Pelangi Sebelum Hujan

Pelangi Sebelum Hujan
Bab 23


__ADS_3

Tok tok tok tok


Terdengar ketukan pintu diluar kamar Ara


"Assalamualaikum Ara" sahut mama diluar pintu


Ceklek


Pintu kamar terbuka dengan penampilan ara acak-acakan


"Waalaikumsalam ma kenapa"tanya ara


"Astagfirullah Ra penampilan mu kenapa acak-acakan begini" tanya mama melihat penampilan sang anak


"Ara belum mandi ma habis beresin kamar , mama kesini mau apa"


"Mama manggil kamu buat sarapan,mama juga sudah buatin Izar bubur"


"Iya Izar belum bangun Ara mandi dulu sambil nungguin izar bangun"


"Ya sudah buruan gih ini sudah jam 8 lewat loh bukannya kamu sudah janjian sama Nilam buat pergi jengukin kakanya Adi"


"Astagfirullah Ara lupa ma, Untung mama ingetin ara bisa ngamuk nanti nilam. ya sudah ara siap-siap dulu" sahut ara panik ia lupa jika hari ini ia janjian pergi dengan sang sahabat


"Iya sana gih siap-siap biar Izar mama yang urusin soalnya ayah kamu shubuh tadi sudah berangkat ke kebun mau mantau para pemanen sawi " ujar mama ara berlalu kedapur untuk menyiapkan makanan untuk sang cucu


"Eh masih ada waktu Setengah jam buat aku pompa ASI sama mandi kan berangkatnya jam 9 " gumam Ara sembari mengambil Alat buat pompa Asi untuk sang anak setelah selesai ara bergegas mandi dan bersiap sebelum keluar kamar ia menyempatkan mencium sang anak yang masih terlelap karena shubuh tadi Izar bangun dan bermain disamping Ara saat ia melaksanakan kewajibannya


Tidak lama berselang Nilam sudah datang mengendarai sepeda motornya dan membawa beberapa bingkisan untuk keponakan sang pacar Karena terburu-buru Ara tidak sempat untuk memberi tahu sang suami jika ia akan keluar sebentar


"Beb kamu lama banget sih bisa jamuran aku dari tadi nungguin kamu" ujar nilam bersungut


"Ihh lebay amat sih, orang cuman nunggu beberapa menit,maklum lah ibu-ibu bangun pagi ngurus anak dulu ngak kayak kamu masih single" balas ara sembari menoyor kepala sang sahabat


"Bercanda beb galak amat sih" sahut nilam


"Ehh suami kamu sudah berangkat kebengkel" lanjut nilam


"Astagfirullah untung kamu kasi tau aku belum kirim pesan buat kak kafa" ujar ara sembari mengambil ponsel didalam tas untuk mengirim pesan pada sang suami


"Memanganya kafa ngak nginep disini"


"Ngak dia nginep dirumah mertua aku katanya ada yang mau diurus sama Bang Iman" sahut ara lalu mengirim pesan pada sang suami


Entah kamu lagi ngurusin apa kak sampai tega ngebohongin aku


"Ya sudah berangkat yuk aku sudah dapat ijin dari suamiku"sahut ara naik keatas motor

__ADS_1


Sedangkan ditempat lain Sepasang suami istri baru itu tengah Bersiap berangkat ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan meli


"Mel nanti kalau sudah selesai Aku pulang dulu yah kasiant ara sm Izar sudah aku tinggal " sahut kafa mengambil kunci motor


"Ishhh Bang ,kan Abang sudah janji buat nemenin aku dirumah sampai sore" sahut meli dengan muka masam


"Mel kan kemarin aku sudah nemenin kamu dari pagi , "


"Pokoknya aku ngak mau tau Abang disini nemenin aku"tegas meli


Belum sempat kafa menjawab tiba-tiba ponselnya berbunyi ada pesan dari Ara


Untuk meminta Izin keluar bersama Nilam


"Ya sudah aku disini dulu kebetulan Ara mau keluar sama temannya"


"Gitu dong Bang Ya sudah kita berangkat" sahut meli sembari mengandeng lengan Kafa untuk keluar rumah dan bersiap naik keatas motor , setelah menempuh jarak 30 menit kini sampailah kedua pasangan tersebut dirumah sakit dan menunggu antrian


Sedangkan ara dan Nilam kini tengah berbicara panjang lebar bersama keluarga Adi ,Ya mereka berdua sudah sampai dirumah sakit .


"Uuu lucunyaa namanya siapa Di" tanya ara yang tengah mengendong bayi mungil tersebut


"Namanya Kurnia Hasyim" sahut adi


"Namanya cantik kayak orangnya iya kan sayang" sahut Nilam mencium-cium pipi bayi tersebut


"Terus kapan nih kalian berdua nyusul iya ngak Kak Lis" sahut ara yang diajungi jempol oleh Lisna kaka Adi


"Aku sih tergantung Nilamnya aja sih, Gimana sayang mau ngak kamu nikah sama aku" kerling adi pada Nilam


"Haiaisss ngak dulu lah kak Aku mau Lanjut kuliah dulu nanti yah pas lulus aja" ujar nilam yang tak pernah melepas tatapannya dari bayi mungil tersebut


"Iyaa nanti aku tungguin"


Aku pengen banget Nil nikah sama kamu secepatnya apa lagi kedua orang tua aku nyuruh aku buat secepatnya nikah.


