Pendekar Bebek Gila

Pendekar Bebek Gila
22. Pagi indah di sungai Condro pengging


__ADS_3

Malam itu perbincangan dengan Ki sapu angin alis kakek gagap sampai larut malam setelah puas berbincang dan makan ubi bakar lalu kakek gagap pamit ingin ke Merbabu duluan untuk menjajal ilmu yang telah di ciptakan, empat pendekar muda itu hanya bisa mengiyakan saja apa yang di katakan oleh kakek aneh berbicara gagap itu. Setelah Ki sapu angin pamit pergi mendahului ke gunung Merbabu keempat pendekar muda itu lalu beristirahat dan melepas lelah setelah seharian berkuda menuju gunung Merbabu. Tapi mata si wirang tidak bisa terpejam walau sudah di paksakan tetap saja mata tidak mau di ajak terpejam. Tiba tiba lembayung senja bangun setelah melihat wirang tidak merebahkan tubuhnya di alas tikar yang sudah di gelar.


"Wirang.....,kenapa kamu tidak tidur....!!" Tanya Lembayung yang tiba tiba sudah duduk di dekat wirang ningratan.


"Lembayung.....kanapa kamu juga belum tidur....,apa kamu juga gak bisa tidur....!!?" jawab wirang yang menoleh kepada lembayung dengan tatapan yang lembut.


"Ahh.....!!wirang....entahlah....aku tidak bisa memejamkan mataku....entah apa yang aku pikirkan wirang....!!!" Sambil berucap kepala lembayung di sandarkan pada lengan wirang yang kekar. Mendapatkan perlakuan mesra seperti itu wirang merasa kikuk dan berdebar hebat dadanya.


"Lembayung.....!!?!!" Ucap wirang lirih dengan maksud agar Lembayung tidak melakukan itu. Tapi kayaknya Lembayung sengaja melakukan itu. Wirang hanya bisa diam seribu bahasa tanpa bisa bergerak sedikitpun tubuhnya.


"Wirang....lihatlah rembulan itu, begitu terang menyinari kita berdua, akankan sinar rembulan itu merestui keberadaan kita di sini wirang.....!!?!" ucap Lembayung dengan nada puitis berharap suasana malam itu bisa romantis.


"E...e....ee..aku..aku...gak tau Lembayung yang kamu maksud...!?!" Wirang menjawab dengan tergagap gagap tidak tau apa yang harus di lakukan.


Sementara terdengar dengkur halus dari Palupi yang tertidur dengan sangat lelap sekali, sedangkan suara dengkur si Bongkeng sungguh sangat keras sekali bagaikan suara gunung meletus.


"Wirang........!!" Suara lirih Lembayung menyeruak memasuki telinga Wirang bagaikan air hujan di gurun pasir.


"Clesssss...!!" Dingin yang di rasakan hati wirang malam itu sungguh sesuatu yang baru pertama kali di rasakannya. Mata Lembayung yang sayu dan sedikit manja sungguh suatu pemandangan yang sangat sangat nganu (☺️☺️.....)


"Lembayung apa tidak sebaiknya kamu tidur ini malam sudah sangat larut!!!" Ucap wirang dengan wajah yang merona merah menahan malu dan kikuk luar biasa.


"Aku kedinginan wirang.....izinkan aku memeluk dirimu wirang biar tubuhku hangat......!!" Tanpa menunggu izin dari wirang Lembayung sudah memeluk tubuh wirang dengan wajahnya yang menempel di dada bidang anak muda polos itu. Wirang hanya bisa termangu tidak bisa bergerak membiarkan lembayung memeluk erat tubuh wirang yang berotot indah itu.


"Kalian berpelukan yaaa......!!?!!" Ucap Bongkeng dengan mengucek ucek matanya yang masih kabur tiba tiba mendekatkan wajahnya ke wirang yang sedang di peluk erat oleh Lembayung senja. Dengan reflek cepat Lembayung segera melepaskan pelukannya.


"Tidak.....!!! siapa yang pelukan matamu masih ngantuk itu di buka dulu biar jelas....!!!" Jawab lembayung dengan gugup karena ketahuan berpelukan. Sedangkan Wirang hanya bisa diam tak bergerak sedikitpun tubuh maupun mulutnya serasa mematung.


"Apa aku mimpi ya......,masak mimpi....!?!!" Ucap Bongkeng sambil minum air putih dari tempat persediaan minum mereka.


"I...i...ya....mungkin kang Bongkeng sedang mimpi kang....!! Ucap wirang mengiyakan perkataan Bongkeng.


