
Mama ana menginap di Rumah sakit, malam itu. Tapi ia tak bisa tidur, ia terus berusana menemukan kecocokan dari semua kasus yang ia temukan, seolah dibuat oleh orang yang sama.
Hingga akhirnya pagi itu pak rudi datang untuk menggantikan tugas istrinya. "Papa ngga sibuk pagi ini?"
"Engga, mama pulang aja istirahat. Sora jagain ila dengan baik kok," jawabnya yang dengan perhatian memijat nikmat pundak istrinya.
Mama fatma cukup berdetak mendengar nama sora ditelinganya saat itu. Ia lantas pamit pulang menuruti perintah suaminya.
Hingga tiba di rumah, mama fatma disambut oleh Ila dengan begitu bahagia. Untung mama sempat mandi di ruangan hingga ila langsung dapat memeluknya dengan erat bahkan menciuminya.
"Ila, mama capek. Ila main sama ola aja, yuk?" bujuk gadis itu. Yang memang sangat baik, tapi seperti memiliki sisi gelap dalam hidupnya. Semua orang tak tahu, dan mama fatma harus memperjelas itu.
Bahkan hingga siang, mama fatma belum bisa mengistirahatkan matanya. Ia selalu terfikir sora dan semua yang berhubungan dengan gadis itu. Hingga mama fatma menelpon sora, ia memintanya datang ke ruang kerja jika ila sudah istirahat di kamarnya.
__ADS_1
"Ibu, panggil saya?" tanya sora.
Mama fatma hanya tampak mengangguk, lalu ia meminta sora untuk duduk disofa yang ada disana.
"Kamu kenal ryuji?" tanya mama fatma tanpa basa basi.
Sora langsung gugup mendengar nama itu disebut, bahkan dadanya langsung terasa sakit dan sesak karenanya.
"Ibu kenal dia?"
Tangan sora gemetar melihat foto itu, apalagi ia sangat rindu sosok yang ada disana. "Ibu tahu, dimana dia?" sora menceritakan hubungan keduanya yang bahkan sempat merencanakan pernikahan.
Sora dan ryuji memiliki hubungan yang begitu dekat. Mereka saling mencintai bahkan obrolan mereka sudah begitu jauh mengarah pada rumah tangga yang bahagia. Mereka bertemu ketika ryuji bekerja di hotel utama milik papi sora. Makin lama makin dekat dan ryuji menunjukkan keseriusannya.
__ADS_1
"Sejak beberapa bulan ini, dia menhilang tanpa kabar. Saat itu ia pamit pulang untuk meminta izin papanya agar bisa menikahi sora. Tapi_" seketika sora melihat sebuah foto keluarga yang terpajang diatas meja kerja.
Sora tak melanjutkan ucapannnya, Ia justru bangun meraih foto itu. Hatinya semakin sakit ketika ryuji ada disana, diposisi sebelah niji sebagai pertanda jika ryuji adalah anak tertua keluarga mereka.
Tubuh sora lunglai. Ia jatuh bersimpuh dilantai dan masih memegang foto itu dalam pelukannya. Ia menangis tersedu-sedu, bahwa orang yang ia cari selama ini ternyata sedekat itu dengannya.
"Bu, tolong katakan abang dimana? Sora mencari dia, Bu. Sora hanya ingin bertemu, sora ingin bertanya bagaimana hubungan kami selanjutnya."
"Hanya itu? Padahal pertanyaan kami akan lebih banyak dari pertanyaan kamu untuknya, yang bahkan ia tak akan bisa menjawab itu semua."
Deeggg! Jantung sora seakan berhenti berdegup sementara waktu. Ia yang gamang lantas merangkak menuju mama fatma, bersimpuh dan bahkan memeluk kakinya.
"Sora mohon, pertemukan sora dengan dia bagaimanapun keadaannya. Sora jaji akan jawab semua pertanyaan kalian setelah ini." Gadis itu memohon dan bersujud, ia bahkan membuang harga dirinya saat itu juga demi bertemu kekasihnya.
__ADS_1
Mama fatma menatapnya. Kasihan, tapi juga rasa tak karuan didalam hatinya saat ini. Yang jelas, sora adalah penyebab dari semua kekacauan yang ada. Hanya tinggal apa alasan dan bagaimana semua peristiwa itu tejadi.