
Sora yang saat itu sebagai orang asing tak diizinkan lebih dalam masuk kerumah itu. Tapi setidaknya ia puas, karena setidaknya ia bisa menatap foto asli lawas maminya yang terpajang di dinding rumah itu dengan begitu megahnya.
Foto pernikahan papi dengan mami juga ada disana, hingga foto ketika mami hamil sora saat itu. Dan foto habis dengan foto sora ketika bayi. Ia bahkan hampir meneteskan air mata ketika melihat semunya.
"Saya permisi dulu, Bi." Sora menahan suaranya dan segera pergi dari rumah itu.
Meski sedih, ia tak akan melewati semua kesempatan yang ada. Ia dengan motor itu terus melesat berkeliling seluruh kota besar itu berbekal google maps yang ia pakai dihpnya. Ia bahkan sempat mampir makan di lapak yang berjejer di pinggiran jalan dan menikmati semua yang tersedia disana satu persatu.
Para pedagang tersenyum heran dan bahkan menggelengkan kepala mereka melihat tingkah sora.
"Bu, ke pantai belok kanan kan?" tanya sora yang menaruh gelas es dawetnya.
"Iyo, belok kanan beberapo kali. Sampai lah tuh di pantai. Adek darimano?" tanya penjual itu padanya..
__ADS_1
"Dari jakarta. Dulu waktu kecil disini bates umur Lima tahun, tapi semuanya udah berubah." Sora bahkan menunjuk ke arah simpang lima dan mempertanyakan patung kuda yang ada ditengah sana. Semua sudah berganti dengan patung seorang wanita yang kabarnya tengah menjahit sebuah bendera lambang negara kita.
Usai makan dan minum disana, sora melanjutkan perjalanannya. Ia ke pantai, kemudian menghampiri benteng hingg masuk kedalamnya. Benar-benar menikmati waktu, toh Ila pasti aman bersama kakaknya dirumah sana.
Ia terus menkmati pemandangan disana sembari terus mengambil foto indahnya dengan kamera yang ia bawa di dalam tas itu. Andai niji tahu sora memiliki kamera mahal seharga motornya, pasti ia akan terus mencecar sora dengan ribuan pertanyaan yang ada. Untung saja tidak, karena sora mampu menutup rapat semua rahasia itu di dalam tas besarnya.
"Nona?" panggil seseorang padanya, dan sora amat mengenal suara itu dimanapun ia berada.
Sora menoleh, dari kejauhan ia menatap wanita yang berlari mendatanginya itu dan sedikit buram karena teriknya sinar matahari saat ini. "Puspa?" kaget sora, karena itu benar-benar asisten pribadinya.
"Nona tinggal dimana?" tanya puspa lagi padanya.
"Yang jelas ngga di rumah mami. Kamu sama siapa kesini?" tanya sora, dan kemudian mengajak puspa menepi dari keramaian yang ada. Ia membawa puspa menuju lorong yang ada disana dan duduk bersama untuk bercerita, mulai dari puspa yang menceritakan pernikahannya dengan rayan.
__ADS_1
"Kamu... Menikah sama dia? Gila mereka!" cecar sora pada keluarganya. Tak disangka, bukannya batal justru mereka menikahkan puspa atas namanya.
"Nona tahu keluarga nona bagaimana, mereka saat itu tengah melindungi nama baik keluarga pranata," jawab puspa apa adanya. Sora hanya menghela napas panjang kemudian menyibak rambutnya yang berterbangan karena angin.
"Maaf, kalau aku lagi-lagi harus merepotkanmu. Sekarang bagaimana?"
"Apanya?" tanya puspa. Tapi ia menjawab semua pertanyaan sebelum sora melanjutkannya, "Saya menikah, tapi tak ada rasa didalamnya. Kami bulan madu ini hanya formalitas saja, karena mas rayan jengah ditanya oleh mereka. Ia juga_"
"Ya pasti marah lah. Dari kemarin aku bilang ngga mau, malah dia dipaksa gantiin. Ribet emang," omel sora pada keluarganya disana.
Sekarang gantian puspa yang bertanya mengenai sore, tempat tinggal, dan bagaimana kehidupannya disana. Sora menjawab apa adanya, bahwa ia menjalani peran sebagai seorang baby sitter saat ini disebuah keluarga. Dan ia juga menceritakan mengenai mama fatma padanya, begitu baik dan merupakan sahabat maminya di masa mereka muda.
"Aku mohon sama kamu, rahasiakan pertemuan ini dari siapapun. Aku pasti balik kalau udah waktunya. Meski itu lama," pinta sora padanya. Ia yakin akan aman selama berada diantara keluarga niji dan mama fatma.
__ADS_1
Puspa menganggukkan kepalanya dan menurut semua permintaan sora meski saat ini ia sendiri cukup tersiksa. Tapi itu semua demi mengungkap tabir yang tersembunyi selama ini, yang bahkan mungkin akan membuka sebuah rahasia besar di keluarga Pranata. Keluarga yang terkenal begitu baik namun memiliki banyak sisi gelap didalamnya.