
Wirang sudah menyiapkan sebuah ajian untuk menghadapi kemungkinan Panji melepaskan ajian lahar Merbabu kembali, tapi tanpa di sangka tiga bayangan muncul ikut membantu Panji.
"Waduuhhhh......ndoro...!!!, ada yang muncul.....!!!"
"Tenang saja kang....kita hadapi bersama, Palupi dan lembayung kemana kang ....!!!"
Wirang menanyakan lembayung dan Palupi, yang masih menyembunyikan diri di balik semak semak.
"Ndak tau ndoro.....,mungkin lagi buang hajat....hi..hi..hi.....!!!"
"Whhuuuussss.......!!!!"
"Awas kang....!!!"
Sebuah bola besi berduri melesat kearah Bongkeng.
"Trannngg.....!!!"
percikan bunga api menebar keudara, akibat benturan dua benda keras, bola besi berduri dan Kelewang Bongkeng, yang di gunakan untuk menangkis senjata penyerangnya, sehingga membuat terang benderang lokasi pertempuran. Akibat benturan dua senjata mustika itu tangan Bongkeng terasa bergetar hebat.
"Wedaaaannn.....!!!"
"Kenapa kang....!!!"
Tanya wirang menanyakan keadaan Bongkeng. Tanpa menjawab teriakan Wirang Bongkeng balik menyerang dengan jurus jurus copet saktinya.
"Swiiinngg.....!!!, weeeesssshh.....!!!"
Sabetan Kelewang Bongkeng terus memojokan kedudukan salah satu penyerangnya tapi di lain pihak ketiga bayangan itu berpencar membentuk lingkaran mengerubuti wirang dan Bongkeng.
"Setan alas......hiaaa....!!!,Beraninya keroyokan.....!!!"
Sebuah bentakan nyaring menggema dan berkelebat bayangan hijau melesat ke tengah tengah arena pertempuran.
"Lembayung.....!!!"
"Diam......!! aku bantu kalian....!!!"
Bentak lembayung kepada Bongkeng yang sumringah melihat lembayung ikut bergabung.
"Awass......!!, Hiaaaaa...heebb.....!!!"
Sebuah serangan beruntun dan terorganisir dari ketiga sosok manusia yang membantu Panji itu merangsek kedudukan lembayung dan Bongkeng.
"Whussssss......,shhooorttt....breeeetttr.....!! Trannngg.....!!!"
Senjata senjata ketiga orang itu yang berupa bola bola besi berduri, terus berusaha mengancam kepala dan dada lembayung dan Bongkeng, ada beberapa serangan yang bisa di tangkis oleh lembayung dengan tongkat pendek saktinya, tapi ada salah satu pukulan yang berusaha melabrak dada lembayung.
"Whussss......!!!"
"Praaaakk....!!"
"Ooooauuuuuurrrrr......,bedebah....!!!"
Terdengar tulang patah dan jeritan melengking dari salah satu penyerang lembayung, rupanya diam diam lembayung merubah posisi kakinya kebelakang, dan balik memapras pukulan yang mengincar dadanyanya, dengan sebuah gerakan memutar dan kaki lembayung melabrak tulang rusuk penyerangnya, membuat patah beberapa tulang rusuk.
Sedangkan Wirang konsentrasi menghadapi Panji.
"Hhhhh....pemuda perokok, ayo keluarkan ilmumu yang paling kamu andalkan, hadapilahhhh iniiii.....hiiiaaaa.....!!!"
"wwwrrrrrrrrrr.....suuuuussshhhh.....!!!"
Sebuah asap kelabu pekat menerjang cepat ke arah wirang Ningratan, bergelombang bergulung gulung menebar hawa yang sangat panas.
"Wirang gunakan sarung kelakar bumi, dan terjanglah......!!!!"
Teriak Ki buyut restu aji mengingatkan wirang.
"Baik Ki buyut.....!!!''
Wirang merasa besar hatinya setelah mengetahui kehadiran Ki buyut, dengan segera di selimutkan sarungnya menutupi area tubuhnya, dan dengan menggunakan Ajian Salju gunung Lawu, Wirang ningratan masuk menerjang asap pukulan lahar Merbabu yang panas itu dan terus merangsek dengan cepat memasukan pukulan saktinya.
"Cepraaakkkk.....!!!, blllaaaarrrrr......"
