Pendekar Bebek Gila

Pendekar Bebek Gila
24. Pengintaian di istana ratu Cempoko ireng


__ADS_3

Pagi pagi sekali Rangga dan rengganis sudah berkemas dan melanjutkan perjalanan menuju istana Ratu Cempoko ireng, yang mana menuju istana ratu Cempoko cukup menyita waktu di karenakan jalan yang sangat terjal dan hanya orang orang sakti saja yang mampu sampai di lokasi istana Ratu Cempoko berada. Rangga dan rengganis sementara ini masih membawa kudanya untuk sampai di sendang kedasih di situ ada candi kedasih dan mata air yang memancar dengan air murni yang sangat sejuk dan jernih.


Sendang kedasih masih dalam jangkauan kekuasaan Ratu laknat Cempoko Ireng, dengan kesaktiannya biasanya anak buah Ratu cempoko Ireng sering berlatih ilmu Kanuragan di sendang kedasih.


kita tinggalkan dulu Rangga dan Rengganis yang sedang melakukan perjalanan ke sendang kedasih, kita kembali ke Wirang dan rombongannya yang sudah memacu Keda mereka masing masing untuk menuju Istana ratu Cempoko Ireng di lereng gunung Merbabu.


"Ndoroo....sebaiknya kita tidak usah terlalu banyak istirahat ndoro aku yakin para pendekar tanah Jawa sudah pada berkumpul di sekitar istana ratu Cempoko"


Ucap Bongkeng kepada ndoronya.


"Baik kang....., menjelang sore nanti kita harus sudah sampai di bawah istana Ratu Cempoko Ireng...!!"


"Baiklah kalo begitu ndoro....!!! ....hiiaa...hiaaa.....!!!"


Lalu empat pendekar muda itupun langsung memacu kudanya kembali menuju lereng Merbabu.


Perjalanan Wirang hari ini seperti tidak merasakan capek sama sekali, dari pagi hingga sore saat mencapai lereng Merbabu hanya berhenti dua kali untuk memberi kesempatan kepada kuda kuda mereka makan dan minum, selain itu mereka pergunakan untuk memacu kudanya.


Menjelang matahari terbenam mereka sudah sampai di lereng Merbabu bagian selatan, lalu mereka beristirahat di sebuah lembah yang terdapat mata air kembar.


"Lembayung....dan kau Palupi sebaiknya istirahatlah barang sebentar aku yakin Istana ratu Cempoko tidak jauh dari sini....!!!"


Ucap Wirang memberi arahan kepada kedua gadis cantik itu.


"Yaaa.....kang Bongkeng....!!"


Jawab Palupi singkat. Sedangkan Lembayung hanya diam terduduk di sebuah batu besar yang menonjol dari dalam tanah dekat mereka sedang beristirahat menunggu malam.


"Ndoro......, ayo kita makan bekal kita dulu ndoroo...biar kalo nanti bertarung kita tidak kelaparan....!!!"


"Ya...kang keluarkan bekal kita....kita makan sama sama....!!"


"Palupi....lembayung....ayoo kita buka bekal kita....!!!"


Ajak Bongkeng kepada dua gadis cantik itu. Tanpa menjawab apapun kedua gadis itupun segera membuka bekal masing masing dan memakannya dengan lahap.


Malam mulai turun menyelimuti lereng Merbabu, terlihat kabut tipis berjalan mengelilingi area lereng yang di tempati para pendekar muda itu untuk beristirahat, sementara sambil menunggu tengah malam tiba mereka berempat berbincang sambil minum minuman panas untuk menghangatkan badan mereka yang berada di cuaca dingin lereng Merbabu.


Tanpa sepengetahuan para pendekar yang merencanakan pembasmian Angkara murka Ratu Cempoko Ireng, murid murid dan ratu Cempoko Ireng sudah mempersiapkan diri untuk adu nyawa dengan musuh musuh mereka pendekar golongan putih.


Malam yang terang benderang itu terlihat beberapa bayangan sudah mendekati dan bersembunyi mengintai istana Ratu Cempoko Ireng, tinggal menunggu tengah malam saja dan para pendekar muda,tua akan ikut menyerbu keberadaan Ratu Cempoko Ireng yang kabarnya masih tetap cantik walau sudah berumur sekitar lima puluhan Warsa lebih.


Sementara itu di dalam istana Ratu Cempoko Ireng yang megah sedang terjadi perbincangan serius antara Sang Ratu dan murid muridnya.



"Panji...dan kau Resoguno...., segera siapkan jebakan untuk menyambut tamu kita malam ini....!!?!"


Ucap Sang Ratu kepada murid muridnya.


"Baik ratu, segala yang ibu Ratu perintahkan Sudah kami siapkan....!!!"


Jawab Panji kepada gurunya.