"Owhh.....mimpi yang sangat luar biasa.....!??! Ucap Bongkeng lalu kembali merebahkan tubuhnya yang tidak berapa lama lalu terdengar dengkuran yang sangat keras dari mulutnya.


"Nggroooookkkkk......suuuuiiiiittt.....!!! eennggrooookkkkkkk.....suiiiitttt.....!! Engkrooookkkkkk.....ngrok...ngrook......uhuckk...uhuuuck.....!!!" Di antara dengkuran yang keras si Bongkeng terdengar lirih suara dengusan lembayung senja yang kesal akibat dari tingkah Bongkeng.


"Heemm...kurang ajar jangan jangan si tongos pura pura gak tau aku meluk wirang....Hix...hixz...hixz....!!!, semoga memang pura pura gak tau biar cerita sama Palupi...he..he..he....!!" Rupanya ada niat tersembunyi di hati lembayung senja.


"Hadehhh....tau gak ya kang Bongkeng ...kalo dia sampai cerita sama Palupi bisa bahaya ini....!!!" Ternyata selama ini wirang cuma terlihat cuek kepada sikap kedua gadis itu, ternyata dia juga tahu apa yang ada di hati Palupi dan lembayung. malam itu di lalui Wirang dan lembayung tanpa memejamkan mata sedetikpun hati mereka berdua penuh dengan bunga dan keresahan sedangkan kedua temanya entah sedang di buai mimpi apa sehingga telinga pendekarnya tidak mampu mencium aroma kemesraan malam itu. dengan mimpi dan keresahan mereka berempat akhirnya fajar menyingsing juga, membuat alam seakan tersibak dengan cahaya semburat merah di ufuk timur, suara suara burung burung kecil pun sudah mulai meramaikan suasana di sekitar tempat mereka beristirahat.


Palupi yang tertidur semalaman pagi itu badannya terasa segar setelah menggeliat sebentar lalu Palupi berjalan menuju sungai kecil dan melakukan bersih bersih tubuh rampingnya.


Lembayung yang sebenarnya belum bisa memejamkan matanya sejak semalam pura pura tidur untuk mengelabui Palupi agar tidak mencurigai peristiwa semalam yang telah dia lakukan kepada wirang ningratan.


"Hoooaaaaaeeemmm....haaaahhhh.....!!!, eeeeemmmmhhhhh......,aduh pegal semua badanku.....!!!" Si Bongkeng dengan menguap lebar mengawali pagi itu dengan menggeliat untuk menghilangkan rasa pegal pegal yang di rasakan di sekujur tubuhnya akibat dari kelamaan tidur.


"Ndoro....ndoro...bangunnn....!!!" ucap Bongkeng sambil menggoyang goyangkan tubuh ndoronya.


"Hemmm....sudah pagi kang.....hadehh....kenapa gak bangunin dari tadi sih ....!!" Ucap wirang kepada Bongkeng.


"Lha saya juga baru bangun ndoro....!!!, sudah sana ndoro ke sungai cuci mukamu yang terlihat lusuh sekali...!!!" Bongkeng menyuruh ndoronya untuk membasuh mukanya agar segar kembali. Tanpa berpikir panjang Wirang langsung menuju sungai mau membasuh mukanya dan mau buang hajat. Tanpa sepengetahuan wirang, Palupi yang sedang mandi tanpa busana di sungai kecil itu gelagapan hanya bisa membenamkan tubuhnya ke dalam air agar tubuh mulusnya tidak terlihat oleh wirang yang tiba tiba sudah di dekatnya.


"Waduuuhhhh.......!!!, Palupi kamu di sini gak bilang bilang ....hadehhh....!!!" Ucap wirang langsung menutupi matanya dengan jari jarinya yang terbuka.


"Hei...wirang....jarimu terbuka kamu ngintip ya......!!?!" ucap Palupi dengan tersenyum manja.

__ADS_1


"Sudah saya tutupi pakai telapak tangan ini lho palupiii...!!?!"


"Jarimu kebuka semua itu tidak rapat.....dasar mata mesum.....iiihhh....!!!!" Selarik udara bercampur air melesat cepat kearah muka wirang ningratan.


"Pyooookkkk.....!!" Tanpa bisa di hindari air yang di lontarkan oleh Palupi dari tengah sungai itu mengenai muka wirang sehingga basah semua baju wirang ningratan kena percikan air.


"Shheett....swiingg.....byuuuuurrrrr......!!!!" Karena terkejut dan lokasinya licin wirang yang di siram air oleh Palupi terpeleset dan jatuh terjun ke air.


"Aaaaa.......kamu mau ngapain wirang .....????" tanya Palupi yang semakin membenamkan tubuhnya kedalam air karena tubuh polosnya takut terbayang di air yang jernih itu.


