Pembantuku Konglomerat

Pembantuku Konglomerat
Keluargaku rumit


__ADS_3

Sora membawa ila keliling menaiki sepeda roda tiganya. Tetangga mereka lumayan ramah, dan bahkan tengah duduk santai didepan rumah sembari bersendar gurau bersama tetangga yang lainnya. Sora menyapa, dan mereka membalasnya dengan senyuman. “Kamu pengasuhnya Ila?” tanya salah seorang tetangga yang juga tengah menyuapi anaknya.


“Iya, Bu, saya pengasuh ila. Baru seminggu kerja,” jawab sora.


“Kirain pacarnya Niji, atau kakaknya. Cantik banget, ngga cocok jadi babu.”


Sora hanya tersenyum mendengarnya. Ia lalu permisi lagi untuk melanjutkan perjalanannya dengan ila, lalu berbalik lagi untuk pulang karena pasti sebentar lagi niji akan tiba.


“Darimana?” tanya niji yang ternyata dibelakang dan mengiring mereka dengan motornya.


“Akak!!” Ila memekik memanggil sangking gembiranya. Tapi niji hanya tersenyum, karena ia juga tak bisa meraih ila untuk berjalan bersama. Hingga sampai di rumah niji terus mengiringnya dari belakang.


“Ila ngajak ke pantai, susah akum au bawa dia sendiri.” Sora melaporkan keinginan si kecil ila pada kakaknya.

__ADS_1


Niji lansung tersenyum dan meraih ila lalu menggendongnya, seperti biasa dengan mengecupi pipi cubby itu begitu gemas hingga ila terkekeh karenanya. “Ampun, Akak, Ampun, Ayok antai?” ajak ila lagi.


Saat itu niji melirik jam tangan yang menunjukkan jika hari sudah sangat petang. Ia berusaha menolak sang adik agar menurut dan dirumah saat ini. Untung saja sora kompak dengan niji, membujuk ila agar tetap tenang sembari terus bermain dan membuatnya lupa akan keinginannya.


“Assalamualaikum.” Ucap mama ila yang baru saja pulang dari kerja. Ila memang terbiasa tak memeluk mama ketika baru pulang, dan akan datang jika sang mama telah membersihkan dirinya nanti. Dan saat itu sora memuji cara didik mama fatma pada anak-anaknya.


“Tapi katanya niji punya kakak, dimana? Bahkan fotonya ngga ada.” Sora penasaran dan mengelilingi pandangannya keseluruh penjuru rumah mereka.


“Cari apa?” tanya niji padanya. Sora terkaget, lalu berusaha tenang untuk mempertanyakan segala rasa penasaran yang ada.


“Iya, ngga ada. Dia ngga suka foto, jadi ngga ada. Sesimple itu hidup dia, kalau ngga mau ya dia ngga akan lakuin.” Niji mulai membahas tentang kakaknya. Tak menyebut nama, tapi hanya menceritakan kenapa fotonya tak ada disana.


Niji juga menceritakan mengenai sang kakak yang tak suka dengan pernikahan kedua ayahnya dengan mama fatma. Ia tak ingin ibu mereka tergantikan, padahal sang ayah juga hanya menjalankan amanat dari sang ibu untuk mereka berdua.

__ADS_1


“Ibu dokter, dulu mama fatma itu anak didiknya. Ibu bersama satu lagi sih, tapi lupa aku. Katanya sudah meninggal,” ucap niji.


“Kamu enak, keluarga kamu ngga terlalu rumit seperti keluargaku. Aku juga seperti ila, menjadi anak dari istri kedua ayahku. Tapi, gara-gara itu aku selalu dihantui bayang-bayang sebagai anak pelakor. Dan bahkan katanya, Ibu tiriku di rawat di Rumah sakit jiwa gara-gara tak terima keberadaanku dan mama apalagi harus membesarkanku dengan segala tekanan yang ada. Aku pusing sendiri menceritakannya,” balas sora,


“Ribet, ya? Jadi kamu anak istri kedua, dan kamu diasuh oleh istri pertama?” tanya niji menjabarkan semua cerita sora, disambung lagi ketika sora menceritakan ardy sebagai kakak pertama dikeluarganya. Dan bahkan entah bagaimana perasaan ardy padanya, tak tahu sayang atau sebenarnya menyimpan dendam pada sora atas segala derita yang ia rasakan.


“Iya, Ra, keluarga loe ribet ternyata. Emangnya, loe keluarga berada?” tanya niji, karena menurut pengalamannya kejadian seperti itu biasanya ada pada keluarga orang kaya.


“Ya, lumanyan. Cuma ngga sekaya bapak, Cuma pegawai swasta aja.” Sora berusaha agar tak keceplosan mengenai identitasnya, “ Karena itu, makanya ribet. Kalau kaya setidaknya hartanya banyak bisa dibagi-bagi,”


“Hehe, iya sih. Apa karena itu Loe pergi?” tanya niji.


“Ya, salah satunya.” Sora merubah raut wajahnya saat ini. Demi apapun, ia akan memulai misi untuk mencari tahu mengani sang ibu jika Sudah lega dengan semua keadaan yang mengejarnya.

__ADS_1


"Benarkah mama bunuh diri? sora ngga percaya, tapi siapa yang tega membunuh mama?"


__ADS_2