Pendekar Golok

Pendekar Golok
Episode 14


__ADS_3

Berubah hebat paras muka Tio Thiat-leng begitu selesai mendengar perkataan itu, dengan


melompat dia menerkam ke muka, lalu bentaknya, "Apa kau bilang?"


Begitu keras bentakan itu, bukan saja membuat cahaya lilin bergetar keras bahkan lantai papan


yang diinjaknya pun nyaris retak dan hancur berantakan.


Ong Siau-sik tetap berdiri tenang, ditatapnya wajah Tio Thiat-leng sekejap, kemudian ujarnya,


"Kau bukan Tio Thiat-leng, kau sebenarnya adalah Si Say-sin!"


Merah padam wajah Tio Thiat-leng, sepasang kepalannya digenggam kencang-kencang, agaknya


setiap saat dia akan melancarkan serangan.


"Darimana kau bisa tahu?" terdengar Un Ji bertanya. Ong Siau-sik tidak menjawab pertanyaan itu,


dengan setengah mengejek kembali ujarnya kepada Tio Thiat-leng, "Aku tidak salah menebak


bukan?"


Sepasang kepalan Tio Thiat-leng digenggam semakin kencang, di tengah udara mulai terdengar


suara gemuruh nyaring. Jagoan ini memang hebat tenaga dalamnya, sepasang Tay-yang-hiat nya


yang menonjol besar kini menongol makin besar.


Ditatapnya Ong Siau-sik dengan mata melotot, kemudian teriaknya, "Darimana kau bisa tahu?"


Ong Siau-sik kembali tertawa, senyuman itu dilemparkan ke arah Pek Jau-hui.


Sikap Pek Jau-hui yang semula dingin angkuh, kini nam¬pak sedikit berubah, berubah jadi lebih


hangat dan lembut, kehangatan yang sangat aneh, tapi hanya sejenak kemudian sudah lenyap.


"Tio-tongcu!" serunya tiba-tiba.


"Ada apa?" Tio Thiat-leng segera berpaling.


"Apakah urusan di luar sana sudah diselesaikan?"


"Sudah selesai semuanya," jawab Tio Thiat-leng cepat, ia tak habis mengerti mengapa rekannya


mengajukan pertanyaan semacam itu.


"Sampai kapan pihak pengadilan baru akan mengirim orang kemari?"


"Sebentar lagi akan tiba." "Lalu putra tunggal Sin-hu?" "Dia ada dalam almari."


Baru saja dia ingin bertanya kenapa rekannya mengajukan pertanyaan semacam itu, Pek Jau-hui


sudah berkata lagi, "Tadi kau sudah mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya?"


Tio Thiat-leng kembali tertegun, setelah termenung sejenak sahutnya, "Tiga!"


"Keliru besar," kata Pek Jau-hui sambil tersenyum dan menggeleng kepala berulang kali,


"termasuk pertanyaan terakhir, kau sudah mengajukan empat buah pertanyaan. Sudah saatnya


kau redam dulu hawa amarahmu. Jika kau gagal mengendalikan hawa amarahmu itu, aku takut


kau bakal tak mampu menghadapi Lote ini! Sekarang aku telah menjadi sahabatmu, apalagi kau

__ADS_1


pun telah memberi banyak uang untukku, sebagai sahabat, aku merasa wajib memberi nasehat ini


kepadamu!"


Tak terlukiskan rasa gusar Tio Thiat-leng setelah mendengar perkataan itu, tapi setelah berpikir


sejenak dia pun mengendurkan badannya sambil menghembuskan napas panjang, kemudian


bertanya, "Jadi kau menganggap aku bukan tandingan sahabatmu itu?"


"Aku sendiri pun tidak tahu sampai dimana ketangguhan ilmu silatnya," sahut Pek Jau-hui sambil


menggendong tangan, "tapi aku tahu otaknya encer, dia pintar dan sangat tanggap. Padahal dia


tak tahu siapakah Si Say-sin, hanya berdasarkan keteranganmu kalau kau adalah anggota


perkumpulan Kimhong-si-yu-lau yang menyusup ke dalam perkumpulan Lak-hun-poan-tong, lalu


mendengar kedatangan Tongcu kesembilan Ho Tong ke Ouw-pak kali ini adalah untuk


menghadapi Si Say-sin, dan melihat pula kau telah membunuh Ho Tong, dia sudah berani


menyimpulkan kaulah Si Say-sin itu, apa kau tidak merasa bahwa dia sangat hebat?"


Kemudian setelah berhenti sejenak, dengan santainya dia menambahkan, "Jadi sebetulnya kau


sendiri yang telah membocorkan rahasia itu kepadanya, aku tak ingin kau sekalian menyerahkan


nyawamu kepadanya."


Tiba-tiba Ong Siau-sik merasa peluh dingin mulai bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.