"Kalo begitu segera ambilkan senjata andalanku dan siapkan di tempat biasa....!!"


Perintah Ratu cantik itu dengan penuh wibawa, lalu Ratu Cempoko Ireng masuk ke sebuah ruangan di salah satu istana yang terbuat dari batu andesit itu.


"Greeeeekkkk......!!!"


Suara pintu yang terbuat dari batu bergeser pelan. Setelah terbuka semuanya lalu Ratu Cempoko Ireng masuk untuk mempersiapkan waktu yang di tunggu tunggu.


Sementara itu puluhan bayangan hitam,putih,abu abu terus bergerak mendekati istana Ratu Cempoko yang terlihat megah berwarna hitam pekat karena bahan untuk membuat istana itu dari batu andesit yang keras.


Belum juga tengah malam waktu yang di tentukan untuk menghancurkan kebiadaban Ratu Cempoko Ireng, tiba tiba sebuah bayangan kelabu bercaping bungkuk, memakai tongkat berhiaskan kepala bebek melompat kedepan gerbang Istana.


"Shhuuuuussss......tab...tab.....!!!"


Bayangan kelabu itu menapak lembut di depan gerbang istana.


"Sialan.....siapa itu, nyelonong tidak sesuai aba abaku.....!!!?!"


Ucap kakek tua berbaju putih dengan nada geram.


"Ki Restu....., siapa lelaki tua itu...!?!"


Tanya Ki panut kepada Ki Restu aji yang ternyata sudah sampai di istana Ratu Cempoko sejak petang Tadi.


"Entahlah aku kurang jelas siapa itu, kita tunggu saja apa yang akan di lakukannya....Ki panut...!!!"


Jawab Ki Restu aji kepada Ki panut yang sedang sembunyi di balik semak dekat posisi Ki Restu aji dan Sruing merah. Belum usai rasa penasaran Ki Restu aji tiba tiba sebuah sinar melesat dari pojokan tembok istana.


"Siingg.....siing...!!!"


Sebuah anak panah beracun melesat cepat ke arah Bayangan kelabu bercaping itu tak lain kakek gagap alias Ki sapu angin.

__ADS_1


Melihat sinar melesat kearahnya Ki sapu angin dengan santai memutar tongkatnya untuk menangkis serangan anak panah itu.


"Traaannng.....!!!"


Percikan api bertaburan ke udara akibat benturan mata anak panah dengan tongkat kayu yang di pergunakan oleh Ki sapu angin.


"Woooiii......pe...pe..pengecut....!!!, beraninya dari belakang tunjukan di..di..dirimu.....!!!''


Teriak Ki sapu angin dengan suara gagapnya yang di aliri tenaga dalam tingkat tinggi.


"Siing....!!!!...singh....!!!! siiing.....!!!!" Tiga anak panah kembali melesat kearahnya, kali ini dari beberapa tempat, sehingga Ki sapu angin dengan cekatan harus menghindar dan menangkis serangan anak panah itu.


"Traaannng...!!!, Traanng....!! cleppp.....!!!"


"Dua anak panah berhasil di tangkis, dan satu anak panah di hindari dengan lincah oleh Ki sapu angin.


"Ba...ba...ba...jindulll.....!!!, Keluarlah Ra...ra...ratu Cempoko Ireng....!!!"


Teriak Ki sapu angin dengan keras sehingga membuat pintu gerbang sampai bergetar akibat dari kuatnya tenaga dalam yang di alirkan ke suaranya. Bahkan para pendekar yang masih sembunyi di semak semak dekat istana, sampai mengalirkan tenaga dalamnya ke gendang telinga mereka masing masing, untuk menahan dahsyatnya tekanan dari suara Ki sapu angin yang menyakitkan telinga.


"Heeemmm.....tak lain dan tak bukan bangsat bercaping itu adalah sahabatku Ki sapu angin....!!!"


Ucap Ki Restu aji kepada Sruing merah dan Ki panut.


"Siapa itu Ki sapu angin ki.....??"


Tanya Sruing merah kepada Ki buyut restu aji.


"Hhhh....dia adalah pendekar sakti yang gagap, agak bodoh, dan rada rada gila....hhhhh..h..h...h....!!!"


Kekeh Ki Restu aji setelah mengetahui siapa itu kakek kakek yang sudah nyelonong duluan menantang Ratu Cempoko Ireng.


Ki sapu angin terus memakai maki sebisanya, dan menantang nantang Ratu Cempoko.


"Panji.....!!! apa sudah pada keluar manusia manusia yang rindu kematian itu....!?!!"


Tanya Ratu Cempoko kepada Panji murid tertuanya.


"Ada satu orang kakek kakek bersuara gagap ratu.....!!!, yang sangat lincah pergerakannya jebakan kita mampu di halau dengan sangat tangkas....!!!"


