
Semakin lama YunZhou berjalan semakin dia merasa aneh kerana sepatutnya dia berada di dalam makam tetapi sekarang dia malah ada di sebuah hutan yang dikelilingi oleh gelap nya malam. Tanpa sebarang petunjuk dia terus berjalan mengikuti kata hatinya.
“Pandangan mata selalu membuka jalan,
tetapi penuh dengan tipuan dan godaan,
disaat mata tidak mampu memandu mu lebih jauh lagi,
dengarkan kata hati mu,
kata hati mu ibarat pedang yang terhunus dengan gagah nya tidak selalu menumpulkan jalan nya.”
Begitu dia sedang dalam perjalanan dia larut mengingati bait-bait puisi yang pernah di ajarkan kepada nya suatu ketika dahulu. Di dalam malam yang pekat itu tiba-tiba suasana di kejutkan dengan sebuah peperangan. Beberapa kereta kuda di seorang oleh sejumlah besar manusia berpakaian hitam.
Suasana hati YunZhou yang damai benar-benar terganggu. Dia lagi sibuk memikirkan apakah ujian yang akan di lalui olehnya kali ini dan semua pemikiran nya hilang begitu saja apabila mendengar setiap suara dentingan pedang dan juga suara teriakan dari yang gugur.
__ADS_1
Peperangan tersebut benar-benar terjadi berdekatan dengan nya sendiri tetapi dia tidak ingin mengambil sebarang tindakan pun dan bergegas meninggalkan tempat tersebut. Pada akhirnya peperangan pun menjadi sunyi tiada lagi suara gemerincing dan juga teriakan. Tetapi herannya tiada pula pihak yang bersorak kemenangan ataukah kedua pihak sama-sama telah habis.
Semua pertanyaan itu memasuki kepala YunZhou tetapi dia lebih suka untuk tidak mengambil tahu apa pun. Dia meneruskan perjalanan nya dan berhenti berehat seketika sambil menunggu pagi membuka tirainya.
SEPLAAAASSH
Setelah pagi menjelang ada seorang remaja yang tampan sedang berada di sebuah sungai. Melihat dari kelibatnya sudah tentu dia sedang bermandikan di situ. Setelah selesai mandi dia pun memakai semua pakaiannya dan mulai memakan beberapa buah-buahan segar.
Remaja tersebut adalah YunZhou dan kemudian nya dia memetik beberapa rumput yang berbuah hitam kecil dan mulai menghancurkan nya menjadi bubuk dan mencampurkan dengan madu lebah. Setelah itu dia mengoleskan ramuan bubuk dan madu tersebut di atas daging ayam yang sedang di panggang oleh nya. Hasilnya bau yang enak dan kuat pun meresap jauh ke dalam hutan. Sesiapa pun yang mencium nya pasti akan merasa lapar walaupun sudah beberapa kali makan. Sungguh menusuk nafsu hanya dengan baunya sahaja.
“Tuan Putri izinkan saya merampas ayam bakar tersebut untuk tuan Putri. ” kata seorang pemuda berkumis yang berpakaian seperti seorang tentera.
“Jangan, perbuatan itu tidaklah mulia lagi pula kita tidak tahu kemampuan pria tersebut dan juga sama ada dia musuh atau teman itu belum di pastikan lagi. Kita perlu berhati-hati dengan orang yang tidak dikenali.” bantah seorang pria tua yang sangat berwawasan.
“Sudahlah paman, jeneral pasti nya tidak bermaksud hendak berbuat demikian lagi pula kita memang tidak memakan apa pun dari semalam setelah penyerangan berlaku. Kita semua sangatlah lapar sekarang ini.” seorang gadis muda yang dikenali sebagai tuan Putri menegur mereka berdua. Pada akhirnya mereka hanya mampu memerhatikan sahaja pemuda tersebut melahap ayam bakar tersebut. Bukan main jatuh lagi air liur kelima orang tersebut melihat aksi pemuda tersebut menikmati makanan nya.
__ADS_1
Tiba-tiba perut dari salah seorang dari mereka berbunyi dengan kuat sekali. Memang sulit menahan nafsu ketika melihat makanan yang sedap itu.
“Siapa di sana, keluar lekas atau aku yang akan menjemput kalian. Jika itu berlaku kalian pasti akan menyesali nya.”
YunZhou dengan garang nya memandang ke arah mereka berlima dan mengeluarkan aura membunuh yang kuat. Hampir terlucut jantung kelima orang tersebut setelah diancam begitu. Mau tidak mau mereka semua terpaksa keluar dan menunjukkan diri mereka. Tergetar seluruh tubuh mereka merasakan aura membunuh yang dilepaskan oleh YunZhou.
“*Siapa kalian dan atas tujuan apa kalian mematai ku. Apakah kalian ingin membunuhku? ”
“Ti.. ti. tidak tuan. Maafkan kami semua. ”
“Kami semua tidak bermaksud untuk mencari masalah dengan tuan dan kami hanya tertarik dengan masakan tuan yang begitu harum lagi pula kami sudah semalaman tidak makan*.”
Pria tua yang hadir bersama mereka mengatakan maksud dan tujuan mereka dan menjelaskan bahawa itu sebenarnya adalah sebuah kesalahpahaman. Dan mereka kemudiannya meminta untuk pergi dari situ dengan segera.
“Tunggu dulu seharusnya kalian bilang begitu dari awal aku tidak keberatan berbagi makanan dengan kalian. Nah silakan.”
__ADS_1
YunZhou menghentikan langkah mereka. Mereka terkejut dan juga berterima Kasih kepada YunZhou. Mereka berlima makan begitu lahap sekali. Kedudukan atau pangkat ketika itu tidak lah penting yang penting sekarang adalah menikmati makanan yang super lezat yang berada di hadapan mereka.