
Dengan ajian lahar Merbabu yang dahsyat, dalam episode Bara api di istana ratu Cempoko, Sang Ratu menyerang Wirang yang sempat membuatnya kewalahan, Tapi Wirang saat itu menggunakan sarung kelakar bumi untuk melindungi tubuhnya dari pukulan pukulan sakti Ratu Cempoko Ireng yang dahsyat. Sehingga semua ilmu kesaktian yang di lancarkan sang Ratu hanya bisa menahan gerakan wirang untuk terus merangsek maju.
Mendapatkan pukulan sakti dari ratu Cempoko dengan sigap dia kembangkan sarung kelakar bumi untuk menutupi tubuhnya dengan sesekali melakukan serangan dengan ajian salju gunung Lawu dan ajian wedus gembel.
Sesekali pukulan maut wirang bisa mengenai pucuk gaun sang ratu, dan itu membuat sang ratu sungguh sangat murka sekali.
"Bangsat......!!! berani sekali kamu merusak gaunku.....bocah bagus.....!!!, kamu akan merasakan betapa dahsyatnya kesaktian ku.....hiihihihi....!!!"
Ratu Cempoko melesat ke udara dengan di iringi tawa yang mengerikan, setelah sampai di udara ratu Cempoko melepaskan sebuah pukulan Merbabu meletus yang sangat dahsyat, sehingga dalam area Lima puluh tombak dari lokasi pertempuran udara terasa panas membara.
Dengan udara panas dan asap hitam kemerah merahan, ajian merbabu meletus bergelombang melesat kearah wirang yang berdiri dengan menyiapkan ajian geger Boyo menghalau angin, Dengan datangnya alur gelombang udara yang dahsyat kepada wirang, maka wirang langsung membentengi diri dengan ajian geger Boyo menghalau angin.
"hebbb.....!!heeeaaaaa ...!!!"
Pertemuan Merbabu meletus dan geger Boyo menghalau angin menciptakan sebuah ledakan yang dahsyat, tapi kali ini yang melepaskan adalah ratu Cempoko, maka efek tenaganya dua kali lipat yang di lepaskan oleh Panji.
Wirang hanya sendirian ketika Bongkeng melesat mau membantu dengan cara menyalurkan tenaga dalam ke punggung wirang, Ki Restu aji menangkap kaki Bongkeng dan menahannya, karena Bongkeng dalam posisi meloncat di udara akhirnya Bongkeng Terjerembab ke tanah dengan muka lebih dahulu.
"Waaduuhhhh biyunggg......,kenapa kamu menahanku Ki buuyutt.....!!???"
"Bongkeng...., diamlahh....jangan kesana....!!!"
Tahan Ki buyut kepada Bongkeng yang masih nekad mau membantu momongannya.
"Bisa mati ndoroku kalo menghadapi nenek cantik itu sendirian Ki.....!!!"
Ucap Bongkeng kesal kepada Ki buyut restu aji.
"Tidakk.....!!!, lihatlah.....!!!"
Bongkeng dan semua orang melihat wirang yang masih adu tenaga dalam dengan ratu Cempoko, yang mana ajian geger Boyo dan ajian Merbabu meletus saling dorong,
Dan di saat ajian geger Boyo menghalau angin sudah tidak sanggup bertahan lagi terhadap tekanan yang bertubi tubi, dari ajian Merbabu meletus yang terus di lepaskan oleh Ratu Cempoko, tiba tiba sebuah sinar keemasan di barengi dengan suara ribuan bebek riuh rendah muncul dari ubun ubun Wirang ningratan, membentuk bayangan raksasa bebek dengan gigi yang besar besar dan berwajah lucu.
Tapi itu hanya sementara, setelah wirang terdorong kebelakang, wajah bebek itu menjadi menyeramkan dengan mata yang membesar marah, bergerak cepat mengepakkan sayapnya dan mengakibatkan ajian Merbabu meletus, yang di lepaskan oleh ratu Cempoko buyar berhamburan ke segala arah.
"Setan alasan.....mahkluk apa ini.....!!!!''
Guman ratu Cempoko dalam hati.
"Weedaaaannn.......!!! Apa itu Ki....yang keluar dari ubun ubun ndoroku.....??!!"
"Entahlah....!!! Itu mungkin Danyang rajah puser bumi yang berada di tubuh wirang ndoromu Keng.....!!!"
Semua yang berada di situ tercekat dengan munculnya monster bebek yang sangat besar dengan suara berisik dan selalu mengikuti arah gerak dari permainan silat wirang ningratan.
