Pendekar Bebek Gila

Pendekar Bebek Gila
12. Peristiwa Gubengsari


__ADS_3

Setelah semua kesalahpahaman itu bisa di selesaikan dengan damai Wirang dan Bongkeng bermaksud ingin pamit untuk melanjutkan perjalanannya menuju kadipaten wengker tepatnya di padepokan bunga teratai tempat Ki buyut Restu aji berdiam.


"Baiklah nisanak aku mohon pamit aku harus melanjutkan perjalananku untuk melaksanakan apa yang sudah menjadi tanggung jawabku....!! Ucap Wirang ningratan sambil menundukkan tubuhnya.


"Aku juga wahai gadis cantik maafkan kelancanganku telah sedikit bercanda denganmu sebenarnya kami ini bukan orang jahat....he..he...he...!!" Ucap Bongkeng menambahi perkataan Wirang ningratan kepada gadis cantik itu.


"Baiklah kakang kakang berdua aku juga mohon maaf bila ada perkataan ku yang sekiranya menyinggung perasaan kalian berdua" Ucap gadis itu sambil tersenyum manis.


"Kami mohon diri....nisanak.....hati hati dalam perjalanan...!!" Ucap wirang lagi sambil berniat melanjutkan perjalanan.


"Tunggu.....,siapakah nama kalian berdua, setidaknya panggilan kalian biar bila suatu saat nanti kalo kita ketemu aku bisa menyapamu....!!!" Ucap gadis itu menahan Wirang dan Bongkeng yang sudah mau berlalu dari hadapannya.


"Heee....he...he......gadis cantik, namaku Raden Bongkeng suro projo...., dan ini ndoroku bernama Wirang ningratan....!?!!, kalo namamu siapa wahai gadis manis....!!!??" Ucap Bongkeng dengan capernya.


"Emm.....namaku Palupi kakang....aku dari perguruan bunga teratai" Jawab gadis yang bernama Palupi itu dengan sedikit malu malu terlihat pipinya bersemu kemerah merahan.


"Waaaauuuuooo.....,indah sekali namamu wahai Palupi....., sungguh cocok dengan paras cantikmu....he...he...he.....sruupppottzz....!!!" Ucap Bongkeng berdecak kagum dengan indahnya nama gadis itu dengan di akhiri menelan ludah.


"Baiklah kakang Bongkeng dan kakang wirang selamat jalan semoga selamat Spain tujuan....!!" Ucap gadis itu. Lalu kedua pemuda tolol itupun segera berjalan melewati sebuah alur jalan setapak menuju arah selatan arah kadipaten wengker.


"Hemmm.....siapa dua orang pemuda lucu ini, yang satu gagah berwajah tampan tapi pendiam tidak banyak bicara dan sayangnya yang satu wajahnya luar biasa jelek....!!! Tapi kalo dari omongannya tadi si Bongkeng bilang wirang adalah momonganya apa dia seorang pangeran yang menyamar jadi manusia biasa....??!" Guman gadis cantik itu sambil menuntun kudanya menyusuri jalan setapak ke arah barat daya menuju padepokan bunga Terate tempat dia menimba ilmu Kanuragan di tempat gurunya Ki Buyut Restu aji.


"Heemmm.......entahlah....aku gak tahu siapa dia, tapi kenapa hatiku....ooh tidak....Palupi kamu bukan gadis lemah....lupakan...lupakan...!!" Dalam hati gadis itu ada kebimbangan antara ada rasa kepada pemuda bernama Wirang atau melupakan semuanya.


Hari sudah semakin siang dan Gadis bernama Palupi itu memacu kudanya di jalanan sebuah persawahan warga menuju arah pinggiran wilayah wengker tempat di mana padepokan bunga teratai berada. Siang itu terasa sedikit panas anginpun tidak banyak berhembus, Palupi terus memacu kudanya dengan kencang terlihat debu debu beterbangan membumbung sepanjang jalan yang di lalui Palupi dan kudanya.


"Jambul......berhenti.....!!! Ck...ck...ck....sssttt.....ssssttt.....hheeehh....!!!" Tiba tiba Palupi menyuruh kudanya berhenti.


"Heeem.....ada apa itu.....di depan jambul.....??? seperti ada kerumunan.....!?!! Ck...ck....ck....jalan pelan saja jambul.....hhrr....ck...ck...!!" Palupi lalu memacu kudanya pelan pelan sambil matanya tetap waspada. Terlihat di depan ada gerombolan orang orang desa sedang bergerombol di pinggiran hutan dekat sebuah desa yang akan di lalui Palupi. Setelah dekat kerumunan itu Palupi lalu turun dari kudanya dan menuntun kudanya mendekati kerumunan orang orang desa itu.


"Pak.....ada apakah.....???" Tanya Palupi kepada salah satu orang tua yang ada di situ.


