
Setelah memesan penginapan untuk semalam lalu mereka masuk kamar masing masing. hari itu matahari baru condong ke barat perkiraan satu tombak saja tapi mereka seakan sudah ingin masuk kamar saja terutama lembayung senja dan wirang yang memang semalam tidak sempat untuk tidur.
Untungnya satu kamar ada dua dipan yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk tidur cukup nyaman dengan kasur jerami dan bantal kapuk randu.
Bongkeng yang punya tanggung jawab untuk pembayaran penginapan untuk dua kamar berusaha berfikir caranya untuk mendapatkan uang bagaimanapun caranya. Lalu pemuda tonggos nan tidak tampan sama sekali itu mencari sebuah keramaian di dekat pohon beringin besar yang mana di situ banyak laki laki sedang bergerombol melakukan judi sabung ayam.
Hiruk pikuk orang bersorak Sorai memberikan semangat kepada ayam jago yang mereka beri taruhan sungguh sangat berisik sekali ada mungkin sekitar dua puluh sampai tiga puluh laki laki mengelilingi sebuah lapangan kecil yang di beri pembatas dari anyaman bambu di tengahnya ada dua ayam yang saling serang dan saling patuk untuk mengalahkan satu dan lainnya.
Terlihat Bongkeng ikut membaur dengan beberapa lelaki di desa itu lalu pura pura ikut menyemangati ayam ayam yang sedang bertarung di kalangan itu.
"Hayooo....hajarr.....,waaahh...bagus banget itu ayamnya.....!! milikmu ya ndoro.....!!" Tanya Bongkeng kepada lelaki yang keliatan dari pakaiannya orang kaya dengan setelan baju biru muda dengan kain yang halus ada hiasan hiasan pernik pernik yang keliatannya sangat mahal.
"Heehhh....iya dong ayam siapa lagi kalo bukan ayamku....hahahhaa....., kamu taruh yang mana hei....tongoss ....!!!" teriak laki laki kaya itu kepada Bongkeng. mungkin Bongkeng di kira salah satu dari penduduk situ yang sedang ikut bertaruh untuk ayam ayam yang di tarungkan di dalam kalangan.
"Wahhahaha...saya bertaruh ayam milik ndoro....semoga menang ya ndoro.....!!?!!" ucap Bongkeng dengan licik ya berusaha membaur dengan orang orang yang sedang berdesak desakan bersorak Sorai melihat salah satu dari ayam yang bertarung terkapar kalah dalam berduel.
"Huuii...uuu....UU......!!!" Riuh rendah para pembotoh ada yang tertawa dan memaki sekenanya.
"Sial....sudah dua kali kalah terus....bagaimana dengan kamu kang menang apa kalah.....!!?!" Tanya seorang pemuda kepada temannya yang sedang asyik menghitung uang di tangannya.
"Kembali modal saya...., bener bener ayam jago gagah begitu bisa bisanya keok sama ayam yang keliatan kecil ya kang....!!!"
"Lha iya.....!!" Jawab temannya singkat. Bongkeng diam diam meneliti siapa siapa yang berkantung tebal lalu mendekatinya. Dengan menerapkan jurus jurus copetnya Bongkeng dengan sangat mudah sudah mendapatkan dua kantung uang yang isinya cukup lumayan, dengan masih pura pura ikut bersorak Sorai Bongkeng pelan pelan mulai meninggalkan tempat adu jago di bawah pohon beringin itu, masih terdengar riuh rendahnya suara suara yang menyemangati jagoannya masing masing.
"Woooiii.....kantung uangku hilang....bangsat siapa yang ngambil......!!!" Lamat Lamat dari kejauhan Bongkeng masih mendengar kehebohan para pembotoh saling tuduh mencuri uang yang hilang di copet oleh Bongkeng. Dengan santainya Bongkeng berjalan dengan bersiul siul mendendangkan sebuah tembang Jawa kuno sambil beberapa kali ketawa sendiri menikmati kemenangan tanpa keluar keringat.
"He..he...he......,ahaiii......!!!" Bongkeng terkekeh dan meracau sendiri nggak ngerti apa maksudnya.
Lalu Bongkeng masuk ke sebuah kedai makan dan memesan ayam besar dan tuak terbaik untuk merayakan kemenangannya.
Sementara itu Wirang sedang duduk santai di depan penginapan nggak tahu kemana mau mencari kakangnya, tapi dalam hati wirang sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh kakangnya untuk membayar penginapan yang mereka tiduri untuk malam nanti. Dalam diamnya wirang di depan penginapan, tak seberapa lama datanglah Bongkeng dengan sebuah bungkusan daun pisang yang di tenteng di tangan kiri.
"Nih buat kamu ndoro.....!!!" Bongkeng melemparkan bungkusan itu kepada ndoronya yang sedang duduk duduk santai di depan penginapan.
