Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
EPISODE 9: ROH DEWI AIS KUTUB UTARA


__ADS_3

Para penonton makin galak bersorak memanaskan sistuasi. Ada yang menyuruh Yun Qing Tan menerima tentangan tersebut dan ada yang menyuruhnya menolak nya kerana merasakan Yun Feng tidak sesuai dengan Yun Qing Tan yang sosoknya seperti dewi.


"Yun Feng bejat jangan ingat kau bisa bersama dengan dewi yang cantik dan polos seperti Yun Qing Tan" teriak beberapa penonton tidak setuju dengan tantangan tersebut. Mendengarkan hal itu membuatkan hati Yu Qing Tan merasa lebih baik dan akhirnya dia membulatkan tekadnya walau apa pun yang terjadi dia tidak akan menjadi isteri kepada seseorang yang berperibadi buruk seperti hewan.


"Hey! Yun Cheng kenapa anak mu diam tak bersuara saja" ucap Yun Guan sambil melirik kearah Yun Cheng. "Yun Qing Tan itu cantik jika dia menjadi menantuku tentu aku akan bahagia bila meninggal nanti!! Hahahahahaha" katanya lagi sambil ketawa deras.


"Ayolah Yun Qing Tan pikirkan reputasi ayah mu jika kau menolak untuk menerima tentangan ku ini " teriak Yun Feng dengan suara yang dialiri oleh tenaga dalam supaya didengari oleh Patriak Yun Cheng.


"Baiklah aku akan menerima tentangan mu tetapi aku juga akan memberimu satu syarat!! jika kau kalah kau dan ayah mu harus melutut dan melolong seperti anjing di tengah arena ini jika tidak kalian akan diusir keluar dari klan" balas Yun Qing Tan dengan tegas. Semua yang hadir menjerit dengan kuat setelah mendengar Yun Qing Tan berkata seperti itu dan suasana semakin panas.

__ADS_1


"Yun Zhou apa yang akan kamu lakukan jika saudarinu itu tidak dapat membangunkan roh beladiri yang lebih hebat dari Yun Feng" tanya kakeknya.


"Aku akan membunuh Yun Feng" jawabnya ringkas sambil tersenyum lebar. "Lagipun kak tidak akan kalah dengan sampah seperti Yun Feng, hatiku mengatakan sesuatu yang hebat bakal berlaku di tengah arena" ujarnya lagi membuatkan kakeknya mengerutkan dahi.


Kemudian Yun Qing Tan pon meletakkan tangannya ke arah batu pengukur dan batu tersebut mengeluarkan cahaya bewarna biru yang terang hingga menyilaukan mata secara tiba-tiba batu itu membeku dan mengeluarkan hawa dingin dan kemudiannya batu tersebut berhenti mengeluarkan cahaya seolah tiada apa-apa yang terjadi hanya saja batu itu tetap membeku.


"Hahahahaha Yun Cheng adakah itu putrimu, sungguh tidak berguna kau sepatutnya bersyukur kerana anak aku masih mau menerimanya yang bahkan tidak bisa membangkitkan roh beladiri itu!! hahahahahaha" ketawa Yun Guan dengan nada yang menghina. Kesabaran Yun Cheng pon hilang dia tidak dihormati sebagai patriak oleh saudaranya itu dan bahkan dihina olehnya. Sebelum dia membals kata-kata Yun Guan itu ada suara yang memotong niatnya itu.


"Hey pak tua apa kau ingat saudari ku itu tidak bisa membangkitkan roh beladiri!!!! hasilnya belum ditentukan seperti yang kau lihat batunya masih membeku dan belum hcair sedikit pon walau terkena cahaya matahari " lontar Yun Zhou hingga didengari oleh seluruh orang yang berada di arena.

__ADS_1


Terkaget semua orang apabila mendengar Yun Guan dibentak oleh seorang anak muda yang baru berumur lapan tahun.


"Apa dia gila membentak Yun Guan begitu kerasnya" kata penonton yang hadir. Yun Guan pon menjadi marah dan mencari pemilik suara tersebut. Ketika dia menjumpai pemilik suara tersebut dia hanya bisa diam kerana Yun Zhou dilindungi oleh seorang pria tua yang merupakan ayah kepada Yin Guan, pria tua itu memandang kearah Yun Guan dengan pandangan yang tajam hinggakan dia tidak berani bersuara.


"Kurang ajar bocah kau beraninnya membentak ayahku... " belum sempat Yun Feng habiskan kata-kata nya Yun Zhou melepaskan tekanan yang berat menyebabkan Yun Feng jatuh tergeletak diatas tanah. Secara tiba-tiba batu yang membeku itu kembali bersinar dan sesuatu yang terlihat seperti sosok seorang manusia yang teramat cantik berdiri di belakang Yun Qing Tan yang terlihat sedih itu. Sosok itu kemudiannya memegang kedua pipi Yun Qing Tan dan serentak dengan itu dia berenti menangis. Para penonton begitu terpukau dengan roh beladiri yang dibangkitkan oleh Yun Qing Tan.


"ROH BELADIRI TINGKAT SEBELAS ROH DEWI AIS KUTUB UTARA" Kata Kakek Yun Zhou sambil ketawa keras. Tiba-tiba penonton bersorak bagaikan terkena hesteria. Upacara pembangkitan roh pon berakhir dengan kemenangan Yun Qing Tan.


JANGAN LUPA DILIKE YA.

__ADS_1


__ADS_2