Pendekar Bebek Gila

Pendekar Bebek Gila
19. Pertemuan dua bidadari


__ADS_3

Pertempuran antara perampok dan para pendekar muda yang terjadi di dusun kecil itu begitu menegangkan, adu kesaktian dan ilmu Kanuragan benar benar terjadi dengan sangat seru sekali.


Bongkeng meladeni ketiga perampok itu dengan jurus jurus copetnya untuk membantu gadis berbaju putih dengan semburat keburu biruan berjalan dengan saling bahu membahu untuk mengimbangi permainan silat para perampok yang dengan ganas terus merangsek pertahanan Bongkeng dan gadis yang di bantunya.


"Kayak kenal gadis ini......!!!" Guman Bongkeng dalam hati.


"Huuuppp....hiaaa.....shooot Des...desss.....bruuuakkk......!!!" Seorang perampok terkapar kena pukulan dari gadis itu.


"Haaah........,bunga teratai....apa ini Palupi.....!!!??" Bongkeng mulai curiga gadis dengan baju terusan putih itu Palupi.


"Kang Bongkeng.......awasss.....!!!"


"Ssuuusssshh......!!!, klotaaaak......!!" Sebuah sabetan tongkat kayu yang di pakai perampok itu menyasar gigi Bongkeng dengan keras.


"Walufiii.......!!!!, kamu walupi.....!!!???" Teriak Bongkeng yang tidak sadar giginya nyonyor di hajar kayu keras.


"Palupi....kang....palupii.....!!!" Ucap Palupi membenarkan panggilan Bongkeng.


"Iyaaa.....itu kamu......???"


"Iya kang....ini aku......!!!" teriak Palupi dengan sumringah karena dalam pikiran Palupi kalo ada Bongkeng berarti si wirang juga ada, karena mereka berangkat dari padepokan bunga teratai kan berdua.


"Hee...hee....heee.....,hiiiaaaa.....!!!" Bongkeng mulai mengeluarkan jurus jurus andalanya untuk memberi pelajaran pada perampok jahanam itu.


Dengan jurus jurus tingkat tinggi dan pukulan pukulan sakti Bongkeng mulai mendesak kedudukan ketiga perampok itu.


mendapatkan serangan yang sangat ganas dari Bongkeng dan Palupi ketiga perampok itu mulai menggunakan semua ajian yang di punya.


"Gondel.......,mundur bantu aku......!!!" Salah satu perampok itu lalu mundur beberapa langkah lalu memasang kuda kuda dan merapalkan sebuah ajian.


"Kang Bongkeng hati hati di belakangku kang....!!, salurkan tenaga dalammu.....buat bantu Palupi kang.....!!!" ucap Palupi sambil mempersiapkan ajian kelopak bunga teratai.


Tanpa di perintah dua kali Bongkeng sudah tanggap, segera Bongkeng melenting ke udara dan mendarat tepat di belakang Palupi dan segera menyalurkan tenaga dalam ke punggung Palupi.


Asap tipis keluar dari punggung Palupi yang di tempel telapak tangan Bongkeng yang kasar.


"Setelah bisa aku tahan, segera susul dengan serangan terkuatmu kang.....!!!" Ucap Palupi memberi arahan.


"Ho'oh......,perhatikan itu.....!!!" Diam diam Bongkeng sudah mempersiapkan pukulan sakti bernama Menampar wajah gerhana bulan setelah melihat gelombang angin menerpa mereka bak ****** beliung akibat dari ajian yang di lepaskan oleh gerombolan Lowo Ireng itu.


"Ssssuuuuuuuooooorrrrrrsssss........wwwwuuunngghhh.........!!!!!" Ajian Genta lowo sakti melabrak ganas ke arah Palupi dan Bongkeng, gelombang angin menderu dengan debu debu yang berterbangan menghantam mereka berdua, seandainya Palupi tidak mengeluarkan kelopak bunga teratai mungkin mereka berdua bisa terpental jauh akibat dari tiupan angin yang maha dahsyat dengan di barengi hawa yang sangat panas menerpa mereka berdua, untung dengan ajian kelopak bunga teratai mampu menaungi mereka berdua dari dahsyatnya ajian Genta lowo sakti.


Dengan mentahnya serangan ajian Genta lowo sakti menjadikan kesempatan Bongkeng untuk melepaskan ajian menampar wajah gerhana bulan.


Dengan gesit Bongkeng langsung melompat ke udara dan salto dua kali lalu melepaskan tamparan kepada kedua wajah perampok yang tersisa.


"Plaaaaakkk......!!!, Pllooaaaakkk....!!!!" Tangan Bongkeng yang menghitam dan mengandung hawa yang sangat panas menampar tepat di kedua wajah perampok.


"Huuuugggghhh......!!!!"


