Pendekar Bebek Gila

Pendekar Bebek Gila
20. Prahara dua hati yang berbunga


__ADS_3

menjelang matahari mengintip di ufuk timur keempat pendekar itu pergi dari dusun kecil yang di rampok oleh gerombolan Lowo Ireng, karena mereka berempat membantu penduduk desa akhirnya wirang dan Bongkeng di beri kuda oleh penduduk dusun untuk di bawa mendampingi perjalanan mereka.


Terlihat Palupi memacu kudanya tanpa menoleh sedikitpun hatinya seperti di bakar cemburu, walaupun wirang bukan siapa siapanya tapi hatinya sudah tumbuh rasa suka dan rindu bila tidak bertemu. dengan adanya Lembayung senja yang berada di rombongan wirang mungkin Palupi merasa tersaingi apalagi lembayung senja juga wanita sexy yang sangat cantik jelita.



walaupun Palupi sendiri juga sangat rupawan, tapi karakter wanita itu tidak bisa dalam satu kelompok ada dua wanita yang sama sama cantik.



(sama to cantiknya.....he...he...he....!!)


"Palupi awas depan ada sungai.....!!!" Ucap wirang memperingatkan Palupi.


"Hoouup.....!!!"


"Hheehehehe.....untung ada sungai....!!!" Pantatku panas sekali gak pernah naik kuda jadi gak terbiasa he he he he.....!!!" Celoteh Bongkeng dengan mimik muka lucu karena gigi tongosnya dan mata beloknya.



"Heii....Palupi kok kamu bisa tiba tiba muncul, apa kamu nggak bareng dengan saudara saudaramu.....!!???" Tanya Bongkeng setelah mereka semua berhenti, dan melihat Palupi turun lalu duduk di tonjolan batu pinggir sungai besar yang menghampar di depannya.


"Iya Palupi.....kamu ketinggalan apa bagaimana....kok bisa pisah dengan saudara saudaramu...!??!" Tanya wirang yang mendekati Palupi.


"Aku ketinggalan....., mungkin mereka sudah jauh ke arah Merbabu.....!!??" Jawab Palupi dengan ketus, terlihat jelas kekesalan hatinya yang tidak di sadari oleh wirang.


"Ya Sudah kamu bareng kita saja Palupi, sama saja kan yang penting sebelum purnama kita sudah mendekati Merbabu....!!!" hibur wirang kepada Palupi.


"Owh ya Palupi.....,Ini teman seperjalanan kita namanya lembayung berasal dari gunung Wilis...!!!, lembayung ini Palupi murid dari padepokan bunga teratai....!!" Terlihat Palupi ogah ogahan menyapa, lembayung hanya melirik dan tersenyum tipis yang di paksakan, begitu pula lembayung senja juga hanya senyum simpul yang penuh arti.


"Wuaahahahhaha.....bakal seru nihh.....!!!" Guman Bongkeng dalam hati.


melihat sungai yang menghampar di depannya mereka berempat lalu mencari cara untuk menyeberangi sungai yang mengalir tenang.


"Ndoro...kalo kita nyeberang sama kuda apa bisa....???" Tanya Bongkeng berusaha menganalisa keadaan sungai yang cukup dalam untuk di seberangi.


"Kayaknya sungai ini cukup dalam kang....!!!, lebih baik kita susuri sungai ini ke hilir kita cari yang agak dangkal....lalu kita seberangi.....!!!"


"Ya sudah ayohh......!!!, Palupi ayo naik kudamu kita berjalan pelan pelan.....!!!" Ajak Bongkeng yang tau suasana hati Palupi lalu berusaha menarik tangan Palupi untuk berdiri dan segera naik kudanya untuk menyusuri sungai ke hilir mencari lokasi yang airnya dangkal.


Lembayung senja menyadari ada rasa di hati gadis yang bernama Palupi itu kepada wirang ningratan tapi hatinya juga ada getaran halus kepada pemuda itu, sehingga dia juga tidak mau kalah untuk selalu mencari perhatian kepada wirang dalam setiap kesempatan selama perjalanan menyusuri sungai.


Hingga pada suatu kesempatan Lembayung senja berniat untuk mengakrabkan diri dengan Palupi lalu dia menyapa Palupi dengan muka bersahabat.


"Sahabat Palupi, kenapa kamu terlihat selalu murung kawan....adakah yang mengganggu hatimu....!??!" Tanya Lembayung sembari mensejajarkan kudanya dengan kuda Palupi.


"hhhhmm.......!!!, apakah kamu melihat itu di wajahku wahai lembayung.....heeemm....!!!??" dengan senyuman tipis Palupi menjawab pertanyaan Lembayung dengan tanpa melihat wajah gadis cantik di sampingnya itu.


