Pelangi Sebelum Hujan

Pelangi Sebelum Hujan
Bab 17


__ADS_3

Sesampainya dikamar kafa membantu Ara untuk minum air yang ia bawa, Lalu merebahkan diri disamping sang istri lalu mencium seluruh wajah sang istri


"Sayang boleh yah " ujar kafa


Ara yang paham keinginan sang suami mengiyakan


Perlahan kafa mulai mencium kening, kedua mata ,pipi hidung dan berakhir dibibir sang istri perlahan namun pasti kafa pun membawa sang istri berolahraga malam,


1 jam berlalu selesai sudah kedua insan tersebut memadu kasih, hingga membuat ara tertidur dipelukan sang suami


"Zaujati kamu sudah tidur"


"Belum kak, ara capek lemes tau, " rengek ara


"Maaf sayang sudah buat kamu kelelahan, hmmm setelah punya anak bagian tubuh kamu banyak yang berubah yah sayang sepertinya anak kita membuat kamu jadi lupa ngurusin diri kamu" sahut kafa sembari mencium kening sang istri


"Sayang "


"Zaujati"


"Dek" sahut kafa


"Pantes ngak dijawab ternyata sudah tidur, selamat Malam My Life"ujar kafa yang menyusul sang istri kedalam mimpi


Keesokan harinya setelah selesai sarapan kafa menelfon Asna untuk menemani sang istri dirumah karena Tidak lama ia akan berangkat ke Kota M,


"Sayang kakak pergi dulu, bentar lagi Asna datang kok"


"Kaka berangkat pakai mobil ayah" tanya Ara


"Iya sayang ,ya sudah kaka pergi dulu hati-hati dirumah, Jagoan ayah jagain mama yah pipi pergi dulu" ujar kafa lalu mencium kening istri dan anaknya


"Assalamualaikum sayang"


"Waalaikumsalam kak, sampai nanti jangan lupa nelfon ara" sahut ara yang diajungi jempol oleh kafa


Kafa perlahan melajukan motornya menuju rumah kedua orangtuanya setelah menempuh beberapa menit sampailah ia dirumah sang mama, setelah menunggu meli menyelesaikan sarapannya kini mereka berpamitan pada orangtua kafa


" Ma kafa berangkat dulu, hmm ngomong-ngomong cuman kami berdua berangkat , Iman gak ikut mah" tanya kafa


"Ngak sayang Iman sibuk"


"Gimana kalau mama ikut aja"


"Ngak kafa mama harus kerumah nenek, memang nya kenapa sih kalau kalian aja yang berangkat"


"Ya ngak kenapa-kenapa sih mah ya sudah kami pergi dulu"


"Meli pulang dulu ya tan maaf uda ngerepotin" sahut meli


"Iya dan ingat nasehat tante kamu harus berubah jangan taunya ponsel aja ,harus tau didapur karena jika kamu nikah nanti suamimu bukan mau makan ponsel tapi Nasi" nasehat mama Dian


"Iya tante " jawab meli kikuk


" ya sudah kafa berangkat ma , Assalamualaikum" sembari mencium punggung tangan sang mama

__ADS_1


Setelah melewati pelataran rumah orang tua kafa, kafa yang sedang fokus menyetir Terkejut dengan tingkah meli yang Tiba-tiba mencium bibirnya,Hingga membuat kafa menghentikan mobil,


"Kamu apa-apaan sih mel kamu ngak waras ya" ujar kafa dengan muka memerah menahan amarah


" Aku waras Bang sangat-sangat waras" Ujar meli dengan santai


"Kamu sepertinya Ngak waras, kamu tau apa yang barusan kamu lakukan,Aku ini Abangmu Ngak sepantasnya kamu melakukan hal yang memalukan seperti ini Dan satu lagi Aku sudah punya istri yang aku cintai" sahut kafa dengan nafas yang memburu Andai meli bukan keponakan sang mama mungkin dia sudah menamparnya