"Bbbbberrrrrr......hadehh dingin banget...airnya Palupi....haduhh sialan jatuh lagi.....aku....!!!" Ucap wirang yang menyembulkan kepalanya di permukaan air sungai.


"Iiihhhh.....cabulll....keluar dari air kamuu.....aku gak pakai baju lho ini....!!!"


"Masak sih......???" lalu wirang menyelam melihat suasana di dalam air.


"Wooii....kurang ajarrrrrr.....mau ngapain kamu pemuda cabullll.....keluarrrrr....keluaaarrrr...wirang......!!!" rajuk Palupi dengan manjanya.


"He he he he....gak keliatan kok Pi......sumpah....!?!!" Ucap wirang cengengesan. tanpa mereka sadari ternyata di pinggiran sungai di sebuah gundukan tanah agak tinggi dua pasang mata mengawasi aktifitas mereka yang sedang bercanda di sungai kecil itu.


"Ndoroo......!!!, aku ikut boleh....he...he..he......!!!" teriak Bongkeng dengan cengengesan sambil memandangi mereka berdua.


"Dasar nggak ndoronya nggak pembantunya sama sama mesum dan cabul....huuhh...menyebalkan....??!!" Ucap Lembayung yang juga ikut melihat Palupi dan wirang mandi di sungai itu.


"He..he..he....jarang jarang lho mendapat kesempatan emas seperti ini lembayung.....hi..hi..hi...!!!"


"kesempatan emas gigi tongosmu itu....haaa....!!!" bentak lembayung kepada Bongkeng yang suasana hatinya di liputi rasa cemburu yang meledak ledak.


"Wirang segera keluar dari sungai...!!!.itu kang Bongkeng sama lembayung melihat kita....!!" Ucap Palupi setelah mendengar teriakan Bongkeng di pinggir sungai itu. Seandainya tidak bersama sama Bongkeng dan lembayung mungkin Palupi akan senang berlama lama mandi bareng wirang ningratan, bahkan mungkin ini yang sangat di harapkan oleh Palupi, kemesraan dan suasana romantis tapi terhalang oleh adanya gadis gunung yang bernama lembayung senja itu.


"Oohhh.....begitu ya......,ternyata kalian ini manusia manusia mesum......??? dasar manusia nggak tau malu.....!!!'' Teriak lembayung dengan kemarahan kepada Palupi dan wirang.


"Iya....wooo....manusia mesummm...., betulkan lembayung....hem.he...he....,ayo kita nyusul mereka mandi lembayung....!!!" Ucap Bongkeng dengan mata berbinar senang berharap lembayung mengiyakan.


"Apa Keng.....???" ucap lembayung lirih sambil tersenyum manis.


"Mandi...hi..hi..hi.....!!!"


"Kamu mau mandi bersamaku....di sungai kayak mereka.....???'' tanya Lembayung lagi sambil mendekatkan wajahnya.


"Ho'oh....he..he..he.....!!!"


"Nihhh......pluuuooookkkk.....!!!, .....peeluuuookkk....!!!!" Dua buah tamparan mendarat dengan tepat di pipi Bongkeng dengan sangat keras.


"Waaaddduuuuhhh....huuaa....huuaaa...hhuaaaaa....hahahaha.....,kalo gak mau bilang aja....gak usah gampar dong .....haduuhh...hu..huuu....!!!" Teriak Bongkeng sambil memegangi pipi kanan dan kirinya yang kena gampar lembayung senja.


"Mampus aja sekalian......dasar tongos nggak tau sopan santun.....,mau lagii....haaaa....!?!!" tanya Lembayung sambil mengangkat tangannya ke arah Bongkeng yang ndoprok di tanah kesakitan.


"E..eee...ee...enggak...e..e...nggak...lembayung......, waduuiihhh.....wanita galak banget saya sumpahin gak laku kawin kamu....huu...huu....!!!" ceracau Bongkeng sambil pergi dari tempatnya sambil memegangi pipinya.


Sementara itu Wirang telah melemparkan baju Palupi ke empunya yang berada di tengah sungai, tercium bau harum baju Palupi menyeruak memenuhi rongga hidung wirang yang basah kuyup akibat terjebur di sungai.


"Kang wirang...jangan lihat yaa..kamu pergi sana lhooo....jangan menghadap kesini...!!" Palupi berteriak menyuruh wirang tidak menatapnya sambil memakai bajunya.


Wirang dengan basah kuyup naik ke atas menuju kudanya dan mengambil baju ganti, lalu menghilang di balik balik semak untuk ganti baju yang kering.

