Pendekar Bebek Gila

Pendekar Bebek Gila
16.Lembayung Senja


__ADS_3

Suasana kedai makan yang tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang yang sedang makan dan minum, terlihat Bongkeng berdiri mendekati gadis berbaju hijau lembayung.


"Heemmm...wahai nona cantik....!!!, aku tahu yang melempar kerikil ke gigiku adalah kamu, mohon....penjelasanya....!!!" Tanya Bongkeng sambil matanya mendelik marah.


"Maaf.....,anda berbicara kepada saya....??" jawab gadis itu kepada Bongkeng.


"Waduhhhh.....!!!, yang anda lihat saya bicara kepada siapa nona cantik.....???" Tanya Bongkeng dengan mata belok berputar putar.


"Heii.....manusia, tongos....kamu menuduh saya.....!!!???" Tanya gadis itu berdiri tanpa menoleh kepada Bongkeng.


"Wooooo......, bener bener gadis nggak tau adab.....!!!" kemarahan Bongkeng kali ini bener bener memuncak, tidak melihat gadis ini cantik atau jelek, yang ada di pikirannya hanya ingin memberi pelajaran kepada gadis kurang ajar ini. Tapi tanpa di sadari Bongkeng gadis itu berusaha menohok perut Bongkeng.


"Sheettt......dughh.....!!" Sebuah bogem mentah menghajar perut buncit si Bongkeng, tanpa persiapan Bongkeng sampai terjajar beberapa langkah ke belakang.


"Aduhh binyunggg.....kurang ajar bener kamu nona......!!!" dengan sebuah bentakan Bongkeng berusaha membalas apa yang di lakukan gadis itu kepadanya.


"Wuuusssss.......!!!!shhuuuutttt...., ducghh.....dughh....,crangg.....!!!" Sebuah serangan beruntun dari Bongkeng dengan jurus jurus copetnya melabrak meringsek mendesak gadis itu, dan dengan gesit gadis itu cepat menyerang balik dengan sebuah tombak pendek, tanpa di sadari Bongkeng yang tidak menyangka akan mendapat serangan dengan tombak hanya bisa berkelit kesana kemari, tapi saat Bongkeng melompat ke udara sebuah serangan melabrak kearah mukanya, karena tidak sempat menangkis dengan tangan Bongkeng terpaksa menahan tusukan tombak dengan giginya.


"Bajindulll......!!!,untung gigiku kuat, tapi senut senut juga rasanya kurang ajar.....!!!" maki Bongkeng sambil terus meringsek gadis cantik itu. dengan ruangan sesempit itu mungkin untuk bergerak kurang leluasa, terlihat gadis itu melompat keluar dari dalam kedai dan menapak di tanah dengan lembut.


"Keluar sini monyet tongos.....aku hadapi kamu di sini....??!!" Teriak gadis itu memanggil Bongkeng untuk bertarung di luar. sementara orang orang yang makan di kedai itu segera berhamburan keluar takut kena serangan nyasar. Wirang hanya duduk sambil senyam senyum menikmati asap rokoknya.


"Ndoro....kok diam saja....., belain aku dong.....!!!" Ucap Bongkeng merasa di diamkan sama wirang.


"Hhhh.....hh...h....kamu yang mulai kamu yang harus mengakhiri.....ha..ha...he..he...!!! aku mau nonton saja....!!!" Ucap wirang lalu berdiri keluar kedai dan duduk di bawah pohon waru.


"Kurang ajar gadis ini, harus di beri pelajaran.....!!" Bongkeng melesat keluar kedai dan menyusun sebuah serangan yang dahsyat dengan jurus jurus copet andalanya.


Permainan silat Bongkeng sungguh sangat cepat dengan rangkaian serangan serangan yang kadang terlihat sedikit mesum karena serangan Bongkeng mengarah ke dada dan selakangan, dan dengan lincah bercampur kesal gadis berbaju hijau lembayung itu menghindari setiap serangan Bongkeng yang di liputi amarah sehingga kadang kadang serangan Bongkeng gampang di baca dan mudah di patahkan, bahkan Bongkeng kadang kedodoran menghadapi serangan balik jurus jurus yang di peragakan oleh gadis muda itu.


"Sialan permainan jurus jurusnya sangat berbahaya kayaknya gadis ini mau membunuhku.....hadeehh.....!!! Bongkeng memaki dalam hati mendapatkan serangan serangan dengan jurus jurus tombak pendek yang sangat ganas, untung ilmu meringankan tubuh Bongkeng sangat tinggi sehingga serangan gadis itu bisa di hindari walau kadang Bongkeng kena juga beberapa gebukan di tubuhnya.