Ajian salju gunung Lawu, dengan dukungan sarung kelakar bumi, mampu melindungi tubuh wirang dari hawa panas yang menyertai pukulan musuhnya, dan terciptalah sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan, yang mana Wirang melesat cepat menusuk ke tengah tengah asap kelabu panas itu, lalu mengirimkan pukulan yang melabrak tepat di dada kiri Panji yang tidak menduga wirang akan mampu bertahan dari ganasnya ajian yang di lepaskannya.
Sebuah ledakan dahsyat melemparkan tubuh Panji dan menabrak tembok istana.
"buuuooookkkk.....!!! shuuutt......bruuuakkk.....!!!!!"
Lalu panji tertatih tatih berusaha berdiri untuk kembali menyusun serangan.
"Ndoro.....hati hati...., kayaknya dia sudah terluka dalam tapi masih sanggup berdiri ndoro.....!!!"
Bongkeng memperingatkan ndoronya.
Sementara itu Palupi yang sudah tidak sabar ingin ikut bertempur, berkelebat ke tengah tengah pertempuran menyusul lembayung senja yang sudah duluan ikut membantu. Bongkeng, Lembayung, dan Palupi sekarang berhadapan satu lawan satu dengan ketiga anak buah Ratu Cempoko itu.
"Kang Bongkeng biarkan aku bergabung.....hiiiaaaaaaa.....!!!"
Dengan bentakan yang dahsyat Palupi merangkai sebuah pukulan jarak jauh berupa sinar putih membentuk bunga teratai yang berputar bak gasing, dengan pucuk pucuk kelopak bunga yang sangat tajam bila mengenai benda atau tubuh manusia.
"Swiingg.....swiiinggg.....!!!"
Sinar putih pukulan dari Palupi mengobrak Abrik pertahanan ketiga anak buah Ratu cempoko yang masih saja tetap tangguh untuk di tundukkan.
Lembayung dengan pukulan saktinya yang sangat beracun juga berupaya merangsek pertahanan musuhnya.
"Whhuuuussss......!!! buucckk.....!!!"
Sebuah pukulan yang di lancarkan oleh lembayung sangat keras menghantam anak buah ratu cempoko, seketika anak buah ratu Cempoko terlempar beberapa tombak menghantam pohon besar di belakangnya.
"Uuuugghhhhh...!!! hooeeeekkk....!!!"
Dan muntah darah bercampur cairan berwarna hijau lembayung, anak buah ratu cempoko terkapar tidak bergerak lagi.
"Mampus kau jahanam......!!!"
guman lembayung senja dalam hati, melihat musuhnya terkapar memuntahkan racun yang sangat banyak.
Sementara itu Bongkeng dan Palupi masih terus adu kekuatan dengan musuhnya, dengan segala jurus dan segala ilmu kadigdayan sudah di lepaskan, tapi memang pertarungan itu seimbang sehingga sama sama saling desak dan saling serang silih berganti.
Wirang yang melihat Panji bangkit kembali dan pasang kuda kuda yang terlihat sangat kokoh sedang merapalkan ajian pamungkas yaitu Ajian Merbabu meletus.
Terlihat tangan Panji yang di angkat keatas mengeluarkan asap hitam pekat yang menyelimuti tubuhnya, lalu kembali tangannya bersilang di dada siap melepaskan ajian pamungkas yang sangat dahsyat.
"wirang bertahanlah.......!!! panut....!!! , Sruing merah.....!!! ini saatnya......!!!"
__ADS_1
Ki buyut mengomando wirang dan teman temannya untuk bersiap menghadapi gelombang pukulan berupa lahar yang dahsyat.
"Hiiiaaaaa......!!!"
"Hebbb......!!!"
Ki buyut restu aji, Sruing merah dan Ki panut segera menceburkan dirinya dalam pertempuran antara wirang dan Panji, karena Wirang tidak akan mampu menghadapi dahsyatnya ajian Merbabu meletus yang akan di lepaskan oleh Panji.
"Bangsat.....kalian terimalah ajal kalian semua malam ini......ha..ha...haaa.....hhhiiiiiiiiiaaaaaaa......!!!!"
Dengan terbahak Panji membentak keras dan melepaskan pukulan Merbabu meletus.
Mulanya pukulan yang di lepaskan oleh Panji terlihat asap hitam pekat lalu sebuah pusaran udara yang merah membara seperti lahar yang membuncah tergelak melesat ke arah wirang dan pendekar pendekar tua yang membantunya.
"Blaaaaarrrrrrr........, wwwwwrrrrrrreaaaahhhhgggg.....!!!!, blammmm......!!!, blaaammm......!!!"