__ADS_1


"Ndorooo......huu..hu.....!!!, ndorooo.....huu...huu.....!!!" Bongkeng panggil wirang yang sedang ganti baju sambil memegangi pipinya yang memerah.


"Apa kang.....,kenapa pipimu....sakit gigi apa....???" tanya wirang setelah muncul dari balik semak semak.


"Sakit gigi...sakit gigi....!!! Gigimu itu....u...u...u...gak lihat apa pipiku di gampar lembayung....haduhhh...hu...hu....!!!"


"wwweeeeehhh.....kenapa di gampar lembayung.....ha...he..he..he....!!!" Tanya wirang sambil melihat ke arah lembayung yang masih pasang muka penuh kemarahan.


"Ajari itu budakmu.....untuk sopan kepada gadis.....!!!" bentak lembayung kepada wirang.


"lha itu kamu sudah ajari gitu kok....ha..ha...ha.....!!!" tawa wirang mentertawakan Bongkeng.


"Bukan ngajari ndoro....tapi menganiaya....wadududhhh....!!!"


"Sudah sudah....ayo kita lanjutkan perjalanan kita.....,Merbabu sekitar dua hari lagi harusnya dapat kita tempuh, tapi kalo kita banyak istirahatnya kita bisa telat sampai di sana ...!!!" Ujar wirang menyudahi perdebatan pagi itu.


Setelah semua berkemas empat pendekar muda itu lalu melanjutkan perjalanan kembali menuju Merbabu.


Sekitar tengah hari akhirnya mereka sampai di sebuah desa yang sangat ramai sekali, terlihat perputaran ekonomi di lembah kaki gunung yang sangat maju sekali, banyak perdagangan sayur mayur dan polowijo yang menjadi kebutuhan pokok penduduk pulau Jawa ini. beberapa andong dan Dokar hilir mudik mengangkut barang barang dagangan dan hasil pertanian untuk di niagakan ke desa sekitar dan ke kota kota kadipaten. kehidupan di desa itupun tampak sangat sejahtera. terdapat kedai kedai makan yang besar besar dan tampak beberapa penginapan dengan bangunan yang luas.


"Ini desa apa kota kadipaten ndoro....??" Tanpa Bongkeng memecah kebisuan.


"Ndak tau kang nanti tak tanya sama orang orang sini......!!!" ucap wirang enteng.


"Ndak usaahh biar saya tanya sendiri.....!!!" ucap Bongkeng kesal merasa di sepelekan ndoronya.


"Hi..hi...hi......!!" melihat tingkah Bongkeng dan wirang Palupi cekikikan geli.


sementara itu lembayung tampak cemberut dari tadi pagi sejak mulai perjalanan tadi, mungkin dadanya ada bara api cemburu yang membakar di setiap relung hatinya.


"Kang...sebaiknya kita menginap di salah satu penginapan di sini kang wirang....!!?!" ucap Palupi dengan suara di bikin manja sengaja Manas manasin lembayung senja.


"Waduuuhhhh......, Palupi aku gak punya uang untuk bayar penginapan apa kamu punya pi.....!?!!" Jawab wirang polos.


"Uhhh...masak aku yang harus bayar ...laki laki dong kang.....!?!!" Ujar Palupi manja.


"Tenang....tenang...nanti biar aku yang bayar.....he..he..he....!!!'' ucap Bongkeng dengan kekehannya yang sangat menyebalkan.


"yakin kang......??!!" tanya wirang meragukan ucapan Bongkeng.


"Sudah ndoro tenang saja biar saya yang urus, sekarang pesanlah dua kamar buat kita berempat.


"Kok cuma dua.....??!!, aku sekamar sama siapa.....!?!!" Tanya Palupi jengah bila di suruh satu kamar sama Lembayung senja.


"Kamu sama lembayung dong palupiii....masak kamu mau sekamar sama saya.....he..he...he....!!!" Ucap Bongkeng menggoda Palupi.


"Ihhh...mending mati saja aku kalo tidur sekamar sama kamu" ucap Palupi begidik.


"Palupi dan lembayung kalian sekamar, aku sama kang Bongkeng...!!" Ucap wirang menengahi pembicaraan itu.


"Uhh...gadis manja lagi.....jangan ngompol kamu ya.....!!" Ucap lembayung sambil melengos.


"Apa kamu bilang haaa.....enak saja ngomong....!!"


"Sudah sudah....ayo....pesan kamar...!!" Lalu mereka berempat memesan kamar di salah satu penginapan itu. bagaimana kelanjutan Serial Pendekar ningratan kita tunggu episode yang lebih seru lagi.

__ADS_1


__ADS_2