"Hemmmm.....siapa gadis ini begitu lincah dan sangat bertenaga, kalo dari getaran yang aku rasakan tenaga dalamnya cukup tinggi walau masih kalah dengan kakang Bongkeng....!!" guman wirang dalam hati. wirang melihat serangan gadis itu tidak sungguh sungguh mungkin cuma ingin memberi pelajaran pada Bongkeng dan main main saja.


"Sriiingg......,wuuussshh.....,trraanng......!!!" Percikan api berpendar akibat benturan senjata tombak pendek gadis itu dan pedang milik Bongkeng yang di cabutnya untuk menahan serangan tombak yang akan melukainya.


"Shuutt......tab....!!!" Bongkeng mundur beberapa tombak dan turun dari udara menapak dengan lembut.


"Nona cantik......kamu mau membunuhku ya......!!!" tanya Bongkeng sambil memasukan kembali pedangnya.


"Memang pantas di bunuh lelaki punya mata jelalatan seperti kamu.....manusia bejad....!!!" Jawab gadis itu dengan mimik muka mengejek.


"Waduhh kurang ajar bener kamu....nona cantik.....huupp...!!!" Sekali hentak sebuah serangan ganas dengan pedang berwarna hitam legam Bongkeng menyerang gadis itu dengan brutal, terlihat gadis itu mulai kewalahan melayani jurus jurus pedang Bongkeng yang sangat berbahaya.


"Waduhh.....hanya masalah sepele bisa bisa kang Bongkeng membunuh gadis ini......!!!" guman wirang dalam hati. Bongkeng terus merangsek kedudukan gadis berbaju hijau itu dan di saat pedang Bongkeng beradu dengan tombak pendek gadis itu terjadi benturan yang sampai menimbulkan ledakan dahsyat karena sama sama di akhiri tenaga dalam tingkat tinggi.


"Ccrrraaaaannnggg......!! duaaarr.....!!!!!" Tubuh gadis berbaju hijau itu terlempar ke belakang tepat ke arah si wirang yang sedang duduk melihat pertempuran itu di bawah pohon waru.

__ADS_1


"Sshhutt wwuss....Bbraaakk....!!!" Untung wirang masih sempat menahan tubuh gadis itu sehingga tidak sampai menimpa pohon besar dekat wirang berada.


"Bagaimana nona.....kamu gak papa....!!" Tanya wirang setelah barhasil menahan tubuh gadis itu agar tidak menabrak pohon waru besar di depan warung.


"Lepaskan.....pelukanmu....!!!" Ucap gadis itu melepaskan diri dari rengkuhan tangan Wirang.


"Baik....baikk....nona aku cuma menolongmu...!!!" Jawab wirang melepaskan tangan dari pinggang gadis berbaju hijau lembayung itu.


Melihat gadis itu keadaan rapuh dalam pertahanan, Bongkeng melancarkan sebuah tusukan pedang hitamnya dan merangsek kearah tubuh gadis yang masih berada di dekat wirang. Melihat sebuah serangan yang serius dari Bongkeng, wirang segera mengambil langkah untuk menghentikan serangan itu.


"Cukup kang Bongkeng......!!! Rrrrressshhh.......wuuuckk..... dddreeeessss.......!!!!" Sebuah alur gelombang udara menghentak memagari arah datangnya serangan Bongkeng dan benturan kekuatan dahsyatpun tidak terelakan antara ajian geger Boyo puncak Lawu yang di lepaskan wirang untuk melindungi tubuh gadis yang barusan di tolong wirang dengan serangan jurus pedang Bongkeng.


Akibat benturan itu Bongkeng terpental ke belakang beberapa tombak, untung Bongkeng masih sempat melenting ke udara dan bersalto beberapa kali lalu turun ke tanah dengan mantab.


"Weeeedaaannn.....,ndoro mau membunuhku......!!!" Teriak Bongkeng sambil matanya mendelik heran.


"Sudah....sudah.....kang Bongkeng hentikan....dan kau nona tolong hentikan kesalah pahaman ini...., sudahi permainan kalian yang seperti anak anak ini....!!" bentak wirang pada pamomongnya dan gadis yang memakai baju hijau lumut itu.