"Ohhh......den ayuu.....,mengapa den ayu di sini...? mau kemana den ayu ini......!!?!" Ucap bapak tua itu balik bertanya kepada Palupi.


"Emmm.....kebetulan saya sedang lewat sini pak mau menuju padepokan bunga teratai...!!" Jawab Palupi menjelaskan keberadaanya di situ.


"Ohh....den ayuu.....sebaiknya secepatnya melanjutkan perjalanan den mumpung hari masih terang.....!!!" Ucap lelaki tua itu kepada Palupi.


"Memang ada apa pak.....!!?!" Tanya Palupi mulai curiga.


"Den ayuu....lihatlah.....ini ada seorang wanita entah penduduk mana di bunuh dan di buang di pinggir hutan ini...?!!" Jawab lelaki tua itu kepada Palupi. Lalu Palupi menengok sesuatu yang sedang di kerumuni sama orang orang desa itu.


"Ohh....jagad dewa bathara....., iblis mana yang berbuat sekejam ini.....?!!!" Ucap Palupi sambil begidik ngeri melihat mayat wanita yang sangat mengenaskan.

__ADS_1


"Den ayu.....lebih baik segera melanjutkan perjalanan den, daerah sini tidak aman untuk gadis secantik den ayu....!!" Ucap lelaki tua yang di tanya Palupi tadi menasehati agar Palupi segera pergi meninggalkan daerah itu.


"Siapa pak yang tega melakukan kekejaman seperti itu...??" Tanya Palupi dengan mata yang sedikit menyipit karena prihatin dengan keadaan mayat perempuan itu.


"Kalo dari kabar burung yang melakukan itu sepasang pendekar laknat dari Merbabu den ayu..., dua orang pemuda yang sakti mandra guna tapi berhati iblis....!!" jelas pak tua memberi tahu kabar burung yang beredar di kadipaten wengker.


" Hemm....baiklah pak saya mohon diri.....!!" Ucap Palupi sambil menuntun kudanya melewati kerumunan orang banyak.


"Ya den ayu....hati hati di jalan....!!" ucap pak tua itu sambil matanya tidak berkedip mengantarkan kepergian Palupi ke arah desa Gubengsari. Palupi terus memacu kudanya sampai matahari menyerong kebarat beberapa tombak, dan Palupi sampai di sebuah desa yang lumayan ramai dengan rumah rumah yang banyak di sepanjang jalan pedesaan itu. lalu Palupi mencari sebuah penginapan untuk beristirahat di desa itu, karena walaupun di paksakan untuk terus melakukan perjalanan pun sampai sore belum tentu sampai padepokan, dalam suasana yang mencekam seperti ini kurang aman rasanya untuk melakukan perjalanan di malam hari pikir Palupi. Terlihat di sebuah pertigaan jalan dekat pasar ada warung makanan yang cukup besar, lalu Palupi berhenti, setelah menambatkan tali kekang kudanya lalu Palupi masuk dan duduk di pojokan. Merasa ada tamu seorang pelayan laki laki muda menghampiri Palupi dan bertanya.


"Mau pesan makan apa den ayu....??!!" Tanya pemuda pelayan warung itu dengan sopan.


"Tolong berikan aku seadanya kisanak nasi dan lauk...!!" ucap Palupi menjawab pertanyaan pelayan.


"Pesan minum apa den ayuu....biar segera kami persiapkan....!?!" tanya pemuda itu lagi.


"Hemmm.....berikan aku segelas wedang jahe untuk menghangatkan tubuhku...!!" Ucap Palupi sambil matanya mengawasi ruangan warung itu. Terlihat beberapa orang sedang makan dan sedang membicarakan peristiwa di temukan ya mayat wanita yang robek perutnya dengan temannya tapi Palupi tidak pedulikan.


"Hemm....warung ini cukup ramai pengunjung aku harap aman di sini" guman Palupi dalam hati. Rupanya Palupi ingin menginap di desa ini biasanya di jaman itu warung makan ada kamar yang di sewakan untuk para pengelana yang ingin menginap. tidak sampai sepeminuman teh pelayan itu datang dengan membawa pesanan Palupi dan menaruhnya di meja sambil mempersilahkan Palupi untuk menyantapnya.


"Silahkan den ayu pesanan sudah datang selahkan di nikmati....!!!" ucap pelayan itu dengan sopan.


"Sebentar kisanak apakah di sini ada kamar yang di sewakan untuk menginap barang semalam....??" Tanya Palupi sebelum pelayan itu berlalu.


"Betul sekali kisanak...kalo ada kamar yang bisa di sewa, aku ingin beristirahat di desa ini barang semalam...?!!'' jawab Palupi.


"Ada....ada nisanak....nanti saya persiapkan kamarnya....,silahkan makanannya di habiskan dulu nanti saya antar ke kamarnya....!!"