"Swiingg......!!! tabb....!!!" Wirang dengan mudah menangkap dan membuka isi dari bungkusan yang di berikan Bongkeng kepadanya.
"Apa ini kang....!??!"
"Tambakau terbaik di desa ini ndoro....,sama kelobot yang terbaik...hehehehe.....!??!" Ucap Bongkeng dengan tusuk gigi yang masih menyumpal di sela sela giginya yang super tongos itu.
__ADS_1
"Wahaaha.....terimakasih ya kang weehhhh....sudah dua hari gak menikmati rokok aku kang....kecut rasanya mulut ini.....!!?!" ucap wirang berbinar melihat Bongkeng membawakannya sebungkus tembakau dan setali klobot jagung yang masih baru.
"Ndoro....sudah makan...? tanya wirang kepada ndoronya.
"belum kang.....!!!"
"nih...ndoro....buat makan....!!" Bongkeng menyerahkan beberapa kepeng perak kepada ndoronya agar ndoronya bisa beli makanan di kedai dekat penginapan.
"Waahh... kang dapat duit dari mana....!??!" Tanya wirang penasaran.
"Halah kok tanya segala to ndoro....yang penting kita bisa makan dan bayar penginapan....!!!" Ucap Bongkeng dengan mimik serius.
"Wahh...kebetulan kang kita dari semalam cuma makan ubi bakar dengan uang ini kita bisa makan besar ini kang.....!!, ya sudah biar aku ajak Palupi dan lembayung untuk makan di kedai sebelah kang....he..he.he.he.ehe...!??!" Jawab wirang lalu menyimpan kepengan perak dan menuju pintu kamar yang di pakai istirahat Palupi dan lembayung senja.
"Pi...Palupi.....,Yung....lembayung.....!!!" teriak wirang di depan pintu kamar penginapan dua gadis itu.
"Hemmm..uuuhhhhooohhhaaaemm.....!!!" Dengan masih menguap cantik Palupi keluar dan menanyakan tujuan wirang.
"Ada apa....!!?!"
"Ayoo...makan dulu.....!!!!, lembayung mana....??? tolong bangunin kita makan dulu, nanti boleh kembali tidur....!!!" ucap wirang dengan mimik muka berbinar bahagia.
"Hadeehh....ada gadis dua biji aja gak bisa akur bagaimana yang beristri empat itu ya....he..he.he.he...!!!" Guman wirang pelan sambil terkekeh.
"Yung.....lembayung.....!!!" Wirang menggoyangkan tubuh bagus lembayung yang sedang tertidur pulas sekali di kasur jerami penginapan.
"eemmmhhh....!!?" lembayung menggeliat sexy membuat wirang dengan berat hati harus menolehkan pandangannya.
"Heii....Yung ayoo....makan dulu di kedai sebelah....!!!" panggil wirang lagi kepada lembayung senja.
"Eemmhh....bangunin dong tubuhku terasa lemas sekali...uhhh...!!!" jawab lembayung manja.
"Hadeeehhh......!!!" dengan celingak celinguk lalu wirang memapah tubuh harum lembayung agar bisa terduduk dan di tariknya lengan ramping gadis itu biar lekas berdiri dan bisa berjalan menuju kedai sebelah penginapan itu.
Setelah terbangun akhirnya mereka bertiga keluar dari penginapan menuju sebuah kedai makan yang tadi di singgahi oleh Bongkeng untuk memesan makanan.
"Pak ...ada sayuran.....!?!" Tanya Palupi kepada pemilik kedai.
"Ada nonaa....mau berapa porsi...!?!!" jawab pemilik kedai itu dengan ramah.
__ADS_1
"Secukupnya saja pak....!!"
"Ada ayam bakar pak....aku dan wirang mau ayam bakar.....mau kan wirang....!?!" tanya Lembayung kepada wirang yang belum pesan makanan.
"Ya sudah semua saja pak di kasih ayam bakar yang enak.....,sudah lama kami nggak merasakan daging ayam....he.hehe....!!?!" Dengan uang hasil nyopet si Bongkeng mereka bertiga makan sampai kenyang, lalu mereka menuju ke penginapan lagi untuk mengumpulkan tenaga buat besok pagi pagi sekali melanjutkan perjalanan menuju gunung Merbabu.
Sementara itu di sebuah bukit dekat sebuah percandian kuno Rangga dan rengganis beristirahat untuk memberi makan kepada kuda kuda mereka yang seharian di pacu dengan kencang oleh kedua pendekar muda itu.
"Kakang sebaiknya kita menginap di sini kakang.....,kayaknya kuda kuda kita butuh istirahat, lagian ini sudah masuk kawasan gunung Merbabu aku harap tidak terlalu jauh lagi kita bisa sampai di titik kumpul yang sudah di rencanakan oleh guru...!!"
Ucap Rengganis mengusulkan untuk istirahat dan menginap di dekat percandian kuno itu.