"Heehh.....,untung temanmu menghentikan pertempuran ini kalo tidak sudah habis gigimu aku rontok kan?!!!!" Ucap gadis itu dengan nada sedikit merendahkan Bongkeng.


"Hahaha....apa Ndak terbalik nona seharusnya serangan terakhirku tadi bisa buat kamu klepek klepek....untung ndoroku mencegah.....!!!" Bongkeng menyangkal dengan ketawa.


"Sudahlah....ayo kita habiskan makanan kita....kita masih dalam perjalanan jauh kang Bongkeng, dan kau nona mohon Sudi kiranya untuk menghentikan pertikaian ini, Ndak ada manfaatnya buat kita bertempur!!" Ucap wirang menengahi pertikaian mereka berdua. Lalu Bongkeng masuk kedai dan melanjutkan makanannya lagi, gadis manis itupun segera masuk kedai untuk melanjutkan makan minum, wirang yang sudah habis makanannya duduk di antara Bongkeng dan gadis berbaju hijau itu.


"Nona maafkan kakang Bongkeng yang telah membuatmu berkeringat main main barang sejurus dua jurus" ucap wirang berusaha mencairkan suasana, sedangkan bapak pemilik kedai yang dari tadi ngumpet di dalam kedai mulai keluar lagi setelah melihat mereka tidak berkelahi lagi.


"Nona.....ngomong ngomong nona ini dari mana mau kemana nona, karena kalo saya lihat dari gelagat Nona kayaknya lagi dalam perjalanan jauh ...!!" Tanya wirang berbasa basi.


"Hhh...hh....h...,kisanak memang aku dalam perjalanan menuju gunung Semeru, dan aku sendiri dari gunung Wilis, mengenai apa tujuanku itu tidak penting bagi kisanak....!!" Jawab gadis itu masih dengan muka sedikit ketus.


"Hemmm......, baiklah nona saya juga tidak ingin mengetahui apa maksud dan tujuan nona ke Merbabu....!!, tapi alangkah baiknya kalo kita bicara tapi saling mengenal nama masing masing nona....!!" Ucap wirang dengan mimik yang malu malu gemana gitu.


"Oowhh....kisana mau mengenalku.....!??!, baiklah namaku Lembayung Senja, aku murid dari empu Yadi pertapa sakti dari gunung Wilis....!!" Jawab gadis itu mengenalkan dirinya bernama lembayung senja, murid dari pertapa sakti Empu Yadi.


"Empu....Yadi......haa...ha....ha...ha.....!!!" Bongkeng terkekeh mendengar gurunya gadis itu bernama Yadi.


"Hei....mulut tongos.....kenapa kalo Yadi....haa....!!!" Bentak lembayung senja sambil melotot matanya kepada Bongkeng.


"Sudah....sudah nona lembayung jangan di hiraukan kakang Bongkeng....!!" Ucap wirang yang menengahi suasana yang mau panas lagi. Si Bongkeng di bentak hanya nyungir nyungir mulutnya.


"Bilang sama temenmu itu kisanak agar tidak sembarangan merendahkan orang lain.!!" ucap gadis itu kepada wirang ningratan.


"Baiklah nona lembayung.....!!!, Kang tolong diam sebentar...!!" Ucap wirang kepada Bongkeng.


"Hhh ...h...h...h.....Bongkeng hanya bisa terkekeh ....!!"


"Baiklah nona, perkenalkan nama saya Wirang dan ini kakang Bongkeng....!!, semoga kita bisa berteman....!!" wirang memperkenalkan diri kepada gadis yang bernama lembayung senja.

__ADS_1


"Siapa....!??Wirang.....dan....Bongkeng......Hhii....hii...hi..hi..hi..hi.....!!" Lembayung senja tertawa mendengar Nama Wirang dan Bongkeng.


"Heii....Nona lembayung.....kenapa kamu ketawa mendengar nama kami...haaa......apa itu namanya juga tidak merendahkan kami dengan mentertawakan nama kami....!!!" Semprot Bongkeng kepada lembayung senja.


"Hi..hi...hi.....,ya sudah impas kan sama sama sekarang.....!!!" Jawab lembayung acuh tak acuh.


"Nona lembayung baiklah.....semoga perjalananmu selamat sampai tujuan, sebenernya kami juga menuju ke Merbabu, tapi kami hanya berjalan kaki, jadi kami tidak akan bisa bareng menemanimu dalam perjalanan karena nona membawa kuda...!!" Ucap wirang yang bermaksud ingin pamitan dan menyudahi mengganjal perutnya.