Jawab Panji dari balik tembok yang sedang mengoperasikan jebakan jebakan untuk menghalau para pendekar yang mengincar nyawa mereka.


"Rekso segera keluarlah dan habisi manusia busuk bercaping itu.....!!!"


perintah Ratu Cempoko kepada salah satu muridnya.


"Hiaaaa......!!! huuuppp.....siiiaaaaattt.....deshhh....dessshh....dughhh....!!!"


Dengan cepat, ,Rekso melesat keluar dari istana lewat pintu gerbang yang membuka lalu menutup lagi setelah rekso keluar melewati pintu kayu yang kokoh itu. tanpa menunggu lama rekso langsung melancarkan serangan serangan yang sangat mematikan.


"Heeebbb......!!! hiiaaa......!!!"


"Praaaakkk...!!!"


Tongkat kayu Ki sapu angin hancur berkeping keping untuk menahan pukulan dari Resoguna yang mengandung tenaga dalam tinggi.


"Buuajinduullll......mo...mo...monyet muda....berani sekali kau menghancurkan to...to....tongkat saktiku....,kurang a..a....ajaarrr...!!!"


Teriak Ki sapu angin setelah melihat tongkat kayu andalannya hancur berkeping keping.


"Hhhh....kakek tolol.....!! sudah waktunya kamu menghadap penciptamu......, terimalah ini....hiiiaaaaa......!!!"


Teriakan Resoguno menggelegar di barengi sebuah gelombang panas berwarna kelabu melabrak dahsyat ke arah Ki sapu angin, dan dengan ketangkasan luar biasa Ki sapu angin segera merapal ajian yang baru di ciptakan balung Putung.


"Kroaakk...kroooakkkk...krooaakkkkk.....!!!!"


Sebuah suara yang sangat aneh menyertai ajian balung Putung yang di lepaskan oleh Ki sapu angin, terlihat tangan Ki sapu angin membayang menyerang bersamaan, seperti sepuluh pasang tangan sedang memukul di semua area tubuh Resoguno.


"Pok..!!pok...!!pok..!!pok...!!


pok..!!pok...!!!


Suara ajian Ki sapu angin yang sangat aneh terdengar.


"Krakkk.....!!!!!, ooaaaaa......!!!"


"Blaamm....uuugghhh.....!!!"


Suara patahan tulang resoguno dan ledakan yang mengenai dada ki sapu angin sungguh sangat mengerikan, keduanya terlempar beberapa tombak kebelakang.


Terlihat Resoguno masih bisa berdiri lagi dengan tangan kiri yang menggelantung lemas karena tulangnya remuk terkena ajian balung Putung. Sedangkan Ki sapu angin terduduk dengan dada di pegang dengan tangan kanannya untuk menahan rasa sakit yang di rasakannya.


"Monyet kecil.....he...he...hebat juga ilmu mu....a...a...anjing....!!!"


Ki sapu angin memaki Resoguno yang tinggal mempunyai satu tangan.

__ADS_1


"Bangsaaatt....tua bangka....kau Remukkan tangan kiri ku....terima ini....hhhiiiiiaaaaaaaaaa.......!!!!!"


Resoguno teriak sangat dahsyat dan di susul sebuah alur angin berhawa sangat panas di ikuti asap kelabu yang bergelombang, melabrak cepat kearah Ki sapu angin yang sedang terduduk. Tepat di saat bulan purnama pada puncaknya, maka tenaga dalam Resoguno menjadi berlipat ganda, efek dari beberapa janin bayi yang di jadikan ramuan oleh ratu Cempoko ireng, untuk melipat gandakan kekuatan di saat purnama.


Dan kebetulan wirang juga baru sampai di istana ratu Cempoko bersama teman temannya.


"Ndoro kakek gagap dalam bahaya.....!!!"


Tanpa menjawab Wirang langsung menghadang serangan dahsyat dari resoguno kepada ki sapu angin yang telah kehabisan nafas dan pasrah apa yang akan terjadi.


"Heeebb .....shhhuuttt.....,sssswwrrriiinnngggg.....wwwuuussss......!!!!!"


Suara ajian salju gunung lawu yang di gunakan oleh wirang untuk menahan gempuran Resoguno melabrak cepat menahan laju udara panas yang di lepaskan oleh Reso Guno, membuat suasana sekeliling menjadi membara, dengan wirang yang melepaskan ajian salju gunung Lawu yang dingin, terjadilah perubahan suhu udara yang sangat cepat dan mendadak, sehingga semak semak belukar di sekelilingnya menjadi layu seketika.


"Bbbluuuuuaaaaaarrrrrr......!!!!"


Sebuah ledakan dahsyat terdengar sangat mengerikan, Resoguno terlempar akibat dari gelombang udara yang menyebar ke segala arah mengenai tubuhnya. Sedangkan Wirang sudah tau akan terjadi gelombang kejut yang luar biasa, melenting ke udara dan bersalto dua kali lalu menapakkan kakinya di salah satu cabang pohon besar yang tumbuh di sekitar tempat pertempuran mereka.


