
Begitu sangat terkejut nya mereka sampai membuat bola mata mereka ikut bergetar dengan kemunculan dua buah pil berwarna merah yang dihasilkan dari bunga giok api merah melayang-layang di hadapan mereka.
Lalu saling menatap satu sama lain mereka kemudian berteriak girang dengan ekspresi takjub, "Pil penyembuh!?".
Kejutan itu membuat Xiao Yu tak habis pikir dengan Qing Yuan, sekarang dia juga mulai bertanya-tanya cahaya apa tadi yang keluar dari dahi Qing Yuan sampai bisa meracik pil penyembuh dalam sekejap.
Dia menatap ke arah Qing Yuan dengan dingin secara heran. sedangkan Qing Yuan sekarang ia masih saja di takjub kan terhadap pil penyembuh yang ada di hadapan nya.
Dengan berbinar-binar dia menatap pil itu sampai mulut nya terbuka lebar akibat ingin sekali memiliki pil penyembuhan itu.
Lalu dia tiba-tiba kembali tersadar dari rasa ingin memiliki luar biasa dari nya, Qing Yuan menggeleng-geleng kan kepala menghilang kan rasa itu sambil menyentuh dahi nya secara heran akan teringat cahaya yang keluar dari dalam dahi nya barusan.
Qing Yuan sedikit menunduk dan berpikir, "Apakah cahaya barusan berasal dari batu yang waktu itu masuk ke dalam kepala ku setelah ledakan buku kuno?". Secara heran Qing Yuan berpikir sejenak sampai membuat dia melamun.
Lamunan nya itu cukup serius hingga membuat dia tak mendengar dengan Xiao Yu yang memanggil-manggil namanya.
"Hei kenapa kau belum memakan pil itu?".
Dia masih saja menunduk seraya mengelus-elus dahi nya sampai membuat Xiao Yu harus mengernyit keningnya dengan termangu.
Namun Xiao Yu tetap memanggil nya, "Qing Yuan? .... Qing Yuan?".
Qing Yuan masih saja belum tersadar dari lamunannya itu setelah namanya di panggil-panggil hingga Xiao Yu merasa kesal dan akhirnya berteriak, "HEI QING YUAN!"
Teriakan dari Xiao Yu cukup keras sampai membuat Qing Yuan sontak begitu sangat terkejut dari lamunan nya reflek langsung menatap kearah Xiao Yu dengan jantung yang ikut berdetak kencang.
"Apa yang kau pikirkan?", kini ekspresi wajah Xiao Yu terlihat sangat menyeramkan seperti wajah yang sedang khawatir melalui kemarahan tapi Qing Yuan tidak menyadari itu.
__ADS_1
"Ah! maafkan aku", Qing Yuan langsung menggeleng-geleng kan kepalanya menghilangkan pikiran tentang buku kuno itu, saat ini dia harus berfokus kepada pil penyembuhan yang ada di hadapannya.
Dia mulai menjulur tangan nya untuk mengambil pil itu, pil penyembuhan yang hasil dari bunga giok api merah langsung terjatuh kedalam genggaman Qing Yuan.
Sejenak dia menatap kearah dua pil penyembuhan tanpa ekspresi, namun tanpa berpikir panjang lagi Qing Yuan langsung memasukkan dua buah pil penyembuh kedalam mulut nya.
Setelah dia menelan nya, tiba-tiba muncul reaksi dari pil penyembuh itu.
Tubuh Qing Yuan bersinar menyeluruh dengan cahaya merah. dia menatap kedua tangan nya sebentar lalu menatap kearah Xiao Yu dengan tersenyum.
Xiao Yu mengangguk seolah memberitahu nya lakukan lah itu.
Qing Yuan juga ikut mengangguk, kemudian dia langsung melipat kaki nya duduk seperti posisi seorang yang tengah bermeditasi, dia membuat dua jari tangan dan menggerakkan secara menyilang lalu meletakkan dua jari tangan nya di antara dada dengan telapak tangan kiri dibawah tangan kanan nya.
Setelah melakukan itu, Qing Yuan mulai fokus memproses pil penyembuhan itu agar menyebar secara menyeluruh.
Xiao Yu menatap ke arah luka-luka nya Qing Yuan yang mana luka-luka itu secara perlahan demi perlahan mulai mengecil dan menghilang tanpa bekas.