Suara ledakan dahsyat di susul suara yang sangat mengerikan mengiringi udara yang sangat panas sekali, membuncah melabrak pertahanan para pendekar aliran putih yang hanya bisa bertahan dengan ajian pertahanan masing masing.
Kedahsyatan ajian Merbabu meletus memang luar biasa, wirang dan pendekar pendekar aliran putih itu terlempar ke segala arah, akibat dari kuatnya gelombang kejut yang di hasilkan dari benturan tenaga dalam tingkat tinggi. Bahkan dua anak buah ratu cempoko, Bongkeng,lembayung,dan Palupi ikut terlempar ke semak semak belukar.
Dengan ajian pamungkas yang di lepaskan oleh Panji, membuat murid ratu Cempoko itu terkapar tidak bergerak lagi, tewas oleh kekuatan saktinya sendiri.
Sementara itu Wirang dan para pendekar tua keluar dari semak semak dengan baju yang koyak dan robek terkena dahsyatnya kesaktian ajian Merbabu meletus yang di lepaskan oleh Panji.
"Wirang.....!!!, Palupi....!!, lembayung.....!!!"
teriak Bongkeng mencari keberadaan teman temannya.
"Guru....,Guru...tidak apa apa....!!?"
Tanya Rengganis yang keluar dari persembunyiannya melihat gurunya bajunya terkoyak.
"Rengganis....., kemana Rangga....??"
"Kang Rangga mencari mbakyu Palupi guru.....!!"
"Cepat bawa aku ke atas batu sebelah sana biar aku obati luka dalamku ini.....!!"
Ki Restu aji menyuruh Rengganis untuk memapahnya ke sebuah batu beberapa tombak dari tempat pertempuran.
"Mari guru...., biar saya papah guru ke sana...!!"
Sementara Rengganis memapah gurunya ke sebuah batu besar, Rangga sibuk mencari keberadaan Palupi yang saat itu juga pingsan dan menggelegak di bawah pohon besar.
"Nimas.....,nimas Palupi....!!?!"
Rangga memanggil manggil Palupi tapi tidak ada jawaban, lalu Rangga membopong tubuh Palupi ke dekat gurunya sedang semedi mengatur pernafasan untuk mengobati luka dalamnya.
Wirang yang bajunya robek dan terbakar terlihat sudah berdiri di arena pertempuran dengan tangan mengepal berwarna hitam kelabu.
"Ratu cempokooo......, keluarlah murid dan anak buahmu sudah mampus semua......, keluarlah hadapi kami....!!!"
Wirang teriak menantang Ratu cempoko agar segera keluar dari istananya.
Sekitar sepeminuman teh, tiba tiba pintu gerbang terbuka lebar.
"greeeeekkk......rrrrrrtt.....!!!"
Dan tak seberapa lama munculah seorang wanita cantik jelita memakai pakaian serba hitam dengan hiasan bunga bunga berwarna keemasan.
"Weeeehhhh......., masuk ini ndoro.....!!!''
"lhoo....., lha kok masih imut orangnya kang.....???"
Jawab wirang berdecak kagum dengan kecantikan ratu Cempoko Ireng yang keliatan masih seumuran dengan umurnya.
"Wirang......., jangan terkecoh dengan wajahnya......!!!, dia itu sebenarnya nenek nenek keriput...!!!"
Teriak Ki Restu aji dari kejauhan.
"Waaaduuhhh......!!!, kalo ini nenek nenek rasa gadis ndoro....hi...hi...!!!!"
"Masak iya kang......???"
" Bisa jadi....hi...hi...hi....!!!"
jawab Bongkeng cengengesan.
Dengan di awali tertawa yang melengking ratu Cempoko, melesat mendekati wirang dan Bongkeng sekira lima tombak.
"Hiii...hi...hi...hi...ha..ha...ha..ha......!!"
Lengkingan tawa ratu Cempoko, yang di aliri tenaga dalam sungguh menyakitkan telinga siapa saja yang mendengarnya, Tak terkecuali wirang dan Bongkeng.
"Ndoro....., tertawanya menyakitkan telinga.....!!! bagaimana kalo mendesah ya.....???!, he..he..he....!!"
"Hadeeehhh......!!!, suasana begini otakmu mesum terus kang.....??!!"
"He...he...he....., biar gak sepaneng ndoroo.....!!??!''
