
Pada umur sembilan tahun YUN ZHOU tidak membangkitkan roh beladiri nya melainkan terus focus untuk berkultivasi. Dia telah berkultivasi hingga ke tahap SPIRITUAL BUMI tingkat ke-4. Selain perkembangan pada kultivasinya dia juga berkembang dalam ilmu bermain pedang. Dia telah menguasai berbagai jenis gaya bermain pedang. Tidak hanya melatih teknik yang mengandalkan pedang dia juga berlatih menggunakan pisau-pisau kecil yang di lemparkan hingga mahir kesemuanya hinggakan dia berjaya menciptakan beberapa teknik milik nya sendiri di umur yang masih muda.
Kakaknya YUN QING TAN masih dilatih oleh kakeknya dan mewarisi teknik-teknik rahsia klan. Terkadang dia dan kakaknya saling beradu kekuatan dan pemahaman dalam seni beladiri. Pertandingan selalu berakhir dengan kemenangan Yun Zhou yang lebih berpengalaman dalam dunia beladiri dari YUN QING TAN. Walaupun sudah banyak kali dikalah kan namun dia adalah seorang yang tidak mudah putus asa dan terus berusaha mengejar Yun Zhou yang telah jauh meninggalkan nya dari belakang.
Kehidupan harian Yun Zhou digunakannya untuk menguasai kembali berbagai teknik yang ia gunakan suatu ketika dahulu.
Pada suatu hari dia sedang bermeditasi menerima pencerahan teknik tiba-tiba dia terdengar suara alunan muzik yang sungguh merdu dari kediaman ibunya. Lalu ia pun melompat ke atap untuk melihat siapakah yang sedang bermain alat muzik sesedap itu, hasilnya dia mendapati ibunya tengah memainkan sebuah lagu sambil memetik kecapi kemudian dia pon mendapat ilham untuk menciptakan sebuah teknik yang dapat dimain dengan kecapi.
__ADS_1
Dia kemudiannya memainkan kecapi siang dan malam tanpa henti, lagu-lagu nya terdengar sedih dan sayu. Setelah beberapa lama bermain kecapi akhirnya dia duduk bermeditasi di hadapan kecapi miliknya sambil memetik kecapi menggunakan tenaga dalaman. Di tengah malam itu tidak sunyi sama sekali membuatkan orang-orang tidak dapat tidur dengan nyenyak kerana bunyi kecapi yang dipetik sentiasa bergeming di angkasa malam tanpa henti. Kemudiannya bunyi kecapi tidak kedengaran lagi menandakan dia telah selesai bermeditasi.
Sesuai dugaannya dia telah berjaya mencipta beberapa jurus bermain kecapi.
"YUN'ER kenapa kamu sangat berisik semalam hinggakan aku tidak dapat tidur yang nyenyak" rungut Yun Qing Tan.
"Aku bermain kecapi... " jawabnya ringkas.
__ADS_1
TAAAANNNGGG!!! RINTIHAN BINTANG KESEPIAN!! lalu dia melepaskan jurus tersebut. Kemudian dengan tidak semena banyak aura terkumpul di dekat Yun Zhou dan dia terus bermain kecapinya tanpa henti. Lagu yang di mainkannya berbunyi sedih dan pilu kemudian aura yang terkumpul disekitarnya tadi terbentuk menjadi beberapa bilah pedang terbang. Lalu dia mengarahkan pedang yang terbentuk dari aura tersebut ke arah sebatang pohon dengan menggunakan jurus lagu pengendali miliknya.
Hasilnya pohon itu terbelah-belah menjadi beberapa bagian kecil hanya dalam satu serangan. Betapa tajamnya bilah pedang tersebut hinggakan dapat membelah pohon tersebut . Terpana mata yang memandang melihat jurus bermain kecapi Yun Zhou yang seperti panggilan kematian itu. Setelah itu Yun Zhou berhenti bermain dan menerangkan kena dia terlalu berisik semalam. Lalu di melepaskan satu jurus lagu lagi yang bernama..
RAUNG PENAKLUK DALAM SAMBARAN ANGIN.
Mulai hari itu dia digelar sebagai LAGU KEMATIAN kerana jurus-jurus ciptaan nya itu.
__ADS_1
KECAPI.