"Baiklah....kisanak terimakasih sebelumnya...!!" Lalu Palupi dengan lahap segera memakan pesanannya, sambil melemaskan tubuhnya yang seharian berkuda Palupi terus mendengarkan secara diam diam percakapan tiga orang yang juga sedang makan di warung itu. tak seberapa lama pelayan tadi menghampiri Palupi dan mempersilahkan Palupi untuk melihat kamarnya.


"Mari den ayu....saya antar ke kamar yang ingin den ayu pergunakan ...!!" Ucap lelaki pelayan itu dengan tangan yang memberi kode Palupi di persilahkan mengikutinya. Tanpa menjawab Palupi berdiri dan berjalan di belakang pelayan itu mengikuti kemana pelayan itu melangkah.


"Lewat sini den.....!!" Ucap pelayan itu berbelok ke kiri menuju sebuah kamar berukuran dua satu tombak setengah kali dua tombak. terlihat di ruangan itu terdapat balai kayu yang di beri alas kasur jerami dengan satu bantal yang juga terbuat dari jerami yang di bungkus dengan kain berwarna putih bersih.


"Heeem.....bagus, aku ingin menyewa ini barang semalam kisanak...!!!" Ucap Palupi sambil duduk mencoba empuknya kasur jerami.


"Baiklah den ayu....,silahkan beristirahat dulu biar kuda den ayu nanti saya tambatkan di kandang samping warung...!!!" Ucap pelayan itu sambil berniat untuk pergi meninggalkan Palupi.


"Tunggu kisanak......, ini sedikit buat kisanak ....!!" Palupi memberikan beberapa kepeng uang sebagai tanda terimakasih telah di layani dengan sangat baik sekali.


"terimakasih den ayu....!!" Lalu pemuda itupun pergi meninggalkan Palupi sendirian beristirahat di kamar.


Hari sudah hampir tengah malam di desa Gubengsari hujan rintik mulai turun angin bertiup kencang menimbulkan suara alam yang mengerikan, apalagi dari kejauhan terdengar lolongan anjing yang meyayat hati sungguh malam itu sangat mengerikan. Palupi yang dari sore tadi sudah sempat tertidur malam ini serasa mata Palupi susah untuk di pejamkan entah mengapa malam itu serasa sangat mistis sekali.

__ADS_1


"Tong.....tong....tong tong tong......!!!". Suara kentongan bertalu Talu dan suara beberapa laki laki berteriak seperti mengejar sesuatu dari kejauhan sedangkan Lamat Lamat terdengar tapak kaki kuda berlari kencang di sertai suara seorang perempuan menangis meminta tolong.


"Huuuu....huuuu.....tolong......tolonggg.....huuu bapak....tolooonggg ....!!" suara lari kuda dan wanita minta tolong itu melewati warung makan tempat Palupi menginap di situ, dan sebagai seorang pendekar muda Palupi hatinya terpanggil untuk menolong wanita yang sepertinya di bawa lari oleh penunggang kuda yang berlari kencang ke arah Utara.


"Tanpa sepengetahuan pemilik penginapan Palupi melompat keluar lewat jendela dan mata tajamnya selintas melihat seekor kuda dengan penunggang bayangan kelabu sedang memanggul seorang wanita yang terus berteriak minta tolong. dari kejauhan nampak beberapa orang mengejar penunggang kuda itu membawa obor getah kayu damar yang di bakar tapi cahayanya tak mampu menerangi jalan. Palupi segera mengejar penunggang kuda itu dengan ilmu lari cepat Palupi berusaha menyusul penunggang kuda itu yang terus memacu kudanya menuju hutan di pinggiran desa Gubengsari.


"Bangsattt.....apa begundal ini yang membunuh mayat tadi sore di pinggiran hutan dekat desa...!!!??" Geram dalam hati Palupi bertanya tanya, dan ingin rasanya menangkap penculik itu dan menyerahkan kepada penduduk desa.


Dengan ilmu lari cepat tingkat tinggi Akhirnya Palupi bisa mendahului penculik itu lewat jalan pintas dan mencegatnya di persimpangan jalan setapak menuju hutan pinggiran desa.


"Berhenti......bedebah busuk....lepaskan wanita itu atau aku terpaksa harus menangkap mu" Teriak Palupi yang bikin kaget penunggang kuda itu tiba tiba tepat di tengah jalan yang akan di lalui ya.


Dengan cekatan penunggang kuda itu menghentikan laju kudanya secara mendadak.


"Kurang ajar.....!!!!berani sekali kau gadis kecil menghalangi jalanku.....!!!" teriak laki laki penculik itu dengan garang.


"Sebelum kau lepaskan dia aku gak akan pergi dari jalanmu penculik busuk." bentak Palupi sambil diam diam menyiapkan ajian teratai putih.