Gumam Adi


"Ya sudah kak kami pulang dulu Ini ada sedikit Hadiah Buat Baby Kurnia" ujar nilam sembari meletakkan bingkisan tersebut keatas meja


"Ehh kok kalian Buru-buru sih " sahut Lisna


"Mau mall bentar kak beli keperluan Buat Si Ara " ujar nilam yang diangguki Ara


"Ya sudah makasih yah sudah mau jengukin kakak"


"Mari aku Antar Kalian keluar" sahut adi berjalan dibelakang keduanya setelah sampai dilobi rumah sakit mereka pun berpamitan

__ADS_1


"Maaf kak atas ucapan aku tadi ,jujur aku belum siap buat nikah masih mau lanjut kuliah"ujar nilam mengengam tangan sang kekasih


"Kamu kenapa sih ,aku ngak masalah sayang kamu tenang aja" sahut adi mencium kening sang istri


"Ya sudah aku duluan kak kasian Ara sudah lama ninggalin anaknya"


"Iya kalian berdua hati-hati dijalan jangan ngebut" lanjut adi yang diacungi jempol keduanya


Selang beberapa menit mereka berdua sampai dipusat perbelanjaan .Nilam mengandeng ara untuk masuk Dan berkeliling membeli keperluan Izar


Setelah selesai memilih beberapa popok dan perlengkapan mandi Kini nilam menarik ara untuk melihat beberapa pakaian wanita


"Sudah lama loh Ra aku liat kamu ngak pernah belanja baju, aku liat kamu sering pakai Daster Tampaknya kamu harus belanja ,inilah alasannya mengapa wanita perlu Me time"ujar nilam seraya memutar matanya jengah Sedang ara hanya tersenyum tipis


Tentu saja dirinya tak pernah belanja untuk kebutuhannya ,uang yang diberikan sang suami memang lumayan banyak tapi dia sudah jarang membeli kebutuhan pribadinya ,paling hanya kebutuhan Anak dan rumah yang iya Fikirkan


Begitu banyak mimpinya ia ingin merenovasi rumah sesuai dengan impiannya apa lagi rumah yang sekarang Masih terbilang kecil untuk mereka ia ingin menambah Kamar dan memperluas Ruang tengah agar ketika Izar sudah bisa berjalan ia akan leluasa berlari kesana Kemari


"Aku ngak membutuhkan Baju baru lagi pula aku jarang pergi setelah izar lahir dan Aku nyaman pakai daster jika dirumah"


Nilam menatap sahabatnya kesal


"Kamu sudah mirip ibu-ibu yang sering kita omongin karena penampilan dan sikap pelitnya pada diri sendiri" Wanita itu menggeleng-geleng membuat Ara tak mampu menahan Tawanya ,Ternyata memang tak ada yang pasti didunia ini .


Dulu dirinya berfikir bila ia tak ingin menjadi istri yang tak tahu bersolek ,Akan tetapi dirinya tak punya waktu untuk melakukan itu ia sibuk mengurus sang anak karena sang suami sudah jarang dirumah


Hmmm dimana kamu kak seharian ini kamu ngak nelfon aku hanya pesan ku yang kamu balas tadi pag Apa iya kamu ada yang lain


"Baiklah aku akan membeli baju agar kamu tidak mengatakan hal menyebalkan itu lagi"


Ara mendenggus kesal sedangkan Nilam tertawa dan bertepuk tangan senang


"Jangan lupa beli juga Skincare muka kamu juga mulai kusam" sahut Nilam


"Ya Aku mau liat kesana dulu kamu cari aja produk Skincare apa yang cocok buat aku" lanjut Ara Yang Ingin mengasingkan diri


Ia tak punya selera memilih pakaian mungkin dirinya telah berubah sudah jarang memperhatikan dirinya.


sedari tadi iya ingin menangis kala merasa jika sang suami sudah banyak berubah meski perhatiannya dan rasa Cintanya tetap ia tunjukkan


Ara menyibukkan dirinya untuk memilih pakaian .Tangannya terhenti tak kala melihat seseorang yang iya kenal ,ia segera bersembunyi dibalik pakaian yang ada disana Mengintip bagai seorang pencuri Sedetik kemudian rasa sakit menjalar dihatinya dadanya begitu sesak air mata yang sedari ia tahan kini mengalir deras tak tertahankan Disana suaminya Tengah bergandengan tangan dengan seorang wanita yang tak Asing Baginya Tampak Bahagia Mengandeng sang suami.


Tapi wajah sang suami Tak nampak senyuman Hanya Ekspresi Datar yang ia pasang


Apa kau benar-benar menghianati ku Kak???


Apa salahku

__ADS_1


Gumam ara yang tengah menangis tersedu-sedu


__ADS_2