Pendekar Jiwa Naga

Pendekar Jiwa Naga
SAMBARAN AWAN MENYEDIHKAN HATI


__ADS_3

Malam terasa panjang seolah-olah cahaya Surya sudah tidak keluar lagi menyinari bumi. Tiada seorang pun yang berani mendekati Yun Zhou yang sedang berlutut itu. Kepala nya mendongak ke atas langit sambil melihat bulan yang di tutupi awan gelap sedikit demi sedikit.


Aura membunuh yang keluar dari tubuh Yun Zhou berbeda dai yang sebelumnya kerana di campuri dengan aura kesedihan. Melihatnya pasti akan mengetahui betapa luluhnya hati Yun Zhou. Perasaan yang dulunya dilupakan kembali menguasai dirinya, kesedihan semakin bertumpuk di hati nya. Kemudian dia dengan mata yag merah menyala memandang orang-orang dari sekte setan dengan pandang yang tajam da haus darah.


“Tetua Bo, apa yang perlu kita lakukan. Dia terlihat kuat dan tidak mudah dikalahkan, aku tidak menyangka seorang yang berasal dari akiran putih mempunyai aura yang begitu menakutkan ini. ”Salah seorang murid dari sekte setan merasa takut dengan aura dan tatapan yang diberikan oleh Yun Zhou.


“Jangan risau! kita mempunyai tiga orang yang berada di tingkat legenda bersama kita sedangkan di pihak mereka hanya dia seorang sahaja yang berda di peringkat legenda. Kita pasti akan bisa menghabisi mereka. ” Walaupun sedikit ragu tetapi tetua Mo dari sekte setan cuba untuk tidak mengatakannya. Lalu menyuruh semua muridnya menyerah Yun Zhu, serentak dengan itu ramai lah di antara orang-orang dari sekte setan menyerbu ke arah Yun Zhou. Bagi mereka Yun Zhou adalah sosok yang perlu di habisi segera dan jika dibiarkan hidup pasti akan menjadi hambatan bagi mereka nanti nya mengingatkan bahwa Yun Zhou masih terlihat muda.

__ADS_1


“Kepala Mu, bawalah Xiao Chui dsn semua orang berlindung di dalam kota. Aku akan menghabisi mereka semua di sini. ” Yun Zhou pun tidak teragak-agak lagi.


“*Tapi tuan tidak akan bisa menang melawan ribuan dari mereka. Mereka juga memiliki tiga orang berperingkat legenda termasuk tetua Mo itu. ”


“Sudahlah percayakan saja aku aku menitipkan Xiao Chui pada kalian*. ”Yun Zhou tetap bersikeras untuk menantang seribu musuh yang sedang meluru kearahnya. Masa yang ada tidak mencukupi untuk mereka bertikam lidah menyebabkan Mu Zheng dan beberapa orang dari AOSASI mundur bersamaan. Ketika melihat Mu Zheng dan Xiao Chui selamat sampai ke dalam kota yang menjadi tempat pertempuran sebelumnya yun Zhou pun tidak menunggu lebih lama lagi.


“Hahahahahaha sudah merasa putus asa, setelah membunuh mu kami akan membunuh semua yang ada di kota, perempuan mu juga akan menjadi milik kami.” Mui Fan ternya telah di tamakkan oleh kekuasaannya yang sementara itu. Mendengar perkataan itu darah Yun Zhou yang awalnya mendidih mulai naik ke otak nya hingga menyebabkan dia hilang sifat manusiawi.

__ADS_1


Murid-murid dari sekte setan pun menyerang kearah Yun Zhou dengan kepantasan yang menakjubkan seolah-olah sekelompok harimau sedang menerkan seekor kelinci.


....MENYEDIAKAN HATI!!!!.


Yun Zhou mengaktifkan hikmatnya yang pendendam itu hingga menyebabkan jumlah musuh yang menyerang nya secara bersama tinggal separuh sahaja.


Terpana mata mereka melihat kejadian tersebut dengan mata kepala sendiri. Yang lebih mengejutkan adalah musuh-musuh yang dibunuh Yun Zhou tidak tersisa sedikit pun bagaian dari tubuh mereka sehingga kan yang tinggal hanya adalah darah-darah yang mengalir seperti air di sungai. Yun Zhou terus membunuh seperti seekor singa lapar yang terjun kedalam kandang kambing, dia menerkam dan melahap mangsanya sehingga hanya menyisakan beberapa orang dari musuh nya iaitu Mui Fan, tetua Mo dan dua pendekar sekte setan yang berada di tingkat legenda.

__ADS_1


“Hohohoho seprtinya kalian sangat penakut sehingga kan sanggup melihat anak murid kalian mati sia-sia. ” Yun Zhou ketawa keras. Mereka sekarang seolah-olah melihat seekor iblis penghaus darah dihadapan mereka begitu juga dengan orang-orang yang berada dalam kota. Mereka begitu ketakutan sehingga kan ada yang hilang kesadaran hanya kerana melihat perubahan yang terjadi pada Yun Zhou.


“Sepertinya tinggal beberapa orang lagi anggota keluarga Mui didalam kota termasuk isteri dan anak mu itu. ”kata Yun Zhou kepada Mui Fan dengan pandangan yang mengerikan. Sementara itu Mui Feng yang berada di dalam kota melihat kejadian tersebut merasakan dia telah salah memilih lawan. Serentak dengan itu Mui Fan segera melutut memohon ampun dan memegang kaki Yun Zhou. Tetapi hati Yun Zhou yang seperti iblis itu tidak menerima perkataan Mui Fan lalu segera merobek jantungnya. Dengan begitu keluarga Mui telah kalah.


__ADS_2