"Iya kamu memang abangku tapi aku mencintaimu kafa, aku jatuh cinta padamu, aku iri dengan segala perlakuan mu terhadap istrimu, sedangkan aku tidak pernah diperlakukan istimewa oleh seorang pria baik ayahku atau pun mantan suamiku mereka berdua Brengsek tidak pernah puas dengan satu wanita,Ayah meninggalkan Ibuku yang tengah mengandung adik aku feby dan laki-laki itu dimalam pertama dia malah menghabiskan waktu bersama kekasihnya" ujar meli dengan Nada tinggi


"Jadi apa bedanya kamu dengan istri kedua ayahmu dan kekasih mantan suamimu sama -sama wanita penggoda sukanya mengganggu suami orang "ejek kafa


"Aku ngak perduli dengan semua omongan mu Aku mencintaimu dan aku ingin memilikimu Kafa"


"Kamu fikir aku akan menghianati istriku Cih jangan pernah bermimpi"


"Dan maaf aku ngak bisa mengantarkanmu pulang biar iman saja " ujar kafa sembari memutar mobil untuk kembali kerumah orangtuanya Hingga dering ponselnya membuat ia menghentikan mobil


"Tante Rasna mau ngapain dia nelfon" gumam kafa


"Assalamualaikum tante ada apa" sahut kafa setelah mengangkat telfonnya


(Kamu cepat an ya sayang soalnya ada urusan penting yang ingin tante omongin sama kamu..)


"Baik tante "ujar kafa sembari mematikan telfon nya


"Mel kamu pindah gih di kursi belakang Aku ngak mau duduk berdampingan sama kamu"


"Ngak mau kak" ujar meli


"Pokoknya aku ngak mau"


"Terserah tapi jangan prnah buat yang aneh-aneh lagi" sahut kafa pasrah


6 jam sudah kini Kafa dan melihat sudah sampai dirumah Tante rasna , setelah istirahat sebentar Kafa dipanggil untuk makan siang bersama meli dan adiknya


Setelah selesai dengan makan siangnya disinilah kafa diruang tengah duduk bersama Tante dan meli


"Oh iya tan sebenarnya tante mau ngomongin apa sih" Sahut kafa


"Gini Kaf tante pengen kamu nikahin meli " Sahut Rasna tanpa basa-basi


"Maksud tante apa, tante tau ngak kalau aku sudah nikah dan istriku baru beberapa bulan lahiran ,kayaknya tante sudah ngak waras seperti anak tante" ujar kafa sinis


"Kafa tante mohon ini demi keselamatan Meli mantan suaminya tetap ngak mau Pisah dan dia nuntut ganti rugi atas semua biaya pernikahan mereka,Dan tante ngak sanggup bayar tau sendiri kan papanya meli hanya sibuk sama istri keduanya" ujar Rasna memohon


"Kenapa harus aku Tan kenapa bukan Iman yang tante suruh, aku sudah punya istri dan anak dan aku sangat mencintai nya jadi maaf aku tidak bisa"


"Kamu tau sendiri kan Iman belum tertarik dengan namanya pernikahan dia Hanya sibuk dengan urusannya sendiri, Kamu hanya perlu menikahi meli secara siri dan jika kamu tidak ingin bersama Itu terserah kamu , dan kamu ngak perlu beri tau istrimu" sahut tante rasna


"Sekali lagi maaf Tan kalau begitu saya permisi " ujar kafa beranjak dari duduknya


"Kalau itu keputusanmu tante tidak akan memaksa , tapi setidaknya kamu menginap saja malam ini besok baru pulang kasian kamu kecapean" sahut Tante rasna


"Baiklah tapi saya minta tante jangan membahas hal ini lagi" lanjut kafa sembari berjalan masuk kedalam kamar tamu

__ADS_1


Dikamar kafa sedang sibuk berbicara dengan sang istri sembari memberi tahu bahwa ia akan pulang esok hari,Hingga panggilan dimatikan karena kafa ingin mengistirahatkan diri


Sedangkan diluar meli dan ibunya sedang merencanakan sesuatu untuk menjebak kafa agar mau menikahi meli


"Buk pokoknya meli ngak mau tau kafa harus menjadi milikku,aku capek ma hidup serba kekurangan apalagi ketika aku menikah sama sikere itu, sudah tua kere jelek lagi"


