
"Mah pah meli hamil"
"Aa...aapa maksud kamu apa kafa ngomong itu yang jelas jangan ngelantur seprti itu" bentak mama dian
"Kafa jangan bilang perbuatanmu itu membuat meli sampai hamil" tanya sang papa memastikan
"Maaf pah Kafa ngak sengaja" sahut kafa dengan tertunduk
"Apa kamu jamin dia anak kamu kafa ,jangan-jangan itu anak orang lain atau mungkin itu anak mantan suaminya" sambung mam dian tidak percaya
"Benar mah meli hamil anak kafa , kafa ingat bahwa kafa yang pertama melakukan padanya, dan tante rasna mengirimkan buktinya" sahut kafa sembari memperlihatkan foto bukti pemeriksaan meli
"Tidak mungkin bagaimana bisa kamu melakukan itu Jelaskan sama mama apa yang sebenarnya terjadi " bentak mama dian sembari menangis
"Tenang mah jangan emosi dulu nanti darah tinggi mama kumat" sahut sang suami menenangkan Dian
Kafa menceritakan semuanya terhadap sang mama tanpa ada yang ditutupi
"Jadi keputusan kamu apa kafa , kamu ngak mungkin menceraikannya kan sedangkan dia sedang hamil anak kamu" ujar sang papa
"Aku ngak tau pah di satu sisi aku ngak mau nyakitin ara tapi disisi lain aku ngak mungkin nelantarin anak yang ada dikandungan meli" ujar kafa frustasi
" Itu karena punya burung ngak bisa dijaga, mama ngak mau tau kamu harus urus simeli itu ,jangan sampai menantu kesayangan mama tau jika sampai ia tau mama ngak akan memaafkan mu kafa" sahut mama dian berlalu masuk kedalam kamar dan membanting pintu
"Astagfirullah papa sebenarnya kecewa sama kamu tapi untuk menelantarkan meli tidak mungkin apa lagi dia sedang mengandung, jadi keputusan apa yang akan kamu lakukan nak"
"Aku ngak tau pah" sahut kafa sedih
"Gini aja kamu suruh Rasna mengantar meli kesini biar meli tinggal sementara dirumah almarhum mama papah dan kamu pulang kasiant ara kamu tinggalkan malam-malam seperti ini"
'Baik pah" sahut kafa lesu
Sesampainya dirumah ia masuk kedalam kamar dan melihat anak dan istrinya tengah terlelap
Sayang maaf karena aku tidak bisa menepati janjiku untuk tidak menghianati mu, entah apa yang akan kamu lakukan setelah tau semuanya
Gumam kafa sembari mencium kening istri dan anknya dan berlalu ke ruang tengah untuk tidur ,ia tak sanggup untuk tidur disamping sang istri ia merasa sangat berdosa menghianati kepercayaan istri tercintanya
__ADS_1
Keesokan paginya ara terbangun dan tak mendapati sang suami disampingnya
Loh kakak dimana apa semalam dia ngak pulanh yah, nanti lah aku telfon mau sholat shubuh dulu keburu siang nanti
Ara berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu berwudhu untuk melakukan kewajibannya ,setelah selesai shalat ara bergegas ke dapur untuk memasak sarapan sebelum sang anak terbangun
"Loh itu bukannya kakak yah ko tidur disitu" sahut ara berjalan kearah sang suami untuk membangunkannya sholat
"Kak bangun ,kakak bangun kok tidur disini sih ngak dikamar"
Hoooaaammmm
"Ahh maaf sayang abang capek jadi tidur disini deh" sahut kafa sembari merengangkan ototnya yang kaku karena tidur disofa
"Ya sudah mandi gih. Baru sholat ara mau masak dulu"
Setelah selesai sarapan ara kembali kekamar untuk memandikan baby izra dan menyuapinya bubur, sedangkan kafa tengah bersiap untuk kebengkel karena hari ini banyak barang baru yang harus ia cek
"Kakak semalam kerumah mama ngapain "
"Ngak ada sayang cuman ada urusan sama ayah, yah sudah kaka harus berangkat soalnya pagi ini banyak barang masuk di bengkel kaka mau cek dulu kamu kalau mau jalan-jalan panggil asna dilagi libur soalnya" sahut kafa