Luka-luka nya mulai menghilang sepenuhnya, Qing Yuan pun selesai dari menyerap semua energi dari pil penyembuh.
Dia menatap secara girang telapak tangan nya setelah itu dia melihat kearah Xiao Yu sambil berkata dengan gembira, "W-wah Xiao Yu kultivasi ku menerobos sampai ke tahap menengah!".
Reaksi Xiao Yu tetap sama seperti biasa dengan ekpresi nya yang dingin. melihat kejadian yang sungguh diluar pikiran itu Xiao Yu pun berucap, "Kau benar-benar curang, bisa-bisanya kau langsung menerobos ke tahap menengah melewati tiga tingkat dengan begitu mudah", ucap nya tetap dingin tak peduli.
Tapi, berbeda dengan hati nya, Xiao Yu masih saja peduli dan bertanya-tanya tentang Qing Yuan dalam pikiran nya, "Sudah kuduga, pasti ada sesuatu dengan dirinya".
Ucapan nya itu seketika membuat Qing Yuan menoleh heran kearah nya, dia menatap Xiao Yu dalam-dalam seraya bertanya serius, "Bagaimana kau bisa tahu?".
__ADS_1
Tanpa sadar lagi-lagi Qing Yuan mencurigai Xiao Yu. Xiao Yu menghela nafas panjang karena lelah mengatakan hal yang sama, "Berapa kali aku harus katakan? sudah lah aku sudah muak menjelaskan hal yang sama".
Qing Yuan mengernyit kasar kening nya sembari menatap Xiao Yu, kemudian dia juga ikut mendengkus mencoba melupakan hal itu, "Baiklah-baiklah kalau begitu mari kita pergi, tapi sebelum pergi bawa aku ke tempat kamu memetik bunga giok api merah itu". pinta Qing Yuan serius.
Setelah mendengar permintaan dari Qing Yuan, Xiao Yu langsung bangun dari duduk nya, dia berjalan membelakangi Qing Yuan lalu kembali berhenti sebentar sambil sedikit melirik ke belakang memberitahu, "Ikut lah dengan ku", setelah mengatakan itu Xiao Yu meneruskan jalan nya.
Qing Yuan juga bangun seperti biasa karena kini luka nya telah sembuh total, dia mengikuti Xiao Yu dari belakang sehingga mereka sampai di tempat Xiao Yu memetik bunga giok api merah.
"Disini tempat nya!", jelas Xiao Yu dengan santai.
Banyak nya bunga giok api merah yang tumbuh dan bersinar terang dimalam hari. ini sangat indah, benar-benar pemandangan sungguh langka, begitu lah Qing Yuan saat ini terpaku akan keindahan bunga giok api merah.
Dia hanya terpaku sesaat kemudian kembali tersadar akan mengingat satu hal, dia melihat ke arah Xiao Yu lalu memberitahu rencana nya, "Xiao Yu bagaimana kalau kita memetik semua bunga giok api merah ini kemudian kita menjual nya?".
Namun, reaksi Xiao Yu datar seperti biasa, dia berpikir sejenak kalau ini cukup merepotkan. tapi, yasudah lah demi uang dan bisnis kerepotan pun tak masalah.
Xiao Yu mulai memetik bunga-bunga itu sebelum Qing Yuan menyuruh nya. Qing Yuan menjadi bengong sekejap karena sikap Xiao Yu yang terlihat berbeda. tapi, dia juga tak terlalu memperdulikan nya, Qing Yuan juga memetik bunga-bunga itu.
Setelah memetik semua itu, bunga-bunga itu memenuhi tangan mereka. mereka membawa nya pulang kembali secara terang-terangan tanpa memindahkan nya kesuatu tempat.
Lalu saat mereka pergi, kini Qing Yuan berjalan di depan dan Xiao Yu berjalan dari belakang.
Pikiran Qing Yuan saat ini sedang di penuhi uang-uang.
Sementara Xiao Yu dia tiba-tiba termangu melihat sebuah liotin simbol bulan sabit giok bewarna merah terang yang bergelantungan di gagang pedang Qing Yuan.
Tanpa ragu-ragu Xiao Yu langsung menanyakan nya kepada Qing Yuan.
__ADS_1
"Qing Yuan apa arti simbol yang bergelantungan di gagang pedang mu itu?".
Bersambung....