"Apakah kamu mengenal mereka berdua sudah lama...??!, Atau memang sejak kecil kamu sudah bergaul sama mereka sahabat Palupi.....!?!!" Tanya Lembayung lagi dengan nada menyelidik.


"Apa perdulimu aku kenal lama atau baru saja lemabayung....!?!!, apakah itu mengganggumu...!!?!" Mulai agak ketus jawaban Palupi kepada setiap pertanyaan lembayung.


"Nggak sih...., cuman dari tingkahmu aku melihat sosokmu gadis kecil yang sangat manja.....Hh...h....h....!!!" Habis berkata begitu lembayung senja memacu kudanya meninggalkan Palupi dan mendekat kepada wirang yang berada paling depan.


"Iiihh.....kamu ngomong apaa....!??!" Teriak Palupi berusaha mengejar lembayung senja.


"Sampai kapan kita akan menyusuri sungai ini wirang....?!??" Tanya Lembayung kepada wirang ningratan.


"Entahlah....!!!" jawab wirang singkat.


"Ehh....gadis binal kamu ngomong apa tadi...coba ulangi....!!!?!" Ucap Palupi setelah mendekat kepada lembayung dan wirang ningratan.


"Gadis binal......!!??, kamu ngatain aku gadis binal.....!!??, hai Palupi aku lihat memang kamu terlihat manja dan gampang marah seperti anak kecil....betul kan....!!??" ucap lembayung tak kalah galaknya.

__ADS_1


"Jaga mulutmu gadis gunung.......!!! Soooeeeessss....!!!" Tanpa memberi aba aba selarik cahaya putih sudah di lepaskan oleh Palupi dan melesat menerjang ke arah lembayung yang hanya berjarak tiga tombak darinya.


"Hiiaaa......!!!, Shooot...shhoottt...wuckk....Desh.....desssh....!!" Lembayung dengan lincah melenting ke udara dan bersalto dua kali di udara lalu balik menyerang Palupi dengan rangkaian pukulan dan tendangan. Terdengar benturan dari kedua tangan gadis itu yang terus bertarung dengan makian dan bentakan.


"Ndoro....ada apa ini.....!!??" Tanya Bongkeng kepada wirang.


"Kamu tanya aku terus aku tanya siapa.....!??!" Jawab wirang masih dengan terbengong bengong melihat kedua gadis itu tiba tiba saling serang.


"Ndoro....apa tidak sebaiknya kita pisah perkelahian mereka...!!?!" Bongkeng mengusulkan untuk memisah perkelahian mereka.


"Ya sudah kamu halau Palupi biar aku hadang si Lembayung..!!"


"Jangan ndoro lebih baik kamu jagain Palupi bisa kacau kalo salah langkah....!!?!" Ucap Bongkeng mengusulkan yang tidak di pahami oleh wirang.


"Ya sudah hayo sebelum mereka saling melukai......!!?" Wirang segera melompat dan merengkuh tubuh Palupi dari depan lalu di angkat dan di jauhkan dari lembayung.


"Lapaskan.....!!! lepaskan....!!! aku...wirang....!!!" Teriak Palupi yang berada di pelukannya wirang ningratan.


Sementara itu Bongkeng memeluk tubuh lembayung dari belakang dan tanpa sengaja tangan pengkeng memegang area dada dari gadis itu.


"Kurang ajar....apa yang kamu lakukan padaku Bongkeng.....!!!?!" teriak lembayung yang merasa dadanya di pegang oleh Bongkeng.


"Jangan berkelahi....kita ini teman dan sahabat.....,kalo kita berkelahi kita bisa hancur berantakan....!!!" Jawab Bongkeng dengan masih memegangi dada lembayung senja.


"Tanganmu ini lho....kurang jar kamu yaaa.....!!!!"


"Plaaaaakkk....!!!!" Lembayung memutar tubuhnya dan sebuah tamparan mendarat di pipi Bongkeng sampai membuat Bongkeng terjengkang ke belakang.


"Waduuuhhhh biyungg.....!!!!, huaaaa.....huaaa....!!! aku kan cuma ingin memisahkan kalian kenapa aku di gampar....!!!!" ucap Bongkeng sambil memegangi pipinya yang kena gampar tangan lembut lembayung senja.


"Tanganmu celometan...., mau ambil kesempatan kamu ya.....hhaa....!!!" bentak lembayung kepada Bongkeng.


"he...he..he...maaf gak sengaja.....!!!"


Sementara itu Palupi masih saja terus meronta dalam pelukannya Wirang ningratan sehingga wirang belum melepaskan pelukan pada tubuh gadis itu.


"Cukup palupii....., aku mohon cukup....!!!" Ucap wirang dengan lembut di telinga Palupi.


