yang jauh tapi aku dapat mengenali suamiku sendiri Nil" lanjut Ara dengan suara serak
"Kamu melihatnya dari jauh Ra ngak mungkin itu kafa ,kamu pasti salah lihat Kafa adalah tipe pria yang setia,Aku bahkan ngak pernah melihatnya melirik perempuan lain saat berkumpul Anwar juga pernah bilang kalau disekolah itu kafa dingin banget sama cewe disekolahnya Ia hanya menatapmu seorang" sahut Anggi menenangkan sang sahabat yang tak berhenti untuk menangis
Ara mencoba berfikir positif namun mengingat perubahan sang suami 5 bulan ini membuatnya Gagal.ia tak mungkin membohongi dirinya melihat dengan mata kepala sendiri bahkan melihat perempuan yang bersama sang suami membuatnya yakin jika yang ia lihat memang benar Kafa
Ara ingin memikirkan Hal baik namun ia tak mampu melihat perilaku sang suami pada meli yang tidak ingin dekat selama ini membuat ia berfikir sebenarnya apa yang terjadi
"Aku fikir perasaan cinta tak kan pernah berubah nyatanya Aku salah" Ara tersenyum Lirih
"Terima atau Tidaknya Aku tahu dia bukan lagi milikku Aku bisa melihatnya, dia berkata padaku semalam jika ia akan kerumah orangtuanya dan pergi bersama Iman nyatanya Iman mengatakan mereka tak pernah bertemu, Pagi ini ia mengatakan akan kebengkel dan ternyata ia tak di bengkel Nyatanya ia hanya berbohong ia pergi berbelanja dengan wanita lain" lanjut Ara terisak,
Nilam yang melihat sang sahabat sperti itu tak mampu lagi berbicara ia hanya menenangkan dan mendengar keluh kesah ara, Kebohongan-kebohongan sang suami membuatnya tak tahu lagi mana benar dan salah
"Ayo kita pulang kasian anakmu sudah lama kamu tinggal" lanjut nilam sembara membantu Ara berjalan keluar dari Mall tak lupa ia membayar skincare sangat sahabat
Setelah menaiki motor mereka laju perlahan
"Jika memang yang kamu katakan benar aku akan membantumu Mari kita menghancurkannya ,kamu ingin melabraknya , menendang atau mencakarnya Atau ingin bercerai" Nilam berkata sungguh-sungguh.
Winda terpaku mendengar perkataan sang sahabat
Bercerai??? Jika memang ia selingkuh aku akan berceria cukup sekali dkhianati oleh orang yang aku sayang tidak ingin terjadi lagi
"Aku tidak tau mau melakukan apa Intinya aku ingin pulang kerumah dan mencari tahu sendiri yang sebenarnya dan terima kasih kamu sudah menjadi teman terbaik" Sahut Ara
"Aku berharap ini benar-benar tidak terjadi " sahut nilam
"Aku juga berharap sama Nil"
Meski memang inilah kebenarannya Nil
Nilam tau jika saat ini Ara ingin waktu sendiri.
__ADS_1
"Ra aku minta jika kamu tahu kebenarannya jangan Bunuh diri kasin Izar" sahut nilam bercanda
" hiss kamu aku ngak bakal melakukan hal bodoh seperti itu"setelah merasa Tenang kini mereka melajukan motornya dengan cepat takut Izar rewel
Selang beberapa menit sampailah mereka berdua dirumah orang tua ara.Nilam yang mengerti Ara butuh waktu meneruskan untuk pulang sedangakan ara mendapati sang anak tengah tertidur disamping Mamanya Ia pun bergegas mencuci wajahnya dan menunaikan kewajibannya mengadu pada sang pencipta ,
Setelah selesai ara pun membangunkan sang mama dan menyuruhnya untuk pindah kekamarnya sedangkan izar ia bawa untuk diberi Asi dikamar, setelah selesai ia menelfon sang suami untuk menanyakan dia dimana ,setelah tersambung ara pun mengucap salam
(Assalamualaikum kak)
[Waalaikumsalam kenapa sayang]
(Kakak dimana)
[Hmmm dibenkengkel kenapa ]
(Dari pagi kakak di bengkel )
[Ia habis dari rumah mama aku kebengkel ]
(Kakak ngak kemana-mana tadi)
[Ngak sayang dari tadi aku di bengkel ngak kemana-mana]
Cih dasar laki-laki brengsek
(Ohh kapan kakak jemput aku )
[Sore yah sayang, kakak tutup dulu lagi banyak kerjaan soalnya]
(Ya ) sahut ara mematikan ponselnya tanpa mendengar balasan sang suami
Kamu berbohong lagi kak baiklah hari ini aku ingin Bukti ,aku harus kerumah mama sendiri untuk memastikan omongan kamu mas
Sedangkan ditempat meli kafa tengah melamun setelah menerima telfon dari ara
Maaf sayang sudah berbohong sama kamu tapi aku mencintaimu sangat mencintaimu
Tanpa kafa sadari perbincangannya dengan ara didengar oleh meli
"Rasaain kamu Ara ingat Kafa akan menjadi milikku dia takkan kubiarkan kembali padamu" gumam meli tersenyum sinis
Yang dilihat Ara dimall tadi memang benar Kafa dan meli .setelah memeriksa kandungan dirumah sakit melih mengajak Kafa untuk pergi berbelanja ke mall membeli beberapa keperluan Bayi
__ADS_1