"Oooaaagggghhhh.....!!!"


Kedua perampok yang tersisa itu terlempar sejauh tiga tombak dengan wajah menghitam gosong dan keduanya tidak bergerak lagi.


"Kang......!!!"


"Hoouhh...hoouhh......!!!" Bongkeng seperti kehabisan nafas karena mempergunakan tenaga dalamnya dengan penuh untuk mengakhiri pertempuran itu.

__ADS_1


Dan di tempat lain pertempuran antara seorang perampok yang membawa senjata tongkat dengan kepala besi berduri terus merangsek lembayung senja dengan jurus jurus yang sangat mematikan, agaknya lembayung senja pun meladeni dengan tombak pendeknya yang terus membentengi tubuhnya dari sayatan atau gedoran dari senjata lawan.


"Hiiia....hiaaa.....!!" Kali ini lembayung senja menyerang dengan jurus jurus tombak pendeknya di barengi dengan pukulan tangan kiri yang sekarang terlihat berwarna hijau kebiru biruan, itulah ajian lembayung senja sebuah pukulan maut yang sangat beracun, siapapun yang terkena pukulan itu akan terluka dalam di barengi dengan racun yang langsung menyerang syaraf syaraf vital yang sangat mematikan.


Pukulan lembayung senja terus di lepaskan tapi lawannya masih cukup gesit untuk menghindari setiap serangan dari tombak lembayung dan pukulan sakti lembayung senja.


"Gadis keparat....terima ini.....Hiiiaaaa......!!!" Sebuah rangkaian jurus yang sangat rumit dengan tongkat kepala besi berduri terus berputar merangsek pertahanan lembayung senja yang masih memegang tombak saktinya. hingga pada suatu kesempatan pukulan tangan kiri lembayung senja mendarat tepat di dada perampok itu dan.


"Wuuussss.......praaakkk.....!!!" Suara tulang iga yang patah terdengar di telinga setiap yang menyaksikan pertempuran itu, dan raungan perampok terdengar memilukan dengan di sertai muntah darah bercampur cairan racun berwarna hijau daun lembayung di waktu senja hari.


"Yuuuhhhh......pasti sakit sekali....., lembayung mundur cepat.....!!" Ucap Bongkeng yang melihat sebelum tercabut nyawanya perampok itu masih sempat menyabetkan senjatanya kearah lembayung yang memegangi dadanya.


Melihat senjata perampok itu melesat cepat ke arah lembayung, dengan secepat kilat Bongkeng melemparkan senjata andalanya pedang berwarna hitam legam melesat memapras datangnya senjata dari perampok itu dan.


"Pranngg.....!!! Senjata perampok itu patah jadi dua sialnya pedang si Bongkeng terus menderu dan menancap tepat di leher manusia bejad gerombolan perampok lowo Ireng.


"Crooookkk.....!!!" suara pedang itu menancap di leher perampok yang mengakhiri hidupnya.


"Terimakasih Bongkeng....!!!" Ucap lembayung senja dengan senyum manisnya.


"Ho'oh.....he..he...he.....!!" Ucap Bongkeng cengengesan.


Di dekat lumbung padi warga dusun pertempuran antara wirang ningratan dan pimpinan perampok dengan sebutan Lowo Ireng terus berkecamuk, serangan demi serangan lowo Ireng dengan mudah bisa di patahkan oleh permainan silat wirang ningratan sementara ini semua pukulan sakti dari lowo Ireng bisa di mentahkan dengan ajian geger Boyo, dan perlindungan sarung kelakar bumi pemberian Ki Restu aji.


Dengan melihat pertempuran itu kita bisa menduga lowo Ireng tidak takut dan gentar walau anak buahnya sudah tewas semua.


"Hei lowo Ireng.....,anak buahmu sudah mampus semua....., kamu sendirian di sini bangsat......, segeralah bertaubat mungkin aku akan membiarkanmu tetap hidup....!!!" wirang peringatkan lowo Ireng, tapi rupanya lowo Ireng bukan manusia yang takut akan kematian.


"Haaa...haaa....ha..ha......!!! Bocah tengik kamu kira aku sudah kalah, anak buahku boleh mati tapi tidak mudah mengalahkan aku si lowo Ireng....ha..ha...haaa........,hiiiaaaa.....!!!, Majulah kalian semua biar lebih cepat aku membereskan kalian......!!!"


"Seeettt......., suuung .....sreeetttt....!!" Serangkai jurus di lambari ajian Genta lowo sakti meraung melabrak wirang ningratan, dengan kuda kuda yang kokoh wirang dapat menahan ajian Genta lowo sakti dengan ajian geger Boyo menahan ombak. Dan wirang lalu balik menyerang dengan ajian salju gunung Lawu.