"Oowh....kisanak wirang mau ke Merbabu juga .....!!??!" Tanya Lembayung dengan mimik muka penuh tanda tanya.


"Ya nona.....!!, baiklah aku mohon diri maaf bila tadi ada kesalah pahaman di antara kita....!!" Ucap wirang lalu keluar dari kedai dengan Bongkeng mengikuti dari belakang setelah membayar makanan mereka dengan beberapa kepeng uang logam. Setelah wirang dan Bongkeng pergi dari kedai itu tak seberapa lama gadis manis itupun membayar makanan dan keluar menuju di mana kudanya di tambatkan.


"Heemm......siapa pemuda tadi, orangnya cukup sopan dan ber- wajah tampan,gagah berotot...., kalo dari pergerakanya saya kira mereka berdua bukan orang sembarangan, apa mungkin tujuanya sama denganku......??? Ah....sebaiknya aku susul dan tanyakan, kalo memang tujuanya sama aku ada teman dalam perjalanan, tapi aku jengkel sama yang satunya, sudah tongos sombong lagii....iiihh...sangat menyebalkan.....!!!" dengan segera lembayung senja memacu kudanya, dan benar saja di depan wirang dan Bongkeng sedang berjalan santai menyusuri jalanan desa itu ke arah barat daya.


"Kisanak....tunggu....!!!" Teriak lebayung senja memanggil wirang dan Bongkeng.


"Haaadeehhhh....apa lagi....ini,....huhh....!!" Dengus Bongkeng kesal gadis itu kembali mengejar mereka berdua.


"Ssssttt.....,udah kang gak usah di bikin kesal.....bikin saja santai kang....!!!" Bisik wirang mendapati lembayung senja yang sudah mendekat di posisinya.


"Tunggu.....!!!"


"Ada apa nona lembayung....!!?" tanya wirang kepada lembayung senja.


"Bolehkah aku bareng dengan kalian dalam perjalanan karena berjalan sendirian sangat membosankan.....!!!" Tanya Lembayung dengan mimik muka agak sungkan.


"Hhhaaahh......!!! dengan senang hati nona sombong, tapi asal tidak membuat onar saja silahkan kalo mau bareng kita....betul kan ndoro....!!" Jawab Bongkeng dengan wajah menunjukan kemenangan. Wirang tidak menjawab pertanyaan Bongkeng tapi hanya garuk garuk kepalanya.


"Hai....tuan muda tongos, maaf aku tidak bicara denganmu.....!!" Jawab lembayung senja sinis.


"Woooo....bajindulll.....bener bener gak punya adab sekali gadis ini ndoro.....!!"


"Sudah kakang,....biarkan saja....!!!" Ucap wirang yang tidak ingin perdebatan Bongkeng dan lembayung senja mulai lagi.


"Mari nona lembayung kalo ingin bareng bersama kami, tapi kami tidak bisa berlari mengikuti kudamu, kalo nona ingin bersama kami nona sebaiknya menuntun kudanya saja....!!" Ucap wirang dengan sopan.


"Baiklah aku tidak akan memacu kudaku, tapi aku akan tetap menaiki kuda ini dengan berjalan pelan, apakah kalian tidak keberatan....??" Tanya Lembayung senja dengan nada yang agak sungkan.


"Ya....boleh nona biar kaki nona tidak terlalu capek untuk berjalan lebih baik kudanya di naiki saja....!!!" Jawab wirang dengan bijak.


"Hhh....hh.....!!!" Kekeh si Bongkeng seakan mengejek gadis itu.


"Kenapa kamu tertawa tuan tongos.....,gak suka saya naiki kudaku....!!!??" Tanya Lembayung kepada Bongkeng.


"Silahkan nona lembayung senja.....,mau nona naikin, tidurin, juga terserah nona, kan nona yang punya kudanya.....!!!" Jawab Bongkeng dengan suara cempreng bernada kesal.


Perjalanan ketiga pendekar muda itu di hiasi dengan perdebatan perdebatan Bongkeng dan lembayung, suasana seperti itu kelihatanya sangat mengasyikan melakukan perjalanan jauh dengan wanita cantik.

__ADS_1


baiklah kita sudahi dulu episode ini nanti kita bertemu lagi dalam kelanjutan Serial Pendekar Wirang ningratan dalam episode berikutnya.


__ADS_2