"Kweek...Kwek..Kwek..Kwek..kwewwkkkk.....!!!"
Suara bayangan monster bebek itu sungguh sangat menyakitkan telinga yang mendengarnya.
"Bangsattt.....setannn......, demit apa yang berada di tubuh anak ini, kekuatannya sungguh luar biasa.....!!!"
Guman Ratu Cempoko Ireng dalam hati berdecak kagum.
Dan saat itu wirang dan bayangan bebek raksasa itu, terus merangsek dengan jurus jurus silat yang belum pernah di lihat oleh semua orang yang berada di situ.
Suara bebek terus mengikuti kemana Wirang ningratan bergerak melesat dan bersalto menghindari setiap serangan dari ratu Cempoko.
"Kwekkk...Kwek...kweekk......, bruuussssshh......!!!"
Semburan api dan asap rokok klobot dari mulut wirang dan bebek raksasa itu melalap tubuh ratu Cempoko, untungnya dalam waktu sekejap Ratu Cempoko bisa melenting ke udara, untuk menghindari terpaan dari ribuan percikan api bercampur asap yang sangat panas.
"Bajingan tengikkk......., setan alaaaassss......,hiiiaaaaa...,!!!!"
Sambil melenting di udara ratu Cempoko mengibaskan senjatanya yang berupa tongkat keemasan berhiaskan bunga kecil di atasnya, Dan selarik sinar kuning berputar menahan terpaan, dari semburan rokok klobot yang ganas itu.
"Wekk...Wek..Wek...Wek...Wek....!!!!"
Terlihat wirang ningratan tertawa melihat ratu Cempoko pontang penting menyelamatkan gaun indahnya agar tidak terbakar.
"Waaaddduuuhhhh......!!!!, kok ketawanya seperti bebek sekarang...kii.....ndoroku.....!!!"
Bongkeng terkejut melihat wirang tertawa tapi suaranya seperti suara bebek.
"Ooohhh..ooh...ohhh.....!!!, jadi ini yang mengendap di tubuh ndoromu bongkeng, kalo segel di ubun ubun Wirang bisa terbuka, maka dia bisa mengendalikan kekuatan bebek....Gila memang kekuatan raksasa itu....!!!"
Jawab Ki Restu aji dengan berdecak kagum terhadap kekuatan mahkluk yang berada di tubuh wirang.
"Ooohhh.....,berati ndoro wirang tidak sadar ada bebek raksasa di belakangnya Kii....???"
"Paling Keng....kalo di lihat dari pergerakannya itu bukan ajaran dari Resi Sawogaling, pergerakannya seperti bebek lagi birahi gitu coba liat....!!"
Ucap Ki buyut restu aji.
"Lha...iya.....!!!"
Jawab Bongkeng dengan matanya yang terus mengawasi pergerakan wirang ningratan.
Sementara di tengah pertempuran wirang dan Ratu Cempoko terlihat, bebek dan wirang mengejar ratu Cempoko, yang meloncat kesana kemari menghindari pukulan pukulan dari sosok bayangan raksasa bebek dan wirang, yang menggunakan semburan ribuan api rokok dan ajian ajian yang di warisi dari resi Sawogaling.
"waduuhhh.....Ki....Ki...buyutt....!!!, lihatlah...!!, raksasa bebek gila itu di mulutnya juga ada rokok Klobotnya Kii......!!!!"
Ucap Bongkeng kepada Ki buyut yang sedang asyik melihat pertempuran malam itu.
"Haaaduuuhhhh.......!!, i..i..ini....bocah tongoss....ce...ce...cerewet mulutnya....!!!, ga...ga...ganggu orang la..la..lagi nonton aja....!!!"
Terdengar Ki sapu angin yang menjawab ucapan Bongkeng dengan gagang.
"Hadeeeehh...ini...,kakek gagap ikut ikutan saja...!!!, urusi dulu itu bicaramu yang gagap....!!!"
__ADS_1
"Wooo.....da..da..da...!!!"
"Dada.....!!!"
"Bukann.....tolol....!!!"
Bentak Ki sapu angin kesal.
"Lha terus apa....kek...., Daging....!??!"
Ucap Bongkeng lagi meledek kakek gagap.
"Da..da...da...dasar tongos......!!!"
"Wahahahha..........itu terusss....??!!, ga ada yang lain kek....!!!"
Jawab Bongkeng sambil cengengesan.
Sementara itu di arena pertempuran, wirang terus merangsek pertahanan ratu Cempoko, terlihat ratu Cempoko, terpontang panting menghindari serangan dari wirang dengan bayangan raksasa bebeknya.