Tercium harumnya tubuh gadis cantik itu membuat wirang sedikit bergetar hasratnya, tapi sebagai pendekar dia melupakan semua itu dan nganu.(😁😁)


"Waduuhhh.....ndoro....sudah nooo....peluk pelukannya ....malah enak enakan mesum....he he he he....!!!" Ucap Bongkeng cengengesan.


"Sialan mulut tongos ......!!!" Guman wirang dalam hati. Setelah Palupi diam lalu wirang mengajak mereka berdua bicara.


"Lembayung dan kau Palupi....,kalo sekiranya kalian tidak mau akur apa lebih baik kita pecah saja rombongan perjalanan ini....??, karena gurumu Ki Restu aji dulu juga pernah berkata untuk tidak mencolok mata, jangan sampai terlihat kita banyak orang menuju Merbabu....!?" wirang memberi pilihan kepada kedua gadis itu.


"Bilang sama gadis gunung itu....untuk menjaga mulutnya...dia yang memulai....!!?!"


"Hhh...hhh..h..h..h.....!! Apa gak kebalik wahai nona bunga......!!?!, siapa yang menyerang lebih dahulu....!!!?" bantah lembayung tidak kalah sengitnya.


"Sudah sudah.....jangan mulai lagi....aku mohon.....,lebih baik kita berjalan sendiri sendiri....!!, tidak usah rombongan....biar tidak terjadi silang sengketa masalah remeh remeh gak penting...!!" Ucap wirang lalu berdiri seperti akan meninggalkan mereka berdua.


"Ndoro....aku ikut ndoro lho......!!!" Ucap Bongkeng yang ikut berdiri seakan tidak pedulikan kedua gadis itu.


"Tungguu....wirang.....!!!, baiklah....tidak akan terjadi lagi pertengkaran, ku harap gadis manja itu juga sepakat dengan usulanku....!!!" Ucap lembayung yang berdiri berusaha menahan wirang yang sudah nangkring di atas kuda.


"Palupi.....!!!???" Ucap wirang menanyakan kepada Palupi.


"Yaaa......!!!" Jawab Palupi singkat dengan wajah cemberut manja. Dasar wirang perjaka yang belum berpengalaman menghadapi wanita jadi wajahnya datar saja, Nggak ngerti ada dua hati yang berbunga bila dekat dengannya.


Setelah sepakat semuanya mereka berempat kembali menyusuri sungai lebar itu untuk mencari lokasi yang agak dangkal agar kuda kuda mereka bisa menyeberang.


Hampir sepenanakan nasi mungkin mereka menyusuri sungai itu yang akhirnya menemukan lokasi yang airnya beriak tanda sungai tidak terlalu dalam.

__ADS_1


"Kang.....coba lempar dengan batu dalam nggak airnya.....!!?!" Perintah wirang kepada Bongkeng pamomongnya.


"Blung....!!!!" Tanpa menjawab Bongkeng mencari batu sekepalan tangan manusia dan melemparkan ke aliran sungai untuk mengukur kedalaman air yang beriak itu.


"Kayaknya setengah tombak ndoro....., sekitar itu....!!!" Jawab Bongkeng.


"Ya sudah coba kang Bongkeng di jajaki kang dalam dan arusnya, kira kita bisa nggak kita nyeberang.....!!?!" Ucap Palupi kepada Bongkeng.


"Kok aku pi....., apa mentang mentang aku jelek trus di buat percobaan....gituuu.....!?!!, kalo aku mati juga kalian tidak sedih kan....iya kan...iya kan.....??!!" Ucap Bongkeng protes kepada teman temannya sambil matanya yang belok berputar hebat.


"Sudah sudah.....biar aku saja.....!!!" Tanpa di suruh lagi Wirang mencoba meraba raba lokasi yang aman untuk menyeberang sungai, dan keliatannya kuda wirang bekas milik perampok itu mengerti apa yang di maksud oleh majikan barunya.


"Hati hati ndoroooo.......!!!" Bongkeng memperingatkan ndoronya untuk berhati hati karena arusnya terlihat kencang. kuda wirang sangat pandai sekali memilih tempat untuk memijakkan kaki di dasar sungai yang berbatu. sedikit demi sedikit dan pelan pelan akhirnya wirang sampai juga di seberang.


"Ikuti langkah kaki kudaku.....!!!" Teriak wirang dari seberang kepada teman temannya.


"Palupi....ayo kamu duluan.....!!!" Ucap Bongkeng menyuruh Palupi untuk menyeberang lebih dulu.


"hhehh....., baiklah kalian lihatlah aku biar selamat sampai seberang...!!" Dengan lincah Palupi menyeberangi sungai dengan cepat.