"Buajiinnndull......!!! Ndorooo.....!!!, aman....!!!"


Teriak Bongkeng memastikan keadaan ndoronya.


"Tenang kang....aman....!!!"


Jawab wirang dengan berteriak pula. Sementara itu Resoguno yang terlempar beberapa tombak kebelakang terkapar tidak mampu berdiri lagi.


"Bajingannn.....ku bunuh kau bangsaaattt ......!!!"


Sebuah teriakan keras di barengi sebuah serangan dengan jurus jurus yang sangat berbahaya melabrak Wirang yang masih nangkring di cabang pohon.


"Weeeeehhh......temannya datang....heeebb.....shuutt...wuushhh...tab tab....!!!"


Wirang dengan gesit menghindar lalu melayang turun dan menginjak tanah dengan sempurna.


"Jangan lari kau anjing......!!!"


Teriak pemuda itu tak lain adalah Panji yang sangat murka melihat adik seperguruannya terkapar di tanah tidak mampu bergerak lagi.


"Whahahaha....biar saya layani ndoro cecunguk ini.....hi..hi..hi.....!!!"


Teriak Bongkeng yang langsung membaur ikut bertempur melawan Panji yang menggunakan jurus jurus sakti yang sangat berbahaya.


"Awas kang....., shoooosss....dughh....Singh...pruaaakkk.....deshh..deshhh....!!!"


Pertempuran antara wirang, Bongkeng dan Panji sangat seru sekali, sedangkan para pendekar lainya termasuk Rangga dan Rengganis masih menunggu dan melihat pertempuran itu.


Ki Restu aji segera memberi arahan kepada murid muridnya untuk bersiap menghadapi bala bantuan dari pihak ratu Cempoko.


"Rangga,Palupi, dan kau Rengganis...., bersiaplah bila bala bantuan Cempoko Ireng sudah datang hadapilah mereka...!!!, aku dan yang tua tua ini akan mengawasi kalian dari sini....!!!"


Ucap Ki Restu aji menyusun siasat untuk menghemat tenaga dalam menghadapi ratu Cempoko dan gerombolannya.


Sementara itu Pertempuran antara wirang di bantu Bongkeng melawan Panji, sangat menegangkan di mana jurus jurus copet dan jurus jurus rokok klobot saling bahu membahu silih berganti berusaha mengalahkan Panji yang sudah menggunakan jurus jurus pamungkas.


"Bruuusssss....bbbbrrrrrrr.....,wuck wuck....settr..tak bukk...!!"


Pukulan wirang yang di sertai semburan api rokok sungguh sangat merepotkan Panji, apalagi bila Panji berusaha menghalau tebaran api yang sangat panas itu, Bongkeng melancarkan pukulan dan tendangan yang sangat berbahaya.


Dan suatu ketika sebuah pukulan yang di lambari oleh lahar Merbabu, melabrak ke arah Bongkeng,Wirang segera melepaskan ajian pertahanan geger Boyo dan ledakan hebat menggetarkan seantero istana ratu Cempoko.


"Bblaaaaarrrrr......!!!!!"


Sebuah ledakan dahsyat membuat wirang dan Bongkeng terpental ke semak semak.


"Buajinduulll.......!!!!"


Bongkeng memaki dengan sangat jengkel karena giginya yang tongos membentur akar pohon yang menonjol.


"Bagaimana kang aman.....!!!"


Tanya wirang memastikan keadaan Bongkeng.


"Aman mu itu........,gigiku serasa di pukul pakai batu sakitnya....hadeehh.....!!!"


Belum sempat bangun Panji sudah menghantam lagi dengan pukulan lahar Merbabu, melihat bahaya yang datang, wirang segera melenting dengan menarik tubuh Bongkeng untuk menghindari pukulan jarak jauh yang di lepaskan oleh Panji.


"Desssshhh......beeeerrrrrttrrr......!!!!"


Seketika semak semak terbakar dan hancur berantakan terkena ajian lahar Merbabu yang melabrak ganas ke arah di mana Bongkeng dan wirang terlempar tadi.


"Edannnn......,muridnya aja kayak gini bagaimana ratu Cempoko ndoro....bisa hancur kita.....!!!"


"Tenang kang yang penting yakin......!!!"


Ucap wirang sambil memasang kembali jurus yang akan di gunakan untuk melawan Panji.

__ADS_1


Belum lagi mulai menyerang Panji tiba tiba tiga buah bayangan....berkelebat bergabung dengan Panji untuk bertempur melawan wirang dan Bongkeng.


Siapakah mereka kita lanjutkan dalam episode berikutnya.


__ADS_2