"Hiiiaaaa....,huuupppp......!!!"
Sebuah alur pukulan di lepaskan oleh ratu Cempoko, bukanya di sambut dengan ajian pertahanan, tapi hanya di tahan dengan pantat bebek yang bulunya nyeprok seperti kipas.
"Bleppp......!!!"
"Setan alas ajian Merbabu meletusku seperti tidak berpengaruh kepada bebek setan itu....!!!"
"Kwekk..Wek..Wek..Wek..Wek....!!!"
Suara bebek sedang ketawa, membuat yang berada di situ menutup telinganya, karena sangat menyakitkan gendang telinga yang terasa mau pecah.
Melihat semua ilmu kesaktiannya tidak mempan, yang di lepaskan kepada wirang dan bebek gila itu, lalu Ratu Cempoko menghunus tongkat saktinya, yang ternyata di dalamnya ada sebuah pedang panjang bersinar biru muda melingkupi seluruh tubuh ratu Cempoko.
Dengan kemarahan yang luar biasa gaun hitamnya di lepas dan di lempar ke dalam istana, Terlihatlah sebuah pemandangan tubuh sexy Ratu Cempoko yang hanya mengenakan pakaian span tipis semburat bercahaya biru, akibat pendaran dari senjata pusakanya.
"Wirang.......,hati hati...., pedang itu sangat berbahaya......!!!"
Teriak Ki buyut restu aji, kepada wirang ningratan, yang masih bertingkah seperti bebek jalan mondar mandir di arena pertempuran.
"Waaaooo......, benar benar nenek rasa gadis......!!! sssruuupp.....!!!"
Ucap Bongkeng spontan setelah melihat kemolekan tubuh ratu Cempoko, yang hanya di balut baju tipis transparant berwarna putih kebiru biruan.
"Ploookkkk......!!!"
Sebuah tamparan keras mendarat di muka Bongkeng yang terbengong bengong memperhatikan tubuh ratu Cempoko.
"Waajindullll......!!!!, Ehh...lembayung kamu gila yaa....., seenaknya saja menampar orang haa.....!!!" teriak Bongkeng sambil memegangi pipinya.
"Wahahahaaaaa...!!!!!!!ma...ma...makan tuh....gamparan dari ga...ga..gadis cantik...to..to...tongos..jelek....he..he..he...he.....!!!"
"Diam....kamu orang tua gagap......!!!, ikut ikut saja.....!!"
Semprot Bongkeng kepada kakek gagap dengan kesal.
"Aaah...haiii.....!!! hah..ha..ha..ha....!!!"
Ki sapu angin hanya tertawa dengan nada yang sangat mengesalkan.
sementara itu, setelah melepas gaun hitam dan meloloskan pedang mustika gunung Merbabudari sarungnya, lalu Ratu Cempoko melesat ke udara dan mulai merangkai sebuah jurus pedang yang sangat sulit untuk di hindari,
sekejap sebelum pedang itu mengenai tubuh wirang ningratan dan bebek gila itu, tiba tiba senjata milik wirang ningratan, mustika Kudi bebek kenconopati, melesat dari sarungnya yang di selipkan di pinggang wirang ningratan, dengan gerakan cepat pula tangan wirang seperti ada yang menuntun, lalu menangkap mustika bebek kenconopati, lalu di gunakan untuk menangkis sabetan pedang mustika gunung Merbabu milik ratu Cempoko Ireng.
"Traaaaannnggg.....!!!, Wuuushhh.....Triiiinggg.....!!!"
Terjadi benturan benturan antara pedang milik ratu dan kudi mustika milik wirang ningratan, efeknya percikan percikan api berpendar ke seantero area pertempuran, sehingga membuat suasana menjadi terang benderang, walau pada malam pertempuran itu juga sudah terang seperti siang karena bulan sudah puncak purnama.
Ternyata Kudi wirang ningratan yang karatan itu mampu menahan sabetan dan hentakan dari tenaga besar yang di pendarkan oleh senjata mustika milik ratu Cempoko.
"Setan alassss......!!!, senjata busuk karatan kenapa mampu bertahan dari sabetan pedang mustika ku.....!!??"
Ratu Cempoko tidak menyangka, kudi karatan yang di gunakan oleh wirang, mampu menahan semua sabetan dan bacokan pedang milik ratu Cempoko.
"Ki....Ki...buyut.....!!!, kudi busuk milik ndoroku hebat juga ya.....,padahal kudi itu karatan Ki.....!!!!??"
Tanya Bongkeng cerewet memberi tahu senjata wirang kepada Ki buyut restu aji.
"Heh...heh...heh......!!!"
