
Pagi Hari dirumah sederhana milik pasangan muda Ara dan kafa,
Sosok pria tengah sibuk berkutat didapur memasak bubur untuk sang istri
"Kak aku aja ya yang masak kakak duduk aja,dari tadi mau aku bantu ngak diijinin" sahut ara
"Sudah sayang Ngak papah kok ini bentar lagi buburnya sudah masak kamu tunggu aja dimeja" ujar kafa dari dalam dapur
Setelah menunggu beberapa menit bubur sederhana dengan toping telur rebus dan kerupuk sudah siap, kafa membawa makanan tersebut kehadapan sang istri sembari tersenyum
"Wahh kayaknya enak nih, aku makan ya kak" sahut ara yang tidak sabaran untuk memakan masakan pertama sang suami setelah sebulan nikah
"Tunggu sayang nanti kakak suapi , ini masih panas loh" sambil mengaduk-aduk bubur Tersebut
"Ihh kak kan ara bukan orang sakit "
"Jangan ngeyel sayang nanti kita akan tau apakah makhluk kecil ini sudah tumbuh dirahimmu"ujar kafa sesekali mengelus perut ara
"Semoga aja ya kak, mudah-mudahan apa yang dibilang dokter kemarin benar" ujar ara sambil mengelus perut yang masih rata itu
Selesai dengan sarapan Sederhana ala pengantin muda itu, kini mereka tiba di klinik Bunda untuk memeriksakan keadaan ara
Sesampainya diklinik ara diantar kafa menuju ruangan dokter menggunakan kursi roda karena tiba-tiba saja ara merasa kakinya Kram
Tok tok tok
"Permisi buk"sahut kafa
"Silahkan masuk pak buk" sahut dokter tersebut
"Ada yang bisa saya bantu pak"tanya dokter
"Bisa periksa istri saya dok kemarin dia tiba-tiba pingsang didapur kata dokter yang kemarin memeriksanya disuruh periksa disini" sahut kafa
"Ada keluhan apa ya buk" tanya dokter lagi
"Cuman sedikit pusing dok" sahut ara
"Oh begitu coba saya periksa lebih dulu ya buk"ujar dokter wanita itu meminta ijin
__ADS_1
Kafa mengangkat ara Naik kebrangkar dan dibaringkan .dokter menyelimuti ara dari bagian kaki hingga perut lalu meletakkan sedikit jell kepermukaan perut ara Dan meletakkan alat khusus.
Dokter memperlihatkan Kepada pasangan muda tersebut satu kantung embrio yang masih kecil.
"Wah selamat tuan anda akan menjadi seorang ayah, lihat ini adalah calon bayi anda"ujar dokter samb menunjuk titik kecil yang berbentuk seperti biji kacang
Kafa sampai terdiam memperhatikan calon bayinya
"Dok kenapa bayiku kecil sekali apa memang itu bayi, bukannya bayi memiliki tangan kepala dan kaki, saya perhatikan yang dokter tunjuk itu hanya bulatan kecil" ujar kafa dengan tatapan polosnya
"Memang bayi anda masih kecil karena baru berumur 3 minggu, janin tersebut akan membentuk setelah 4 bulan dan setelah bulan ke7 bayi akan terlihat sempurna"
Setelah mendengar penjelasan dokter kafa pun terdiam hingga terbit senyum indah di bibirnya Iya sangat bahagia bahwa sebentar lagi akan menjadi seorang ayah Rasa bahagianya membuat ia tak bisa berkata-kata. Ara apa lagi dia sudah menitikkan air mata saking bahagianya dia tidak menyangka diusianya yang masih muda dia dan suami diberi kepercayaan oleh tuhan untuk menjadi seorang ibu
"Tapi ada satu masalah disini pak" ujar dokter tersebut
"Apa itu dok" tanya kafa dengan ekspresi khawatir
"Kandungan bunda masih sangat lemah ,jadi jika ingin semua baik-baik saja ,Bunda harus banyak istirahat ,jangan stres dan perbanyak makan makanan bergizi"jelas dokter lagi