"Heeemmm......,.mulai sombong gadis manja.......!!!" Guman lembayung dalam hati.


"Lembayung.....giliran kamu.....!!!" Lembayung segera mengarahkan kudanya untuk menyeberangi sungai itu dengan sangat mulus.


"Kang Bongkeng.....berani nggak....!!!" teriak wirang yang sudah di seberang bersama Palupi dan lembayung senja.


"Hhhh......cuma seperti ini gampang....., ayoo kuda bodoh....tunjukan kepintaran mu.....hehehehe....!!!" Bongkeng segera memacu kudanya untuk mengikuti teman temannya, tak seberapa lama Bongkeng sudah di seberang dengan senyum yang maha lebar.


Akhirnya rombongan pendekar muda itu selamat sampai di seberang sungai lalu mereka mulai menyusuri sungai lagi untuk mencari jalur jalan manusia menuju jalan pedesaan atau jalan kampung.


Akhirnya Palupi dan Lembayung senja tidak bertikai lagi walau keduanya tidak saling sapa tapi saling sindir.


Yang sering mencari perhatian adalah Lembayung senja yang sengaja Manas manasin Palupi agar hatinya terbakar cemburu. salah satunya dengan selalu berusaha mensejajarkan kudanya dengan kuda wirang.


"Wirang di depan ada sebuah desa kayaknya....., apa tidak sebaiknya kita berhenti untuk istirahat....!!!" Lembayung menyusul wirang dan bicara agar berhenti di desa, untuk istirahat.


dengan mengerling kepada Palupi lembayung terus berbincang dengan wirang, suaranya yang di buat buat agar keliatan manja untuk menyindir Palupi yang ada di depan mereka.


"Wanita sundal tidak tau malu...., melihat laki laki seperti melihat makanan.....huhhh.....!!!" Dengus Palupi sambil ngedumel lirih. seandainya tidak janji untuk tidak berkelahi sama lembayung mungkin sudah di hajar sama Palupi.


"Pasti panas membara hati gadis manja itu.....hikz....hikz....., mampus kau gadis ingusan.....!!!" Guman Lembayung dalam hati, memang mungkin umur Lembayung sepantaran wirang ningratan sekitar 18-20 Warsa sedangkan Palupi berumur 16 Warsa lebih sedikit.


(Ranum bukan.....???!!😁😁😁😀)


Setelah rombongan pendekar itu berkuda hampir seharian, lalu mereka berhenti di sebuah kedai makan.


"Mari mari....tuan dan nona....!!?!!, silahkan duduk.....!!!, mau pesan apa tuan dan nona.....??" ucap seorang pelayan muda yang tergopoh gopoh melihat tamu di kedainya.


"Heemm....kisanak, aku ingin makan ayam bakar dan tuak apa ada.....??" jawab Bongkeng sok sok an pesan ayam bakar dan tuak Jawa.


"Kang Bongkeng......!!!"


"Tenang ndoroo......!!!" ucap Bongkeng memberi kode ndoronya untuk tenang.


"Kalo cuma ayam bakar ada tuanku.....tuak juga ada tapi harganya agak mahal yang tuak tuan karena daerah kami ini jauh dari penghasil tuak, sehingga harganya jadi mahal.....!!" Jawab pelayan itu dengan ramah, melihat tamunya pesan makanan istimewa di otaknya duit besar.


"Para gadis....silahkan pesan sesukamu.....,kakang Bongkeng yang bayar semuanya.....he..he..he..he.....!!!" kekeh Bongkeng menawari Palupi dan lembayung untuk pesan makanan kesukaannya sambil menepuk nepuk sebuah kantong uang berwarna hitam ada biasanya manik manik merah membentuk sebuah gambar seekor kelelawar.


"Kisanak aku pesan ayam juga....dan air putih saja....!!, wirang mau pesan apa sekalian kita pesankan....hemm.....!!!" lembayung senja mendahului Palupi pesan makanan sekaligus memesankan wirang sehingga membuat Palupi seperti arang terbakar hatinya, panas dan panas.


"Palupi kamu mau makan apa....ayo sana segera pesan kang Bongkeng yang akan bayar....!!" Ucap wirang yang membuat hati Palupi merasa cless langsung dingin dan terbang ke awang awang.


"Terserah kang wirang saja....!??" Jawab Palupi dengan senyuman manja membalas sindiran dari lembayung yang sudah duduk di pojokan kedai.

__ADS_1


Akhirnya dengan segala canda tawa dan intrik hati, mereka berempat menikmati semua itu dengan bahagia sebagaimana kondisi remaja jaman itu.


bagaimana kisah selanjutnya kita tunggu episode berikutnya.


__ADS_2