Setelah efek ketawa dari Ratu Cempoko hilang Rangga yang sedang merawat gurunya, melesat ikut turun ke arena pertempuran.
"Kang Bongkeng, carilah lembayung....pastikan dia dalam keadaan baik baik saja...!!"
perintah wirang kepada Bongkeng.
"Baik ndoro, hati hati....lho dia pasti sangat sakti, muridnya saja seperti itu ilmunya....!!!''
"Sudah....., yang penting yakin kang....!!!''
Wirang segera bersiap mengatur posisi kuda kuda, Rangga juga sudah mengambil posisi untuk segera melakukan perlawanan.
"Hahaha....hi..hi..hi......!!!!, kalian masih muda muda, sayang kalian akan mati malam ini....!!!"
Sumbar Ratu Cempoko yang maju melayaninya hanya dua pemuda yang di matanya tidak ada apa apanya.
"heh..he..heh..heh.....!!!, Ratu Cempoko tidak baik meremehkan lawanmu, karena itu akan menjadi bumerang bagimu nanti Cempoko....heh..heh..heh....!!!"
Ki Restu aji terkekeh memancing amarah dari Ratu Cempoko.
"He..he..he..he.....,iya be..be..betul itu...., hati hati kamu Ra....ra...ratu...bisa jadi anak anak mu..mu...muda itu bisa merusak kecantikan wa..wa...wa..wajahmu...he...he...he....!!!"
"Diam kau tua bangka gagap.....!!!"
Bentak ratu Cempoko Ireng kepada, pendekar gagap.
Tanpa menunggu lama, si Rangga yang masih punya tenaga fress, melesat menerjang ke arah ratu Cempoko, yang berdiri dengan senjata andalannya.
__ADS_1
"Heeeaaaaa.......wwwweerrrrrr.....shhhoouuutttt....wuck...wuuckk.....!!!, black...dugh....!!!"
"Aagghhh.....!!!!!, shroootttt....blesaaakkk.....!!!!"
"Ranggaaa.......!!!"
Teriak Ki buyut restu aji, melihat muridnya terlempar ke semak semak sejauh lima tombak.
Melihat Rangga terlempar dari arena pertempuran, wirang segera merangsek dengan ajian wedus gembel.
"Heeebb.....heeeaaaaa......!!!! Weerrrrrrr......shhherrroorororoooooossss.....,blupp...blluppp.....!!!"
Sebuah gelombang udara bercampur debu yang sangat panas, bergulung melesat cepat ke arah posisi ratu Cempoko. Dengan sigap ratu Cempoko mengibaskan gaun hitamnya dan terjadilah, sebuah kejadian yang luar biasa, ajian wedus gembel, balik menyerang ke arah wirang, dengan kecepatan dua kali dari yang di lepaskan oleh wirang sendiri.
"Wirang tutupi tubuhmu dengan sarung.....!!!"
Teriak Ki Restu aji.
"Blleeebb....whuussss.....!!"
Yang terjadi pukulan wedus gembel yang di balikan arah oleh ratu Cempoko, seperti menembus awan ketika membentur tubuh wirang yang di bungkus dengan sarung kelakar bumi.
"Setan alas.....,siapa pemuda ini, aku rasakan getaran tenaga intinya sungguh sangat menakjubkan..!!"
Guman ratu Cempoko Ireng dalam hati.
"Buaajindulllll......!!! blaik....., repot kalo begini, ajian yang aku lepaskan di balikan lagi ke arahku....!!!"
Pekik wirang terkejut akan kesaktian dari Ratu Cempoko Ireng.
Dengan tenaga inti yang di pusatkan ke tangan kanan, Wirang segera merapal ajian salju Lawu untuk menyerang ratu Cempoko kembali.
"Awasss.....nenek cantik.....heeeaaaaa......!!!"
Tiba tiba udara menjadi membeku, sebuah alur udara dingin bak inti es, melabrak cepat ke arah kedudukan ratu Cempoko. Tapi Ratu Cempoko bukan tokoh kemarin sore, dengan gerakan gemulai nan sexy Ratu Cempoko dengan mudah, bisa menghindari setiap pukulan dan serangan yang di lakukan oleh wirang ningratan.
"weeeedaaannn.....!!!, Kamu masih sa....sa...sangat sexy......kalau menghindari serangan la..la..lawan ratu Cempoko.....??!!"
Ki sapu angin ngiler melihat sexynya tubuh ratu Cempoko, yang gemulai bak gerakan bidadari, menghindari setiap serangan, dari wirang ningratan.
