Pendekar Golok

Pendekar Golok
Episode 5


__ADS_3

Di antara sekian banyak organisasi sempalan, di antaranya terdapat organisasi yang didirikan oleh


para tabib, para peramal, pedagang maupun petani. Dari tujuh puluh dua organisasi sempalan ini


masing-masing dipimpin oleh seorang Liong-tau yang berkuasa mengatur jalannya perkumpulan


itu.


Li Tan adalah salah satu Liong-tau organisasi sempalan itu, dia memimpin organisasi kaum


akrobatik, bersama adik perem-puannya, Li Ciau-hong, memiliki kungfu yang hebat, berhati keji


dan telengas, mereka sangat termashur namanya di seputar wilayah Ouw-pak. Entah karena


urusan apa saat ini berkumpul di situ?


Sementara orang yang disebut Sim-jit tadi adalah Ko-san-hou, si Macan gunung Sim Heng, sedang


orang yang disebut Li Ya adalah seorang begal yang selama ini beroperasi di seputar wilayah


Hong-hok-lau, orang memanggilnya Hau-cian-hu (ma-nusia berwajah macan berhati rase).


Ong Siau-sik memiliki daya ingat yang sangat baik, setiap kali tiba di suatu


daerah, dia selalu mencatat dan mengingat baik-baik nama serta kelebihan yang dimiliki setiap


tokoh yang dijumpai.


Entah mengapa, dia selalu berpendapat suatu hari nanti semua bahan


catatannya itu akan sangat berguna baginya.


Mungkinkah ada hari seperti yang dia duga? Ong Siau-sik tidak tahu.


Dia hanya tahu satu hal, hampir semua partai dan perkum-pulan yang ada di kolong langit,


sebagian besar berada dalam kendali dan perintah organisasi Lak-hun-poan-tong ini.


Hampir semua jago dan tokoh hebat tunduk serta takluk pada organisasi Lak-hun-poan-tong ini.


Selama ini mereka selalu menyerahkan tiga setengah ba-gian yang dimiliki kepada organisasi Lakhun-


poan-tong, na-mun bila menjumpai suatu masalah atau kesulitan, maka orga-nisasi Lak-hunpoan-


tong akan mengerahkan enam puluh lima persen kekuatannya untuk mendukung dan


membantu mereka.


Organisasi Lak-hun-poan-tong ini dipimpin oleh seorang Congtongcu yang bernama Lui Sun,


sementara orang gagah di kolong langit menyebutnya sebagai Lotoa.


Mungkin satu-satunya kekuatan lain yang bisa menandingi kemampuan perkumpulan Lak-hunpoan-


tong hanyalah per-kumpulan Kim-hong-si-yu-lau (loteng angin emas hujan ge-rimis).


Sedangkan jagoan yang bisa menandingi kehebatan serta ketenaran Lui Sun di kota Kay-hong pun

__ADS_1


hanya ketua atau Locu dari perkumpulan Kim-hong-si-yu-lau ini, Ang-siu-to (golok baju merah) So


Bong-seng seorang.


Begitulah situasi dalam dunia persilatan waktu itu, ka-wanan jago yang tidak bergabung dalam


partai besar hampir semuanya bergabung dalam perkumpulan Lak-hun-poan-tong atau


perkumpulan Kim-hong-si-yu-lau, karena perkumpulan angin emas hujan gerimis didukung oleh


pemerintah kerajaan, sedangkan perkumpulan Lak-hun-poan-tong ditopang para jago dari


golongan rimba hijau.


Itulah sebabnya beredar satu pepatah yang berbunyi: Enam bagian adalah Lui, empat puluh laksa


milik So. Artinya paling tidak ada empat puluh laksa orang yang bergabung dengan So Bong-seng,


tapi bila diperbandingkan secara benar, maka ter-bukti ada enam puluh persen kekuatan


persilatan berada dalam kendali Lui Sun.


Dalam pada itu wanita bertubuh kekar yang berdiri di samping Li Tan telah tertawa terkekehkekeh


sambil berkata, “Li Ya, tak heran kau bisa hidup makmur di wilayah seputar sini, mulutmu


benar-benar pandai merayu hingga membuat muak hati orang, kelihatannya di kemudian hari aku


mesti mengang-kat dirimu menjadi Liong-tau Lotoa dari organisasi kaum akrobatik wilayah sini.”


