
Berubah hebat paras muka Tio Thiat-leng begitu selesai mendengar perkataan itu, dengan
melompat dia menerkam ke muka, lalu bentaknya, "Apa kau bilang?"
Begitu keras bentakan itu, bukan saja membuat cahaya lilin bergetar keras bahkan lantai papan
yang diinjaknya pun nyaris retak dan hancur berantakan.
Ong Siau-sik tetap berdiri tenang, ditatapnya wajah Tio Thiat-leng sekejap, kemudian ujarnya,
"Kau bukan Tio Thiat-leng, kau sebenarnya adalah Si Say-sin!"
Merah padam wajah Tio Thiat-leng, sepasang kepalannya digenggam kencang-kencang, agaknya
setiap saat dia akan melancarkan serangan.
"Darimana kau bisa tahu?" terdengar Un Ji bertanya. Ong Siau-sik tidak menjawab pertanyaan itu,
dengan setengah mengejek kembali ujarnya kepada Tio Thiat-leng, "Aku tidak salah menebak
bukan?"
Sepasang kepalan Tio Thiat-leng digenggam semakin kencang, di tengah udara mulai terdengar
suara gemuruh nyaring. Jagoan ini memang hebat tenaga dalamnya, sepasang Tay-yang-hiat nya
yang menonjol besar kini menongol makin besar.
Ditatapnya Ong Siau-sik dengan mata melotot, kemudian teriaknya, "Darimana kau bisa tahu?"
Ong Siau-sik kembali tertawa, senyuman itu dilemparkan ke arah Pek Jau-hui.
Sikap Pek Jau-hui yang semula dingin angkuh, kini nam¬pak sedikit berubah, berubah jadi lebih
hangat dan lembut, kehangatan yang sangat aneh, tapi hanya sejenak kemudian sudah lenyap.
"Tio-tongcu!" serunya tiba-tiba.
"Ada apa?" Tio Thiat-leng segera berpaling.
"Apakah urusan di luar sana sudah diselesaikan?"
"Sudah selesai semuanya," jawab Tio Thiat-leng cepat, ia tak habis mengerti mengapa rekannya
mengajukan pertanyaan semacam itu.
"Sampai kapan pihak pengadilan baru akan mengirim orang kemari?"
"Sebentar lagi akan tiba." "Lalu putra tunggal Sin-hu?" "Dia ada dalam almari."
Baru saja dia ingin bertanya kenapa rekannya mengajukan pertanyaan semacam itu, Pek Jau-hui
sudah berkata lagi, "Tadi kau sudah mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya?"
Tio Thiat-leng kembali tertegun, setelah termenung sejenak sahutnya, "Tiga!"
"Keliru besar," kata Pek Jau-hui sambil tersenyum dan menggeleng kepala berulang kali,
"termasuk pertanyaan terakhir, kau sudah mengajukan empat buah pertanyaan. Sudah saatnya
kau redam dulu hawa amarahmu. Jika kau gagal mengendalikan hawa amarahmu itu, aku takut
kau bakal tak mampu menghadapi Lote ini! Sekarang aku telah menjadi sahabatmu, apalagi kau
__ADS_1
pun telah memberi banyak uang untukku, sebagai sahabat, aku merasa wajib memberi nasehat ini
kepadamu!"
Tak terlukiskan rasa gusar Tio Thiat-leng setelah mendengar perkataan itu, tapi setelah berpikir
sejenak dia pun mengendurkan badannya sambil menghembuskan napas panjang, kemudian
bertanya, "Jadi kau menganggap aku bukan tandingan sahabatmu itu?"
"Aku sendiri pun tidak tahu sampai dimana ketangguhan ilmu silatnya," sahut Pek Jau-hui sambil
menggendong tangan, "tapi aku tahu otaknya encer, dia pintar dan sangat tanggap. Padahal dia
tak tahu siapakah Si Say-sin, hanya berdasarkan keteranganmu kalau kau adalah anggota
perkumpulan Kimhong-si-yu-lau yang menyusup ke dalam perkumpulan Lak-hun-poan-tong, lalu
mendengar kedatangan Tongcu kesembilan Ho Tong ke Ouw-pak kali ini adalah untuk
menghadapi Si Say-sin, dan melihat pula kau telah membunuh Ho Tong, dia sudah berani
menyimpulkan kaulah Si Say-sin itu, apa kau tidak merasa bahwa dia sangat hebat?"
Kemudian setelah berhenti sejenak, dengan santainya dia menambahkan, "Jadi sebetulnya kau
sendiri yang telah membocorkan rahasia itu kepadanya, aku tak ingin kau sekalian menyerahkan
nyawamu kepadanya."
Tiba-tiba Ong Siau-sik merasa peluh dingin mulai bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.