"Ho'oh.....bener kek....he..he..he....!!!"
Bongkeng ikut nimbrung mengomentari ucapan Ki sapu angin kepada ratu Cempoko.
"Di..di...diam kau....to..to..tongoss....!!!"
Bentak kakek gagap itu kepada Bongkeng.
"Waaduuuhhh.....!!! gitu aja marah kakek susah ngomong....!!!"
Jawab Bongkeng sambil bergeser memberi minum Lembayung senja yang masih lemas, karena efek dari gelombang ajian Merbabu meletus yang di lepaskan oleh Almarhum Panji.....😁✌️.
"Urusi itu te..te..temanmu....jangan ga..ga...ganggu aku melihat vitamin......!!!''
"Iyaa...iya...kakek vitamin......!!!''
"Kakek vitamin gi..gi...gimu itu.....!!!"
bentak Ki sapu angin kepada Bongkeng dengan tersungkur sungut.
Sementara itu Wirang yang di mentahkan semua seranganya oleh ratu Cempoko, melenting ke udara dan mundur beberapa tomba lalu ngedeprok duduk di pohon yang tumbang beberapa tombak dari arena pertempuran.
"Wirang......!!! kenapa berhenti....!!!??"
Ucap Ki Restu aji kepada wirang ningratan.
"Hadeehhh....kek......,nafas saya ngos ngosan....!!!, kalo sendiri kayaknya gak bakal bisa mengalahkan nenek cantik itu kek...!!!"
Jawab wirang sambil ngos ngosan menarik nafas.
"He..he...he......., mungkin akibat banyak ngerokok kamu wirang ....!!!, seharusnya kamu baca di wadah bungkus klobotmu itu, biar kamu bisa mengurangi rokokmu....!!!"
Penasaran dengan omongan Ki Restu aji lalu wirang ningratan mengambil bungkus klobot yang di sembunyikan di balik baju, dan membaca tulisan Jawa kuno yang tertera di bungkus klobot.
"Peringatan kerajaan, Merokok dapat menyebabkan anumu tidak bisa nganu, dan kalo bertarung nafas jadi ngos ngosan"
"Whaaaaaaaa......!!!!, Masak ada tulisannya kayak gini......!!!"
Teriak Wirang setelah membaca tulisan yang tertera di bungkus klobotnya.
"Ho'oh....ndoro....bener.....!!!"
Ucap wirang yang tiba tiba sudah di belakang wirang ikut membaca tulisan itu.
"Ho'oh bener.....gigimu itu.....!!!"
Jawab wirang sambil membuat lintingan rokok dan menghisapnya.
"Wirang.....kalian mau bertempur apa mau ngobrol sama si bongkeng .....!!!''
Teriak ki restu aji kepada wirang dan Bongkeng yang malah asyik ngobrol membahas rokok.
"Sekalian sa...sa..saja gelar tikar.....!!, dan bi...bi...bikin kopi biar ngobrolnya bisa san...san....santi....!!!"
"Santai.....kek....bukan Santi...., kok Santi apa teringat janda desa sebelah....!!!"
Ujar Bongkeng membenarkan omongan kakek gagap.
"Woooo.....da....da...da....!!!"
"Dada......???!!"
"Bukan.......,da...da..da...!!!"
"Lha ya apa dari tadi da..de..da..de terus.....,yang jelas kalo ngomong....!!!"
Ujar Bongkeng menggoda kakek gagap.
"Da..da..dasar...tongos...jelek....!!!"
"wahahahha.....mau menghina gigiku saja kok dua hari baru kelar.....!!!"
Sementara Bongkeng masih berdebat dengan kakek gagap, Wirang Sudah merangsek dengan jurus jurus rokok klobotnya, kali ini Ratu Cempoko sedikit kewalahan bukan karena kedahsyatan semburan Api dari rokok wirang, tapi karena takut gaunnya yang bagus itu, terkena sulutan tebaran dari api api kecil yang bertebaran kesegala arah.
"Setan alas......api api ini bisa membakar gaunku.....!!!"
Dengan merapal ajian lahar Merbabu tingkat terakhir, ratu Cempoko melepaskan sebuah pukulan yang sangat dahsyat, melabrak ke arah wirang, gelombang asap berwarna hitam kelabu itu, melalap habis tubuh wirang dan api dari rokok klobotnya.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi dengan wirang ningratan kita tunggu episode berikutnya yang lebih seru lagi.