“Ji-nio tak usah menggoda aku,” Li Ya turut terkekeh, “Liong-tau Lotoa bukan jatahku, sebab


jadi Lotoa, mending aku banyak berdoa dulu pada Thian.”


Li Tan mengernyitkan dahi rapat-rapat, dengan kerutan wajah yang makin mengencang dan tak


sekilas senyuman pun yang menghiasi bibirnya ia bertanya, “Siapa saja dari organisasi Lak-hunpoan-


tong yang akan hadir di sini? Kenapa sampai sekarang belum nampak batang hidung


mereka?”


“Menurut apa yang kuketahui, paling tidak ada tiga orang jago yang datang kemari, malah


langsung dipimpin sendiri oleh Tongcu kedua belas, Tio Thiat-leng!” sahut Li Ya dengan nada hatihati.


“Hah? Dia pun ikut datang?” hampir berbareng Li Tan dua bersaudara berseru tertahan.


Li Ya manggut-manggut.


“Benar, aku rasa dari pusat akan menyerahkan sebuah tugas besar kepada kita,” sahutnya dengan


mata berbinar.


“Aku justru sedikit rada kuatir,” Li Ciau-hong menggeleng.


“Apa yang kau kuatirkan?”

__ADS_1


“Dulu kita tak lebih hanya penjual silat yang mengembara dalam sungai telaga, kalau tak cocok


dengan suatu masalah, kita bisa main tebas memenggal kepala lawan, kalau ketemu musuh


tangguh paling kabur sembari mencari sedikit keuntungan. Tapi hari ini kita mesti menangkap


bocah-bocah yang tak tahu urus-an, harus memotong anggota badan mereka, menyambung anggota


badan orang yang satu dengan tubuh orang lain, memaksa mereka untuk bersetubuh dengan


hewan, akhirnya mereka jadi manusia cebol, manusia aneh, makhluk setengah manusia sete-ngah


hewan, pekerjaan macam ini kelewat keji, kelewat kejam dan sama sekali di luar peri


kemanusiaan. Kita toh bukannya tak sanggup bermain senjata, bukan manusia tempe yang tak


mam-pu merampok atau membegal, bertarung melawan puluhan orang juga masih sanggup, tapi


kalau harus terus menerus menyiksa bocah-bocah yang tak berdosa, ai ... aku Li Ciau-hong betulbetul


tak tega. Kakak, jelek-jelek kita masih punya sedikit nama dalam dunia persilatan, kenapa


harus melakukan jual beli semacam ini? Kalau sampai terjungkal di tangan orang, bukan-kah nama


kita bakal ikut hancur dan rusak? Jika kantor pusat memerintahkan kita untuk melakukan


pekerjaan semacam ini lagi, aku dengan tegas akan


menolak!”


Berubah hebat paras semua orang setelah mendengar perkataan itu, dengan wajah serius Li Tan


segera menghardik, “Adikku, kau sudah gila? Mengapa mengucapkan perkataan seperti itu?”


Dibentak kasar di hadapan orang banyak, kontan Li Ciau-hong bertambah sewot, dengan suara


yang makin nyaring, teri-aknya, “Memangnya aku salah bicara? Sekarang putra tunggal Bun Sinhu


pun sudah kita culik, bila sampai pecah peristiwa besar, memangnya kita semua bisa cuci


tangan dari masalah ini? Sampai waktunya, dengan cara apa kakak akan menjelaskan kepada


orang luar?”


Paras muka Li Tan berubah jadi hijau memucat, saking gusarnya seluruh badan gemetar keras.


Tapi orang yang paling kaget dan terkesiap di antara yang hadir tak lain adalah Ong Siau-sik yang


bersembunyi dalam almari.


Ternyata manusia cacad yang patut dikasihani itu tak lain adalah hasil perbuatan kelompok


manusia ini!


Kenapa mereka begitu tega melakukan perbuatan sekeji ini?


Mungkinkah semuanya ini atas perintah organisasi Lak-hun-poan-tong?

__ADS_1


Mengapa perkumpulan Lak-hun-poan-tong ini melakukan perbuatan keji yang sangat terkutuk ini?


__ADS_2