
Kediaman patriak klan YUN
Ketika sore yang damai, di rumah patriak klan yun sedang terlihat seorang pria paruh baya sekitar 47 umurnya sedang tidak senang hati berjalan mundar mandir kesana dan kemari. Riak wajah nya mengatakan kerisauan yang sangat tebal.
"Sudah lah ayah, silakan duduk saja" kata seorang anak perempuan yang terlihat sekitar umur 2 tahun yang pengertian sama sekali walaupun masih terlalu muda.
"Haih! bagaimana ayah bisa tenang disaat begini, ibumu sebentar lagi akan melahirkan seorang anak"kata pria paruh baya tersebut "dan sebentar lagi keluarga kita akan bertambah lagi" kata Yun Cheng dengan penuh kegembiraan.
Walaupun sangat gembira tetapi tetap ada kerisauan yang terpapar diwajahnya bahkan dilubuk hati sanubarinya. Tentu saja seorang suami yang kuatir terhadap isteri nya.
Tidak lama kemudiannya, isteri Yun Cheng selamat melahirkan seorang anak laki laki.
Maka bergembira lah Yun Cheng bersama isterinya. Begitu juga dengan gadis kecil tersebut yang bernama Yun Qing Tan yang menjadi kakak perempuan. Kegembiraan mereka sekeluarga jelas terpapar di wajah mereka maka riuhlah satu klan bahawa isteri patriak selamat melahirkan anak laki laki yang sihat.
Namun bayi itu tidak bertahan lama dan kemudiannya semakin melemah.
__ADS_1
Beberapa saat setelah itu bayi itu pun tidak bernyawa. Terkejut dan panik suami isteri melihat bayi mereka sebegitu, mereka mula menitiskan air mata.Ternya kegembiraan yang diperolehi hanya sebentar dan tidak berkekalan lama. Seluruh klan sunyi sepi dan hiba.
Tiba tiba-tiba
BADUMMMMMMMMM!!! ( PETIR MENYAMBAR)
Langit mulai gelap dan petir kuat sekali manyambar secara tiba tiba hingga menyentuh tanah di hadapan rumah Yun Cheng.
Dengan tiba tiba bayi yang tidak bernyawa itu kembali berteriak dan mengejutkan semua orang. Kejadian yang mustahil menjadi nyata dihadapan mereka.
Didalam hati Yun Cheng mengatakan bahawa putranya ini akan menjadi orang yang melebihinya suatu hari nanti. pikirnya.
Petir menyambar tadi bukannya menandakan hujan dan badai melainkan petir yang membawa roh kaisar naga dan memberi berkah kepada bayi tersebut. Kaisar naga terlahir kembali sebagai seorang bayi yang imut dan sehat.
Malam itu klan Yun segera mengadakan pesta jamuan selamat dan merayakan hari yang penuh kebahagiaan dan keaajaiban itu.
__ADS_1
"Jadi Yun Cheng nama apakah yang akan kau berikan kepada putramu nanti"? tanya Yun Ming iaitu ayah kepada Yun Cheng.
"Ayah! ayah! aku saran nama adikku itu Zhou" kata Yun Qin Tan sambil tersenyum manis.
"Haih ada ada saja gadis kecil ini" kata Huang Bing iaitu isteri
Yun Cheng.
"Wah! nama yang indah" kata Kakeknya dan Yun Cheng pun bersetuju menggunakan nama itu kepada putranya.
Malam itu pesta terus berlangsung hingga selesai.
Sang Kaisar yang menjadi bayi mempunyai kesedaran bahawa dia telah dilahirkan kembali menjadi seorang bayi dia bahkan cuba untuk bergerak dan menjerit. Tapi apakan daya kerana tubuh bayi sangatlah rapuh dan lembut maka dia tidak bisa bergerak dan menjerit. Yang keluar hanya lah tangisannya. Dia berasa kerepotan menjadi bayi kerana sangat memalukan baginya yang sudah hidup jutaan ribu tahun terpaksa membuang kotoran (air besar dan air kecil) dalam celana.
Walau bagaimana pun dia tetap berasa bersyukur kerana dihidupkan kembali dan berencana untuk berdiri di puncak dunia bela diri lagi dengan berpandukan pengetahuan dan pengalaman hidup pertamanya nya.
__ADS_1