"yaaa....nimas...kita siapkan perapian dulu nimas mumpung hari belum gelap....tubuh kakang juga terasa lemas sekali nimas capek setelah berkuda seharian.....!!!" ucap Rangga dengan lembut.
"Kakang Rangga.....,aku tahu kamu mencintai mbakyu Palupi....., tapi entah kenapa mbakyu malah pergi meninggalkan kita....!!" guman Rengganis dalam hati merasa iba melihat kakak seperguruannya bertepuk sebelah tangan cintanya.
Sementara itu Rangga sudah hilang di balik semak semak untuk mencari kayu dan ranting kering untuk bahan bakar perapian.
Suasana hutan di kaki gunung Merbabu sore itu begitu cerah dengan angin sepoi Sepoi membelai punggung gunung nan cantik berdiri kokoh di tengah tengah pulau Jawa yang subur.
Dari kejauhan terlihat asap perapian Rangga dan rengganis membumbung tinggi dan apinya berkobar menghangatkan suasana gunung yang dingin di sore hari itu.
"Nimas.....aku beli jagung tadi pagi di pasar desa Gondo mayit apakah nimas mau....!?!!, kalo nimas mau akan saya bakarkan satu atau dua untuk nimas sebagai pengganjal perut nimas....?!!" Ucap Rangga dengan lembut menawarkan jagung bakar kepada Rengganis.
"Iya kang mau satu ajah....!!!" jawab Rengganis dengan suara sedikit manja, sungguh bermekaran bunga di hati Rengganis merasa mendapatkan perhatian dari lelaki segagah Rangga yang juga kakak seperguruannya itu.
"Baiklah nimas.....sekalian aku buatkan teh panas untuk menghangatkan tubuhmu....!!!" Ucap Rangga sambil menyeduh teh di gelas yang terbuat dari bambu.
Malam itu di lalui dua muda mudi itu sungguh luar biasa nyaman apalagi di langit yang cerah terlihat rembulan menjelang purnama terang benderang menyinari mereka berdua yang berada di alam bebas beratapkan langit dan berselimutkan malam yang tenang. hanya hewan hewan hutan yang ikut bernyanyi mengiringi suasana malam yang begitu syahdu buat Rengganis dan Rangga.
Di tempat lain dekat mereka berdua sedang istirahat, terlihat bayangan hitam bergerak cepat melompat di antara pucuk pucuk semak belukar yang bergoyang karena menjadi pijakan kaki bayangan hitam itu dalam berlari cepat.
"Haduuuhhh.....be..be..beener gak ya di sini be..be..besok malam akan berkumpul orang orang sa..sa..sakti....???, ilmuku ini sebenarnya i...i...i...ilmu yang sangat dahsyat tapi ha..ha..haaa..rus cocok dengan setruktur tu...tu..tulang dan otot otot orang yang akan me..me..mempelajarinya....!!!" Ujar lelaki tua bercaping bungkuk itu sambil terus berlari kencang menuju tempat yang di beritahukan oleh Bongkeng kepadanya. Dia adalah Ki sapu angin alias pendekar gagap yang sebenarnya adalah pendekar misterius yang sangat sakti tapi selalu menyendiri karena tidak percaya diri bila bergaul dengan pendekar pendekar tanah Jawa pada saat itu, di karenakan kelainan dalam berbicara yang gagap itu.
Dengan terus berlari Ki sapu angin terus berpikir apa yang mengusik hatinya di mana dia melihat sepertinya pemuda yang bersama lelaki tongos tempo hari mempunyai setruktur tulang dan otot lain dari orang kebanyakan, yang mana wirang mempunyai kualitas tulang yang lebih keras dan otot yang alot dan kekar.
"Heemm....mau...nggak ya...pe..pe..pemuda itu jadi mu..mu..muridku...!??!" Guman lelaki tua itu dalam hati.
__ADS_1
"Sepertinya di...di .dia cocok dengan ajian ba..ba..balung Putung yang aku ciptakan....., se...se...semoga dia..ma..ma..mauu......!!!" guman dalam hati Ki sapu angin yang sedang berlari kencang bagaikan angin lereng gunung menyapu punggungan. Tanpa terasa Ki sapu angin telah sampai di sebuah bekas candi yang sudah hancur, candi candi dari bahan batu andesit itu tampak berantakan tidak terawat mungkin di hancurkan atau mungkin kena gempa dari gunung Merapi yang terus erupsi dalam jangka beberapa Warsa. Gunung Merbabu bersebelahan dengan gunung Merapi yang sangat ganas sehingga banyak orang orang sakti kadang mencoba ketahanan tubuhnya di puncak Merapi untuk mengetahui seberapa lama daya tahan tubuh mereka terhadap panas dari lahar dan wedus gembel dari kawah Merapi. bagaimana kisah selanjutnya kita tunggu episode berikutnya yang lebih seru lagi.