Ujar meli bersungut-sungut


"Ibu sudah cari cara sayang bahkan kebohongan ibu tetap ia ngak percaya apa lagi kafa semenjak menikah sudah punya bengkel walaupun kecil setidaknya penghasilan dia lumayan juga" sahut tante rasna


"Huuu sudah lah meli mau tidur ibu kalau sudah ada ide bangunkan meli " sebelum membuka pintu kamarnya tante rasna membisikkan sesuatu kepada meli yang membuat meli tertawa sinis


2 jam sudah kafa tertidur ternyata waktu sudah maghrib, kafa masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri dan sholat, lalu melakukan panggilan video call dengan sang istri hingga ketukan pintu membuat ia mematikan telfon nya


"Kafa kalau sudah sholatnya ayo kita makan malam tante sudah siapin dimeja kamu dirumah aja soalnya tante mau keluar bentar ada urusan" sahut rasna diluar pintu


"Iya kafa keluar tan"


Dimeja makan kafa memakan makanannya dengan lahap setelah selesai ia memasuki kamar dan melanjutkan istirahat


Sepertinya kafa sudah memakan makanan yang aku campur dengan obat perangsang


Uh kafa sayang I'm coming


Gumam meli yang sedari tadi memperhatikan kafa makan Ternyata rencana liciknya mencampurkan obat kedalam makanan kafa agar ia bisa tidur bersamanya dan mau tidak mau pasti kafa akan mau menikahinya


"Ini kenapa badan aku tiba-tiba panas yah "


"Ini kenapa lagi sidede kecil bangun terus apa aku keluar ambil kipas angin aja yag" ujar kafa keluar kamar mengambil kipas untuk ia pakai


"Kenapa badan aku ngak enak gini sih padahal tadi aku ngak makan apa-apa loh"


Hingga tiba-tiba meli masuk kedalam kamar kafa dan menguncinya ,


Ggglllleeekkkkk


Melihat penampilan melihat yang memakai baju haram membuat kafa ingin menerjangnya tetapi pikirannya menolak


Hingga ia berteriak kearah meli


" meli kamu apa-apaan pakai baju kayak gitu, keluar dari kamar aku cepat" Ujar kafa dengan nafas yang memburu bukan karena marah tetapi karena rasa panas yang menjalar ditubuhnya


"Bang aku ingin membantumu menyembuhkan sakitbmu," ujar meli melangkah kehadapan kafa memeluk dan minciumnya perlakuan meli yang memancing gairahnya membuat ia lupa diri hingga ia melakukan hal menjijikan efek obat itu membuat ia menghajar melihat habis-habisan dan membuat ia tertidur


Disisi lain Ara yang sedari tadi gelisah karena sang anak tiba-tiba rewel bahkan membuat ia menangis karena tidak bisa membuat anaknya diam


"Husssss sayang sudah dong nangisnya kamu kenapa Haus atau apa sayang cup cup sayang anak mimi sudah yah sayang" ujar ara sembari mengendong anaknya ke ruang tengah dan dibantu sang mama menenagkannya setelah tenang kini baby Izar kembali tertidur,tapi tidak dengan ara


Kenapa perasaan aku ngak enak gini yah, ini lagi Kakak ditelfon ngak diangkat apa ia lagi tidur yah,ya allah jagalah suami hamba Dari segala marabahaya,


"Kak aku merindukanmu, ini kali pertamA kamu pergi jauh ,semoga allah melindungi mu kak" gumam ara sembari naik ke kasur untuk tertidur


Sedangkan disisi lain meli yang sedang berbaring disamping kafa sedang tersenyum sinis


"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku kafa, mau tidak mau kamu akan menikahiku karena sudah melakukan hal ini ,ternyata ide ibu oke juga ,ternyata kau begitu ganas diatas ranjang hingga membuat aku mendeaah nikmat, aku tidak keberatan memberikan mahkotaku padamu karena aku mencintaimu" gumam meli sembari memluk erat kafa.

__ADS_1


__ADS_2