Pembantuku Konglomerat

Pembantuku Konglomerat
Baby sitter Lila


__ADS_3

"Mau kemana lagi, Ra?" tanya Bu Norma.


"Main lagi, Bu. Sekalian cari kerjaan." jawab Sora yang membereskan barangnya.


"Itu nah, ke hotel 'kan banyak kerjaan. Apa aja, asal masih halal. Hari gini, ngga usah kebanyakan milih kerjaan." ucap Bu Norma.


"Iya, nanti coba kesana. Cari yang lain dulu.Bukan masalah kerjanya, hotelnya yang masih Satu kolega sama Papi." Sora pun pergi, Ia melanjutkan semua petualangannya yang masih begitu panjang. Bahkan catatannya pun baru beberapa di contengnya.


Bersama ojek langganannya, Sora menujun pantai pasir putih. Objek wisata pantai ini terletak di Jalan Pariwisata, Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu. Pantai ini berada di sebelah barat pusat kota. Sangat mudah aksesnya menggunakan transportasi apapun karena kondisi jalannya yang baik dan mulus. Bagi wisatawan dari luar Sumatera, Bengkulu bisa menggunakan pesawat domestik dari Jakarta atau Batam.


Lokasi pantai pasir putih ini sangat bagus dan indah bagi pengunjung yang ingin melakukan foto-foto. Selain pantai dengan pasir putihnya yang indah, pohon-ponon cemara juga menjadi daya tarik bagi para pengunjung untuk datang berwisata. Di sana juga banyak sekali para pedagang menjual jenis kuliner makanan yang bisa dinikmati sambil memandangi indahnya pantai.


"Bu, mau seblaknya dong." ucap Sora pada seorang penjual.


Sembari menunggu makanannya tersaji, Sora melakukan beberapa swafoto di spot yang telah di sediakan. Kembali lagi, foto itu untuk Sang Papi esok ketika Ia pulang.


"Non, ini seblaknya."


"Oke, makasih." ucap Sora. Lalu Ia mulai menikmati makanan pedas itu dengan begitu nikmat.


Sembari menikmati pesanannya, Sora pun mengajak sang penjual mengobrol mengenai kota itu. Kota dengan begitu banyak perubahan, setelah sekian lama tak pernah Sora kunjungi.


"Saya baru beberapa hari, dan baru daerah pantai yang saja datangi. Belum kemana-mana." ucap Sora.


Ia pun segera menghabiskan makanannya, dan melanjutkan petualangannya dengan berjalan kaki. Melewati sebuah jembatan, lalu menatap lautan luas dari sana.


Tiba di sebuah Mall, Ia pun berhenti ke penjual somay. Lalu membeli somay untuk teman perjalanan selanjutnya. Begini cara Sora menikmati kebebasannya yang mungkin tak akan terlalu lama itu. Melakukan apapun, sesuai dengan kata hatinya. Sebuah pemandangan langka yang tak pernah Sora rasakan selama di dekat Papinya.


Di pinggit jalan, terparkir sebuah mobil Pajero berwarna hitam. Keadaan jendela terbuka, dan tak ada sama sekali orang di dalam mobil itu.

__ADS_1


Sora pun melihat beberapa barang berharga di sana, seperti laptop, dompet, dan mungkin ada file penting di dalam tas hitam itu.


"Teledor sekali, kemana pemiliknya." gumam Sora.


Ia pun menunggu mobil itu, dengan terus duduk di sampingnya. Tak lupa dengan menikmati somay yang tadi Ia beli. Tapi, hingga somaynya habis, pemilik mobil itu pun tak kunjung datang.


"Mana panas, terik banget lagi." keluhnya. Ia pun berpindah ke sisi lain, tempat yang terhalang dari matahari yang langsung menyengat ke tubuhnya.


"Heh... Siapa kamu?" tegur seorang pria paruh baya dengan seragam supirnya.


"Maaf, Bapak siapa?" tanya Sora.


"Kok balik nanya? Kamu ngapain disini? Numpang neduh di mobil orang."


