
Satu bulan telah berlalu tanpa sebarang peristiwa yang menarik. Seorang pemuda yang berpakaian hitam dan wajahnya ditutupi oleh kerudung sedang terlihat menarik seekor kuda hitam melintasi sebuah gurun. Riak wajahnya langsung tidak terlihat kerana dilindungi oleh kerudung tetapi yang hanya terlihat adalah kedua matanya yang merah menyala seperti mata seekor hewan buas iblis.
Terkadang dia menjumpai beberapa kumpulan bandit padang pasir yang berniat untuk merompak namun mereka semua habis disapu olehnya. Padang pasir atau gurun adalah neraka bagi setiap makhluk hidup namun ada beberapa makhluk hidup yang bisa bertahan hidup di tanah yang kering tandus ini. Kepanasan nya begitu menyengat dan terasa seperti gigitan binatang buas. Namun sosok tersebut tidak terganggu sedikit pun dan tetap melanjutkan perjalanan nya.
............
Yun Zhou telah beberapa hari melintasi sebuah padang pasir namun akhirnya dia tiba juga di suatu tempat yang mempunyai hutan-hutan yang begitu menghijau dan lebat. Di dalam benaknya sudah terlintas beberapa panggangan sempurna daging. Selama di padang pasir makannya adalah beberapa roti kering yang kasar dimulut dan tidak enak sama sekali.
Lalu dia pun pergi mencari beberapa bahan hutan yang bisa ditemukan olehnya sebagai perasa tambahan kepada masakan nya nanti, setelah berjaya mengumpulkan beberapa bahan hutan dia pun pergi berburu hewan-hewan kecil di dalam hutan. Sungguh dia berharap agar menjumpai beberapa ekor kelinci gemuk atau seekor kambing hutan.
__ADS_1
ROOOOOOOAAAAAARRRRR!!
Belum sempat dia menemukan seekor pun hewan perburuan kini dia dikejutkan dengan satu auman dan begitu kuat. Lalu dia pun menuju ke arah suara itu berasal.
“Huh tiada kelinci dan kambing hutan pun tidak mengapa, hewan iblis pun bisa juga. ”
Begitulah pikiran nya yang ketika ini hanya dipenuhi oleh nafsu makan. Setelah dia sampai dia melihat ada beberapa makhluk hijau yang terlihat seperti manusia namun tubuh mereka seperti tumbuhan. Jumlah makhluk itu adalah sebanyak tiga, dua darinya setinggi manusia pada umumnya dan satu lagi masih bayi.
ROOOOOOAAAARRR!!
__ADS_1
(*Manusia rendahan beraninya kalian mengacaukan ketenteraman kami*)
Terbeliak mata Yun Zhou apabila dia seolah-olah memahami apa yang dikatakan oleh makhluk tersebut dengan ngaumannya. Hati Yun Zhou sedikit tersentuh apabila dia mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Para manusia itu datang ke tempat ini untuk mengambil sebuah mutiara yang dikenali sebagai mutiara pohon yang dijaga oleh makhluk itu.
“Hehehehehe, naga pohon lemah beraninya kau mengaum kepada kami. Apakah kau sudah bosan hidup, lebih baik kau menyerahkan mutiara pohon dengan sukarela dan kami akan memberimu dan ahli keluarga mu kematian yang pantas. ”
Salah seorang dari kelompok manusia itu maju kehadapan dan dengan angkuhnya menyebutkan beberapa kata yang mengancam. Kini barulah Yun Zhou jenis apakah makhluk itu rupanya adalah naga pohon atau lebih tepatnya naga penjaga pohon. Mungkin disebabkan bahawa dirinya adalah separuh manusia dan separuh nagalah yang menyebabkan dia memahami perkataan naga pohon tersebut.
Tidak lama kemudian pertarungan semakin tidak dapat dielakkan lagi apabila para manusia telah kehilangan kesabaran mereka lalu meluru kehadapan sambil menghunus kan senjata masing-masing. Naga pohon tiada peluang lain selain terpaksa bertarung dengan para manusia tersebut demi mempertahankan mutiara pohon miliknya.
__ADS_1
Serangan demi serangan telah bertukar kini naga pohon tersebut tidak dapat menahan lagi desakan demi desakan daripada serangan para manusia lalu dia pun sekarat jatuh ke tanah. Seekor lagi naga pohon yang melihat kejadian itu pun mengamuk sambil mengalirkan air mata yang jernih
Dengan amarah yang besar dia pun meluru kearah para manusia tanpa menghiraukan bahaya yang akan dihadapi olehnya. Tahu lah Yun Zhou bahawa naga pohon itu bersuami isteri dan mempunyai seekor anak yang masih bayi. Dengan tiba-tiba delapan pedang panjang menusuk sehingga tembus setiap bagian yang berbeda dari naga pohon tersebut dan dia juga jatuh berbaring ditanah seperti suaminya. Walaupun keduanya masih belum mati tetapi mereka sangat menderita. Yun Zhou semakin lama semakin tidak dapat menahan amarahnya lalu memutuskan untuk campur tangan.