"Bangsat ilmu apa ini.....!!!" tubuh lowo Ireng menjadi kaku membeku dengan cepat kulitnya menjadi putih di lapisi lapisan salju yang membuat tubuh lowo Ireng tidak bisa bergerak sama sekali hanya bisa diam berdiri sebentar lalu ambruk ke tanah dengan beban lowo ireng yang besar terdengar bergedebuk dengan di sertai tulang tulang yang patah akibat rapuh karena beku.


"Bluukkkk......!!!!, Kreeekkk......!!!" sekejap kemudian wirang segera melenting ke udara dan segera menghantamkan sebuah pukulan Wedus gembel, Gelombang angin sangat cepat menciptakan udara yang sangat panas menghantam tubuh lowo Ireng yang dalam keadaan kaku membeku.


"Wrrrraaaaauuuunhggggg.......!!!!, Wuuuuuusssssss....!!, Duaaaaaaarrrrr......!!! Pyaaaaarrrrr.......!!!" akibat perubahan suhu yang begitu cepat maka tubuh perampok lowo Ireng dalam sekejap hancur meledak menjadi serpihan serpihan kecil dan bertaburan kemana mana.


"Waaajinduuuuillll......!!!, Hebat ajian apa itu ndoro......sangat dahsyat sekali.....!!!" Bongkeng dan kedua gadis teman mereka terperangah dengan kesaktian si wirang yang sangat menakjubkan.


"Gila....pukulan sakti yang sangat sakti.....!!!" Guman lembayung senja dalam hati.


Dengan tewasnya kelima perampok itu lalu para penduduk dusun yang melihat segera memanggil semua warganya untuk keluar dan berkumpul di depan rumah besar yang sebagian sudah terbakar menjadi arang.


"Saudara saudara...., keluar semua perampo sudah sirna kita mendapatkan bantuan dari pendekar pendekar muda yang gagah perkasa....!!" Ucap laki laki setengah baya yang sebelum di bantu Bongkeng sempat ikut bertarung melawan perampok bersama Palupi menghadapi tiga perampok. Dengan riuh rendah para warga dusun pada keluar ingin melihat suasana pertempuran dan melihat sosok sosok pendekar yang sudah membasmi perampok yang sangat di takuti di wilayah kadipaten Segoromurni.


"Anak muda.....terimakasih atas bantuan kalian semua, mungkin tanpa bantuan kalian kami semua akan mati di bunuh sama perampok perampok jahanam itu!!" Laki laki itu menghaturkan rasa terimakasih yang mendalam kepada empat pemuda dan pemudi yang telah membunuh para perampok itu.


"Iyaa...ngga apa apa pak tua, bagai mana kondisi warga dusun pak tua....!!?!" Jawab Bongkeng yang seakan akan menjadi pemimpin dan juru bicara empat pendekar muda mudi itu.


"Berkat bantuan kalian dan pertolongan sang hyang agung kita semua dalam keadaan baik baik saja tuan pendekar, mungkin ada beberapa pemuda desa yang terluka....!!!'' Jawab lelaki itu sambil tersenyum ramah.


"Iya iya....baguslah pak kalo tidak ada yang tewas dalam perampokan ini.....!!" Lembayung ikut angkat bicara menjadikan suasana yang hangat.


"Tolong siapkan minuman hangat...., jangan biarkan malaikat penolong kita kehausan.....!!!'' perintah pak tua kepada warganya.


Dengan memberikan makanan dan minuman yang ada wirang dan teman temanya di jamu di sebuah rumah milik salah satu warga mereka berbincang dengan di kerubungi warga dusun sampai fajar hampir menyingsing.

__ADS_1


"Owwwh....jadi ini anda yang memimpin tuan.....!!!" Tanya salah satu pemuda kepada Bongkeng.


"Eeee....yaa nganu....ini....kami...berempat adalah...nganu....kiasanak....eeee.... jadi....begini.....!!!!" Gelagapan si Bongkeng di tanya oleh salah satu pemuda, mau jawab iya kenyataanya dia adalah pamomong wirang mau menjawab tidak, rasa kebanggaan ya sebagai seorang pendekar berontak.


"Iya....kisanak....?!!!, Kami ini di pimpin oleh si Bongkeng pendekar Tongos kencana....!!!" Sahut lembayung sekenanya.


"Hhhhh....hh....hh.......!!!" Wirang terkekeh mendengar jawaban lembayung kepada pemuda itu.


"Wooo....semprulll....keliatannya mengangkat tinggi sampai puncak di jatuhkan ke comberan....!!!" Dengus Bongkeng kesal atas jawaban gadis cantik itu kepada warga dusun.


Sementara itu Palupi yang dari tadi diam hanya memasang wajah cemberut nggak suka melihat keakraban wirang Bongkeng dan lembayung senja, mereka pun belum sempat berkenalan dan saling sapa.