Sekarang ia mulai sadar tentang mara bahaya yang mengancam keselamatan jiwanya, bila Pek
rumah penginapan itu dalam keadaan hidup.
Terdengar Un Ji kembali berkata, "Kalau kau adalah Si Say-sin, lalu siapa pula lelaki kurus
jangkung yang telah membantai kawanan opas tengah hari tadi?"
"Darimana aku tahu?" jawab Tio Thiat-leng sembari menggeleng.
Pek Jau-hui mencoba berpaling ke arah Ong Siau-sik, tapi pemuda itu segera menggeleng seraya
menyahut, "Aku sendiri pun tidak tahu."
Pek Jau-hui mulai tertawa, ketika tertawa ia nampak licik dan banyak akal bulusnya.
"Untung saja masih ada persoalan yang tidak kita ketahui."
Kemudian setelah berhenti sejenak, kembali ia menambahkan, "Penghidupan semacam inilah baru
menarik dan menyenangkan............”
Ternyata hingga detik ini, dia masih tidak menganggap Un Ji sebagai salah satu bagian dari
mereka, karena dia tetap tidak memperhitungkan gadis itu.
Un Ji amat sedih.
Selama hidup, belum pernah ia berjumpa dengan seorang lelaki yang begitu tidak
menghormatinya, begitu tak memandang sebelah mata terhadapnya, tidak menganggapnya
__ADS_1
sebagai seorang tokoh, bahkan nyaris tidak menganggapnya sebagai manusia.
Ia merasa sangat terhina, merasa amat sedih.
Melihat lelaki itu masih berdiri dengan sikap angkuh, acuh tak acuh dan jumawa, dia amat
membencinya, makin dipandang makin sakit hati.
Pada saat itulah ia mendengar Pek Jau-hui kembali berkata, "Terlepas siapa pun orang itu, yang
pasti dia adalah seorang tokoh yang tak boleh dipandang enteng!"
Tio Thiat-leng kembali berpaling ke arah Ong Siau-sik, ujarnya, "Aku lihat kau pun termasuk
manusia yang tak boleh dipandang enteng, kemari dan bergabunglah, aku pasti akan menghargai
tenagamu."
"Aku tidak ambil peduli tentang kesemuanya itu," Ong Siau-sik menggeleng, "mau pandang
enteng tidak masalah, mau menghargai kemampuanku juga silakan, tapi yang jelas, aku tetap
aku, aku tak nanti bersedia kau gunakan hanya lantaran kau menghargaiku, aku pun tak bakal
melancarkan serangan hanya dikarenakan kau memandang enteng diriku. Bagiku, persoalan yang
terjadi adalah perseteruan antara perkumpulan Lak-hun-poan-tong melawan perkumpulan Kimhong-
si-yu-lau, siapa menang siapa kalah bukan persoalanku dan aku pun tak ingin tahu. Yang
kuingin ketahui saat ini hanya satu hal."
Kemudian setelah berhenti sejenak, terusnya dengan wajah M'rius, "Apakah dikarenakan kau ingin
merusak nama dan reputasi perkumpulan Lak-hun-poan-tong dalam dunia persilatan, maka kau
sengaja memerintahkan kelompok akrobatik, kelompok pedagang dan penjual obat untuk
melakukan perbuatan terkutuk itu?"
"Perkumpulan Lak-hun-poan-tong adalah sebuah perkumpulan besar, mereka harus menghidupi
banyak anak buah, jadi apa yang mereka lakukan selama ini untuk menunjang kehidupan
anggotanya, aku rasa hampir setiap orang tahu dengan jelas dan tak usah aku jelaskan lebih jauh.
Tapi satu hal kau mesti tahu, perkumpulan Lak-hun-poan-tong mempunyai nama dan reputasi
yang baik di seputar wilayah Ouw-pak, pengaruhnya sangat besar dan banyak orang gagah.dunia
persilatan yang bersedia bekerja untuk mereka. Bila aku tidak menggunakan siasat ini, bagaimana
mungkin aku bisa mengubah pandangan dan haluan Sin-hu Tayjin yang selama ini selalu
berkomplot dengan Lui Sun? Bagaimana mungkin aku bisa meminta dia untuk membuyarkan daya
pengaruh perkumpulan Lak-hun-poan-tong dengan berganti haluan bersekongkol dengan Sokongcu?
Contohnya dua bersaudara Li, orang she Ting dan Ku Han-lim, selama ini mereka
memang tak pernah melakukan perbuatan baik, bukankah gara-gara kejadian ini mereka malah
bisa kita tumpas? Aku berharap kekuatan dari perkumpulan Lak-hun-poan-tong di wilayah Ouwpak
__ADS_1
bisa diberantas seakar-akarnya."