"Ini mobil Bapak?" tanya Sora.


"Ini mobil saya." sahut seorang Paman yang berparas tampan dan rupawan. Dengan pakaian rapi berjas hitam, dan rambut belah pinggir yang rapi.


"Iya..."jawabnya, lalu membuka kunci mobil melalui remote yang Ia pegang.


" Owh, baiklah jika seperti itu. Tadi saya lewat, mobil Bapak jendelanya terbuka. Nah, saya perhatikan lagi, ada banyak barang berharga di sana. Makanya dari tadi saya tunggu disini, takut barangnya di gasak maling." jawab Sora.


Pak supir lalu memeriksa semua isi di dalam mobil, ketika Sora berbicara. Dan Ia langsung turun untuk melapor.


"Ngga ada yang hilang, Pak."


"Perkenalkan, Saya Rudy Hartono. Pemilik mobil ini, sekaligus pemilik usaha travel di kota ini." ucapnya dengan mengajak Sora untuk berjabat tangan.


Dengan senang hati, Sora menyambutnya, "Saya Sora. Datang ke Bengkulu untuk cari pekerjaan. Tapi belum dapet, jadinya luntang lantung ngga karuan." ucapnya.

__ADS_1


"Kerja? Kamu mau kerja apa?"


"Apa aja, yang penting halal. Jadi Babu juga ngga papa." jawab Sora.


"Jangan Babu lah, itu terlalu kasar. Bagaimana kalau jadi Baby sitter? Anak saya yang berusia Dua tahun itu sedang butuh Baby sitter. Kalau kamu bisa, akan saya bawa ke rumah."


"Bisa, bisa... Saya biasa ngasuh keponakan. Jadi udah biasa sama anak kecil." jawab Sora dengan begitu antusias.


Pak Rudy langsung mempersilahkan Sora untuk masuk ke dalam mobil. Ia pun segera membawa Sora ke rumahnya karena Ibu Fatma juga sedang libur dinas. Mereka akan langsung bertemu dan langsung membicarakan tentang kerja Sora nantinya.


Sepanjang perjalanan, Pak Rudy menanyakan semua tentang Sora. Dari nama lengkap, asal, pendidikan terakhir, dan semua yang diperlukan dalam sebuah wawancara kerja. Hingga akhirnya mereka tiba di rumah Pak Rudy.


Sora sama sekali tak terkejut, karena meskipun rumah itu besar. Karena, sesungguhnya rumah Sora berkali lipat lebih besar dari rumah Pak Rudy. Tapi Sora berusaha dalam sebuah kata penyamaran.


"Wah, rumah Bapak besar banget." kagumnya.


"Biasa saja, banyak yang lebih besar." balasnya.


Mereka pun masuk, dan langsung menemui Bu Fatma yang sudah rapi dengan seragamnya.


"Mau berangkat, Ma?" tanya Pak Rudy.


"Iya, soalnya ada pasien siang ini. Ini siapa?" tanyanya menunjuk Sora.


Sora dengan ramah langsung memperkenalkan diri, di bantu Pak Rudy dengan maksud dan tujuannya untuk menjadi Baby Sitter Lila.


"Owh, calon Baby sitter. Silahkan masuk, nanti ketemu sama Abangnya, nah kamu wawancara sama dia juga. Soalnys, dia proteksi banget sama adek bungsunya. Beda usia jauh banget soalnya." himbau Bu Fatma.


Pak Rudy kemudian membawa Sora masuk, dan menemui anak-anaknya. Di ruangan bermain, tampak Niji sedang bermain dengan begitu gembira denga Lila, tertawa hingga berguling bersama.

__ADS_1


" Bang... Kenalin, ini calon Baby sitter nya Lila." ucap Pak Rudy.


Mereka berdua sama-sama saling menatap. Mata mereka pun sama-sama membulat karena terkejut antar satu sama lain. Di rumah itu, mereka kembali di pertemukan. Dan kini dengan status Anak Bos dan Babunya.


__ADS_2