"Siapa gadis ini....!!??, uuuhhh....jauh jauh aku kejar....ku tinggalkan saudara seperguruanku untuk menemuimu tapi kamu malah asyik asyiknya dengan gadis cantik di perjalananmu....kakang wirang.....huuuhhh kesal hatiku.....!!!" guman Palupi dalam hati yang paling dalam.


"Baiklah pak tua dan warga dusun, kami berterimakasih sudah di jamu sedemikian banyaknya sehingga kami mempunyai tenaga lagi untuk melanjutkan perjalan.


"Anak muda apa tidak sebaiknya kalian beristirahat barang sejenak di dusun kami ini....!!!" ucap pak tua itu dengan sedikit berharap agar anak anak muda itu mau beristirahat sebentar di dusunnya.


"Terimakasih pak, tapi kami masih banyak urusan yang harus kami selesaikan, dengan demikian kami mohon pamit, untuk melanjutkan perjalanan...!!" Jawab wirang lagi dengan nada sopan.


"Wirang....ada walupfi.....hhhh...h..h...h.....!!!"


"Iya aku sudah tahu.....kang, nanti saja kita bicara di perjalanan...." Palupi mendengar jawaban wirang seperti itu hatinya merasa di abaikan, biasa wanita itu maunya di perhatikan.


"Baiklah anak muda....!!!, semoga selamat sampai tujuan dan sekali lagi saya mewakili penduduk dusun mengucapkan banyak banyak terimakasih....!!!" Pak tua yang masih gagah itu mengucapkan rasa terimakasihnya kepada wirang dan teman temannya, dengan mengulurkan sebuah bungkusan perbekalan makanan.


"Apa ini pak.....!??!" Tanya Bongkeng dengan sumringah.


"Hhhh...hhh...hh...h....!!!, ee....ini sedikit untuk bekal kalian di perjalanan...., semoga bermanfaat...!!!"


"Wuaahahahhaha.....!!! terimakasih ya pak yaaa......, waaaduuuhhhh.....!!!!" Bongkeng langsung menerima dengan mulut yang terbuka lebar karena bahagia.


"Baik pak kami mohon diri.....!!!" Ucap wirang dengan segera berdiri dan bermaksud ingin melanjutkan perjalanan bersama teman temannya.


"Anak muda bawalah kuda kuda perampok itu....biar kalian bisa lebih cepat sampai di tujuan....!!!" teriak orang tua itu dengan di barengi seorang pemuda yang menyerahkan kuda kuda perampok yang di tinggal mati majikannya.


"Baiklah pak terimakasih sebelumnya...!!" Ucap wirang sambil menerima uluran tali pelana kuda dari pemuda yang membawa kuda itu kepada empat pendekar muda.


"Jabung......!!!!"


"Suuuiiiiiiiitttt......!!!!" Hampir berbarengan kedua gadis itu memanggil kuda masing masing dan langsung menaikinya.


tanpa ba-bi-bu berjalan duluan dengan memacu kudanya dengan kencang.


"Heeaaaaaa.......!!!, heeeeaaaaaa......!!!"Suara Palupi memacu kudanya dengan suara yang terlihat lagi tidak bahagia.


"Plaaaa...kkkk....!!!" Dengan tanggap Bongkeng langsung menepuk pantat kuda yang di naiki oleh wirang sehingga kuda itu terkejut dan lari mengejar Palupi yang sudah duluan memacu kudanya, wirang juga tanggap dan segera memacu kudanya mengejar Palupi yang sudah menjauh.


"Waduuhhh......,dua bidadari bertemu.....hhhhh...h...h....h....nasib nasib....hikz ....hikz.....!!!" Guman Bongkeng dalam hati.


"Palupii.....tungguu.....!!!" Teriak wirang memanggil Palupi yang sudah memacu kudanya dengan kencang menuju ke barat.


"Bongkeng siapa gadis itu.....,apa dia kekasih wirang...Hem....!!!" Tanya Lembayung dengan mimik muka yang terlihat jengah.


"Hhhh...hh....h.....!!, bukan dia adalah murid dari Ki buyut restu aji namanya Palupi....., tapi kalo masalah di dalam hati aku tidak tahu lembayung...., seperti aku juga tidak tahu dalam hatimu....he..he..he....!!" Jawab Bongkeng sambil tertawa menyindir lembayung. Tanpa menjawab lembayung memacu kudanya mengejar Palupi dan wirang sambil menyembunyikan merah merona wajahnya yang malu kena sindir si Bongkeng.


Akhirnya keempat pendekar muda itu melanjutkan perjalanan menuju arah barat, entah apa yang akan mereka lalui.

__ADS_1


Kita nantikan episode berikutnya.


__ADS_2