Sekarang ia mulai sadar tentang mara bahaya yang mengancam keselamatan jiwanya, bila Pek


rumah penginapan itu dalam keadaan hidup.


Terdengar Un Ji kembali berkata, "Kalau kau adalah Si Say-sin, lalu siapa pula lelaki kurus


jangkung yang telah membantai kawanan opas tengah hari tadi?"


"Darimana aku tahu?" jawab Tio Thiat-leng sembari menggeleng.


Pek Jau-hui mencoba berpaling ke arah Ong Siau-sik, tapi pemuda itu segera menggeleng seraya


menyahut, "Aku sendiri pun tidak tahu."


Pek Jau-hui mulai tertawa, ketika tertawa ia nampak licik dan banyak akal bulusnya.


"Untung saja masih ada persoalan yang tidak kita ketahui."


Kemudian setelah berhenti sejenak, kembali ia menambahkan, "Penghidupan semacam inilah baru


menarik dan menyenangkan............”


Ternyata hingga detik ini, dia masih tidak menganggap Un Ji sebagai salah satu bagian dari


mereka, karena dia tetap tidak memperhitungkan gadis itu.


Un Ji amat sedih.


Selama hidup, belum pernah ia berjumpa dengan seorang lelaki yang begitu tidak


menghormatinya, begitu tak memandang sebelah mata terhadapnya, tidak menganggapnya

__ADS_1


sebagai seorang tokoh, bahkan nyaris tidak menganggapnya sebagai manusia.


Ia merasa sangat terhina, merasa amat sedih.


Melihat lelaki itu masih berdiri dengan sikap angkuh, acuh tak acuh dan jumawa, dia amat


membencinya, makin dipandang makin sakit hati.


Pada saat itulah ia mendengar Pek Jau-hui kembali berkata, "Terlepas siapa pun orang itu, yang


pasti dia adalah seorang tokoh yang tak boleh dipandang enteng!"


Tio Thiat-leng kembali berpaling ke arah Ong Siau-sik, ujarnya, "Aku lihat kau pun termasuk


manusia yang tak boleh dipandang enteng, kemari dan bergabunglah, aku pasti akan menghargai


tenagamu."


"Aku tidak ambil peduli tentang kesemuanya itu," Ong Siau-sik menggeleng, "mau pandang


enteng tidak masalah, mau menghargai kemampuanku juga silakan, tapi yang jelas, aku tetap


aku, aku tak nanti bersedia kau gunakan hanya lantaran kau menghargaiku, aku pun tak bakal


melancarkan serangan hanya dikarenakan kau memandang enteng diriku. Bagiku, persoalan yang


terjadi adalah perseteruan antara perkumpulan Lak-hun-poan-tong melawan perkumpulan Kimhong-


si-yu-lau, siapa menang siapa kalah bukan persoalanku dan aku pun tak ingin tahu. Yang


kuingin ketahui saat ini hanya satu hal."


Kemudian setelah berhenti sejenak, terusnya dengan wajah M'rius, "Apakah dikarenakan kau ingin


merusak nama dan reputasi perkumpulan Lak-hun-poan-tong dalam dunia persilatan, maka kau


sengaja memerintahkan kelompok akrobatik, kelompok pedagang dan penjual obat untuk


melakukan perbuatan terkutuk itu?"


"Perkumpulan Lak-hun-poan-tong adalah sebuah perkumpulan besar, mereka harus menghidupi


banyak anak buah, jadi apa yang mereka lakukan selama ini untuk menunjang kehidupan


anggotanya, aku rasa hampir setiap orang tahu dengan jelas dan tak usah aku jelaskan lebih jauh.


Tapi satu hal kau mesti tahu, perkumpulan Lak-hun-poan-tong mempunyai nama dan reputasi


yang baik di seputar wilayah Ouw-pak, pengaruhnya sangat besar dan banyak orang gagah.dunia


persilatan yang bersedia bekerja untuk mereka. Bila aku tidak menggunakan siasat ini, bagaimana


mungkin aku bisa mengubah pandangan dan haluan Sin-hu Tayjin yang selama ini selalu


berkomplot dengan Lui Sun? Bagaimana mungkin aku bisa meminta dia untuk membuyarkan daya


pengaruh perkumpulan Lak-hun-poan-tong dengan berganti haluan bersekongkol dengan Sokongcu?


Contohnya dua bersaudara Li, orang she Ting dan Ku Han-lim, selama ini mereka


memang tak pernah melakukan perbuatan baik, bukankah gara-gara kejadian ini mereka malah


bisa kita tumpas? Aku berharap kekuatan dari perkumpulan Lak-hun-poan-tong di wilayah Ouwpak

__ADS_1


bisa diberantas seakar-akarnya."


__ADS_2