Ki buyut restu aji cuma terkekeh mendengar celoteh si Bongkeng.
Sementara itu Wirang masih terus meloncat kesana kemari menghindari sabetan dan tusukan pedang dengan sangat cepat, karena gerakan pedang ratu Cempoko seperti kilat mengerubungi tubuh wirang ningratan.
Dan pada suatu kesempatan di saat wirang dan bebek gila sedang melompat ke udara, untuk menghindar dari sapuan kaki ratu Cempoko, ternyata itu hanya sebuah jebakan, karena sejurus kemudian tusukan pedang mustika gunung Merbabu melabrak dan mengancam ******** dari wirang ningratan.
"Buuajinduullll.......!!!, mau nyunati aku ya, nek.....??!!"
Ucap wirang gelagapan menyelamatkan kamaluannya.
"Mampus kau bocah tengikk......!!!"
Setelah Wirang melenting salto dua kali, ternyata itu cuma pengalihan, serangan yang utama adalah ajian Merbabu meletus.
"Hiiiaaaaa.....!!!!, sssssooooosssssshhhhhh.....!!!!, weeeerrrrrrrrrhhhhhgggg.....!!!!"
Suara mengerikan dari ajian Merbabu meletus, membuncah mengiringi sebuah semburan gelombang asap hitam pekat kemerah merahan.
"ddduuuaaaaarrrrttt.....!!! warr........!!!, waaarrrr......!!!"
__ADS_1
Suara ledakan akibat benturan antara kekuatan dari ajian Merbabu meletus dan pantat bebek gila, terdengar menggema seantero hutan gunung Merbabu.
"Waaaookkm.....!!waaaoook....!!!"
Suara raksasa bebek gila terdengar memilukan, dengan di iringi pantat wirang, yang juga ikut terbakar oleh api dari ajian Merbabu meletus, yang di lepaskan oleh ratu Cempoko.
"Ndoroo......!!!!!"
Teriak Bongkeng mengawatirkan ndoronya.
"Hahahaha.....hihihihi.....!!!, Ayolah maju lagi bebek gilaa......!!!, kalo ingin menjadi bebek bakar......hahahahihihihi.....!!!"
Ratu Cempoko tertawa cekikikan saat melihat wirang dan bebek raksasa itu berusaha memadamkan api yang membakar pantat mereka, untung saja kulit pantat wirang tidak apa apa.
"Buajindullll.......!!!!, nenek gila berani sekali kau bakar pantatku......!!!!"
"Hahahaha.....majulah lagi bocah busuk.....!!!, akan aku jadikan tubuh dan bebek keparatmu itu sebagai daging panggang....!!!"
Ucap Ratu Cempoko Ireng sambil menyiapkan pedangnya di depan dada.
"Sialan.....!!!, nenek cantik ini sungguh sakti aku harus cari cara untuk membuatnya repot, baru aku habisi dengan kudi jelek ini....!!!"
Guman wirang dalam hati.
Dengan santainya wirang lalu menyulut sebatang rokok klobotnya, dan anehnya bayangan bebek gila raksasa juga terlihat di mulutnya menyumpal rokok klobot besar seperti milik wirang ningratan.
"Kweewk...Wek...Wek..Wek....?!!!, Kwek...Wek..Wek...Wek.....!!!"
Bersama suara bebek yang menyakitkan telinga, terlihat wirang mulai lagi menyerang ratu Cempoko dengan jurus jurus rokok klobot yang ganas, semburan semburan api menerjang hebat seperti jutaan bara api yang melesat ke arah tubuh ratu Cempoko.
"bruuuuussssshhh......!!!"
"Setan alas......!!!!, api api kecil ini bisa membakar bajuku.....!!!"
Guman ratu Cempoko dalam hati, setiap wirang melakukan semburan api panas ke arah ratu Cempoko, terlihat ratu begitu repot sekali menghalau api api kecil yang mulai melubangi baju tipisnya.
Dan di saat ratu Cempoko kerepotan di situ pukulan salju gunung Lawu, dan ajian wedus gembel menyambar ke arah tubuh ratu Cempoko dengan cepat.
"Hemm....rupanya nenek cantik ini takut bajunya kebakar, hhhh...hhh...hh, aku punya ide biar ku bakar saja bajunya sampai dia telanjang....!!"
Ada ide cerdik dari wirang, karena semua kesaktian seperti tidak berguna untuk menekan ratu Cempoko, satu satunya di bikin malu, kalo dia lengah baru di habisi, begitu yang ada dalam pikiran wirang ningratan.
"Ndoro.....awassss.....!!!"