"Ya sudah kamu hati-hati yah Assalamualaikum" ujar kafa
"Waalaikumsalam kak"
Kaka sepertinya buru-buru banget sampai dia lupa buat cium aku
Dibengel kafa sibuk menota barang-barang yang baru datang dibantu Anwar sang sahabat, setelah selesai mencatat semuanya kini ia beristirahat karena waktu sudah siang ,
Setelah memesan makanan untuk keempat kariawannya kafa melaksanakan sholat dulu sebelum melanjutkan makannya selesai sholat tiba-tiba ada pesan dari meli dan mengatakan bahwa ia sudah sampai dirumah neneknya dan menyuruh kafa untuk membelikan makan siang
"Huu sudah sampai rupanya aku pesan makan dulu sebelum kesana, masalah lagi ini" sahut kafa dengan lesu ,setelah memesan makanan disinilah kafa berada dirumah sang nenek untuk melihat sang istri kedua
"Kafa untuk malam ini kamu temani meli karena tante harus pulang kasian feby tinggal sendiri dirumah" sahut rasna setelah selesai memakan makannya
"Maaf tan kafa harus pulang kerumah kafa biar asna yang menemanj meli disini" sahut kafa datar
__ADS_1
"Bang meli kangen sama kakak mau yah kakak temani meli bentar aja anak kaka pengen ditemani ayahnya " uajr meli manja
"Meli kamu itu hanya istri siri aku jadi jangan pernah memaksa aku untuk tetap disini , " uajr kafa emosi
" Kaf ingat meli lagi hamil anak kamu, kalau sampai kamu ninggalin meli tante akan membocorkan masalah ini pada istri mu" ujar Rasna tegas tanpa mau dibantah
" tante ngak usah ngancem aku ,"
"Ohh kamu nganggap tante main-main rupanya baiklah tante akan menelfon ara" ujar rasna sembara mengambil ponsel di tas nya
"Cukup tante , Baik aku akan menemani meli sekarang tante pulang"
"Bagus, sayang ibu pulang dulu kamu dirumah baik-baik yah kalau kafa nelantarin kamu , kamu harus kasi tau ibu"
"Iya Bu hati-hati dijalan salam buat febi"
Setelah kepergian Rasna melihat beranjak duduk disamping kafa dan memeluk manja lengan sang suami
"Bang meli kangen, meli ingin peluk" sahut meli manja
" lepaskan tanganmu itu ,kamu disini saja aku mau pulang biar Asna yang menemani mu disini" ujar kafa sembari berdiri sebelum kafa meraih handle pintu tiba-tiba ia mendengar sesuatu terjatuh, ternyata meli pingsan dengan kondisi tangan yang terluka
"Meli apa yang kamu lakukan " panik kafa dan mengendong meli masuk kedalam kamar dan membalut lukanya , ia ingin menelfon dokter tapi ia ragu jangan sampai orang-orang tau kalau meli adalah istrinya
Setelah menunggu beberapa menit meli pun tersadar
"Kamu apa-apaan meli kenapa kamu melakukan hal bodoh seperti tadi"
"Itu belum seberapa bang , aku bisa saja melakukan hal yang lebih dari pada ini jika
Abang tidak menuruti apa mauku, aku hanya ingin dikehamilan aku ini abang selalu ada disamping aku " ujar meli dengan tatapan yang sedih
"Baiklah untuk malam ini aku disini, sekarang kamu tidur aku mau keluar dulu"
"Bang meli pengen dipeluk, aku juga istri abang sama seperti ara aku juga ingin dimanja bang".
"Baiklah " pasrah kafa
__ADS_1
Yesss ternyata rencana aku berhasil ngak sia-sia lah kesakitan sedikit yang penting kafa bersamaku malam ini , huuuu ngak sabar buat merasakan malam panas seperti kemarin . Dan kamu ara selamat atas kehancuran mu suamimu akan menjadi milikku aku pastikan ia tak akan pernah ada waktu buat kamu
Gumam meli dalam hati sembari tersenyum sinis dan memeluk kafa