"Jika berhubungan suami istri apa ngak berbahaya dok" pertanyaan kafa membuat ara merona bahkan iya menunduk mendengar pernyataan vulgar suaminya ini
"Dan ini resep untuk vitamin dan lainnya silahkan bapak tebus di apoteker" tambah dokter sambil menyerahkan selembar kertas pada kafa
"Ya sudah kami permisi dulu dok terima kasih atas sarannya" jawab kafa sambil berlalu mendorong kursi roda sang istri
"Mimi akan menjagamu nak" ujar ara sambil mengelus perutnya yang masih rata
"Pipi juga akan menjanganya mimi iya kan sayang " sahut kafa ikut mengelus perut Ara
"Mimi dan pipi gimana panggilannya sayang bagus ngak,"tanya kafa
"Iya bagus kok kak"
"Makasih yah sayang sudah menjadi pelengkap hidup kakak, terus gimana kuliah kamu masih mau lanjut"
"Untuk sekarang Ara belum kepikiran kak mau fokus urus kamu dulu apa lagi akan ada dede bayi nanti"
"Terserah kamu sayang yang penting buat kamu nyaman" sambung kafa
__ADS_1
Lalu keduanya pulang membawa berita bahagia untuk kedua keluarga mereka.
Kabar kehamilan Ara disambut bahagia kedua keluarga apa lagi ini ada lah cucu pertama mereka
"Jadi aku akan menjadi kakek Mur" sahut ayah ara sambil mengucap Hamdalah
"Iya mas aku juga akan menjadi nenek" ujar mama ara sambil menitikkan air mata
Sedangkan ditempat lain mama papa kafa saling berpelukan bersorak bahagia
"Pah besok kita kerumah mereka yah mama ngak sabar mau ketemu menantu mama" sorak mama kafa yang diangguki sang suami
Pagi-pagi Terdengar Ara muntah-muntah dikamar mandi,kehamilan ditrimester pertama membuatnya kepayahan,ia sama sekali tak nafsu makan hingga membuat Kafa sedih melihat sang istri kesusahan seperti itu
"Sayang maaf ya membuat mu seperti ini andai rasa sakitmu bisa dipindahkan padaku, aku ikhlas sayang mengantiakan rasa sakitmu ini" ujar kafa sambil menyeka bibir sang istri dengan tisu
"kaka jangan ngomong kayak gitu aku ikhlas kak mengandung anakmu ,ini sudah kodratku sebagai wanita , cuman satu yang aku minta tetap ada disampingku baik suka maupun duka dan tetap setia " ujar ara
"iya sayang I'm promise, ya sudah kita keluar yah kamu naik ke kasur dulu kakak mau ambilkan air hangat sebentar didapur" ujar kafa sambil berlalu ke dapur
"ini sayang air nya pelan-pelan minumnya "
"sebentar lagi kedua orangtua kita mau datang selagi ada yang menjaga kamu kakak mau kebengkel sebentar , kamu ngak papah kan aku tinggal " sahut kafa
"ngak kok , nanti kalau kebengkel jsebelum pulang beliin bakso mercon yah kak entah kenapa aku pengen makan itu"
"Sayang tapi itu pedis loh kasiant dede bayinya nanti kepedisan apa lagi dari tadi kamu belum makan apa-apa , jangan yah sayang " ujar kafa dengan lembut
"tapi mau itu" rengek ara hingga meneteskan air mata nya
" oke kakak belikan asal kamu mau makan bubur ini sedikit gimana"
"Ngak bisa makan kak mual" rengek ara
" kakak mohon sedikit saja yah emangnya kamu ngak kasiant sama anak kita dia butuh kamu loh untuk pertumbuhannya"Bujuk kafa sesekali mencium dan mengelus perut sang istri
"Ya sudah tapi mau disuapin"
"ya sudah sini dekat kakak, kamu semenjak hamil makin manja yah, tapi ngak papah kakak suka kalau kamu manja kayak gini
__ADS_1