Teriak Bongkeng kepada wirang ningratan, ketika melihat ratu Cempoko melenting ke udara dan mengirimkan sebuah serangan dahsyat.
"Hiiiaaaaaaa.......!!!!, mampus kau bocahh.......!!!!"
Teriak ratu Cempoko dengan mustika pedang Merbabunya, yang di ayunkan dengan sangat cepat ke arah kepala wirang.
"Craaaannnggg......!!!"
Benturan antara mustika Kudi kenconopati terdengar sangat nyaring, dan akibat benturan dua benda pusaka itu, pendaran percikan api menyinari arena pertempuran.
"Bruuuuoooooossssshhhh......!!!!"
Sebuah semburan api yang sangat besar melabrak cepat ke arah ratu Cempoko yang berjempalitan setelah gagal membelah kepala wirang.
Akibat semburan api yang tidak sempat di halau oleh sang ratu, pakaian tipis ratu Cempoko Ireng terbakar oleh sulutan lautan api yang di semburkan oleh wirang dan raksasa bebek gila yang membayangi, setiap gerakan yang di buat oleh wirang ningratan.
"Bangsaaattt.....!!!, bangsattt ....!!!!"
Ratu Cempoko blingsatan merasakan panasnya api dan yang lebih parah lagi pakainnya terbakar sehingga tubuh ratu Cempoko hampir polos, karena pakaiannya habis terbakar itu membuat ratu menjadi sibuk menutup auratnya, dan sebuah ajian salju gunung Lawu di lepaskan dengan tenaga dalam yang tinggi, akibatnya lokasi pertempuran menjadi membeku, termasuk semua orang yang melihat pertempuran itu menggigil kedinginan.
"Swooosssshhhh......!!!, kweek...Wek...Wek...Wek.....!!!, sruuuuingggh....ng....ng....ng...!!!"
Pukulan salju gunung Lawu tepat melabrak dada ratu Cempoko, dalam sekejap tubuh hampir bugil ratu Cempoko memutih beku dan tidak mampu bergerak.
Wirang yang melihat ratu Cempoko belum mampu melepaskan efek pukulan yang di lepaskan itu, segera mengirimkan ajian wedus gembel.
"kwekk...kwe..k....Wek....!!!, Heaaaaa......!!!!"
"Woooorrrrrrrehhhhhggg......!!!!"
Gelombang udara panas yang melelehkan apapun yang di terjangnya, melabrak cepat ke arah tubuh ratu Cempoko yang membeku, dan seketika tubuh sexy itu meledak akibat dari perubahan suhu dari beku ke panas dengan cepat.
"Duuuuuuiaaaaaarrrrrr.....ar......ar.....aar.....!!!!"
Suara ledakan yang dahsyat, menggema ke seantero gunung, tubuh ratu Cempoko hancur berkeping keping berhamburan memenuhi arena pertempuran, pedang Mustika gunung Merbabu andalan sang ratu melesat cepat, terlihat sinar kebiruan terbang ke arah puncak Merbabu.
Dan akibat dari ledakan itupun membuat tubuh wirang ningratan terlontar sejauh sepuluh tombak lebih, akibat dari kuatnya tekanan gelombang kejut yang di hasilkan dari hancurnya tubuh ratu Cempoko Ireng.
"Ndorooo.......!!!"
"Wirang....!!!"
"Kang wiraaaangg....!!!"
"Wi...wi....wi...wiraang.....!!!"
Semua yang di situ berteriak hampir bersamaan, bahkan Ki sapu angin pun ikut berteriak, melihat tubuh wirang ningratan terlontar dengan keras dan menelungkup di tanah.
Waktu tubuh wirang terlontar dalam sekejap bayangan bebek raksasa masuk kembali ke ubun ubun Wirang ningratan.
"Bongkeng......!!!!, lihat keadaan ndoromu.....!!!"
Perintah Ki buyut restu aji kepada pemuda tongos itu.
Bongkeng, Palupi, dan lembayung senja melesat cepat ke arah tubuh wirang yang tergeletak tidak bergerak di tanah.
Apa yang terjadi dengan wirang ningratan, dan bagaimana keadaan pendekar bebek gila itu?
__ADS_1
Kita tunggu kelanjutannya yang lebih seru pada episode berikutnya.
(Mengingat Judul "pendekar wirang ningratan" kurang menarik, maka author mengganti judul serial ini menjadi "Pendekar Bebek gila" author minta maaf yang sebesar besarnya kalo dengan penggantian ini menjadi tidak nyaman di hati para pembaca semua🙏🙏✌️.)