"Hahaha....haa....ha....!!, rupanya kamu ingin menjadi gantinya gadis kecil....!!?!" Ucap penculik itu lalu menotok aliran darah perempuan yang di culik dan melompat turun dari kudanya. Tapi rupanya Palupi tidak ingin memberi kesempatan kepada penculik itu untuk bernafas lega, sebuah sinar putih berbentuk bunga Terate melesat cepat melabrak pemuda penculik itu, tapi rupanya penculik itu bukan orang sembarangan, sekali hentak tubuh pemuda penculik itu melenting tinggi bersalto beberapa kali sambil melepaskan sebuah pukulan jarak jauh sebelum dia menapak di tanah.


"Setan alasan....huupp.......!!! shhuuutt.....shuuutt.....,weeessss.....!!?" Geram pemuda itu sambil melepaskan sebuah pukulan jarak jauh.


dengan gesit Palupi segera menghindar dan menghentak tanah tubuh bagus semampainya menerjang pemuda itu dengan jurus jurus andalan dari padepokan bunga teratai.


"Hiiiaaa......,sshettttt.....wuuuckkk.....wwuuckkk....!!!" Suara serangan serangan Palupi yang di lambari tenaga dalam penuh mengenai udara kosong terus bersahutan meringsek kedudukan penculik itu dengan cepat dan Trengginas.


"Ha...ha....ha.....,lincah juga kau rupanya gadis molek.....!!" Celoteh pemuda itu sambil terus menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Palupi dengan sesekali menangkis sehingga menimbulkan suara benturan keras karena keduanya mengandung tenaga dalam tingkat tinggi.


"Gak usah banyak bacot penculik busuk....., rasakan ini.....!! ShhhoooosssszZ.......sruuuuckk.....beeeessshh......!!!" Sebuah sinar putih sebesar mangkuk makan melesat melabrak dada pemuda itu, tapi sayang pemuda itu juga tidak tinggal diam dengan sekali gerak sebuah hawa panas tercipta melindungi tubuh pemuda itu, dan terjadilah benturan dahsyat menggelegar di antara semak belukar di sekitar area pertempuran antar Palupi dan penculik itu.


"Duuuaaaarr......!!!!!"


"Srooottthhh....uuggghhh....!!!" Palupi terlempar beberapa tombak ke belakang dan terjerembab di semak semak, sedangkan penculik itu juga bergeser beberapa langkah kebelakang akibat dari dahsyatnya benturan dua tenaga dalam tingkat tinggi, tapi rupanya tingkatan tenaga dalam Palupi masih di bawah penculik itu, sehingga Palupi terpental beberapa tombak ke semak semak.


"Sialan siapa gadis ini, tenaga dalamnya lumayan tinggi....dan ajian apa itu sinar putih dengan hawa panas yang berputar membentuk seperti bunga Teratai....?!!!" Guman penculik itu sambil memperbaiki kuda kudanya.


Sementara itu Palupi segera bangun dan melompat ke tempatnya semula sambil memegangi dadanya yang terasa sesak. dengan nafas masih ngos ngosan Palupi kembali menerjang dengan ganas jurus jurus saktinya dengan serangan serangan yang sangat mematikan.


"Huuuppp.....hiiieeaaaa.....!!! wwwuusss....shhhooooottt...cresss....!!!" Sebuah rangkaian jurus jurus bunga teratai melesak ke arah titik titik mematikan pada tubuh penculik itu, tapi rupanya penculik itu bukan orang sembarangan dengan gesitnya dia mampu menghindari dan bahkan sekarang terlihat mulai mendesak pertahanan dari jurus jurus mematikan Palupi yang di gunakan untuk menyerang pemuda laknat itu. Dan suatu ketika saat Palupi sedang pertahankan kedudukannya sebuah serangan dengan di iringi alur gelombang angin berhawa panas menusuk ke arah rusuk gadis belia itu, untungnya Palupi masih sempat melenting bersalto ke belakang beberapa tombak untuk menghindari serangan yang mengandung hawa sakti itu. Tapi rupanya serangan pemuda itu terus bergelombang berusaha mendesak Palupi dan di saat gadis itu bersiap menapakkan kakinya di tanah ternyata sebuah serangan dahsyat sudah mengancam kedudukan.


"Shhhuuttt......wwuuucckk.....jjjuuusssshh......!!!!" Sebuah alur udara berwarna kelabu menerjang ganas ke arah tubuh Palupi, dan saat bersamaan Palupi tak sempat merapalkan ajian selimut kelopak teratai untuk melindungi tubuhnya dari serangan lawan.


Dan apakah yang akan terjadi, nantikan episode selanjutnya dalam judul

__ADS_1


PADEPOKAN BUNGA TERATAI.


__ADS_2